Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Tak akan ku biarkan kau merebutnya


__ADS_3

Tak terasa air mata Alea kembali mengalir, entah kenapa kalimat Mama Amelia membuat hatinya terharu. Dengan penuh kasih sayang, Mama Amelia menyeka air mata menantunya dengan ibu jarinya.


“Apa kamu merasa kecewa sayang, dengan suamimu? Dan kamu juga pasti merasa bingung, kenapa Adrian bersikap seperti ini kepadamu.


Keluarkan semua yang kamu rasakan pada Mama sayang, Mama sangat menyayangimu kau sudah Mama anggap seperti putri Mama.


rasa sayang yang Mama miliki seperti rasa sayang Mama Devi kepadamu.” Terang Mama Amelia seraya membelai lembut rambut Alea.


Alea tampak mengangguk pelan, sejenak ia tampak berfikir.


“Waktu pertama kali Lea mendengar kak Adrian masih meragukan ketulusan cinta Lea, hati Lea rasanya sakit sekali Ma, bukan keinginan Lea juga dia datang menemui Lea di butik kemarin.


Jujur saja Mah, Lea ngga pernah menginginkan dia kembali lagi dalam hidup Lea, itu semua karena Lea sudah memiliki kak Adrian, Lea cinta, Lea sayang banget Mah sama kak Adrian. Sewaktu Lea dengar kak Adrian masih meragukan Alea, hati ini rasanya sangat sakit Mah.


Tapi sekarang Lea tahu, apa yang membuat kak Adrian meragukan Alea. Itu semua karena kak Adrian mencintai Lea kan Ma? Dan Lea juga sangat mencintai kak Adrian, hati Lea sakit karena Lea takut kehilangan kak Adrian Ma.”ungkap Alea dengan sesegukan mengungkap seluruh perasaannya kepada Mama mertuanya.


Mama Amelia menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Wanita itu menyunggingkan sennyumannya, senyum tulus seorang ibu yang di tujukan untuk anaknya. Alea bersyukur memiliki seorang ibu mertua yang begitu baik kepadanya.


“Kamu tak perlu khawatir sayang, perasaan Adrian kepadamu juga begitu dalam dan tulus, dia sangat mencuntaimu, Mama yakin kalau Adrian sebenarnya tidak benar-benar meragukanmu, dia hanya sedang cemburu kepadamu karena orang lain yang menjadi cinta pertamamu, bukan dia. Kalian beruntung karena kalian saling memiliki satu sama lain, jaga cinta kalian jangan biarkan orang lain masuk di antara kalian,” nasihat Mama Amelia seraya mengelus pelan punggung anak menantunya.


Setelah Alea mengeluarkan semua hal yang mengganjal di hatinya, perasaan Alea saat ini sudah lebih baik, setelah berbicara dari hati ke hati dengan Mama mertuanya. Dan sebuah pengakuan yang ia lakukan, membuat hati nya merasa lega. Ganjalan yang selama ini ia rasakan perlahan mulai terkikis.


Wanita itu kini tengah duduk di gazebo yang menjadi tempat favoritnya, seraya merangkai bunga yang ia masukkan ke dalam vas.

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang memeluknya dari samping, wanita itu memutar tubuhnya seraya tersenyum manis kepada suaminya.


“Bolehkah aku memelukmu seperti ini?” Suara Adrian membuatnya terdiam sesaat sebelum akhirnya melanjutkan perkataannya.


“Kau sudah memelukku saat ini tuan, apakah ada larangan seorang suami memeluk istrinya hem?” Tanya balik Alea dengan menggelengkan kepalanya.



Adrian mengembangkan senyum yang terbit dari bibir nya, membuat detak jantung Alea berpacu lebih cepat. Pria itu semakin erat memeluk Alea.


“Kamu tadi ngobrol apa sama Mama?”


Pria itu meletakkan kepalanya di pundak Alea, menghirup dalam aroma tubuh Alea yang menjadi candu baginya.


Alea melipat bibirnya, ia mengalihkan pandangannya ke sembarang arah untuk menutupi rasa gugupnya saat ini.


Adrian menghentikan kalimatnya, karena mendengar suara dering ponsel Alea.


“Boleh aku lihat ponselku dulu? Siapa tahu itu penting,” ijin Alea sambil menatap Adrian.


“Boleh,tapi setelah ini suamimu lah yang terpenting. Kamu mengerti,” goda Adrian pada istrinya.


Alea hanya tersenyum simpul seraya mengangguk pelan menanggapi ucapan suaminya. Pria itu akhirnya mundur satu langkah, memberi ruang pada istrinya agar ia bisa leluasa bergerak. Alea segera meraih ponselnya yang berada di meja tak jauh dari tempatnya duduk.

__ADS_1


Melihat nomor tidak di kenal yang tertera pada layar ponselnya, Alea sedikit ragu untuk mengangkatnya.


“Siapa?”tanya Adrian yang melihat gelagat aneh sang istri.


“Ngga tau, nomor nya ngga aku kenal.”jawab Alea sedikit ragu.


Adrian segera mendekati Alea dan mengambil alih ponsel istrinya, ia menggeser layar benda pintar itu, lalu meletakkannya pada telinga kirinya.


“Anda siapa? Kenapa pagi-pagi sudah menelpon istri orang!” Desis Adrian dengan suara dingin.


“Maaf jika sudah mengganggu waktu anda dengan Alea Tuan. Saya hanya ingin bicara sebentar dengannya.


“Untuk apa lagi anda mengganggu istri saya, apa anda belum mengerti juga, istri saya sudah melupakan anda, dia tidak butuh anda lagi di dalam hidupnya.”seru Adrian menatap ke sembarang arah.


Alea yang melihat kekesalan sang suami, segera mengelus lengan suaminya.


Laki-laki itu tertwa mendengar kalimat Adrian.


“Anda tidak perlu khawatir seperti itu tuan, anda menang. Saya tidak akan pernah mengganggu Alea lagi untuk beberapa saat.


Namun, jika suatu saat saya kembali dan anda membuatnya terluka, saya pastikan saya menjadi orang pertama yang akan merebutnya dari anda”ucap Jery.


Pria misterius yang sedang menelpon Alea saat ini tidak lain adalah Jery, laki-laki yang pada awalnya tulus mencintai Alea, namun karena keegoisan keluarganya yang telah memaksanya menikahi Hera saat itu membuat cinta dan ketulusan yang pernah pria itu miliki sebelumnya sudah berubah menjadi obsesi ingin memiliki wanita itu kembali.

__ADS_1


Dukung terus author agar lebih bersemangat dalam berkarya, setelah membaca jangan lupa tinggalkan jejak ya reader vote karya autor, like dan berikan kritik dan saran positifmu 😘


See u next chapter, semoga terhibur ya semuanya


__ADS_2