Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Separuh Hidupku 2


__ADS_3

Alea mulutnya terkatup, betapa terkejutnya dirinya saat mendapati dokter, perawat dan baby sister yang sudah berada di dalam Jet pribadi keluarganya. Ia tidak menyangka Papa nya, tuan Wijaya sampai melakukan hal seperti ini kepadanya dan juga putri kecilnya.


Bahkan semua yang ia butuhkan sudah tersedia lengkap di dalam sana.


“Mah, apa semua ini Papa yang menyiapkannya?”tanya Alea pada Mama Devi.


“Hem...., menurut kamu siapa lagi yang bisa melakukan ini semua, kalau bukan Papa mu yang mengerjakannya.”ucap Mama Devi tidak perduli dengan ocehan putrinya.


“Sudah, kau bawalah putrimu masuk ke kamar, dia pasti lelah.”ucap Mama Devi mengalihkan pembicaraan.


Dengan langkah malas Alea masuk ke dalam sebuah kamar mewah bak hotel bintang lima, yang ada di dalam sana.


Sepanjang perjalanan, dari rumah sakit bahkan sampai di dalam kamar Jet pribadi keluarga nya. Alea terus terdiam fikirannya pada seseorang itu terus melayang-layang di dalam kepalanya.


Sebenarnya siapa pria itu?” Kenapa Papa dan Mama sampai harus memaksaku untuk menemuinya. Batin Alea


Setelah lelah berfikir, akhirnya ia tertidur dengan posisi memeluk buah hatinya. Mama Devi melihat pemandangan itu dari ambang pintu kamar Alea, seketika hatinya terasa perih. Ia tidak dapat membayangkan bagaimana jika suatu saat Adrian akan benar-benar pergi selamanya dari hidup putrinya.


Sebagai seorang ibu, Nyonya Wijaya tidak ingin putrinya kembali kehilangan semangat hidupnya seperti dua tahun lalu. Tepatnya saat putri semata wayangnya kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya.


Cinta pertama putrinya harus meninggalkannya karena pria itu lebih memilih menerima perjodohan yang di lakukan oleh keluarganya, dan memutuskan pertunangannya dengan Alea.


Tak terasa air mata Mama Devi merembes keluar membasahi pipi nya, tatkala ia kembali mengingat kenangan buruk putrinya di masalalu. Dengan cepat Mama Devi mengusap air matanya dan menutup kembali pintu kamar Alea, dan membiarkan Alea tertidur pulas.


“Mama dari mana?”tanya tuan Wijaya.


“Mama dari kamar Lea Pah, tadinya Mama mau ajak dia ngobrol, saat Mama ke kamarnya ternyata sudah tidur.”ujar Mama Devi seraya duduk di samping suaminya.


“Pah, kira-kira gimana reaksi Lea nanti saat tahu kalau yang akan dia temui itu suaminya, dengan kondisi Adrian yang tengah koma.”seru Mama Devi lirih.

__ADS_1


Nada suara Mama Devi biasanya selalu terlihat ceria pun kini terdengar getir.


“Hahhhh” tuan Wijaya menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan istrinya.


“Papa sebenarnya sedikit ragu, Adrian tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi Mah,” ucap tuan Wijaya dengan suara sedih.


“Apa maksud Papa?”tanya Mama Devi


“Mama tahu kan, Mama ini seorang dokter bedah syaraf, saat ini otak Adrian tidak menerima asupan oksigen yang baik, hingga membuat kondisinya seperti ini, terlebih adanya komplikasi yang terjadi pasca operasi, itu akan semakin membuat kondisi Adrian sangat sulit untuk di sembuhkan.


Dan hanya sebuah keajaiban yang bisa membuatnya sadar dari koma, Papa harap setelah istrinya datang menemuinya akan membuatnya segera sadar.”jelas tuan Wijaya panjang lebar pada istrinya.


Nyonya Wijaya menutup rapat mulutnya, menggunakan kedua tangannya. Menahan diri, berusaha tidak menangis, ia takut jika putrinya akan mendengar percakapan mereka.


Tuan Wijaya membawa istrinya ke dalam pelukannya, membiarkan wanita yang telah menghabiskan separuh dari hidupnya untuk terus berada di sisi nya.


Kalau saja Alea, mungkin akan sanggup menerima kenyataan, tapi tidak dengan kedua orang tuanya, mereka merasa sangat sedih melihat anak nya kembali merasakan luka yang mungkin tak akan pernah terobati.


Perjalanan Jakarta - Singapura hanya memakan waktu satu jam tiga puluh menit. Tidak butuh waktu lama untuk menginjakkan kaki di negeri singa.


Rombongan tuan Wijaya pun sampai di depan sebuah bangunan mewah, yang merupakan salah satu koleksi keluarga Wijaya yang terletak di negeri singa itu.



Sebuah kondominium mewah bak hotel bintang lima yang di miliki keluarga Wijaya. Perabotan mewah nan berkelas di letakkan pada setiap sudut ruangan yang ada di dalamnya pun semakin menambah kesan mewah rumah itu.


Setelah selesai mendapatkan kamar mereka masing-masing, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di kamar yang telah di sediakan oleh tuan Wijaya.


Alea masih merasakan lelah pada tubuhnya pun memutuskan mengistirahatkan kembali tubuhnya. Ia membawa putri kecilnya menuju kamarnya yang terletak di lantai dua dengan menggunakan lift khusus yang telah di sediakan oleh Papa nya.

__ADS_1


“Istirahatlah sayang, persiapkan hati dan mentalmu. Satu jam lagi kita akan pergi menemui orang itu.”ucap tuan Wijaya


Alea yang mendengar ucapan Papa nya pun, berusaha tidak terlalalu memikirkan ucapan orang tua nya. Ia tahu persis bagaimana sifat Papa nya, dia tidak akan pernah mendapatkan informasi apapun, terkadang dengan diam dan menuruti perkataan kedua orang tuanya membuat Alea merasa sedikit lebih baik. Sekeras apapun usahanya mencoba mendapatkan informasi dari kedua orang tuanya, tak akan bisa membuatnya mendapatkan apa yang dia inginkan.


Satu jam berlalu, Tuan dan Nyonya wijaya membawa Alea ke sebuah bangunan rumah sakit ternama di negara Singapura.


Alea terus bertanya-tanya dalam benaknya, siapa orang itu. Jantung nya tiba-tiba berdetak kencang, perasaan nya pun berubah menjadi tak menentu. Namun ia masih terus tetap diam hingga akhirnya ia menangkap bayangan seorang wanita yang sangat ia kenal.


Alea menyipitkan kedua matanya, menatap wanita yang berdiri di depan kamar inap VVIP rumah sakit National University Hospital Singapura. Saat kakinya berjalan semakin dekat, ia semakin tahu siapa sosok wanita itu.


“Mama Amel”gumam Alea lirih.


Wanita itu tidak lain adalah Mama Amelia, atau Alea biasa memanggilnya dengan sebutan Mama Amel. Tubuh Alea seketika bergetar, fikirannya melayang tatkala ia membayangkan siapa sosok seseorang yang di maksud kedua orang tua nya sejak keberangkatannya menuju negeri singa.


Alea melangkahkan kakinya semakin cepat, berharap jika apa yag ia fikirkan salah.


“Tidak, ku harap bukan dia, semoga bukan dia.”gumam Alea meyakinkan dirinya.


Sedangkan di belakangnya, Tuan dan Nyonya Wijaya tidak bisa berbuat apa-apa saat mendapati putrinya berjalan semakin jauh meninggalkannya.


Alea sampai di depan sebuah kamar, betapa terkejutnya dia saat tiba-tiba Mama mertuanya memeluknya erat seraya menumpahkan air matanya.


“Mama kenapa ada di sini? Kenapa Mama menangis, apa yang terjadi pada Mama dan siapa yang ada di dalam kamar itu Mah?”berondong Alea dengan berbagai pertanyaan yang ia ajukan kepada ibu mertuanya.


“Masuklah sayang, nanti kau akan tahu siapa yang ada di sana.”ucap Mama Amelia semakin tak kuasa menahan air matanya.


Alea pun membuka pintu kamar pria itu, setelah sebelumnya ia memakai baju steril khas rumah sakit tersebut.


Rasa penasaran terus menggelitik pikirannya, jantungnya berdegub semakin kencang. Tubuhnya bergeming di ambang pintu ICU tatkala meliahat sosok yang terbaring lemah di atas Bed Hospital dengan berbagai selang yang menempel pada mulut dan dada pria itu.

__ADS_1


Dukung terus karya author, like dan vote sebanyak-banyaknya 😘


__ADS_2