
“Kamu benar Din” mungkin ini ujian yang harus kami lewati. Aku tak sanggup jika harus kehilangan Alea, aku terlanjur sangat mencintainya.
“Berikan ruang untuk Alea kak. Biarkan dia seperti ini dulu, biarkan dia melepaskan apa yang seharusnya dia lepaskan.” Ucap Dini.
Aku tahu, dulu Alea sangat mencintai Jery karena bagaimanapun dulu dia cinta pertama untuk Alea.
“Dini yakin kak,”kalau Alea akan sepenuhnya mencintai kak Adrian. Dan menerima kakak sepenuhnya,” Dini yakin kalau sebenarnya Alea sudah mulai cinta denganmu.” Dini
“Apa kau yakin Din?” Kau lihat kan tadi, dia masih menangisi cowo breng*** itu. Apa itu yang kamu bilang dia mencintaiku, lirih Adrian.
“Apa kakak Tahu. Semenjak ada kakak dia sekarang lebih banyak tersenyum, dan perlahan-lahan kembali pada dirinya yang dulu.
“Alea dulu bahkan pernah tak punya semangat untuk hidup lagi kak, setiap harinya hanya menangis dan mengurung diri nya di kamar.
Dan, suaranya tercekat di tenggorokannya, karena dia juga sangat tahu bagaiman perjuangan dari sahabatnya untuk bisa keluar dari lubang keterpurukannya. Dini mencoba sebisa mungkin menjelaskan semuanya pada Adrian.
“Dulu, Alea bahkan sempat ingin mengakhiri hidupnya kak.” Suara Dini semakin lirih
“Untuk itu kumohon jangan pernah kakak meragukan nya.
Mungkin dia masih menyimpan sedikit cintanya kepada Jery, bukan berarti dia akan memilihnya kembali.” Ucap Dini.
“Baik lah Din, aku akan mempertahankan Alea di sisiku bagaimana pun itu cara nya.” Ucap Adrian mantap.
Setelah beberapa saat yang lalu, Adrian dan Dini sedang berbincang, Alea terbangun dari tidurnya, karena ia mendengar ada orang lain yang sedang berbicara di dalam kamarnya.
Adrian yang melihatnya, berjalan ke tepi ranjang Alea.
“Sayangg..” Alea
“Iya sayang, kamu sudah bangun?” Adrian.
Hmmm... iya.” Alea
“Sayang.. Maafkan aku” ucap Alea tertunduk sambil memainkan jari nya.
Sudahlah tidak apa-apa sayang. Lupakan saja dan anggap kejadian hari ini tidak pernah terjadi.” Adrian
Seharusnya aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu, hanya saja aku terlalu takut.” Alea
Takut??” Apa yang kau takutkan sayang.”ucap Adrian
“Aku takut kau akan marah padaku, dan-potong Alea.
Ia ingin mengatakan jika ia takut Adrian akan pergi meninggalkan nya. Ia malu jika harus mengatakan nya pada Adrian.
Adrian melihat sikap Alea yang tidak biasa mengernyitkan dahi, Ia terlihat ingin menuntut penjelasan lebih pada Alea. Adrian akhirnya memutuskan hanya menunggu Alea yang akan menjelaskan nya sendiri kepadanya.
__ADS_1
“Aku..aku, Takut kamu meninggalkanku lirih Alea karena malu.
Adrian yang mendengarnya tersenyum samar. Walau tidak dapat di pungkiri hatinya merasa sangat bahagia saat mendengar pengakuan Alea.
Adrian berniat ingin menggoda Alea, ia ingin
calon istrinya itu tidak lagi malu mengakui perasaannya.
“Kenapa kau takut aku akan meninggalkan mu. Bukannya aku ini tidak penting untukmu.” Tanya Adrian sambil menaikan satu alis nya.
Alea terlihat semakin kebibingungan tidak tahu harus berkata apa lagi pada Adrian.
“Kenapa kau hanya diam hemm?”Seru Adrian.
“Ah-itu itu karena.”
Karena apa sayang? Potong Adrian, ia semakin gemas dengan tingkah Alea yang terlihat semakin kebingungan dan Adrian semakin ingin menggodanya.
Benar bukan yang ku katakan.” Jika aku ini — Ucap Adrian terpotong.
“Baiklah- baiklah akan ku katakan, aku takut kehilanganmu” jawab Alea cepat.
Aku takut kau pergi dan akan membatalkan pernikahan kita.” Dan aku tidak mau itu.” Alea
“Kenapa kau berfikiran seperti itu?” Tanya Adrian yang sudah mengubah posisi duduk nya saling berhadapan dengan Alea.
“Karena aku mencintaimu” cicit Alea.
Adrian sungguh menyesal karena sebelumnya dia sempat meragukan Alea. Ia tidak pernah mengira jika Alea akan membalas cintanya.
“Maafkan aku sayang, aku sempat meragukanmu. Aku sangat bahagia akhirnya kau membalas cintaku.” Seru Adrian.
Sudahlah mari kita lupakan segalanya, dan mari kita mulai kisah kita sayang.” Ucap Alea dengan senyum nya yang begitu Tulus dari dalam hatinya.
“I love you” sayang aku sangat.... sangat Mencintaimu.” Ucap Adrian
“I love you more” sayang. Terimakasih telah mencintaiku dan kau juga memberiku banyak cinta yang tak terhitung lagi.
“Maafkan aku dan segala kekuranganku.”Alea.
“No sayang.. aku pun juga begitu, aku pun meliki banyak kekurangan. Dan terimakasih juga kamu telah mencintaiku, menerima kehadiranku di dalam hidupmu.” Seru Adrian seraya mencium pucuk kepala Alea.
“Mari kita jadikan” kekurangan kita untuk terus menumbuhkan cinta-cinta yang baru untuk kehidupan kita kelak.” Adrian.
“Aku sudah sangat tidak sabar menunggu hari esok lusa. Aku tak sabar menjadikanmu istriku.
Sabarlah sebentar lagi sayang.” Ucap Alea tersenyum.
__ADS_1
“Oh iya sayang.” Aku hampir saja lupa mengatakan nya kepadamu.” Ucap Adrian
Tentang apa sayang” ucap Alea
Hari ini kita harus mengambil cincin Pernikahan kita dan segeralah untuk bersiap, aku akan menunggumu di bawah.” Adrian
“Oke,” sayang aku akan segera bersiap mulai dari sekarang. Kau tunggu lah aku di bawah.” Alea
Setelah beberapa saat yang lalu Alea sudah selesai bersiap. Kini Alea dan Adrian sudah ada di dalam mobil Adrian.
Ia mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang, mobil berjalan membelah padatnya jalanan sore itu.”menuju toko perhiasan yang memiliki koleksi perhiasan dengan kwalitas terbaik di salah satu Mall.”
Setelah empat puluh menit menempuh perjalanan mereka telah sampai di Mall XX .
Dan setelah Adrian memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus yang ada Mall tersebut, Adrian dan Alea berjalan ke dalam Mall menuju toko perhiasan untuk mengambil cincin pernikahan mmereka.
Selesai mengambil cincin Pernikahan mereka. Kini Adrian mengajak Alea untuk makan di Restoran yang ada di dalam Mall tersebut.
“Sayang kamu belum makan kan sejak tadi?”
Tanya Adrian kepada calon istrinya
“Iya sayang,”aku udah laper banget nih seraya mengelus perutnya yang rata.
Yaudah yuk kita cari makan.” Seru Adrian.
Saat mereka tengah menunggu makanan yang sudah mereka pesan. Alea melihat Jery yang juga ada di resto tempat Adrian dan Alea makan sedang duduk bersama seorang wanita .
Mereka terlihat sangat akrab, mereka berbincang dan sesekali tertawa bersama.
“Itu seperti mas Jery.”
Alea menatap lekat seseorang yang duduk tak jauh dari tempatnya dan Adrian. Alea yang melihatnya pun semakin penasaran dan ingin menghampiri mereka.
Saat ia akan beranjak dari kursi nya, tiba-tiba pelayan datang membawa makanan yang telah mereka pesan. Adrian yang melihat sikap tidak biasa pada Alea akhirnya dia menanyakan nya pada Alea.
“Apa yang sedang kau lihat sayang ada apa dengan ekspresimu itu?” Tanya Adrian.
“Itu kak.” Aku melihat mantanku bersama dengan seorang wanita , tunjuk Alea mengarahkan tangannya pada sosok yang ia lihat. Sebentar ya aku mau kesana dulu aku harus memastikan sesuatu.” Ucap Alea.
Habiskan dulu makananmu. Dan setelah itu kita akan pergi bersama untuk menemuinya.” Ucap Adrian pada Alea saat ia akan beranjak pergi meninggalkan Adrian.
Ta-ta-tapi sayang, Nanti kalau dia pergi bagaimana?” Protes Alea pada calon suami nya.“ Sudahlah duduk dan cepat habiskan, ini perintah.
“Lagi pula aku tidak mau kalau kau sampai sakit hanya karena pria macam dia.” Adrian menunjuk arah Jery dengan dagu nya.
Aku kan sudah katakan akan menemanimu bukan?” Aku tak akan pernah membiarkanmu terus menangisi nya kembali, Jadi duduk lah. dan Alea hanya bisa pasrah mengikuti perintah Adrian laki-laki yang maha benar itu.
__ADS_1
Mohon maaf baru sempat up dan semoga suka dengan cerita saya.
Banyak yang membaca tapi hanya beberapa saja yang memberikan like. Berikan dukungan untuk othor dengan like, vote dan komentar positif ya kakak☺️