
“A-apa yang kau lakukan?tanya Alea gugup saat melihat wajah suaminya yang tengah menatapnya.
“Jadi, sejak tadi kau sudah bangun Max?
“Hahaha... kenapa sayang, ada apa dengan wajahmu itu. Kenapa wajahmu jadi berubah semerah tomat? Max menusuk-nusuk pipi Alea.
Wajah Alea bersemu merah karena malu, Alea merasa seperti ssorang pencuri yang tertangkap basah oleh pemiliknya.
“Sudah lah, aku malas dengan mu aku mau mandi dulu.”ucap Alea beranjak dari tempat tidur.
“Apa kau sengaja menggodaku sayang? Max sengaja semakin menggoda Alea dengan menaikan alisnya.
“Siapa yang mau menggodamu, aku mau mandi tubuhku rasanya sudah lengket sekali.”ucap Alea ketus
“Kau mengatakan tidak menggoda ku, tapi... kau berdiri di depanku tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhmu, apa itu yang kau katakan dengan tidak menggodaku hemm..” Max mengatakannya dengan tatapan penuh gairah pada Alea.
Alea langsung menutup area sensitifnya dan dadanya dengan tangannya. Seolah Max tidak bisa melihatnya.
“Hahahha... jangan kau tutupi sayang, aku sudah melihat dan bahkan merasakannya, dan aku sekarang juga sedang ingin memakanmu sayang.” Max langsung menarik tubuh istrinya.
Dan permainan panas mereka siang tadi terulang kembali, Max seakan tak pernah puas dengan permainan panas mereka.
Setelah lelah melakukan aktivitas panas nya dengan Alea, Max seketika menggendong tubuh Alea masuk ke dalam kamar mandi.
Max mengajak Alea mandi bersama, selesai membersihkan tubuhnya Max membawa Alea ke restoran tepi pantai.
Gulungan ombak di tepi pantai dapat ia lihat dari restoran tempat nya duduk saat ini.
Mata Alea menatap ke hamparan lautan luas, pasir putih dan air laut berwarna kehijauan semakin menambah keindahannya.
Ingatannya kembali pada sosok Adrian, ia teringat saat bermain-main bersama Adrian di pantai.
Melihat istrinya termenung dengan tatapan kosong, Max menggenggam erat tangan istrinya. Pria itu seakan tahu apa yang ada di fikiran wanita di depannya sekarang.
“Sayang...”panggil Max
“Ah, iya sayang ada apa?
“Kau yang kenapa, ayo cepat makan makananmu, dan setelah itu aku akan membawamu ke suatu tempat.
__ADS_1
“Kapan kau memesan makanan untukku, kenapa aku tak menyadarinya?”
“Hahahaha.... bagaimana kau tahu, jika kau saja sejak tadi terus melamun sayang.”
“Maaf, aku tak bermaksud mengacuhkanmu.”
“I know, honey its oke... nevermind.”
“Sekarang nikmati saja kebersamaan kita di sinj, sebelum kembali ke jakarta.”
Alea menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Setelah makan Max membawa istrinya kembali ke resort tempatnya menginap.
Max memberikan kejutan kecil berupa kalung berlian cantik dan memiliki liontin berbentuk love, dengan ukiran inisial nama Max dan Alea.
Alea terharu mendapat hadiah kejutan dari suaminya. Alea sangat bersyukur memiliki Max yang tulus mencintainya.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Setelah tiga hari menghabiskan waktu bersama di resort pinggir pantai, Alea dan Max memutuskan kembali ke jakarta.
Setelah menempuh perjalanan selama dua jam, Max dan Alea pun sudah sampai di bandara Soekarno Hatta. Mereka kembali ke tanah air dengan status suami istri.
Max juga sudah membelikan satu rumah mewah untuk ia tinggali bersama istri dan anaknya.
Alea dan Max berjalan masuk ke dalam rumah megah milik keluarga Wijaya. Di ruang tamu terlihat Mama Devi sedang duduk memangku Alexa.
Alea pun berjalan menghampiri ibu dan anak nya yang sudah tiga hari dia rindukan.
“Sayang, Mama sangat merindukanmu.” Alea menggendong dan menciumi pipi bulat putrinya.
Alexa tertawa karena Alea terusmenciumi pipi Alexa.
Saat Max sudah duduk di samping Alea, tiba-tiba Alexa menangis dan mengulurkan tangannya pada Max. Seakan mengatakan dia merindukan pria yang sekarang sudah menjadi Papa nya.
Max tersenyum melihat putrinya menangis karena ingin ia gendong. Max mengambil Alexa dari pelukan Mamanya.
“Apa kau juga merindukan dady sayang.”
“Dady juga sangat merindukanmu my little girl.”
__ADS_1
Tiga bulan berlalu, kehidupan rumah tangga Max dan Alea sudah berjalan selama tiga bulan.
Max pun juga sudah memboyong Alea dan putrinya ke rumah baru yang ia beli. Max hari ini juga sudah resmi pindah ke rumah sakit milik Papa mertuanya dan menggantikan posisi tuan Wijaya sebagai direktur utama rumah sakit Wijaya.
Karena tuan Wijaya memutuskan untuk pensiun dan menyerahkan segala urusan rumah sakit pada menantunya. Dan kini Max lah yang menjabat sebagai direktur utama.
Alea sudah menyerahkan segala urusan kantor pada Alvin. Alea memutuskan akan menjalani hari-harinya sebagai istri dan ibu rumah tangga dan fokus membesarkan Alexa putri semata wayangnya.
Hanya sesekali Alea akan bertandang ke perusahaan peninggalan Adrian.
Usia Alexa sudah enam bulan dan saat ini sudah mulai belajar makan. Tubuh Alexa semakin gembul berisi, membuat siapapun akan merasa gemas saat melihatnya.
Alea sedang asik memasak makan siang bersama Nina asisten rumah tangga nya di rumah yang Max beli untuknya.
Alea sangat menikmati peran nya sebagai istri dan ibu rumah tangga. Jika dulu dia selalu sibuk bekerja dan hampir tidak ada waktu bermain bersama Alexa. Namun kini wanita itu merasa sangat bahagia dengan kehidupannya sekarang.
Alea berencana memberikan kejutan kecil untuk Max dengan membawakan bekal makan siang ke rumah sakit.
Alea terihat sibuk memasukan makanan ke dalam bento, senyum bahagia terus tersungging di bibir nya. Membayangkan makan siang berdua bersama suaminya membuat hati Alea berbunga-bunga seperti gadis remaja yang baru mengenal cinta.
“Selesai.” Gumam Alea merasa puas dengan hasil masakan yang sudah ia tata sedemikian rupa pada kotak makan yang akan ia berikan pada Max.
“Nin, setelah ini tolong kamu bantu Desy menjaga Alexa ya ! Saya akan mengantar makan siang untuk Max di rumah sakit.
“Baik nyonya.”
Alea pin berjalan ke luar dan masuk ke dalam mobil menuju rumah sakit Wijaya. Mobil yang Alea kemudikan perlahan menghilang dari pandangan mata.
Setelah melihat majikannya benar-benar pergi, Nina menutup pintu dan berjalan masuk ke dalam rumah. Namun baru benerapa langkah Nina melangkahkan kakinya, kembali terdengar bel pintu berbunyi.
Nina pun memutar tubuhnya dan kembali berjalan ke arah pintu. Saat Nina membuka pintu, terlihat tuan dan nyonya Wijaya berdiri di depan pintu.
Mereka sengaja datang untuk mengunjungi anak menantu dan cucu nya. Tuan Wijaya setelah memutuskan pensiun jadi lebih sering mengunjungi rumah Alea.
“Selamat siang, tuan, nyonya.”sapa Nina pada kedua orang tua Alea.
“Siang, Nin. Apa Lea ada di dalam?”Jawab nyonya Devi
“Nyonya baru saja pergi ke rumah sakit, mengantar makan siang untuk tuan Max.
__ADS_1
Nyonya Devi pun menganggukan kepala nya seraya berjalan masuk ke dalam rumah mencari keberadaan cucunya Alexa, dengan di ikuti oleh tuan Wijaya yang berjalan di belakang istrinya.
Tuan dan nyonya Wijaya begitu bahagia melihat kehidupan normal sebuah keluarga kecil yang di jalani oleh putrinya.