Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Luka dan Kenangan


__ADS_3

Tubuh Alea seketika lemas, kakinya tidak bisa menopang berat tubuhnya pun terjatuh di lantai. Beruntung Max berhasil menangkapnya.


Max menggendong tubuh Alea dan langsung membawanya ke ruang IGD. Max membaringkannya di atas Bed Hospital, menggenggam erat tangan Alea dan terus menemaninya hingga kembali sadar.


Tiga puluh menit berlalu, Max masih setia menemani wanita itu. Tak lama Alea pun mulai sadar, dan mengerjabkan mata nya, ia perlahan membuka mata nya. Pandangan mata Alea mengedar ke seluruh ruangan.


Ingatannya pada Mama mertuanya kembali berputar di otaknya. Alea menatap dengan tatapan tajam pada Max, saat pria itu menghalangi Alea untuk melihat jasad tubuh Mama Amelia yang masih terbaring di atas Bed Hospital dan menutup seluruh bagian tubuhnya dengan kain putih.


“Kau mau kemana?”tanya Max pada wanita itu.


“Aku mau melihat Mama Amelia.”jawab Alea dan bergegas turun dari ranjang .


“Tidak, untuk saat ini kau harus tetap di sini hingga tubuhmu benar-benar pulih.


“Ta-tapi Max.”ucap nya tak mau kalah dan mendengar ucapan pria yang berprofesi sebagai seorang dokter.


“Cukup Lea, aku tahu kau saat ini sedih dan kembali kehilangan seseorang yang kau sayangi. Lihat aku Lea tatap mata ku, aku juga menyayangimu, aku mencintaimu. Dan aku tidak ingin kau terluka lebih dalam lagi.


Max terpaksa mengakui perasaannya kepada Alea. Ia tidak ingin Alea memaksakan pergi dengan keadaan tubuhnya yang masih lemah.


Alea menatap mata Max, mencoba mencari ke bohongan di matanya. Namun nihil, sorot mata pria itu mengatakan kejujuran.


Ntah perasaan apa yang yang menggelayuti hati wanita itu, tatkala ia kembali mendengar pernyataan cinta dari Max.


“Max menarik Alea ke dalam pelukannya. Pelukan yang membuat wanita itu merasakan ketenangan. Berada di pelukan Max seperti membuat Alea seakan ada di pelukan Adrian.


Sadar jika pria yang tengah memeluknya erat, bukanlah suaminya, membuat hati wanita itu semakin terluka. Ia tak lagi memikirkan pengakuan Max, ia hanya ingin menangis di pelukan pria itu seraya berkata.—


“Max, Mama Amelia Max, tangis Alea pecah di pelukan pria itu.


“Kau sudah berjanji kepadaku, kau akan merelakannya jika saat Tuhan mengambil kembali orang-orang yang kau cintai di sisinya.”ucap Max menenangkan wanita itu.


“Dan aku pun telah berjanji kepada tante Amelia, aku akan selalu menjagamu dan Alexa dengan hidupku. Dan aku menyayangi kalian melebihi nyawaku sendiri tukas Max pada Alea.


“Max, katakan bagaimana cara untuk bahagia?” Tuhan terlalu kejam kepadaku.


Dia selalu saja memisahkanku dengan orang-orang yang ku cintai.”ucap Alea terisak

__ADS_1


“Ssstttt.....,” jari telunjuk nya ia tempelkan pada bibir Alea dan mennggelengkan kepalanya, melarang gadis itu mengatakan hal yang tak seharusnya terucap.


“Jangan kau katakan itu, kelahiran dan kematian itu rahasia Tuhan, Lea !” Kau tidak boleh mengatakan hal itu karena sama hal nya kau meragukan kehendaknya. Menentang takdir Tuhan.”


“Tuhan kenapa selalu saja merampas kebahagiaan yang telah menjadi milikku Max.”ucap Alea sedikit berteriak.


Alea kembali merasakan pedihnya kehilangan, dan hanya kepingan kenangan yang tersisa di dalam hidupnya. Kepergian Adrian satu bulan yang lalu masih terasa menyakitkan.


Dan sekarang, ia kembali menerima kenyataan pahit di dalam hidupnya.


Kapan kau akan memberikanku kebahagiaan Tuhan !” Kenapa kau selalu saja merampasnya dariku. Batin Alea berteriak


“Lebih baik Tuhan membiarkan ku mati menyusul orang-orang yang ku cintai Max !”ujar Alea berteriak.


Max menatap nanar kepada wanita yang sangat di cintainya. Ia merasa tidak tega melihat Alea terus berteriak histeris, namun ia juga tidak bisa melakukan apapun untuk Alea.


Selain terus berada di sisinya dan menemaninya. Membantu Alea mlewati masa-masa sulit yang tengah wanita itu rasakan.


Aku akan selalu berusaha untuk menjagamu, membahagiakanmu, tidak peduli bagaimana pun caranya. Aku hanya ingin bahagiakanmu dan Alexa. Batin Max


🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Bayi mungilnya pun seringkali ia abaikan. Kesedihannya yang mendalam semakin membuatnya terpuruk. Selama dua minggu juga Alea mengurung dirinya di dalam kamar.


Ia pun tidak pergi bekerja, membuat asisten Alvin yang terpaksa mengambil alih kepemimpinan sementara waktu.


Alea mengurung dirinya di dalam kamar, terus menangisi kepergian Mama mertua nya dan Adrian suaminya.


Penampilannya pun terlihat tidak baik-baik saja, rambutnya berantakan, matanya pun bengkak karena terus menangis. Membuat kedua orang tuanya cemas dengan keadaan putrinya. Alea seakan tidak memiliki semangat hidup.


Saat Mama Devi dan Papa Wijaya mencoba mengajaknya bicara tak ia hiraukan. Alea terus menangis dan makanan yang selalu pelayan bawakan di kamarnya pun tidak pernah ia sentuh.


“Sayang, mama mohon jangan seperti ini, Adrian dan Amel di sana pasti juga akan sedih jika kau terus mengurung dirimu.


“Lihatlah putrimu Nak, dia membutuhkanmu. Mama dan Papa juga membutuhkanmu.


“Tidak kah kau merasa kasihan denan kami? Asisten Alvin juga pikirkanlah, dia setiap hari harus bekerja sendirian.”ucap Mama Devi terus mencoba berbicara dengan putri kesayangannya.

__ADS_1


Namun Alea terus menutup mulutnya. Ia tidak mau berbicara, ia hanya menoleh ke arah Mama nya beberapa menit dan kembali menatap lurus ke arah luar.


Melihat keadaan Alea Mama Devi menjadi semakin cemas, ia pun merasa putus asa.


Dan saat ini Max yang terlintas di dalam fikiran Mama Devi. Ia yakin jika Alea akan mendengarkan Max.


Max satu-satunya harapannya sekarang. Ia takut jika keadaan Alea semakin parah.


National University Hospital


Sementara di tempat berbeda, Max mendengar kabar tentang keadaan Alea pun merasa gusar, ia ingin menemui Alea dan kembali membuat wanita itu tersenyum seperti dulu. Namun apa daya ia tidak bisa begitu saja menemui wanita yang ia cintai begitu saja, karena pekerjaannya sebbagai dokter bedah syaraf tidak bisa ia abaikan begitu saja.


Tuhan, jagalah dia, ku mohon kembalikan dia seperti dulu. Gumam Max


Tidak bisa menemui Alea membuat hati Max tidak tenang. Ingin sekali rasanya ia menemui wanita itu.


Max kembali memeriksa jadwal pekerjaannya, Max mengerang frustasi saat mendapati padatnya pekerjaannya dan membanting tab miliknya ke lantai hingga hancur tak berbentuk.


“Sial...., kenapa di saat genting begini jadwalku padat sekali.


“Tunggu lah aku Lea, aku akan segera menemuimu.”monolog Max pada dirinya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Di rumah keluarga Wijaya kedatangan dua sahabat Alea, Dini dan Audi. Saat Mama Devi menelpon mereka kemarin sore, pagi ini mereka datang untuk melihat keadaan Alea yang tidak baik-baik saja.


“Le, kenapa lu jadi begini sih?”


“Kami ada di sini buat lu, bicara Lea, bicara sama gue dan Audi.”ucap Dini.


Alea masih tetap enggan bicara dengan kedua sahabatnya. Namun tidak membuat Dini dan Audi menyerah, mereka berdua terus mengajak nya berbicara, bercerita dan tertawa walau Alea tidak menanggapinya mereka tetap berusaha membuat Alea kembali ke diri Alea yang dulu selalu tertawa dan tersenyum bersama.


Like, dan vote ya guys..


Maaf masih banyak typo bertebaran, dan tata bahasa mungkin yang masih belum rapih 🙏🏻😊


Selamat membaca dan semoga terhibur 😘

__ADS_1


__ADS_2