
Saat keluarga tengah asik mengobrol, kedua sahabat Alea berada di ruang tengah menonton TV.
Ada perasaan nyaman di hati Alea tat kala melihat banyak orang di rumah dengan wajah yang gembira.
Sementara Adrian, Tuan Wijaya, dan Alvin pun ikut mengobrol dan berbincang santai bersama. Sesekali ekor mata Adrian melihat ke arah istrinya untuk memastikan jika Alea benar-benar dalam keadaan baik-baik saja.
Keesokan harinya, Alea tengah bersiap-siap untuk memeriksakan kandungannya di rumah sakit bersama Adrian.
Karena kemarin Adrian sudah mengatakan pada istrinya jika ia akan mengajak Alea memeriksakan kandungannya ke rumah sakit hari ini, seperti yang di anjurkan oleh dokter keluarga Adrian, untuk memeriksakan kandungan Alea ke dokter kandungan.
Hari ini Alea dan Adrian memeriksakan diri ke dokter kandungan yang ada di rumah sakit milik keluarga Wijaya, Alea beralasan jika ia akan merasa nyaman saat yang memeriksanya adalah dokter terbaik yang di miliki oleh rumah sakit milik ayahnya.
Walaupun rumah sakit tempat ia memeriksakan kandungannya saat ini adalah milik orang tuanya, Alea tetap mengikuti prosedur yang ada dengan ikut mengantri seperti ibu-ibu lain yang ada di sana.
Sebenarnya dokter kandungan di sana melarang Alea untuk mengantri karena ia bisa datang kapanpun yang ia mau untuk di periksa, namun Alea menolaknya secara halus. Alea tidak ingin hanya karena ia putri dari pemilik rumah sakit lantas ia bisa melakukan apapun yang ia mau. Alea dan Adrian sepakat akan ikut mengantri seperti ibu-ibu pada umumnya.
“Eh lihat, itu kan Nona muda Wijaya, ternyata orangnya ngga sombong ya, walaupun orang tuanya yang punya rumah sakit ini tapi dia tetap mau ikut antri juga.” Ucap salah satu perawat yang mengetahui keberadaan Alea dan Adrian di sana.
“Iya, ya padahal kalau mau juga tinggal datang aja kesini untuk di periksa tanpa harus repot-repot mengantri seperti ini.” Ucap suster yang lain sambil berlalu pergi meninggalkan tempat itu karena memang harus kembai bertugas.
Saat ini Alea dan Adrian terlihat tengah mengantri menunggu namanya di panggil. Setelah lama menunggu Akhirnya nama Alea pun di panggil untuk masuk ke dalam ruangan dokter kandungan.
“Ayo sayang, kita masuk ke dalam.” Ajak Adrian dengan hati-hati menggandeng Alea masuk.
Di dalam Ruangan Dokter.
“Bayi di dalam kandungannya sehat, Nona Alea sudah hamil delapan minggu.” Ucap dokter setelah memeriksa Alea.
Adrian dan Alea sangat senang, karena usia kandungan Alea memang sudah berusia dua bulan. Adrian tak henti-hentinya menyunggingkan senyuman di bibirnya.
“Di jaga terus kandungannya. Nona muda jangan sampai stres, perbanyak makan sayur dan buah-buahan, karena di usia kehamilan seperti sekarang ini sangat penting untuk pertumbuhan janin agar tetap sehat. Dan peran suami juga sangat penting pada ibu hamil, ingat untuk selalu menjaga mood ibu hamil agar tetap senang.” Terang dokter dengan ramah.
__ADS_1
“Baik, dokter, terimakasih” ucap Adrian.
Adrian dan Alea pun berjalan keluar dari ruangan dan kembali ke rumah.
Dalam perjalan, Alea menyandarkan kepalanya di sandaran mobil.
“Sayang, maafkan aku karena tidak peka dengan kondisi kesehatanmu saat kita berada di Swiss, seharusnya aku lebih peka dan lebih perhatian pdamu. Dan segera membawamu ke dokter waktu itu, aku hampir saja mencelakai anak yang kau kandung.” Ucap Adrian menyesal kala mengingat bulan madu mereka di Swiss beberapa hari yang lalu.
“Ngga apa-apa sayang, memang waktu itu aku juga kan yang menolak untuk di periksa oleh dokter, makanya kamu ngga jadi menelpon dokter untuk memeriksa keadaanku. Yang terpenting anak kita sekarang sehat-sehat aja kan” seru Alea.
Adrian pun mencium punggung tangan Alea beberapa kali.
Sampai di rumah, hari pun sudah siang Adrian dan Alea langsung duduk di meja makan untuk makan siang.
“Makan yang banyak sayur ya, agar tubuhmu dan anak kita juga sehat, dan setelah ini minum vitamin yang sudah di berikan dokter tadi.” Kata Adrian sambil mengambilkan sayur pada piring Alea.
“Makasih ya sayang, kamu memang papa yang baik” balas Alea dan mencium pipi Adrian.
Alea dan Adrian menikmati makan siang mereka dengan tenang, tiba-tiba ponsel Adrian berbunyi, Adrian melihat pada layar ponsel siapa yang menelponnya, ternyata Mamanya.
“Gimana, kamu uda bawa Lea periksa belum?
“Sudah, Ma ini kami baru aja pulang dari rumah sakit.” Jawab Adrian.
“Sini, Mama mau ngomong dulu sebentar sama menantu Mama.” Ucap Mama Amelia.
“Sayang, Mama mau ngomong sebentar sama kamu.”ucap Adrian pada istrinya.
“Halo, Ma.”jawab Alea.
“Sayang, gimana kedaan kamu? Apa kata dokter tadi.” Tanya Mama Amelia semangat.
__ADS_1
“Alhamdulillah, semuanya baik-baik aja, dan anak di dalam kandungan Lea juga sehat Ma,”ucap Alea pada ibu mertuanya.
“Ya sudah, kamu jaga kesehatan kamu baik-baik ya sayang, Mama akan carikan kamu pembantu baru, jangan terlalu capek, kamu harus banyak-banyak istirahat.” Ucap Mama Amel.
“Iya Ma, terimakasih atas perhatian Mama pada Lea,” seru Alea.
“Iya sayang, sama-sama, besok Mama akan main ke rumah kalian.” Jawab Mama Amel dan memutus telponnya.
Selesai menelpon, sebelum menghabiskan makanannya, Alea sudah berlari ke dapur karena rasa mualnya.
Alea kembali memuntahkan makanan yang baru saja masuk ke dalam perutnya, tubuhnya seketika terasa lemas.
“Non, Alea muntah lagi ya,” tanya bi ina sambil memijat tengkuk Alea.
“Iya bi, rasanya mual banget,” jawab Alea.
“Yang sabar ya non, wajar kalau masih hamil muda muntah-muntah begini, tapi non juga harus tetap makan dan vitamin dari dokter juga di minum, biar den kecil yang di ada di dalam sini tetap sehat.” Ucap bi ina perhatian sambil mengelus perut rata Alea.
“Terimakasih ya bi, bibi sudah baik sama aku.
“Iya non, sama-sama, ini di minum dulu non. Non Lea harus banyak minum biar ngga kekurangan cairan.” Ucap bi ina.
“Iya sekali lagi, terimakasih bi.” Balas Alea.
Tak berapa lama, Terdengar suara bel rumah berbunyi. Dan bi ina pun berjalan ke arah pintu, membuka pintu dan melihat siapa yang datang ke rumah majikannya saat ini.
Bersambung.
Semoga kalian terhibur ya reader di episode kali ini.
Tetap semangat dan jaga kesehatan kalian, jangan lupa like, vote author dan komentar positifnya ya !
__ADS_1
Buat yang mau kasih Kritik dan saran untuk cerita ini juga boleh banget. 😊🙏🏻
See u next chapter guys 😘