Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Belanja


__ADS_3

Rumah Alea


Di sisi lain Alea saat ini tengah merasa bosan di rumah. Tadi pagi Adrian kembali melakukan perjalanan dinas ke luar kota selama tiga hari.


Alea saat ini pun merasa uring-uringan, pasalnya Adrian telah melarangnya untuk pergi kemana-mana jika hanya pergi seorang diri.


“Lama-lama aku bisa mati karena bosan.” Rutuk Alea pada dirinya.


“Kak Adrian sungguh keterlaluan, bukankah dia juga tahu jika ibu hamil itu membutuhkan udara segar, kenapa dia justru malah mengurungku di rumah seperti ini.” Ucap Alea terus uring-uringan.


To****k...


T****ok...


Tok...


Suara ketukan pintu di depan kamar Alea, ia berjalan menuju pintu dan membukanya.


Clek...


Pintu kamar pun ia buka, di lihatnya Mama Devi tengah berdiri di depan kamar Alea. Benar saja, saat ini Adrian menitipkan istrinya di rumah ibu mertuanya selama ia melakukan perjalanan bisnis di luar kota.


Awalnya ia ingin menitipkan Alea pada Mama Amel, namun dengan tegas istrinya menolak. Alea mengatakan pada suaminya jika ia sangat merindukan kamarnya, juga merindukan kedua orang tua nya. Adrian pun akhirnya mengalah ia memutuskan untuk menitipkan Alea pada kedua orang tua nya selama dia tidak berada di rumah.


Semenjak kehamilan Alea, Adrian selalu merasa tak tega jika harus meninggalkan Alea sendiri di rumah hanya bersama para pelayan, ia merasa jika istrinya akan lebih aman saat bersama Mama nya atau dengan kedua mertua nya.


“Kamu kenapa sayang, kok muka nya di tekuk gitu.” Tanya Mama Devi.


“Lea bosen Mama, terus-terusan di kamar ngga ngapa-ngapain.” Ucap Alea manja.


“Kalau kamu bosen kan bisa jalan-jalan di taman belakang.” Ucap Mama Devi.


“Ih, apaan coba Mama ini, kalau jalan-jalannya cuma di sekitaran rumah mah sama aja dong Ma.” Sahut Alea.


“Terus, kamu maunya gimana?” Tanya Mama.


“Aku mau jalan-jalan ke Mall Ma, tapi Kak Adrian melarangku pergi sendiri.” Rajuk Alea.


“Ya udah, kalau Mama yang temani, kamu mau ngga? Lagi pula kita juga sudah lama kan tidak menghabiskan waktu bersama.” Usul Mama.


“Mau, Ma Lea mau banget malah, ya sudah Lea telpon kak Adrian dulu ya mau minta izin.


Mama Devi pun menggeleng-geleng kepala seraya tersenyum melihat tingkah putrinya.

__ADS_1


“Oke sayang, Mama siap-siap dulu kalau gitu.” Ucap Mama Devi berjalan keluar kamar Alea.


Setelah mendapatkan izin dari suaminya Alea dan Mama Devi bergegas pergi ke salah satu Mall terbesar di ibukota.


Jarak rumah orang tua Alea dengan Mall XX tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu sekitar empat puluh menit untuk segera sampai di Mall tersebut.


Mobil Alea pun mulai memasuki area parkiran khusus dalam Mall itu. Saat ini pak Amin lah yang mengantar Alea dan Mama nya pergi ke sana, karena Adrian sama sekali tidak mengizinkan Alea mengemudikan mobil sendiri semenjak ia tahu Alea tengah hamil. Adrian merasa sangat khawatir dengan keselamatan istrinya.


Alea dan Mama Devi pun sudah berada di dalam Mall, mereka berbelanja kebutuhan harian dan bulanan, kebetulan stok kebutuhan sehari-hari di rumah mereka sudah habis.


Setelah berbelanja aneka kebutuhan harian dan bulanan, Alea pun berjalan menuju rak susu, di sana ada berbagai macam merk susu ibu hamil, susu hamil Alea pun juga telah habis.


Saat Alea tengah memilih susu, tiba-tiba ia mendengar seseorang memanggil namanya.


“Alea.” Panggil orang itu.


Alea pun memutar tubuhnya pada sumber suara tiba-tiba.


Deg..., Deg..


Seketika jantung Alea seakan berhenti berdetak, Alea pun berjalan semakin mundur tatkala seseorang yang memanggilnya tadi berjalan semakin mendekat ke arahnya.


Mulut Alea masih terkunci rapat, ia menggeleng kepala mengisyaratkan agar pria itu tidak terus berjalan menghampirinya.


“Bagaimana kabarmu?” Tanya pria itu seraya mengulurkan tangannya, namun di tepisnya kasar tangan pria yang berusaha menyentuhnya.


“Jangan pernah sentuh aku dengan tangan mu itu.” Ucap Alea kasar


Saat ia akan berlalu pergi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba pria itu sudah berhasil menggenggam erat tangan Alea.


“Tunggu Lea, aku ingin bicara sebentar denganmu.” Bujuk pria itu hati-hati ia takut jika Alea akan kembali marah pada nya.


“Lepaskan tanganku.” Bentak Alea.


Saat pria itu akan mengatakan sesuatu, tiba-tiba saja datang seorang wanita tua mengampiri Alea dan pria itu, wanita tua itu masih terlihat bugar dan kuat di usia nya yang tidak lagi muda.-


“Siapa wanita ini sayang?” Tanya wanita tua itu pada cucu nya.


“Dia, Lea eyang.” Jawab pria itu.


“Ah, jadi dia yang namanya Lea, putri Tuan Wijaya, kau sangat cantik nak.” Ucap wanita tua itu.


“Iya saya Lea nek, nenek kenal dengan Papa Lea?”Tanya Lea penasaran.

__ADS_1


“Tidak, nenek hanya pernah melihatnya sekali, saat suami nenek berhasil di selamatkan oleh Papa mu tuan Wijaya.” Ucap wanita tua itu.


“Oh begitu rupanya, saat Lea akan melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba ponsel Alea berdering, seketika pria itu pun melepaskan genggamannya pada tangan Alea.


Drrrt...., drrrt...., drrrt


Alea melihat nama yang tertera pada layar ponselnya, lalu menggeser tombol warna hijau di ponselnya.


Ia pun menjauhkan diri dari pria itu saat menerima telpon.


“Iya sayang, aku dan anak kita baik-baik saja.” Ucap Alea.


“Jangan lupa minum susu hamilmu, dan ingat jangan pernah pergi kemana-mana sendirian.” Ucap Adrian di seberang sana.


Seseorang yang tengah menelpon Alea saat ini adalah Adrian suaminya.


“Kamu cepatlah pulang sayang, aku sangat merindukanmu.” Ucap Alea lalu mematikan ponselnya.


Tepat saat Alea akan memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas miliknya, Mama Devi mengirimkan pesan padanya.


“Mama sudah ada di kasir, kamu di mana sayang?” Cepatlah hari sudah mulai sore. Isi pesan Mama Devi pada Alea.


Alea pun kembali menuju rak susu ibu hamil, ia pun mengambil beberapa kotak susu ibu hamil di sana.


Setelah mengambil susu ibu hamil, Alea kembali memutar tubuhnya, ia melihat wanita tua dan pria itu masih bergeming di tempat semula.


Alea pun berjalan menghampiri mereka, ia berniat untuk berpamitan pada wanita tua itu, Alea gadis yang sopan, ia selalu menghormati orang yang lebih tua dari nya, walau ia tidak mengenal orang itu sekalipun, ia akan tetap berusaha baik dan ramah pada siapapun.


“Nek, maaf Lea pamit pulang dulu ya, sudah sore.” Ucap Alea ramah pada wanita tua itu


Seraya berjalan meninggalkan keduanya, tak lupa ia juga membawa beberapa kotak susu menuju kasir.


“Kamu yakin itu Lea?” Tanya wanita tua itu.


“Iya eyang, dia benar-benar Alea.” Jawab pria di samping wanita tua tersebut.


“Lantas, mengapa dia membeli begitu banyak susu ibu hamil, apa dia sudah menikah?” Tanya wanita tua itu


“Iya, eyang aku dengar dia sudah menikah.” Ucap pria itu sendu.


“Sudah lah jangan terlalu kau fikirkan, ayo kita segera pulang, eyang sudah lelah.” Ucap wanita tua pada cucunya.


Mereka pun akhirnya juga berjalan meninggalkan Mall tersebut.

__ADS_1


__ADS_2