
“Le, kenapa lu jadi begini sih?”
“Kami ada di sini buat lu, bicara Lea, bicara sama gue dan Audi.”ucap Dini.
“Kita mau dengar omelan lu, candaan lu.”ucap Audi menimpali dengan suara sendu.
Namun Alea masih tetap enggan bicara dengan kedua sahabatnya. Diam Alea tidak membuat Dini dan Audi menyerah, mereka berdua terus mengajak nya berbicara, bercerita dan tertawa walau pun Alea tidak menanggapinya.
Hari-hari Alea terasa kelabu, tak ada senyum dan canda tawa yang menghiasi bibir nya.
Max selalu setia menemani Alea, ia mencoba meyakinkan Alea jika dia sangat mencintai Alea. Max hanya bisa menemaninya selama sepepakan, karena ia harus kembali ke Singapore untuk bekerja.
Sebenarnya Max merasa berat meninggalkan Alea dengan keadaannya yang masih belum banyak berubah. Ingin rasanya Max membawa Alea bersamanya, namun apa daya ia tidak bisa membawa Alea bersamanya.
Pagi ini, sekembalinya Max ke Singapura ntah apa yang membuat Alexa kecil tidak mau diam. Alexa terus saja menangis. Mama Devi semakin kebingungan mendapati anak dan cucu nya tidak baik-baik saja.
Dan Mama Devi pun memutuskan membawa Alexa ke kamar Alea, dengan harapan Alea akan bereaksi dengan kehadiran buah hatinya.
“Sayang, lihat lah Alexa terus menangis sejak tadi. Mungkin dia merindukanmu.”ucap Mama Devi
Mama Devi memberikan Alexa kepada Alea, membiarkan Alexa di pangkuan ibu nya. Tangis Alexa berhenti, tangan mungil nya bermain-main di dada ibunya.
Mata bulat Alexa menatap lekat wajah Alea, seakan mengatakan ia merindukan ibu nya. Ibu yang telah melahirkannya.
Melihat Alexa begitu tenang di pangkuan Alea, Mama Devi meneteskan air mata haru. Ia menyadari betapa kuatnya ikatan batin yang di miliki oleh seorang anak kepada ibunya.
Sebaliknya begitu juga dengan Alea, tubuhnya langsung bereaksi. Ia mendekap erat Alexa dan meneteskan air matanya.
Kesadaran Alea kembali pulih dan mengingat bagaimana perlakuan oarang-orang yang menyayanginya. Alea menangis sejadi-jadinya.
Ia merasa menyesal karena telah mengabaikan perasaan semua orang yang mencoba membuatnya kembali tersenyum.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Satu bulan berlalu, Alea berangsur pulih dari depresinya, ia sudah mulai kembali melakukan aktivitasnya, walau ia belum kembali bekerja, namun Alea sudah terlihat tengah merawat dan bermain bersama Alexa.
Tuan dan Nyonya Wijaya yang melihat interaksi ibu dan anak itu merasa sangat bahagia. Alea sudah perlahan pulih dari keterpurukannya.
Dini dan Audi saat ini sedang bermain bersama Alexa, mereka berdua kembali datang mengunjungi Alea. Setelah mereka mendengar kabar dari Mama Devi jika Alea sudah bersikap seperti biasanya, walau terkadang ia diam-diam masih sering menangis, namun Alea sekarang sudah lebih banyak tersenyum
Saat Audi dan Dini sedang asik bermain dengan Alexa, Alea tengah melakukan panggilan Video Call bersama Max.
Walaupun Max jarang bisa mengunjungi Alea di Indonesia karena kesibukannya sebagai dokter, namun Max tak pernah lupa berkirim kabar pada Alea. Baik melalui pesan singkat atau pun panggilan Video Call.
“How are you today?”tanya Max pada Alea
__ADS_1
“Tentu saja kabarku baik ! Apa kau merindukanku?”
“Tentu, aku selalu merindukanmu. Bagaimana mungkin aku tidak merindukan bidadari secantik dirimu.”ucap Max dengan mengedipkan satu matanya.
“Gombal !” celetuk Alea.
“Aku sungguh-sungguh dengan apa yang aku katakan. Aku tidak peduli kau mencintaiku atau tidak, bagiku cukup aku yang mencintaimu dan kau masih tetap ada di sisi ku sudah cukup membuatku bahagia.
Alea terdiam, ia terpaku dengan apa yang di ucapkan Max kepadanya. Ia tidak tahu harus mengatakan apa kepada pria itu, sebagian hatinya ingin mengatakan jika ia juga menyayanginya. Namun sebagian lagi hatinya mengatakan jika ia tak ingin kehilangan lagi.
“Halo !” Kenapa kau diam?”tanya Max pada wanita itu.
“Tidak, tak apa.”jawab Alea cepat.
“Aku tahu kau pernah terluka, aku tahu kau takut kehilangan lagi. Percayalah kepadaku aku akan selalu menunggumu.
Menunggu saat kau benar-benar akan membuka hatimu untukku, aku akan bersabar menunggu hingga waktu itu tiba.”ucap Max.
Alea terharu mendengar ketulusan cinta Max kepadanya. Ia tak kuasa menahan air mata yang terus menggenang di pelupuk mata nya.
“Aku takut, aku takut akan mengecewakanmu Max !” Kau tidak pantas untukku,” ucap Alea
Ia mencoba menepis apa yang sesungguhnya tengah ia rasakan.
Jika dengan seumur hidupku aku harus menunggumu, aku akan melakukannya dan aku akan terus menunggumu.”ucap Max mencoba meyakinkan Alea.
“Beri aku sedikit waktu, biarkan aku menenangkan hatiku, meyakinkan perasaanku kepadamu.”ujar wanita itu.
“Jagalah dirimu baik-baik, maaf aku tidak bisa selalu ada di sisimu, aku hanya bisa menemanimu dengan kau mendengarkan suaraku ataupun menatap wajahku dari balik layar ponsel.”ucap Max terkekeh
“Tak apa, aku mengerti,”
“Ya sudah, aku tutup dulu ya telponnya, sebentar lagi aku ada operasi.”tukas Max
“Hemm, jaga kesehatanmu, jangan terlalu lelah saat bekerja.”Alea berpesan kepada Max.
Ntah dari mana Alea memiliki keberanian untuk memperhatikan Max, sejujurnya perhatian dan sikap tulus yang Max berikan kepada nya selama ini sudah cukup untuk membuat Alea bahagia.
Namun hati Alea masih di liputi rasa takut dan ke khawatiran. Ia takut jika akan kembali kehilangan seseorang yang ia cintai untuk kesekian kalinya. Yang hanya akan menyikasan luka yang teramat dalam di hatinya.
Setelah menutup telpon dari Max, dan memastikan putrinya tertidur pulas, dan berpesan kepada baby sister Alexa untuk menjaga putrinya selama ia pergi.
Alea berjalan ke arah taman belakang rumah. Membaringkan tubuhnya di atas gazebo, menjadi tempat favoritnya sekarang untuk sekedar bersantai dan membuang rasa lelah.
Tidak berselang lama, kedua sahabatnya ikut menyusul Alea. Mereka duduk tepat di bawah Alea merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
Dini sahabat yang paling dekat dengan Alea, Dini yang melihat tingkah tidak biasa dari sahabatnya pun memberanikan bertanya kepada Alea.
“Apa yang sedang lu fikirkan, hem?”tanya Dini tepat sasaran.
“Ntahlah, gue bingung..”jawab Alea sekenanya.
“Apa itu tentang dokter Max?”tanya Audi ikut menimpali.
Alea hanya mengangkat kedua bahunya, seolah ia mengatakan tidak tahu.
“Dia kembali menyatakan perasaannya!” Ucap Alea dengan pandangan matanya masih terus menatap langit-langit.
“Lalu, di mana letak kesalahannya? Lu berhak mendapatkan kebahagiaan lu sendiri Lea.”ucap Audi.
“Gue tahu Dy, tapi apa gue masih pantas untuk bahagia?” Ucapan Alea terdengar putus asa.
“Kenapa lu jadi berfikaran sempit sih Lea? Max mencintai lu, dan lu juga cinta sama dia kan?”Ucap Dini memastikan.
“Gue ngga tau, itu cinta atau bukan, gue nyaman ada di dekat dia. Dan saat gue bersama Max kadang gue seperti melihat kak Adrian.” Ucap Alea lirih
“Apa?” Teriak Audi dan Dini bersamaan, pasalnya mereka merasa terkejut dengan ucapan sahabatnya.
“Jadi, lu mau jadikan Max pelarian lu? Sadar dong Alea, dia bukan suami lu dia bukan Adrian.”ucap Audi kesal.
“Gue tahu Dy, dia bukan kak Adrian. Gue sadar sampai kapanpun mereka tidak akan pernah bisa gue bandingkan dan tidak seharusnya juga gue bandingkan mereka.
“Gue, dan Dini pengin melihat lu bahagia! Lu renungkan, dan lu cari apa arti Max di hati lu.
“Di luar sana ada banyak sekali wanita-wanita yang menginginkan Max menjadi suami dari salah satu di antara mereka. Dan dia hanya menginginkan lu Lea !”
Apa yang kurang dari Max, dia tampan, baik, mapan dan yang paling penting dia tulus sayang sama lu dan Alexa. Itu poin yang paling penting dan harus lu ingat baik-baik.
Saran gue, lu jangan pernah sia-siakan laki-laki yang dengan tulus mencintai lu, sebelum lu menyesal nanti.”ucap Audi menasehati sahabatnya panjang lebar.
Ini saat nya lu bahagia, Alexa butuh figur seorang ayah, dan gue yakin lu bisa penuhi semua yang Alexa inginkan dan butuhkan nanti, tapi satu yang lu ngga akan pernah bisa berikan pada anak lu.
“Lu ngga bisa memberikan Alexa kasih sayang dari seorang ayah !
Alea terdiam mendengar ucapan kedua sahabatnya. Apa yang mereka katakan ada benarnya, ia tidak bisa terus menutup hatinya untuk orang lain yang ingin mencoba membahagiakannya. Alea tidak bisa membohongi hatinya, dia juga menginginkan kebahagiaan.
Namun ego dan rasa takut yang ia miliki terlalu besar, untuk memberikan sedikit ruang di hatinya kepada pria lain.
Terimakasih atas dukungannya semua para pembaca setiaku 🙏🏻
Like rate dan vote guys 😘 Dan semoga terhibur 🤗
__ADS_1