
Siang itu setelah Jery meninggalkan butik milik Alea, dia kembali ke Detasemen Kesehatan tempatnya bertugas, dia mendapatkan kabar jika dirinya terpilih sebagai pasukan garuda.
Dengan kecepatan sedang ia mengemudikan mobilnya membelah padatnya jalanan ibukota.
setelah mengemudi kurang lebih empat puluh lima menit, Jery sampai di detasemen kesehatan, saat ini pria itu terlihat tengah duduk di kursi kebesarannya di dalam ruangan kerjanya.
“Selamat siang bang,”ucap Farhan tiba-tiba masuk ruangan Jery.
Farhan merupakan adik letting Jery, yang berada satu tingkat di bawahnya. Farhan merupakan seorang anggota TNI -AD dengan pangkat letnan satu.
Farhan merupakan orang terdekat Jery selama ini, Jery memperlakukan Farhan seperti adiknya sendiri, setelah Farhan mendengar berita terpilihnya Jery sebagai pasukan Garuda, Farhan bergegas mencari keberadaan Jery.
“Bang” panggilan Farhan sukses membuyarkan lamunan Jery.
“Eh, ada apa kamu mencariku?”tanya Jery pada Farhan sembari mempersilahkan juniornya itu untuk duduk di depannya.
“Maaf bang, apa abang saat ini baik-baik saja?”tanya Farhan balik.
“Ngga tahu, menurut kamu apa selama ini saya salah karena masih terus mencintainya?”tanya Jery pada Farhan dengan suara sendu.
__ADS_1
“Bang, cinta abang tidak salah tapi cara abang selama ini lah yang salah.”jawab Farhan
Jery tampak berfikir mendengar ucapan Farhan kepadanya.
“Abang sebaiknya fokus saja pada penugasan abang yang sebentar lagi ke Lebanon, mungkin dia memang bukan jodoh abang.”seru Farhan memberi pengertian pada Jery.
Jery terpilih sebagai pasukan Garuda yang akan pergi menjalankan misi perdamaian dunia ke negara Lebanon, sebagai seorang Anggota Tentara Jery tunduk dan patuh pada setiap aturan militer yang harus di patuhi dan di jalankan oleh seluruh Anggota TNI .
“Aku masih sangat mencintainya,”ucap Jery dengan suara lirih.
“Kalau memang dia jodoh abang, suatu saat Tuhan akan mempersatukan abang dengannya.”ucap Farhan seraya berlalu pergi meninggalkan Jery.
Jery tampak berfikir keras sebelum akhirnya dia memutuskan untuk berusaha melupakan Alea.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Empat bulan berlalu, setelah keberangkatan Jery menjalankan tugas misi perdamaian dunia, kehidupan Adrian dan Alea kembali harmonis. Saat ini kandungan Alea sudah memasuki bulan ke sembilan, tinggal menghitung hari ia akan melahirkan buah cintanya yang di prediksi dokter berjenis kelamin perempuan.
Mendengar penuturan dokter Fani yang biasa memeriksanya, jika anak yang ia kandung berjenis kelamin perempuan membuat Alea dan Adrian merasa sangat bahagia, walaupun sebenarnya Adrian sangat mengharapkan bayi yang sedang di kandung istrinya berjenis kelamin laki-laki sebagai anak pertama di keluarga Sanjaya.
__ADS_1
Apapun jenis kelamin anaknya ia tidak mempermasalahkannya, ia hanya berharap jika buah hatinya akan lahir ke dunia dengan selamat.
Menjelang kelahiran putrinya, tiba-tiba saja Adrian mendapat kabar jika proyek bangunan Hotel yang tengah ia kerjakan di negara Singapore tiba-tiba saja mengalami permasalahan serius, bangunan gedung itu ambruk dan menyebabkan beberapa pekerjanya tertimpa bangunan gedung.
“Sayang, aku harus segera berangkat ke singapore, Hotel yang saat ini sedang kita bangun tiba-tiba saja ambruk, mau tidak mau aku harus mengurus permasalahan di sana.”ucap Adrian seraya meletakkan ponselnya kembali di atas nakas
Adrian saat sedang asik bermain dengan anaknya yang masih berada di dalam kandungan, tiba-tiba mendengar ponsel miliknya berdering, dengan langkah malas ia mengambil ponsel yang ia letakkan di atas nakas, setelah ia melihat nama Alvin yang tertera pada layar ponsel lalu ia menggeser tombol hijau.
“Ada informasi apa Vin?”tanya Adrian dengan suara datar.
“Maaf tuan, saya ingin menginformasikan jika bangunan Hotel yang kita bangun, bangunannya sebagian roboh tuan, dan itu menyebabkan beberapa pekerja kita mengalami kecelakaan kerja, dan beberapa pekerja kita ada yang meninggal karena tertimpa bangunan.”ucap Alvin.
“Informasi apa yang kamu dapat?”tanya Adrian pada Alvin
“Dalam hal ini saya sudah menyuruh anak buah saya untuk menyelidiki masalah ini sampai ke akarnya tuan.”ucap asisten Alvin di seberang sana.
“Bagus, laporkan terus kepada saya apa perkembangan di sana.”jawab Adrian lau memutus panggilannya.
Setelah memutus panggilan telpon Alvin, Adrian kembali menghampiri sang istri di atas tempat tidur.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa setelah membaca berikan, like, vote dan komentar positif pada Author ya readers, biar lebih semangat lagi nulisnya