Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Menikahlah denganku


__ADS_3

“Menikahlah denganku, aku ingin menghabiskan sisa usiaku bersamamu.”ucap Max masih berlutut di bawah Alea.


Wanita itu menangis haru dan mengulurkan tangannya, ia menerima lamaran dari pria yang dengan tulus mencintainya.


“Terimakasih...., terimakasih karena kau mau menerimaku masuk ke dalam hidupmu, hari ini aku merasa sangat bahagia.”seru Max


Hari berganti hari, waktu seakan begitu cepat berlalu. Hubungan Max dan keluarga Alea pun semakin baik dan terlihat akrab selayaknya anggota keluarga.


Max terlihat sangat menyayangi Alexa, pria itu memperlakukan putri kecil Alea selayaknya anak kandung. Kasih sayang yang Max berikan pada Alexa terlihat sangat tulus.


Rencana pernikahan Alea dan Max pun sudah tersusun rapih, keduanya akan segera menikah.


“Tuhan, akankah pernikahanku dan Max, menjadi takdir yang kau tuliskan untukku?”


ku harap, kali ini aku akan benar-benar merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Batin Alea


Sekembalinya Alea dan kedua sahabatnya, dari acara amal, hari ini mereka bertiga menghabiskan waktu bersama seperti saat mereka kuliah. Namun kali ini mereka tak hanya bertiga, Audi dan Dini juga membawa serta anak-anak mereka.


Audi dan Dini menikah tak lama setelah pernikahan Alea dan Adrian. Audi menikah dengan seorang manager bank swasta, dan Dini menikah dengan kekasihnya yang merupakan seorang polisi.


“Ngga terasa ya waktu begitu cepat berlalu, kita bersahabat sudah selama ini.”ujar Audi.


“Iya, dan sekarang kalian sudah bahagia dengan keluarga kecil kalian, bersama orang yang kalian cintai. Sementara gue harus kehilangan kak Adrian.”suara Alea terdengar sendu.


Hati Alea kembali berdenyut saat ia teringat Adrian, laki-laki sempurna di matanya. Namun takdir berkata lain, Tuhan memisahkan Alea dan pria yang di cintai nya untuk selamanya.


“Kak Adrian pergi sudah menjadi takdir dan kehendak Tuhan Lea ! Lu ngga bisa menghindari takdir Tuhan, termasuk pertemuan lu dengan Max. Tuhan sudah merencanakan takdir hidup lu, agar lu selalu ingat dan bersyukur dengan hidup lu.


Lu selama ini di kelilingi orang-orang yang selalu menyayangi lu, ya walaupun gue dan Audi cukup tahu, buat lu hadapi dan menjalani semua yang Tuhan gariskan. Tapi satu hal yang harus selalu lu ingat, jalan manusia untuk mendapatkan kebahagiaan itu tidak selalu mulus seperti jalanan.


Terkadang, kita harus melewati bebatuan terjal yang kapan pun siap melukai kaki kita.”jelas Dini panjang lebar pada sahabatnya.

__ADS_1


“Gue rindu kak Adrian, hanya Alexa satu-satunya kenangan gue dan kak Adrian yang tersisa. Gue rindu senyumnya, gue rindu di jahilin kak Adrian, gue rindu pelukannya, gue rindu semua perlakuan kak Adrian.”ucap Alea dengan tangisannya.


Dink dan Audi memandang sahabatnya dengan tatapan sendu, mereka juga meneteskan air mata. Tidak tega melihat sahabatnya yang kembali teringat dan menangisi suaminya.


Di sudut lain, seorang pria yang sedari tadi berdiri dan mendengar ucapan calon istrinya juga bisa merasakan kesedihan yang wanita itu tengah rasakan. Pria itu tiba-tiba memeluk tubuh Alea dari belakang.


Membuat wanita yang sejak tadi menangis tersentak. Ia memutar tubuhnya dan menatap manik mata pria yang sedang memeluknya erat.


“Aku tahu apa yang kau rasakan saat ini, kau sangat mencintainya dan aku juga tahu itu.”ucap pria itu.


“Maafkan aku, tak seharusnya aku terus mengingatnya, terlebih saat kau ada di sisiku.”ucap Alea


“Sssttt....,” Max menempelkan jari telunjuknya pada bibir Alea dan menggelengkan kepalanya.


“Aku tak apa! Aku tidak memintamu untuk melupakannya, aku juga tidak marah karena kau terus mengingatnya di dalam hatimu. Karena walau bagaimanapun dia juga ayah kandung putriku. Dia berhak tahu siapa ayah kandungnya kelak.


Aku sudah cukup bahagia, kau mau menerima cintaku dan menempatkan pria ini di satu sisi hatimu yang lain. Di cintai olehmu dan mendapatkan putri yang cantik seperti dia, sudah membuatku merasa sangat bahagia, kalian lah satu-satunya hartaku yang paling berharga.”ucap Max pada wanitanya.


Audi dan Dini tersenyum Lega, pasalnya sahabatnya menemukan seseorang yang tepat untuk menghabiskan sisa usianya bersama dengan pria yang dengan tulus mencintainya.


Terkadang, mencintai seseorang tidak harus selalu memiliki dan menemaninya, Tuhan memberikan kebahagiaan kepada makhluk ciptaannya dengan cara yang berbeda. Dan terkadang kita harus menelan pil pahit kehidupan sebelum kita merengkuh kebahagiaan terbesar dalam hidup.


“Aku bersyukur Tuhan menghadirkanmu ke dalam hidupku, menemaniku dan Alexa sepanjang hidupku.”ucap Alea seraya mengusap lembut wajah Max.


“Aku memamang tak sebaik Adrian memperlakukanmu, aku juga tidak memiliki banyak waktu yang bisa kuhabiskan dengan mu dan putri kita. Namun aku akan selalu dan selalu berusaha untuk menempatkanmu dan putri kita di urutan pertama dalam hati dan hidupku.


Aku juga ingin putri kita tahu, jika dady nya yang tampan ini sangat menyayanginya.”ucap Max diakhiri gelak tawa.


Semua orang yang ada di sanapun tertawa mendengar ucapan Max.


“Terimakasih dokter Max, karena anda sudah berhasil membuat sahabat kami tersenyum.”ucap Audi kepada Max.

__ADS_1


“Tentu saja aku akan membuat Alea terus bahagia, hingga membuatnya merasa menyesal kenapa wanita keras kepala ini tidak menerima cinta ku sejak dulu.”


Alea mengerucutkan bibirnya saat mendengar perkataan Max pada kedua sahabatnya.


“Ooh jadi aku ini wanita cerewet begitu.”ucap Alea menatap tajam pada Max.


“Hahahaha...., anda benar dokter, dia tak hanya cerewet, tapi dia juga wanita yang sangat mudah sekali merajuk.”seru Dini menimpali ucapan Max.


“Tak apa Din, aku bahagia melihatnya cerewet kepadaku, itu tandanya dia sangat memperhatikanku.”ucap Max dengan mengedipkan satu mata pada Alea.


Perlakuan hangat Max kepada Alea selalu sukses membuat wajah wanita itu merona karena malu.


“Apa kalian belum cukup puas membuat ku malu, seperti sekarang hah !” Ucap Alea pura-pura merajuk.


Dan membuat semua orang kembali tergelak mendengar apa yang di katakan Alea.


“Oh ya, kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian ke ikatan pernikahan?”tanya Audi pada Max yang kini beralih membawa Alexa ke dalam pangkuannya.


“Sebentar lagi, mungkin setelah Max mendapatkan gelar profesornya.”seru Alea


“Apa? Dokter Max sudah bisa mendapatkan gelar profesor di usianya yang sangat muda?”ucap Audi dan Dini tidak percaya mendengar kabar Max akan mengambil gelar profesor.


“Hem, tentu saja bisa. Dia dokter yang cerdas dan berbakat.”ucap Alea dengan bangga pada calon suaminya.


“Ya, itu semua saya lakukan, agar saya bisa pindah ke negara ini dan membantu Papa Wijaya untuk mengurus rumah sakit.


Max memang berencana akan menetap di negara Alea setelah menikah nanti, untuk itu Max ingin segera mendapatkan gelar profesornya agar ia bisa selalu dekat dengan Alea dan putrinya.


-


-

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya ya


__ADS_2