
“Tidak perlu, aku sudah membeli makan untuk kita makan malam.” Ucap Adrian sembari meletakkan bungkusan makanan yang ia bawa tadi di atas meja makan.
Di ikuti Alea yang berjalan mengekori suaminya.
“Kau bersihkanlah tubuhmu, aku akan menyiapkan makan malam untuk kita.” Ucap Alea menatap lembut suaminya.
“Hem baiklah.” Ucap Adrian
Setelah memberikan bungkusan makanan pada Alea, Adrian berjalan masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Apa dia masih marah? Kenapa dia masih bersikap dingin padaku.” Gumam Alea seraya menyiapkan makan malam.
Alea selesai menyiapkan makan malam mereka, Alea berniat akan memanggil suaminya untuk makan malam, saat Alea berbalik dan akan memanggil Adrian yang masih ada di kamar .
Tiba-tiba Adrian terlihat tengah berjalan menuruni anak tangga. Alea pun mengurungkan niat nya yang akan memanggil Adrian dan lebih memlih untuk tetap menunggu suaminya di meja makan.
Setelah seesai mandi Adrian keluar dengan menggunakan kaos polos berwarna hitam dan celana pendek, karena saat berada di rumah Adrian lebih suka mengenakan pakaian santai.
Dia berjalan turun menuju meja makan, di lihatnya Alea sudah menunggunya di meja makan dan bersiap untuk makan malam.
Alea juga melihat Adrian sudah duduk di meja makan dan duduk berhadapan dengan istrinya, Alea pun menyendokkan nasi, sayur capcay dan ikan bakar yang Adrian bawa tadi ke dalam piring Adrian.
Mereka makan dengan tenang, dan tidak ada pembicaraan di antara mereka hingga makan malam selesai, saat Alea beranjak dari kursi yang ia duduki tadi untuk mulai membereskan bekas makan malam mereka. Tiba-tiba Adrian menghentikannya dan memintanya untuk tetap duduk di tempatnya.
“Tunggu, tetaplah duduk di sana, ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Pinta Adrian.
“Alea kembali ke tempat nya semula, Alea terlihat tengah meremas kedua tangannya di atas meja makan dengan terus menunduk, ia takut Adrian akan kembali memarahinya.
Apa kak Adrian akan memarahiku kembali, dengan memintaku untuk tetap di sini, ya Tuhan aku sangat takut dia kembali marah seperti tadi siang, padahal jelas-jelas aku tidak bersalah. Tapi kenapa rasa takutku begitu besar.batin Alea.
Adrian yang menyadari ketakutan pada diri Alea, ia pun menggenggam kedua tangan nya, menatap nya dengan tatapan sayang.
Membuat Alea tersentak ia reflek mengangkat kepalanya, melihat tangannya yang di genggam Adrian dan beralih menatap Adrian bergantian.
Adrian melihat ketakutan dan kebingungan pada wajah istrinya, ia tersenyum tipis.
“Maaf, maafkan aku.” Satu kata yang lolos dari bibir Adrian.
Maaf, hari ini aku sudah kasar padamu, aku membentakmu di depan umum dan di lihat banyak orang. Tidak seharus nya aku bersikap seperti itu pada istriku.
Alea mendengar permintaan maaf tulus Adrian, dia merasa lega karena Adrian tidak lagi marah padanya.
__ADS_1
“Hahh, Alea menghela nafas panjang sebelum ia melanjutkan berbicara
“Aku, sudah memaafkanmu,” ucap Alea dengan senyum mengembang di wajah cantiknya.
Setelah Alea mengatakan jika ia memaafkan suaminya. Adrian pun mengajak itrinya untuk ke kamar dan meminta pada bi Ina untuk membereskan meja makan.
Alea berjalan ke kamar lebih dulu dan di susul Adrian dari belakang. Saat ini Alea merasakan pusing kepalanya dan terus berjalan ke tempat tidur lalu merebahkan tubuh nya di atas kasur dan menarik selimut hingga ke atas dada.
Melihat istrinya tidur lebih dulu Adrian tidak mempermasalahkannya, dia berfikir mungkin saja saat ini Alea sedang lelah dan ingin tidur lebih awal, walau sebenarnya ia masih ingin ngobrol lebih banyak dengan istrinya. Adrian melihat istrinya yang sudah membungkus tubuhnya dengan selimut juga ikut menyusul Alea di tempat tidur.
Saat ia sudah berbaring di samping tubuh istrinya, ia merasakan ada hawa panas yang berasal dari tubuh Alea, seketika Adrian bangun dari tidurnya dan membalik tubuh Alea. Adrian langsung menempelkan tangannya di kening Alea.
“Astaga sayang,” ucap Adrian
“Sayang badan kamu demam, kita ke rumah sakit sekarang,” ucap Adrian panik melihat wajah Alea pucat dan tubuhnya juga panas.
“Ngga, aku ga mau ke rumah sakit. Aku cuma butuh istirahat aja, nanti juga sembuh sendiri.” Ucap Alea lemas.
“Kakak, temani aku aja di sini, aku ngga mau pergi ke rumah sakit.
“Baiklah aku akan menemanimu.” Ucap Adrian mengalah karena Alea tetap tidak mau ke rumah sakit.
Adrian terus menemani Alea di kamar sampai dia sendiri tidak tidur. Adrian terus menatap wajah pucat istrinya, Adrian kembali menempelkan tangannya di kening Alea yang demamnya pun sudah mulai turun.
Adrian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai membersihkan tubuh nya dan mengganti pakaian nya di dalam kamar mandi, Adrian pun berjalan keluar kamar mandi. Ia mengambil ponsel nya di atas nakas samping tempat tidur.
Adrian berjalan keluar kamar untuk menelpon seseorang.
“Vin, kamu urus pekerjaan saya besok di kantor, besok saya tidak ke kantor karena Alea sedang sakit.” Ucap Adrian pada Alvin assisten nya.
Setelah menelpon Alvin, Adrian menyimpan kembali ponselnya dan berjalan masuk ke dalam kamar.
Terlihat Alea sudah duduk dan bersender di tepi ranjang.
“Kenapa bangun?”tanya Adrian
“Aku lapar.” Ucap Alea manja
“Kamu tunggu di sini..
Alea mengangguk, ia tidak tau apa yang akan di lakukan oleh Adrian untuk nya, karena saat ini ia merasakan kepalanya masih pusing namun perutnya pun merasa lapar.
__ADS_1
Dia mengambil ponselnya dan melihat ada notifikasi pesan masuk dari kedua sahabatnya. Saat ia akan membuka pesan di ponselnya, tiba-tiba pintu kamar terbuka dan Adrian masuk dengan membawa nampan.
“Kamu masih sakit, jangan terlalu sering melihat ponsel, sekarang kamu makan.” Ucap Adrian.
“Aku bisa makan sendiri.”
“Buka mulutmu.”
Alea menurut dan membuka mulutnya, ia memakan masakan yang di masak oleh Adrian dan Alea memakannya dengan sangat lahap.
“Istirahatlah, aku akan ke ruang kerjaku sebentar.”
“Kak Adrian ngga ke kantor?” Tanya Alea.
“Tidak, aku akan menemanimu di rumah.” Ucap Adrian mengelus pucuk kepala istrinya dengan sayang.
“Tunggu, jangan pergi dan temani aku di sini, aku mau kau menemaniku.”ucap Alea.
Adrian mengernyitkan keningnya, ia merasa sangat heran dengan sikap manja Alea kepadanya.
“Istirahatlah, aku tidak akan kemana-mana aku akan menemanimu di sini.
Alea mengangguk, dia pun mulai memejamkan matanya namun dia belum juga bisa tertidur. Dia tau Adrian sangat lelah karena semalaman sudah menjaganya.
“Kenapa?” tanya Adrian.
Kemarilah, tidurlah di sini,” alea menepuk sisi ranjang yang kosong.
Aku tau kau juga pasti sangat lelah karena sudah menjagaku semalaman.”ucap Alea.
Adrian hanya tersenyum, dan ikut merbahkan tubuhnya yang sangat lelah di samping istrinya, Adrian memeluk Alea dengan erat dan akhirnya ikut terlelap bersama istrinya.
————————————————————————————————————————
Vote yuk kesayangan
Dukung karya author
Like dan komen
Dukungan kalian penyemangat author 😘
__ADS_1