
Adrian memeluk pinggang Alea, berjalan melewati Jery menuju mobil milik Adrian, melewati Jery begitu saja hingga mereka masuk ke dalam mobil untuk segera pulang.
Jery menatap nanar kepergian Alea, hati nya berdenyut nyeri tatkala mendapati kenyataan Alea tak akan pernah ia miliki selamanya.
Jery mendesah pelan, ia mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. Bukannya ia tidak sadar akan kesalahannya pada Alea dulu, tapi sungguh ia tak ingin kehilangan Alea, hingga rasa cinta nya pada Alea berubah menjadi obsesi yang membuatnya menjadi seperti ini.
“Aku harus pergi untuk beberapa hari ke depan, sebaiknya aku menenangkan pikiranku setelah itu aku akan mencari cara untuk mendapatkan Alea kembali. Dia harus kembali ke dalam pelukanku.” Monolog Jery pada dirinya.
Jery pun melangkah masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi meninggalkan butik Alea.
🍃🍃🍃🍃
Sesampainya di rumah, Adrian membawa istrinya masuk ke dalam kamar. Dan Adrian duduk di sofa dekat tempat tidur, akan menelpon asisten Alvin untuk membawa berkas-berkas pekerjaan kantor ke rumahnya, karena Adrian tidak tega meninggalkan istrinya sendirian di rumah.
Adrian tahu jika saat ini Alea merasa sedih dengan kejadian di butik tadi, dia pun memutuskan menemani istrinya dan mengerjakan pekerjaannya dari rumah.
Alea duduk di tepi ranjang, ia menghela nafas panjang tatkala mengingat kejadian di butik tadi.
Setelah menelpon Alvin, Adrian berjalan menghampiri istrinya di tepi ranjang dengan membawa satu gelas air minum untuk istrinya.
“Apa kau tidak apa-apa? Kau masih memikirkan kejadian tadi !” Tanya Adrian menyodorkan satu gelas air minum kepada Alea.
Adrian duduk di samping istrinya, melihat istrinya meminum air itu hingga tandas.
Dia menghela nafas berat melihat istrinya masih tetap diam seperti itu, membuat hati nya berdenyut nyeri. Ia tahu apa yang tengah di rasakan Alea saat ini.
“Apa kau masih memikirkannya? Kau masih mencintainya?”Adrian mengulang pertanyaannya.
Alea terkesiap mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir pria yang sekarang sudah menjadi suaminya. Alea tidak pernah mengira Adrian masih berfikir jika dia masih mencintai mantan tunangannya itu.
__ADS_1
“Tidak.” Alea menjawab cepat pertanyaan suaminya.
“Apa kau masih meragukan cintaku? Setelah semuanya telah ku berikan kepadamu, bahkan saat ini aku juga tengah mengandung anakmu, buah cinta.”ucap Alea
Adrian terkesiap mendengar jawaban istrinya, dia merutuki kebodohannya sendiri, kenapa dengan mudahnya dia mengatakan hal yang menyakitkan kepada Alea, wanita yang telah menjadi istrinya. Ia merasa bersalahru
setelah mengucapkan hal yang tidak seharusnya ia katakan kepada Alea.
“Maaf, aku sama sekali tidak bermakasud seperti itu, aku hanya.—
Adrian tidak melanjutkan perkataannya, ia bingung bagaimana menjelaskan apa yang saat ini ia rasakan. Ingin rasanya Adrian mengatakan jika dirinya sangat takut kehilangan Alea.
“Hanya apa? Kak Adrian hanya tidak percaya denganku dan meragukan cintaku, begitu kan maksud kakak?” Tanya Alea dengan emosi sudah merayap naik ke tubuhnya.
Alea merasa kecewa pada Adrian, karena Adrian masih meragukannya. Air mata sedari tadi ia coba tahan pun keluar begitu saja dari pelupuk matanya.
Adrian terkejut melihat Alea memasukan pakaianya ke dalam koper.
“Apa yang kau lakukan, kenapa pakaianmu semuanya kau masukkan ke dalam koper?” Tanya Adrian.
“Pergi, percuma saja aku terus di rumah ini, kau juga tidak percaya kepadaku kan? Aku lelah terus saja kau curigai seperti itu.”jawab Alea seraya terus memasukkan pakaiannya ke dalam koper.
“Tidak sayang, jangan lakukan hal seperti ini, aku tahu aku salah, maafkan aku jangan pergi dari rumah ini.”ucap Adrian memohon.
“Aku diam bukan berarti aku masih mencintainya, asal kau tahu aku diam karena aku lelah aku merasa kecewa pada diriku sendiri, aku kecewa kenapa Tuhan begitu tidak adil padaku.
Kenapa Tuhan kembali mempertemukanku dengannya, membuat luka di hatiku kembali menganga, dan kau juga malaj meragukan perasaanku.” Raung Alea.
“Kumohon, jangan tinggalkan aku, maafkan aku.”ucap Adrian menggenggam erat tangan istrinya.
__ADS_1
“Kalau kau terus meragukan aku, bukankah tidak ada artinya lagi aku terus ada di sini, lebih baik kita akhiri saja semuanya.” Alea menghempaskan kasar tangan Adrian.
“Tidak, aku tidak akan pernah menceraikanmu tidak akan pernah.”ucap Adrian mengeluarkan semua pakaian Alea dari dalam koper dan memasukkannya lagi ke dalam lemari.
“Jangan tinggalkan aku dan jangan pisahkan aku dengan anak kita, kecemburuanku menyakitimu.
Aku cemburu, dia menjadi cinta pertamamu aku hanya takut kau akan kembali lagi padanya.”jujur Adrian.
Haahh......, Alea menghela nafas panjang ia sekarang akhirnya tahu, alasan Adrian melakukan semua itu karena dia merasa cemburu kepada Jery.
Alea sedikit merasa lega karena Adrian tidak meragukan ketulusannya, namun tidak dapat ia pungkiri jika hatinya juga terluka, kecewa dengan perkataan Adrian kepadanya.
“Aku tidak akan pernah kembali padanya, menurut kak Adrian apa aku bisa bahagia hidup bersama orang yang pernah membuatku hampir kehilangan nyawaku?” Tanya Alea menatap tajam Adrian.
“Tidak, aku tidak akan pernah melakukannya kak, lebih baik aku hidup seorang diri dari pada aku harus kembali lagi kepadanya.”ucap Alea lirih.
Adrian memeluk erat tubuh istrinya, menyalurkan semua rasa cinta yang di milikinya pada Alea.
Dia menyesal telah menyakiti hati wanita yang sangat ia cintai, hampir saja dirinya kehilangan Alea karena kebodohannya, menyesali semua kata-kata menyakitkan yang keluar begitu saja dari mulutnya.
Hanya karena merasa cemburu kepada mantan tunangan istrinya, dia melukai hati Alea. Membuatnya merasa sangat bersalah.
“Maafkan aku, disini aku lah yang paling takut kehilanganmu, tapi aku juga yang menyakitimu.”ucap Adrian menatap Alea sendu.
Alea mengulas senyum, Ia menatap lekat manik mata Adrian, ada penyesalan mendalam yang tersirat di dalamnya. Di raihnya tangan milik Adrian ia genggam erat tangan suaminya.
“Aku sudah memaafkanmu, maaf aku sudah membuat kak Adrian meragukanku, jika Jery adalah cinta pertamaku, tapi percayalah kamu lah cinta terakhir dalam hidupku.”ujar Alea mencoba meyakinkan suaminya.
Adrian memeluk istrinya, mencium pucuk kepala Alea. Ia sangat bahagia Alea mau memaafkannya dan memberi kesempatan untuk menjalani kehidupan rumah tangga bahagia bersama istri dan calon buah hati mereka.
__ADS_1