Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Pernikahan Impian


__ADS_3

Tiba simana hari pernikahan Alea dan Adrian.


Alea sudah selesai di rias oleh MUA ternama.


Rambut panjang yang biasa selalu ia gerai, hari ini terlihat begitu berbeda saat rambut indahnya di sanggul, leher jenjang nya yang putih mulus terekspos dengan jelas.


Veil putih berlapis batu permata dengan panjang sebetis sudah menghiasi kepala Alea.


Wajah cantik, mata bulat dengan bulu mata yang lentik, bibirnya yang merah tak ada hentinya menyunggingkan senyuman. Jantungnya berdegub kencang, walaupun awal Pernikahan impian nya bukan dengan mantan kekasih nya. Tapi ia merasa beruntung karena pada akhirnya ia tetap menikah, ia menikah dengan orang yang tepat.


Alea menikahi orang yang ia cintai terwujud. Meski bukan menikahi cinta pertamanya, melainkan menikahi satu-satunya cinta terakhir dalam hidup nya.


Sosok Adrian Arka Sanjaya lah yang telah berhasil merebut kembali cinta yang pernah mati di hati Alea. Yang akan menjadi satu-satunya cinta terakhir, selama sisa usianya akan ia habiskan bersama Pria yang sebentar lagi resmi menjadi suami dan Ayah bagi anak-anak nya kelak.


“Ratu Cleopatra akan iri jika melihatmu, kau lebih cantik darinya,” Ucap Dini.


“Ah, kau ini terlalu berlebihan,” seru Alea malu-malu.


“Lo emang cantik banget, Le. Selamat ya sayang, Akhirnya Tuhan memberikan jodoh yang lebih baik buat lo,” ucap Dini memeluk Alea. Suasana hangat dan penuh haru tercipta.


Di sisi lain, Adrian juga terlihat sudah selesai mempersiapkan dirinya. Berbalut kemeja putih polos dan tuxedo dengan dasi kupu-kupu di lehernya, ia tampan seperti biasanya. Jantungnya berdebar tak karuan, ia sangat gugup walau hari ini adalah hari yang sudah ia nantikan sejak lama, ia tetap merasakan ke gugupan merasuk dalam tubuh.


“Jangan gugup, tenanglah. Ingat ! Kau jangan sampai mempermalukan keluarga Sanjaya,” ucap Alex sahabat Adrian semasa di Kepolisian.


“Ti-tidak akan, aku tidak akan mempermalukan siapapun. Aku juga akan dengan sangat lancar mengucapkan ijab kabul nanti.


Gedung pernikahan telah di penuhi dengan para tamu undangan yang telah duduk manis di depan maja bundar. Gedung di hias dengan sangat mewah, menampakkann status sosial dari keluarga Sanjaya yang sangat tinggi.

__ADS_1


Pernikahan bertema Classic Romance, menambah kesan elegant dan mewah di hari pernikahan keduanya. Dengan tempat pesta yang sudah di penuhi dengan dekorasi berwarna pink dan putih, serta bunga-bunga segar yang kian menambah nuansa romantis.


Semua tamu tampak antusias menanti kedatangan kedua mempelai.


Alea mulai memasuki gedung pernikahan dengan di ikuti Mama Devi, dan Dini di belakangnya.


Di sisi lain, Adrian, Alex , Rafa, Alidan Hendry sahabat dari Alea menunggu kedatangan mempelai wanita.


Alea dengan membawa buket bunga mawar putih yang senada dengan dekorasi ruangan,


melangkahkan kakinya pelan di atas karpet merah yang telah terbentang. Alunan musik romantis mengalun indah mengiringi langkah wanita itu.


Iringan tepuk tangan dari keluargadan para tamu undangan begitu riuh terdengar.


Jepretan kamera juga terus terdengar.


Semua pasang mata yang ada di sana tertegun akan kecantikan seorang Alea Noura Wijaya itu. Polesan makeup Flawless namun tetap terlihat natural. Wajahnya tampak segar dengan senyum yang terus mengembang. Ia berjalan sangat anggun dan elegant.


“Kamu tidak perlu mengatakannya, karena aku sudah tahu itu.” Aku memang cantik dan akan selalu tetap cantik dimanapun aku berada. Alea terkekeh saat mendengar ucapan nya sendiri. Sedangkan Adrian hanya tersenyum menanggapi celotehan calon istrinya menjadi menyebalkan hari ini pikirnya.


Dan sekarang tiba waktunya Adrian mengucapkan ijab kobul. Adrian dan Bramantyo Wijaya menjabat tangan sang calon Ayah mertua.


“Ananda Adrian Arka Sanjaya bin Reno Sanjaya, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Alea Noura Wijaya bin Bramantyo Wijaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat, uang 700 juta, dan emas 500gram di bayar tunai.”


“Saya terima nikah dan kawin nya Alea Noura Wijaya binti Bramantyo Wijaya dengan mas kawin tersebut di bayar tunai.” Adrian mengucapkan ijab kobul dengan lantang hanya dengan satu tarikan nafas saja.


“Bagaimana para saksi??”

__ADS_1


Dan “ SAHHHH !” Ucap para tamu undangan. Itu tandanya Adrian Arka Sanjaya dan Alea Noura Wijaya sudah sah sebagai suami istri.


Kamu sudah sah menjadi istriku.” Lirih Adrian


Dan kau juga sudah sah menjadi suamiku.” Sahut Alea saat mencium tangan Adrian.


Rasa haru, bahagia, semua bercampur menjadi satu. Tak terasa air mata mereka menetes membasahi pipi. Untuk melaju ke jenjang yang serius bukanlah hal yang mudah untuk di lakukan. Berbagai halangan dan rintangan selalu datang silih berganti, saling menguatkan dan percaya adalah pondasi dan menjadi kunci satu-satu nya dalam membina suatu hubungan yang belanjut ke tahap serius.


Dulu, untuk dapat mencapai ke tahap ini sangatlah sulit dan mustahil di lakukan, rasanya sangat berat dan seolah tak akan pernah sampai. Hingga rasa putus asa pun selalu datang menghantui.


Perjuangan yang terasa sangat panjang dan sangat berat, namun keduanya bisa berjuang dan mempertahankan nya untuk sampai pada titik ini. Karena cinta memang harus di perjuangkan. Meskipun terasa sulit namun mereka tetap berusaha, hingga keberhasilan dan kebahagiaan pun akhirnya mereka capai.


Tamu undangan yang sangat banyak jika mengingat status sosial kedua keluarga mereka yang sangat tinggi. Adrian dan Alea yang berdiri menyapa para tamu di pelaminan pun merasa kelellahan.


Acara pun berlangsung sampai sore hari. Adrian yang melihat istrinya kkelelahan pun hanya memandang nya seraya tersenyum tipis.


Apa kau sangat lelah??” Tanya Adrian.


Hemm..,” kakiku rasanya sangat sakit dan pegal karena terus berdiri di sini.” Alea.


Duduklah disini, ucap Adrian seraya membawa Lea duduk pada sebuah kursi. Dan ini minumlah air ini, kau pasti haus bukan.


Bersabarlah sebentar lagi setelah itu kita akan kembali ke kamar kita untuk beristirahat.” Ucap Adrian dengan mata menggoda. Ia yang memang sengaja menggoda sang istri. Agar istrinya merasa sedikit relax. Tapi tidak dengan Alea.


Ia mendengar suaminya mengucapkan itu membuat bulu kuduk Alea seketika berdiri. Ia merasa merinding, membuat fikiran nya melayang entah kemana. Hingga suara Adrian kembali menyadarkan pada fikiran nya yang tidak berfaedah sama sekali.


Apa yang kau fikirkan?” Apa kau mulai membayangkan yang tidak-tidak dengan ku sayang?” Kata Adrian kembali menggoda istrinya.

__ADS_1


Ti-tidak, aku tidak berfikir apapun. Bagaimana bisa kau menuduhku berfikiran yang tidak-tidak di hari pertama pernikahan kita.” Ucap Alea mengalihkan rasa gugup nya.


Ah..,” benarkah, bahkan wajahmu sudah terlihat sangat merah. Apa kau sedang merasa malu hahaha?”Ucap Adrian tergelak melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan.


__ADS_2