
"Jika kamu mencintai seseorang, bebaskanlah mereka. Jika mereka kembali, maka ia milikmu. Jika tidak, tinggalkanlah."
————Anonim————
Bagi Alea, melepaskan cinta yang begitu menyiksa merupakan suatu keputusan yang tepat untuknya. Menata kembali hati dan menjadikan langkah awal untuk hidup bersama dengan orang baru yang akan menerima dan mencintainya sepenuh hati.
Berbeda dengan Jery saat ini ia lebih memilih untuk sendiri dan kembali meratapi kebodohan demi kebodohan yang telah ia lakukan pada gadisnya. Yang menjadikan nya semakin jauh dari cinta nya.
Selama ini ia selalu berfikir jika Alea sangat mencintainya, maka apapun yang akan ia perbuat pada Alea, ia akan selalu mendapatkan maaf dan pengampunan gadis itu seperti saat dulu mereka masih bersama.
Namun kenyataan nya sungguh sangat berbeda, Jery tidak pernah berfikir jika Alea akan merasakan sakit yang luar biasa atas keegoisanya.
Saat ia baru menyadari apa arti Alea di dalam hidupnya. Alea lebih memilih untuk meninggalkan nya.
Aku ngga akan pernah melepasmu pergi begitu saja Lea. Monolog Jery pada dirinya.
“Sudahlah sayang,” ayo kita pergi saja dari tempat ini, wanita itu juga sudah memutuskan tidak akan pernah lagi kembali padamu bukan?Jadi ayolah kamu terima saja perjodohan ini dan ayo kita segera Menikah.” Seru wanita itu.
“Pulang lah saja sendiri.” Aku masih ingin mengejar kembali cintaku dan jangan pernah kamu mencoba untuk mencegahku, dan lagi jangan pernah kamu mencoba untuk menggantikan posisi nya di hatiku karena itu tidak akan pernah berhasil.” Sahut Jery sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan wanita itu sendiri di sana.
Apakah aku ini sangat tidak pantas untukmu, hingga kamu tak pernah melihatku sedikit saja.
aku sungguh sangat mencintaimu.” Ucap wanita itu yang terus menangis dalam kepiluan.
Di tempat lain setelah mereka meninggalkan restoran, Alea dan Adrian telah sampai di sebuah butik untuk mencoba gaun pengantin yang akan mereka pakai di hari paling bersejarah esok hari.
Sayang kamu tak apa kan, apa kejadian hari ini akan mempengaruhi pernikahan kita besok?”Ucap Adrian khwatir.
“Tidak sayang. Keputusanku untuk mengakhiri semuanya sudah bulat dan kita akan tetap menikah esok hari.” Terang Alea pada Adrian.
Baiklah ayo kita turun dan segera masuk ke dalam untuk fitting gaun pengantin yang akan kau pakai besok.
Setelah mereka turun dari mobil Adrian dan berjalan memasuki butik, sebelumnya mereka telah lebih dulu di sambut oleh pegawai butik dengan ramah di tempat mereka melakukan fitting pakaian pengantin.
__ADS_1
Selamat pagi Tuan dan Nona, apa ada yang bisa kami bantu? Apakah anda adalah Tuan Adrian dan Nona Alea?” Ucap salah satu pegawai itu dengan ramah.
Ya benar itu kami. Saya adalah Adrian dan ini calon istri saya Alea.” Ucap Adrian tanpa ekspresi seperti biasanya.
Baiklah mari ikutlah bersama kami. Gaun dan jas tuxedo untuk Tuan dan Nona sudah kami persiapkan di dalam.” Ucap Alea
Alea yang memperhatikan sikap Adrian hanya menggelengkan kepala nya.
Sekarang mereka sudah memasuki sebuah ruangan yang penuh sengan Aneka macam model gaun pengantin.
Alea yang melihat koleksi gaun pengantin dengan berbagai model. Saat ini Alea sedang berjalan di dalam ruangan yang berisikan banyak gaun, ia menatap gaun- gaun itu dengan rasa takjub saat Alea stengah asik melihat salah satu model gaun tiba-tiba ia di kagetkan oleh salah satu pegawai butik.
Maaf nona, gaun untuk Nona yang di pesan khusus oleh Tuan Adrian sudah siap. Silahkan Nona ikut dengan kami ke ruangan sebelah sana untuk mencobanya.” Ucap wanita itu seraya berjalan menunjukan tempatnya pada Alea.
Saat Alea melihat gaun nya, ia terlihat sangat terpesona dengan model dan rancangan gaun pengantin nya. Alea lalu mencoba gaun yang ternyata ukuran nya sangat pas di tubuhnya.
Gaun yang Alea kenakan terlihat sangat indah.” Dengan postur tubuh yang di milikinya membuat gau itu terlihat sangat sempurna.
Adrian terllihat sangat tampan dengan Tuxedo berwarna navy yang senada dengan jas nya. Adrian yang keluar dari ruang ganti dan melihat Alea tengah duduk menunggunya.
Adrian menatap kagum pada calon istrinya, begitupun dengan Alea yang melihat Adrian dengan Tuxedo nya terlihat sangat tampan.
“Kamu cantik sekali sayang.” Ucap Adrian memandang takjub pada Alea.
Aku menjadi semakin tak sabar untuk segera menjadikanmu istriku.” Seru Adrian.
Sudahlah simpan saja gombalan mu itu.” Ucap Alea yang wajah nya menjadi semakin merah karena malu.
__ADS_1
Setelah Alea dan Adrian selesai fitting pakaian pengantin, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.
Selama di dalam mobil Adrian tak henti-henti nya menyunggingkan senyumnya pada Alea. Perut nya seakan di kelilingi ribuan kupu-kupu.
Sayang...” yang fokus dong kalau nyetir, jangan senyum-senyum terus.
Hehehe...,” iya maaf sayang.” Ucap Adrian
Aku hanya merasa semua yang terjadi masih seperti mimpi untukku.”Adrian
“Mimpi???” Kenapa kamu beranggapan seperti itu.” Alea
“Aku masih tidak percaya saja,” jika kamu masih mau bersamaku. Menghabiskan sisa usiamu untuk terus bersamaku.” Adrian.
Bagikupun semua ini juga seperti mimpi.” Dulu aku tak pernah berfikir untuk bisa membuka hatiku untuk orang lain seperti sekarang ini.
“Waktuku dulu ku habiskan dengan menangis dan membuang waktuku dengan terus meratapi kepergian nya dari hidupku.”Alea
Sayang..” Adrian
Hemm..” Alea
Berjanjilah padaku, berjanjilah jika kau Akan bahagia bersamaku. Aku tidak ingin kau menangis lagi.” Adrian
Aku tak ingin kau kembali terluka, ucap Adrian seraya mencium punggung tangan Alea yang sejak tadi selalu ia genggam.
Tuhan...terimakasih atas cinta ini, Aku sungguh bersyukur bisa kembali menemukan cinta yang tepat untuku. Aku mungkin tak berhak meminta lebih dari ini.
Masihkah aku boleh meminta, jika ini hanyalah mimpi bagiku. Jangan pernah sadarkan aku dari mimpi ini. Aku terlalu takut untuk kehilangan.
“Terimakasih sayang, kehadiranmu mampu menghapus luka yang begitu dalam yang bahkan aku sendiri sangat sulit untuk menghilangkan nya.”Alea.
“Jika aku bisa memutar kembali waktu. Aku ingin menemukanmu lebih dulu daripada dengan nya. Mungkin aku tak akan pernah terlukai seperti dulu.” Ucap Alea
__ADS_1
“Ssst...,” sayang jangan pernah katakan hal seperti itu.”Tuhan mungkin sudah mengatur semua ini, dengan cara kamu harus terluka lebih dulu dan aku hadir untuk menghapus luka itu bukan?? Dan sekarang aku ingin kamu terus tersenyum bahagia.”Ucap Adrian tersenyum tulus.
See u next chapter 😘