
Adrian merasa khawatir dan menyesal telah meninggalkan istrinya yang sedang sakit.
Setelah beberapa dokter pun selesai memeriksa Lea.
“Bagaimana keadaan istri saya dok?” Tanya Adrian khawatir melihat istrinya tengah pingsan.
“Selamat pak Adrian, istri anda sedang mengandung, saat ini kandungannya sudah memasuki usia delapan minggu, istri anda pingsan karena kelelahan, nanti akan saya resepkan vitamin” kata dokter.
“Hamil? Lea hamil” kata Adrian tak percaya.
Dokter tidak sedang bercanda kan, dok? Istri saya benar-benar hamil dokter?” Ucap Adrian memastikan kembali ucapan dokter.
“Tidak pak, istri anda benar-benar hamil, sekali lagi saya ucapkan selamat.” Ucap dokter tersenyum.
“Terimakasih dokter.” Ucap Adrian bahagia.
“Selamat Tuan, anda akan menjadi seorang ayah.” Ucap asisten Alvin.
Adrian lalu memeluk Alvin karena rasa bahagianya. Begitu pun dengan kedua sahabat Alea senang mendengar kabar Alea hamil.
“Pak Adrian tolong di jaga mood istri anda, dan jangan biarkan dia kelelahan dan stres, karena itu akan mempengaruhi kehamilannya. Dan tidak baik untuk kesehatan ibu dan bayinya.
Besok sebaiknya membawa istri anda ke rumah sakit untuk menjalankan beberapa pengecekan dan kondisi kehamilannya.” Jelas dokter lagi.
“Baik dok, terimakasih” kata Adrian bahagia.
Tidak lama Alea pun sadar dan melihat banyak orang mengelilinginya.
__ADS_1
“Kalau begitu saya permisi dulu pak Adrian, semuanya saya permisi dulu” kata dokter dan berjalan keluar di antar Alvin.
“Kenapa di sini rame banget kak? Ada apa?” Tanya Alea.
“Kamu tadi pingsan” kata Adrian berjongkok depan Alea.
“Oh iya kak, tadi kepalaku pusing sekali habis muntah-muntah” kata Alea memegang kepalanya.
“Iya sayang, itu hal biasa, sebentar lagi kamu akan jadi seorang Mama” kata Adrian.
“Apa !” Kata Alea dan duduk bersandar di kursi.
“Jadi aku sedang hamil. Kak akhirnya kita akan jadi Mama dan Papa” kata Alea menghambur ke pelukan Adrian.
“Selamat ya Lea, akhirnya yang sudah di nanti kan hadir juga” kata Audi memberi selamat.
“Iya, terimakasih ya guys” balas Alea memeluk kedua sahabatnya.
Adrian pun berdiri dan memberikan ruang pada kedua sahabat istrinya untuk memeluk Alea.
Tidak berapa lama, Wijaya dan Devi datang dan di susul Amelia dan bi Ina. Semua pun masuk dengan wajah khawatir mereka.
“Lea kenapa bisa pingsan Rian?” Tanya tuan Wijaya pada menantunya.
“Gomana keadaan kamu sekarang, sayang?”Tanya Mama Devi pada Lea.
“Iya sayang, kamu ngga apa-apa kan?” Tanya Mama Amelia duduk di samping Alea.
__ADS_1
“Ngga apa-apa, Ma, kalian ngga usah khawatir, kalian lihat Lea sekarang sudah sadar” kata Alea yang masih lemas.
“Lea hamil Pa!” Kata Adrian dan membuat orang tua mereka diam sejenak.
“Wijaya dan Devi pun saling bertatapan dan tersenyum saling berpelukan.
“Akhirnya kita akan jadi kakek dan nenek juga” kata Tuan Wijaya.
“Iya kamu benar, akhirnya hari ini tiba” ucap Mama Amelia senang.
Devi dan Amelia pun memeluk Alea, dan Alea pun tersenyum senang melihat kebahagiaan pada wajah kedua orang tuanya.
“Sudah berapa bulan?” Tanya Mama Amelia pada Adrian tersebyum senang.
“Kata dokter tadi sudah lima minggu Ma, dan besok kami akan ke rumah sakit mengecek kondisi kehamilan Lea” jawab Adrian.
Tidak lama bi Ina datang dengan membawa banyak makanan bersama pelayan lain dari rumah utama.
Tuan Wijaya dan Nyonya Devi pun mengajaksemua orang yang ada di sana untuk makan bersama, termasuk dua satpam yang masih berdiri di sana.
Adrian pun mengucapkan banyak terimakasih kepada satpam yang sudah sogap membantunya saat dia menelpon.
Adrian juga berterimakasih pada kedua sahabat istrinya, karena kalau tidak ada mereka, Adrian juga tidak akan tahu keadaan istrinya yang sebenarnya.
Bersambung
Bantu author ya reader, setelah membaca biasakan like, komen dan vote author 🙏🏻😘
__ADS_1