Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Pernikahan kedua


__ADS_3

Dua bulan berlalu, Max sudah berhasil mendapatkan gelar profesornya dengan waktu yang cukup singkat.


Hari ini merupakan hari bahagia bagi Alea dan Max. Pasalnya hari ini mereka tengah menggelar acara pernikahan yang berlangsung meriah.


Acara pernikahan diadakan secara meriah, pada awalnya Alea menolak mengadakan pesta pernikahan yang di adakan secara besar-besaran.


Alea beralasan, jika ini merupakan pernikahan kedua untuknya, dan tak perlu mengadakan pesta yang sangat meriah. Namun tidak dengan Max, pria itu bersikeras ingin mengadakan pesta pernikahan mewah untuk Alea. Ia mengundang puluhan ribu tamu undangan, Max ingin memperkenalkan Alea pada semua rekan kerja dan koleganya.


Max ingin menunjukan pada dunia jika dia tak pernah menyesal memilih Alea sebagai pasangan hidupnya, Max ingin Alea bahagia dan di kenal oleh semua khalayak umum, dan pria itu juga tidak ingin orang lain memandang rendah Alea.


Pesta pernikahan Max dan Alea menggunakan konsep garden party dengan pemandangan yang langsung menghadap ke arah laut.



Acara ijab kabul berjalan dengan lancar. Saat ini pesta mewah nan meriah sedang berlangsung, Audi dan Dini juga terlihat datang bersama dengan pasangan dan anak-anak mereka. Setelah melakukan photo bersama. Audi dan Dini memberikan ucapan selamat kepada Alea dan Max.


“Selamat sayang, semoga kebahagiaan selalu menghampiri keluarga kecil kalian.


Kak Max, tolong kau jaga dan bahagiakan sahabatku ini.”ucap Dini


“Tentu, tanpa kalian minta aku akan selalu membuat nya bahagia.”jawab Max dengan senyum bahagia yang terus terukir indah di bibirnya, seraya memeluk pinggang ramping Alea dan mengecup pucuk kepala wanita yang baru saja resmi menjadi istrinya.


“Lea, akhirnya lu mendapatkan kebahagiaan yang selama ini lu cari, semoga kalian selalu bahagia dan selalu bersama hingga tua nanti.”seru Audi menyusul sahabatnya Dini memberikan ucapan selamat kepada pasangan pengantin baru itu.


Senyum bahagia terus terukir di bibir Alea dan Max, pernikahan mereka juga tidak luput dari para awak media yang ingin meliput secara langsung acara pernikahan pasangan pengusaha sukses tersebut.


Para awak media menyiarkan secara langsung, acara pernikhan Alea dan Max. Mulai dari acara ijab kabul hingga pesta mewah yang berlangsung meriah dan romantis.


Jam sudah menunjukan pukul lima sore, Audi dan Dini pamit pulang kepada Alea dan Max.

__ADS_1


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Acara pesta pernikahan pun telah usai, Max membawa istrinya menginap di hotel mewah yang letak nya tidak jauh dari acara resepsi pernikahan mereka.


Sebelum menuju hotel, Alea sudah mengganti gaun pengantinnya dengan dres motif bunga-bunga miliknya.


Saat ini Max dan Alea sudah sampai di hotel yang menjadi tujuan Max. Pria itu menggendong Alea ala bridal style hingga masuk ke dalam kamar hotel yang sudah di hias sedemikian rupa, suasana di dalam kamar terlihat sangat hangat dan romantis.


“Sayang, aku mandi dulu badanku sudah terasa lengket.”seru Max pada istrinya.


“Hemm.” Alea menganggukan kepala sebagai jawaban.


Setelah Max masuk ke dalam kamar mandi, Alea mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar. Kamar pengantin mereka di hias dengan rangkaian bunga mawar putih dan taburan kelopak bunga mawar putih di atas ranjang berukuran king size.



“Kamar ini indah sekali.”monolog Alea


Tiba-tiba air matanya menetes membasahi pipi, ia kembali teringat pada Adrian, saat pernikahannya dulu dengan Adrian, pria itu juga menghias kamar pengantin mereka dengan bunga-bunga segar dan cantik.


“Aku merindukanmu.”ucapnya seraya mendekap tubuhnya sendiri.


Maafkan aku, aku tak bermaksud melupakanmu dan menggantikan posisimu di hatiku, Alexa membutuhkan seorang ayah. Dan itu ada pada Max.”


“Walau aku telah menikah dengan pria lain, kau akan selalu ada di dalam hati kami, aku dan putri kita tak akan pernah melupakanmu.


Mendengar Max membuka pintu kamar mandi, dan selesai membersihkan tubuhnya, dengan cepat Alea mengusap air mata yang tadi sempat menggenang dan menetes membasahi pipi nya.


Walau bagaimanapun Max sudah menjadi suaminya sekarang, dan tak seharusnya ia terus menunjukan di hadapan pria itu tentang cintanya pada mendiang suaminya, yang masih ia simpan di dalam hatinya.

__ADS_1


Alea tidak ingin menyakiti hati Max dan merusak suasana indah pernikahan mereka. Alea sadar Max pria yang baik dan mau menerima segala kekurangan yang ada pada dirinya. Wanita itu bertekad tidak akan pernah menyakiti hati Max.


Alea akan berusaha menjadi istri yang baik. Dan juga akan berusaha mencintai Maxsepenuh hati. Wanita yang baru saja resmi menjadi seorang istri itu sadar, mungkin saat ini cinta yang dia miliki pada suaminya masih sedikit.


Namun ia percaya, seiring berjalannya waktu cinta itu akan semakin bertambah.


Max keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang ia lilitkan di pinggangnya, dan satu tangannya yang lain ia gunakan untuk menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


Max melihat istrinya sedang berdiri di depan jendela dan memandang ke arah luar. Wanita itu terlihat sedang melamun dan tidak menyadari keberadaan suaminya yang sejak tadi berdiri tak jauh dari wanita itu berdiri. Dan terus memperhatikan istrinya.


“Sayang, apa yang sedang kau lakukan disini?”tanya Max dengan mengusap lembut bahu istrinya.


Alea tersentak, ia terkejut tiba-tiba Max memeluk nya. Sesaat Alea reflek, dengan sedikit memundurkan tubuhnya. Ia seakan lupa dengan statusnya saat ini.


Max mendapat reaksi penolakan dari wanita yang telah resmi menjadi istrinya pun mengernyitkan kening, merasa bingung melihat tingkah istrinya yang seakan tidak mau dia sentuh.


“Sayang, kau kenapa? Apa kau sedang tidak enak badan? Apa kau sakit !”tanya Max khawatir.


“Ah, ti-tidak aku tak apa. Maaf aku ingin membersihkan tubuhku dulu.”ucap Alea dan dengan cepat ia berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, wanita itu terus merutuki kebodohannya sendiri, karena sudah bersikap tidak sepantasnya kepada Max suaminya.


“Bodoh-bodoh, kenapa tadi aku bisa lupa kalau aku dan Max sudah menikah, kenapa aku malah menghindarinya.”ucap Alea seraya berjalan mondar mandir di dalam kamar mandi dan menggigit kukunya.


Alea saat ini merasa perasaannya campur aduk dan menjadi tak menentu, ia bingung akan bereaksi bagaimana jika nanti Max mempertanyakan sikapnya yang sudah jelas terlihat menghindari pria itu.


Ia sama sekali tidak ingin jika suaminya akan mengetahui, jika dirinya masih menyimpan cinta nya pada Adrian mendiang suaminya


Tiga puluh menit berlalu, Alea masih juga belum terlihat keluar dari dalam kamar mandi. Max yang sejak tadi tidak berhenti mengkhawatirkan istrinya pun berjalan ke arah kamar mandi, di ketuknya pintu kamar mandi itu.

__ADS_1


Max terus mengetuk pintu kamar mandi. Saat ia akan kembali mengetuk pintu kamar mandi, tiba-tiba ia melihat pintu kamar mandi terbuka lebar, dan ia melihat istrinya baik-baik saja, pria itu juga terlihat menghembuskan nafas lga.


__ADS_2