Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Makan siang


__ADS_3

Nyonya Devi pun menganggukan kepala nya seraya berjalan masuk ke dalam rumah mencari keberadaan cucunya Alexa, dengan di ikuti oleh tuan Wijaya yang berjalan di belakang istrinya.


Tuan dan nyonya Wijaya begitu bahagia melihat kehidupan normal sebuah keluarga kecil yang di jalani oleh putrinya.


Mobil Alea berhenti di depan bangunan rumah sakit keluarga Wijaya. Alea memarkirkan mobilnya di samping mobil milik suaminya.


Wanita itu keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit. Melihat kedatangan Alea semu suster dan dokter yang bekerja di rumah sakit milik keluarganya, pun membungkuk memberikan hormat pada Alea.


Melihat perlakuan semua staf rumah sakit membuat Alea sedikit canggung. Ia merasa tidak nyaman di perlakukan bagai ratu saat mereka menyapanya.


Alea mempercepat langkah kaki nya masuk ke dalam lift husus, Alea menekan tombol lantai tempat suaminya belerja. Lift pun berhenti di depan ruangan presdir, Alea membuka pintu ruangan tempat suaminya bekerja.


Alea memberikan kejutan makan siang pada Max. Di lihatnya suaminya sedang sibuk bekerja hingga tidak menyadari kedatangan Alea saat itu.


Alea berjalan dan berdiri tepat di depan suaminya. Max menyadari jika ada seseorang yang berdiri di depannya, namun pandangannya masih tetap fokus pada layar PC di depannya, pria itu tengah di sibukan dengan pekerjaannya sebagai presdir rumah sakit milik ayah mertuanya.


“Letakkan saja berkasnya di atas meja, dan kau bisa langsung keluar dari ruangan saya.”ucap Max yang masih tidak menyadari kedatangan istrinya.


“Istri anda sedang tidak ada di sini tuan, bisa kah saya menemani anda sebentar?”goda Alea pada suaminya, ia tertawa di dalam hatinya karena telah menjahili suaminya.


Tanpa di duga Max masih tidak mau mengalihkan pandangan matanya pada layar di depannya.


“Saya tidak peduli, cepat kau keluar dari ruangan saya. Say pastikan detik ini juga kau akan ku pecat karena telah berusaha untuk menggodaku.


“Apa anda sangat mencintai istri anda tuan? Hingga kau tak mau melirikku barang sebentar saja?”goda Alea semakin jadi pada suaminya.


Brakkk.....


Max menggebrak meja kerjanya, pria itu berdiri lalu menatap pada wanita di hadapannya. Dan betapa terkejutnya dia saat tahu siapa yang menggodanya tadi.


Melihat ekspresi suaminya Alea pun mengerti, sejenak Alea terdiam, lalu tersenyum lega wanita itu yakin jika Max benar-benar suami yang baik dan setia.


Setelah berhasil menguasai emosinya karena seorang wanita yang mencoba menggodanya tadi, Max menatap pada istrinya seolah pra itu bertanya sedang apa kau di sini.

__ADS_1


Alea yang mengerti maksud tatapan suaminya pun akhirnya mengatakan tujuannya datang ke rumah sakit.


“Aku kemari karena aku ingin makan siang bersamamu.”


“Lalu, kenapa kau tidak langsung mengatakannya padaku hem? Melainkan menggodaku.”seloroh Max mencubit gemas hidung istrinya.


“Kau terlalu sibuk bekerja, hingga kau tidak mau mengalihkan pandanganmu dari PC milikmu itu barang sejenak.


“Kau tahu, sejak aku menggantikan pekerjaan Papa, aku jadi tak punya waktu untuk bermain-main. Ku kira kau tadi bawahanku yang datang kemari membawa berkas yang harus ku tanda tangani.


Namun di luar dugaanku, ternyata istri cantikku ini yang datang menemuiku dan berhasil mengerjaiku hingga emosiku pun ikut terpancing.”


Setelah tuan Wijaya mengumumkan jika Max yang akan menggantikan posisinya sebagai presdir rumah sakit. Max jadi semakin sibuk dan tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri.


“Setidaknya, luangkan lah waktumu barang sejenak, kau jangan terlalu lelah bekerja.”


“Baik lah, sekarang kau katakan padaku, apa yang kau bawa untuk makan siang kita.”ujar Max menuntun Alea duduk di sofa depan meja kerjanya.


“Aku tadi masak makanan kesukaanmu.” Alea mengatakannya dengan membuka kotak bekal makanan yang ia bawa tadi.


“Makanan ini terlihat enak sayang, apa kau yang memasak semua ini?”tanya Max pada istrinya.


“Tentu saja tidak sayang, tadi Nina juga membantuku memasak.”seloroh Alea tergelak melihat ekspresi suaminya saat ia mengatakan jika pelayan lah yang memasak untuknya.


“Tidak sayang, aku bercanda Nina hanya membantuku dan aku yang memasak semua ini untukmu.”


Max memang lebih suka jika Alea yang memasak untuknya. Max mengatakan jika masakan istrinya selalu membuatnya semakin jatuh cinta pada Alea. Untuk itu Alea selalu memasak, karena Max tidak ingin makan makanan yang di buat oleh pelayan di rumah mereka karena rasanya terasa berbeda di lidah pria yang berprofesi sebagai dokter itu.


Alea dan Max menikmati makan siang mereka, saat makanan Max sudah tandas, habis tak bersisa, Max melihat makanan milik istrinya masih belum tersentuh sedikitpun.


Max menatap ke arah Alea, di lihatnya wajah Alea sudah pucat, membuat Max seketika menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan istrinya.


“Kau kenapa sayang? Kenapa kau tidak menyentuh makananmu, apa kau sedang tidak enak badan?” Max terlihat cemas melihat wajah pucat Alea.

__ADS_1


“Ntah lah, tadi saat aku menyendokan makanan ke mulutku, tiba-tiba perutku terasa seperti di aduk-aduk dan aku juga merasa mual.


“Ayo sebaiknya kita turun ke bawah, kita periksakan kondismu.”ucap Max semakin khawatir mendengar pengakuan istrinya.


“Tidak usah, mungkin aku hanya kelelahan dan masuk angin saja. Kau tak perlu meng khawatirkan aku.”ucap Alea berusaha memberi kan pengertian pada suaminya.


Namun Max tidak tinggal diam begitu saja, pria itu tiba-tiba menggendong istrinya, membawa Alea keluar dari ruangannya dan dengan langkah setengah berlari ia membawa istrinya masuk di dalam lift menuju ruang UGD.


Setelah ada di lantai bawah, Max semakin mempercepat langkahnya menuju UGD. Semua dokter dan perwat yang ada di sana menatap bingung pada pasangan suami istri itu.


“Apa yang terjadi dengan nona Alea?”tanya dokter Ferdy direktur bedah syaraf yang menjadi sahabat Max selama berada di Indonesia. Namun Max tidak menjawab pertanyaan Ferdy dan lebih memilih berlalu meninggalkan pria itu.


Merasa tidak beres dengan reaksi yang di tunjukan Max, dokter Ferdy pun memutuskan mengikuti langkah Max dari belakang tubuh pria yang sedang berlari kecil menggendong istrinya.


Wajah Alea terlihat pucat dan tubuhnya pun lemas, kepalanya ia sandarkan pada dada suaminya.


“Tolong kalian periksa istriku.”ucap Max membaringkan tubuh Alea di atas Bed Hospital.


“Apa yang sebenarnya terjadi dengan istrimu Max?” Ferdy kembali mengulang pertanyaaan nya pada Max.


Sesat Max menatap pada pria yang berdiri di depannya itu dengan raut wajah yang sangat sulit di artikan oleh sahabatnya.


“Ntah lah, aku pun juga tidak tahu apa yang terjadi dengan istriku. Tiba-tiba saja wajahnya pucat dan tubuhnya juga lemas.


“Hahhh.....


Ferdy mendesah, membuang nafas kasar. Pria itu tidak habis fikir dengan pria yang berdiri di depannya yang sekarang sudah menjabat sebagai presdir itu.


“Bukan kah kau juga seorang dokter? Gelar mu pun juga sudah profesor, kenapa kau masih juga tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi dengan istrimu !”


Bukankah sebelum kau menggendongnya kemari, kau bisa memeriksa keadaannya lebih dulu. Kemana kemampuan mu sebagai profesor itu Max, apa sudah hanyut terbawa dengan cintamu juga?”cibir Ferdy pada Max.


Max menatap tajam pada Ferdy. Namun bukannya takut Ferdy malah semakin menggoda Max.

__ADS_1


“Kau lihat di sana, apa kau masih tidak juga sadar, kalian sudah menjadi tontonan para domter, perawat dan pengunjung rumah sakit karena menggendong istrimu dan berlarian ke ruang UGD. Apa kau tak malu melakukan semua itu?


Max pun mengikuti arah pandang sahabatnya, benar saja jika saat ini ia tengah menjadi perbincangan semua orang yang ada di rumah sakit.


__ADS_2