
Tiga hari berlalu, siang itu Alea duduk di samping Adrian. Setia menemani.
“Kak Adrian, kau tahu... setiap hari aku merindukanmu, aku tidak sanggup jika hidup tanpamu. Bangunlah sayang, aku ingin membesarkan putri kita bersama.
Alea selalu mengajak Adrian berbicara dan memegang tangan Adrian.
“Sayang, aku tahu kau mendengar semua yang aku katakan. Aku akan selalu bersabar menunggu hingga kamu membuka mata.”
Alea tersenyum bahagia, mengingat bagaimana Adrian dulu dengan sabar memperjuangkan cintanya kepada istrinya. Ia yakin jika sebentar lagi Adrian akan bangun.
“Sayang, aku mengantuk. Kita tidur sama-sama ya, nanti kita juga akan bangun sama-sama,” kata Alea seraya mencium kening Adrian dan mulai tidur di samping Adrian, masih dengan menggenggam tangannya.
Namun tiba-tiba, Alea terkejut saat terdengar bunyi dari layar monitor. Terlihat garis lurus dan tekanan darah yang terus menurun.
Tanpa pikir panjang, Alea segera berlari memanggil dokter jaga dan perawat.
Air mata mengalir deras di pipi Alea. Ia berdiri mematung melihat dokter dan perawat memberi pertolongan pada Adrian dengan alat kejut jantung.
Namun... takdir berkata lain, Adrian telah pergi tanpa sepatah kata pun terucap untuk istrinya.
“Kak Adrian!!!” Teriak Alea.
“Kak Adrian ....., jangan tinggalkan aku dan putri kita ! Kak .... bangunlah lihatlah putrimu, putri kita ada di sini bersamamu.
Alea terus berteriak histeris. Tangan Adrian yang kini di tempelkan Alea pada pipinya, berharap Adrian dapat merasakan kehadirannya.
“Sayang .... buka matamu ! Ku mohon lihatlah aku sekali saja !”
“Tadi kau berjanji akan bangun bersamaku! Kenapa kau pergi meninggalkanku??” Alea meneriakkan kata-kata yang menyayat hati.
Saat itu Alvin yang tidak tega melihat Alea terus menangis histeris, langsung menelpon keluarga Alea dan Mama Amelia ibu dari Adrian.
“Nona, tenangkan diri anda, anda harus merelakan kepergian tuan, tuan Muda sudah tenang di sisi Tuhan.
“Tidak Vin, dia harus bangun. Dia harus melihat putrinya.
“Saya yakin nona, tuan pasti akan selalu melihat dan mengawasi Nona kecil dari atas sana.”tunjuk Alvin pada langit luas
Kak Adrian..... bangun, ku mohon bangunlah kak, jangan tinggalkan aku.”Alea terus berteriak memanggil nama suaminya.
Max yang masih berdiri di sana pun tak kuasa melihat kesedihan Alea. Ia meminta pada perawat untuk mengatakan pada Alea, agar merelakan jenazah suaminya untuk segera di mandikan dan agar bisa segera di pulangkan
Tidak lama setelah itu keluarga Alea dan Mama mertuanya datang ke rumah sakit. Mereka memeluk Alea secara bergantian.
“Kak Adrian Pah, kak Adrian pergi meninggalkan Lea, dia jahat Pah.”tangis Alea semakin terdengar pilu.
__ADS_1
“Ini sudah takdir sayang, relakan suamimu.”ucap tuan Wijaya membelai lembut kepala Alea.
“Kenapa harus Lea Pah, kenapa Tuhan harus pisahkan Lea dari orang yang sangat Lea cintai lagi Pah.
Kenapa tuhan ngga pernah Adil kepada Lea, kenapa Pa.” Alea terus menangis, tubuhnya seketika lemas. Ia terduduk di lantai, meratapi kepergian Adrian untuk selamanya.
“Tenangkan dirimu Nak, ini yang terbaik untuk Adrian. Dia sudah tenang di sisi Tuhan.”ucap Mama Amelia menimpali ucapan menantunya.
Tuan Wijaya meninggalkan Alea bersama Mama Devi dan Mama Amelia. Ia pergi untuk mengurus proses kepulangan jenazah Adrian, karena malam ini mereka langsung membawa jenazah Adrian ke tanah air untuk segera di makamkan esok hari.
Max tiba-datang menghampiri Alea, memeluk tubuh Alea.
Nyonya Devi dan Mama Amelia melihat Max memeluk Alea erat pun tidak mempermasalahkan hal itu, mereka sudah mendengar perihal hubungan pertemanan Alea dan Max dari Alvin.
Mereka merasa berterimakasih pada Max karena selalu berusaha menenangkan Alea, menghibur Alea di saat Adrian meninggalkannya untuk selama-lamanya.
“I'm sorry, I couldn't save him.”ucap Max merasa menyesal.
“it's okay Max, you've tried I'm not angry with you.”sahut Alea menatap Max.
“I will visit you later, when I'm not busy.”seru Max.
Alea menjawabnya dengan anggukan kepala. Ia merasa lega, karena di saat ia di rundung kesedihan yang mendalam, Max mau menjadi temannya.
Di sela-sela kesibukannya sebagai dokter bedah syaraf, Max selalu meluangkan waktu. Melihat keadaan Adrian dan menghibur Alea.
“It's okay, do you still want to be friends with me after returning to Indonesia? Tanya Max pada Alea. Sejujur nya ia takut Alea akan melupakannya, karena sejak bertemu Alea Max sudah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Alea.
Hanya saja, Max tidak ingin merusak hubungan persahabatannya dengan Alea jika dia mengungkapkan perasaannya, ia juga tahu Alea sangat mencintai suaminya, selalu berada di sisi Adrian hingga nafas terakhir Adrian.
Hal itu yang membuat Max sebagai seorang pria tampan, memiliki sejuta pesona mampu memikat hati para wanita pun jatuh cinta kepada Alea.
Max merupakan dokter bedah syaraf terbaik yang di miliki National Universiti Hospital. Max bukan tidak mampu mencari seorang kekasih, hanya saja selama ini wanita-wanita yang mengejarnya selalu melihat dari apa yang di milikinya saja.
Max tidak menyukai wanita dengan sifat matrealistis atau sekedar menyukai ketampanan dan kemapanannya saja dari seorang pria. Hingga ia bertemu Alea dan jatuh cinta pada Alea.
Max jatuh cinta kepada Alea karena kesederhanaan yang di miliki Alea. Walaupun Alea putri seorang milyarder dan menantu dari keluarga klan Sanjaya, Alea selalu bersikap sederhana dan memperlakukan orang lain dengan baik.
Tuan wijaya berjalan menghampiri Alea, mengajaknya kembali ke kondominium. Agar Alea bisa mengistirahatkan tubuhnya, sebelum membawa jenazah Adrian kembali ke tanah air.
“Sayang, ayo kita pulang !” Malam ini kita kembali ke Jakarta, besok pagi kita akan memakamkan jenazah suamimu, kasihan Alexa dia juga membutuhkanmu.
“Kau masih memiliki kami, kita akan merawat dan membesarkan Alexa bersama-sama.”ucap tuan Wijaya kepada Alea.
“Iya Pah, Lexa harapan ku satu-satunya, kenangan yang Lea miliki dari kak Adrian. Aku akan merawat dan membesarkan putriku dengan baik.”
__ADS_1
Hati Alea hancur, separuh dari hidupnya pergi meninggalkannya selamanya, jika saja dirinya tidak mengingat Alexa buah hati yang baru saja di lahirkannya, mungkin Alea akan ikut menyusul Adrian.
Alea berusaha tegar dengan menerima takdir yang Tuhan gariskan kepadanya demi Alexa. Ia juga tidak ingin Alexa tumbuh tanpa seorang ibu di sisinya.
Alea merasakan lelah pada tubuhnya, selama empat hari ia terus menemani Adrian. Tidak memperhatikan kesehatannya dengan baik, beruntung saat itu ada Max yang terus memaksanya untuk istirahat dan makan dengan baik. Hanya Max yang di dengar Alea, bahkan Alvin asisten Adrian yang di tugaskan untuk menjaga Alea pun tidak Alea hiraukan.
Negara Lebanon
Sedangkan di suatu tempat, seorang pria berpakaian seragam dinas lengkap, memasang stetoskop di telinga kiri dan kanannya tengah sibuk memeriksa pasien luka tembak.
Kabar kematian Adrian pun telah sampai di telinga pria itu. Mendengar kabar Adrian meninggal dunia, pria itu pun sempat terkejut. Karena sebelumnya ia tidak mengetahui Adrian kecelakaan. Sampai pada akhirnya ia mengetahui Adrian meninggal dunia.
Ia kembali teringat kepada Alea, mengingat Alea akan membesarkan buah hatinya seorang diri, membuat perasaannya jadi tak menentu.
Pria yang sebentar lagi mengakhiri masa tugasnya sebagai pasukan Garuda di Lebanon pun bertekad akan menemui Alea setibanya di tanah air.
Ia berfikir jika Alea akan kembali membutuhkan kehadirannya untuk menemani Alea.
Berikan kritik, dan sarannya reader kesayangan
Jangan lupa like, vote sebanyak-banyaknya guys 🤗🤗
Selamat membaca dan semoga terhibur 😘
Visual Jery
Visual Max
Adrian
Alea
Dini
__ADS_1
Audi