
“Maaf, maafkan aku mas, tapi aku benar-benar tidak bisa melakukannya.” Ucap Alea ambigu.
“Apa maksudmu sayang? Apa itu artinya kau akan kembali lagi padanya.” Tanya Adrian dengan mengernyitkan kening tidak mengerti akan maksud istrinya.
Alis Adrian bertaut, seolah menuntut penjelasan dari Alea.
Wajah Jery langsung berbinar bahagia, ia berfikir jika Alea akan kembali lagi padanya.
Sedang Adrian saat ini masih menatap Alea dengan raut wajah penasaran, Adrian melihat istrinya tidak juga memberikan jawaban membuat nya semakin salah paham pada Alea.
Adrian pun melepaskan tautan tangannya pada pinggang Alea dan berjalan meninggalkannya di sana, tapi tiba-tiba saja Alea menggenggam erat tangan Adrian. Membuat Adrian menghentikan langkahnya.
“Kak Adrian mau kemana?” Tanya Alea.
“Pergi, bukankah sudah jelas siapa yang kau pilih? Jadi aku akan segera mengurus surat perpisahan kita, agar kalian bisa kembali bersama.”jawab Adrian datar.
“Kau salah jika berfikir seperti itu, maksudku bukan seperti itu, aku belum selesai mengatakannya.”ucap Alea cepat, ia takut jika Adrian akan semakin salah paham.
“Tetaplah di sini kumohon.” Pinta Alea.
Adrian pun memilih tetap berdiri di samping Alea dan mendengar apa yang akan di katakannya.
“Maaf dokter Jery yang terhormat, tapi saya Alea Noura Wijaya memutuskan untuk tetap berada di sisi suami saya, Adrian Arka Sanjaya.
Saya harap anda tidak akan pernah mengganggu kehidupan saya lagi, bagi saya anda masalalu saya, yang selamanya akan terus menjadi kenangan.”tegas Alea pada Jery.
__ADS_1
“Tidak, kau pasti bohong kan? Kau masih mencintaiku kan Lea, ku mohon katakan jika kau masih mencintaiku.”raung Jery.
“Maaf mas, tapi aku sudah lama melupakanmu, tepatnya saat kau tiba-tiba meninggalkanku tanpa sebab yang jelas, sampai pada akhirnya aku melihatmu bersama wanita itu, yang ternyata calon istrimu.
Apa kau pernah sedikit saja berfikir tentang perasaanku mas? Pernah kah kau mengerti bagaimana sulitnya aku menerima kenyataan kau lebih memilih wanita itu dari pada aku.”tangis Alea seketika pecah, tatkala ia kembali mengingat luka lama itu.
Jery memandang sendu pada Alea, ia tak percaya jika pada akhirnya dia benar-benar kehilangan wanita yang sangat berarti dalam hidupnya.
Jery berlutut, memohon pada Alea agar ia mau kembali padanya, rasa malu, harga diri itu seakan tak ada artinya lagi bagi Jery.
“Bangunlah, jangan seperti ini ku mohon lupakanlah aku mas.” Pinta Alea pada Jery.
“Ngga Lea, kumohon jangan pernah kau katakan itu, aku masih sangat mencintaimu.”tangis Jery pecah di hadapan wanita yang sangat ia cintai.
Jery terlihat memilukan, ia menangis meraung. Dunia nya seakan runtuh tatkala ia mendengar penolakan keluar dari bibir Alea.
“Tidak Alea, aku tidak akan pernah bisa bahagia tanpa kamu di sisi ku.”
Suara Jery terdengar memilukan, sebenarnya Alea tidak tega mengatakan semuanya pada Jery, akan tetapi demi masa depannya bersama Adrian ia mau atau tidak tetap harus mengatakan kebenarannya pada Jery, agar dia bisa belajar melupakan dirinya.
Alea tak menyangka Jery akan melakukan hal seperti ini, laki-laki itu bahkan rela membuang harga dirinya dan berlutut di bawah kakinya, memohon, menangis di kakinya.
“Ku mohon mas, bangunlah jangan kau rendahkan dirimu seperti ini, lihatlah di sana ada banyak orang yang memperhatikan kita.” Tunjuk Alea pada beberapa orang-orang yang memperhatikan mereka.
“Aku tidak perduli dengan pandangan orang lain, yang aku butuhkan itu kamu.”ucap Jery acuh.
__ADS_1
Adrian yang sejak tadi berusaha menahan emosinya, kali ini tiba-tiba emosinya merayap naik mendengar ucapan pria di hadapannya ini.
Alea menjadi semakin bingung dengan situasi mereka saat ini, wanita itu tampak melipat bibirnya. Ia benar-benar tak menyangka Jery akan bersikap seperti ini.
“Kenapa anda sepertinya sengaja melakukan hal memalukan seperti ini?” Tanya Adrian yang membuat suasana semakin menegang, Alea merasakan atmosfer yang menakutkan antara kedua pria ini. Entah kenapa Jery seolah sengaja memancing emosi Adrian.
“Sa-sayang!” Desis Alea.
Namun Adrian sama sekali tak menghiraukannya, kedua manik matanya tak beralih menatap tajam pria yang berprofesi sebagai Dokter itu.
“Saya hanya ingin mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milikku, tentu saja saya tidak akan pergi dari tempat ini bahkan sedetikpun tidak.
Ketegangan antara kedua pria ini akhirnya bisa terselamatkan oleh seruan Alea. Ia mengatakan kepada Adrian jika dia saat ini dia ingin segera pulang ke rumah karena Alea beralasan ada rasa tidak nyaman pada perutnya.
“Maaf, kami harus pergi sekarang, dokter Jery, tolong anda ingat kembali perkataan saya tadi.” Ucap Alea berlalu pergi.
“Aku tidak akan pernah berhenti berusaha mendapatkanmu kembali.”ucap Jery.
“Jangan berharap, saya pastikan anda tidak akan pernah bertemu lagi dengan istriku, Dokter Jery.” Gumam Adrian yang sukses membuat Alea terperangah.
Adrian mengalihkan pandangannya pada Alea, menatap manik coklat milik Alea dengan tatapan yang tak bisa di artikan oleh wanita yang sudah menjadi istrinya itu.
“Kita pulang sekarang, kau terlihat sangat lelah hari ini !” Ajak Adrian yang segera di angguki Alea. Ia tak lagi membantah ucapan suaminya saat ini, sekarang dia hanya bersiap untuk memberikan jawaban yang tepat untuk sederet pertanyaan yang akan di ajukan kepadanya.
Adrian memeluk pinggang Alea, berjalan melewati Jery menuju mobil milik Adrian, melewati Jery begitu saja hingga mereka masuk ke dalam mobil untuk segera pulang.
__ADS_1
Jery menatap nanar kepergian Alea, hati nya berdenyut nyeri tatkala mendapati kenyataan Alea tak akan pernah ia miliki selamanya.