Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Kabar bahagia


__ADS_3

Max pun mengikuti arah pandang sahabatnya, benar saja jika saat ini ia tengah menjadi perbincangan semua orang yang ada di rumah sakit.


“Tidak, biarkan saja mereka mellihat apa yang mereka lihat, lagi pula aku juga tidak peduli dengan apa yang mereka katakan tentangku, yang ku pedulikan saat ini adalah Alea, istriku.”seru Max tak acuh


“Aiish, dasar kau ini, susah sekali mendengar pendapat orang lain, lagi pula apa salahnya jika kau sedikit saja memikirkan apa posisimu di rumah sakit ini.”ucap Ferdy tak mau kalah.


Saat Alex akan kembali membalas ucapan sahabatnya, tiba-tiba dokter yang memeriksa Alea keluar dari dalam ruangan.


“Dokter, bagaimana keadaan istriku, apa dia baik-baik saja”tanya Max khawatir.


Dokter yang memeriksa Alea tadi pun tampak tersenyum melihat ke khawatiran Max pada Alea. Pria yang di kenal tegas, dan dingin itu ternyata seorang pria yang begitu hangat dan perhatian pada istrinya.


“Istri anda tidak apa-apa dokter Max, hanya saja istri anda mengalami kelelahan hingga ia jatuh pingsan, hal ini biasa di alami oleh sebagian wanita yang sedang hamil muda.”ucap dokter menjelaskan.


“Apa.... a pa maksud anda dokter? Apa istri saya sedang hamil dokter?”tanya Max dengan wajah berbinar.


“Iya, betul dokter Max, istri anda sedang hamil, apa anda tidak mengetahuinya?tanya dokter yang di ketahui bernama Lisa.


“Tidak, karena akhir-akhir ini aku sangat sibuk, aku tidak begitu menyadari perubahan nya.”ucap Max sedikit menyesal karena tidak memperhatikan istrinya.


“Kau ini, bagaimana bisa kau tidak memperhatikan keadaan istrimu sendiri hah?”tanya Ferdy lagi pada Max.


“Sudah lah, kau tak usah mengomeliku juga!”


“Saya rasa, anda perlu memeriksakan istri anda pada dokter kandungan, dokter Max. Untuk mengetahui usia kehamilan istri anda.”ucap dokter Lisa lagi.


“Ya, apa yang anda katakan ada benarnya juga dokter Lisa, terimakasih atas saran anda. Setelah ini aku akan membawa istriku menemui dokter Maya.”ucap Max lagi pada sang dokter yang memeriksa istrinya tadi.


“Baik lah, karena sudah tidak ada lagi hal yang harus saya sampaikan, saya pamit undur diri dokter, saya akan kembali memeriksa pasien yang lain.”ujar dokter Lisa membungkukkan sedikit tubuhnya memberi hormat pada pria yang menjadi atasan nya tersebut.


“Terima kasih dokter Lisa.”ucap Max


Dokter Lisa pun berlalu pergi meninggalkan Max, sekarang di luar ruang UGD hanya ada Max dan Ferdy sahabatnya.

__ADS_1


“Selamat untukmu sobat, kau akan segera menjadi ayah lagi.”ucap Ferdy memberikan selamat pada Max.


“Terimakasih fer, aku saat ini sungguh sangat bahagia.”ucap Max dengan mata yang berbinar.


“Kau jaga baik-baik istri dan calon anak yang ada di kandungan istrimu, ku harap setelah kau memiliki anakmu sendiri dari Alea, kau tidak akan melupakan Alexa. Walau bagaimanapun Alexa juga sudah menjadi putrimu sejak kau menikahi ibunya.”ucap Ferdy merasa khawatir jika sahabatnya akan melupakan keberadaan putri semata wayang Alea.


“Kau tenang saja, aku sangat menyayangi Alexa, bagaimanapun aku juga sudah menganggap Alexa seperti putri kandung ku sendiri.”Max mencoba memberi penjelasan pada sahabatnya.


“Syukur lah, aku lega mendengarnya. Ya sudah kau temani lah istrimu di dalam dan aku akan kembali melanjutkan pekerjaanku.”ucap Ferdy berpamitan pada Max.


Max pun menganggukankepalanya sebagai jawaban. Setelah melihat kepergian Ferdy, Max pun berjalan masuk menemui Alea.


Di lihatnya Alea masih tertidur dengan lelapnya, karena efek obat yang di suntikan oleh dokter Lisa tadi. Max perlahan mendudukan tubuhnya di kursi samping Bed Hospital Alea. Di genggamnya tangan Alea, Max junga mengusap lembut tangan istrinya itu.


Max terus menyunggingkan senyumnya, rona kebahagiaan begitu jelas terpancar dari wajah tampan nya.


Tak berselang lama, Alea pun sadar dari pingsannya, wanita itu terlihat menyesuaikan netra mata nya dengan cahaya lampu di ruangan tersebut. Di lihatnya suami nya tersenyum kepadanya.


“Tadi kau pingsan saat menemaniku makan siang.”ucap Max lembut.


Alea pun mulai kembali mengingat kejadian di ruangan suaminya tadi.


“Maafkan aku, aku sudah membuatmu khawatir.”ucap Alea merasa tidak enak karena telah membuat pria yang di cintainya menghawatirkan dirinya.


“No... sayang, jangan katakan itu, kau istriku kau sama sekali tidak merepotkanku.”ucap Max yang seakan tahu apa yang istrinya fikirkan.


Sayang, kenapa kau tak katakan jika kau sedang mengandung?”tanya Max


“Apa a .. aku mengandung?”ucap Alea terkejut.


Melihat reaksi Alea yang terkejut saat mendengar kabar kehamilannya pun sesaat membuat Max berfikir jika istrinya sebenarnya juga tidak menyadari jika dirinya sedang mengandung.


“Iya sayang, kau hamil, kau mengandung buah cinta kita.”ucap Max mengusap lembut perut istrinya yang masih terlihat rata.

__ADS_1


Alea tidak tahu, ia harus merasa senang atau sedih mendengar kabar kehamilannya. Pasalnya usia Alexa masih sangat kecil untuk memiliki seorang anak, dan Alea juga khawatir jika Max tidak akan menyayangi putrinya dari hasil pernikahan dirinya dan Adrian. Alea benar-benar merasa bingung saat ini.


Max melihat reaksi istrinya yang hanya diam saja pun kembali merasa khawatir.


“Sayang, apa yang kau fikirkan? Apa kau tak menyukai kehamilanmu ini?”tanya Max hati-hati. Pria itu ingin memastikan apa yang tengah pria itu rasakan saat ini pada istrinya.


“Ti- tidak sayang, bukan seperti itu maksudku, tentu saja aku sangat senang karena bisa merasakan kembali mengandung, hanya saja.... ucapan Alea terpotong, wanita itu ragu saat ingin kembali melanjutkan perkataannya.


“Hanya saja kenapa hmmm? Apa yang sedang kau fikirkan, apa kau takut jika nanti aku akan lebih menyayangi anak kandungku di bandungkan dengan Alexa, itu kan yang ada di fikiranmu?ucap Max langsung pada intinya.


“Ya, kau tahu dengan benar, Alexa lahir tanpa ayahnya melihatnya lebih dulu, Adrian menderita koma saat aku bertaruh nyawa melahirkan Alexa ke dunia.” Putriku bahkan tidak mengenal ayah kandungnya.


Hanya kau yang Alexa kenal sebagai ayahnya, apa aku tak berhak memikirkan bagaimana perasaan putriku sendiri?”ucap Alea merasa kecewa pada dirinya sendiri.


“Aku tahu kau sangat mencintai Alexa. Dan asal kau tahu, sejak awal aku melihatmu dan jatuh cinta padamu, sejak saat itu pun aku juga sudah memutuskan menyayangi Alexa dan berjanji akan menjaga, melindungi kau dan Alexa melebihi nyawaku sendiri.


Bahkan dengan atau tanpa adanya anak dari pernikahan kita, aku akan tetap mencintai Alexa seperti putriku sendiri.”Max berusaha meyakinkan istrinya.


“Apa kau bersungguh-sungguh dengan apa yang kau katakan baru saja?”tanya Alea dengan wajah bahagia saat menyadari ketulusan Max yang di tujukan kepadanya dan putrinya.


“Hemm..., tentu saja aku bersungguh-sungguh sayang.”


“Sayang, berjanjilah kepadaku, kau tak akan pernah membeda-bedakan anakmu dan putriku Alexa. Ku mohon kau berjanjilah kepadaku, biarkan Alexa tahu jika adiknya ini adalah saudara kandungnya.


Aku tak ingin Alexa merasa jika kasih sayang yang kau berikan padanya berbeda dengan adiknya kelak. Sungguh aku sangat khawatir jika Alexa akan cemburu dan berakhir dengan sifat yang tak baik, aku sama sekali tidak ingin anak-anaku sampai tidak akur nantinya.”ucap Alea lagi yang mengkhawatirkan anak-anak mereka.


Max hanya tersenyum menanggapi ke khawatiran yang di rasakan istrinya saat ini. Max sangat mengerti apa yang Alea fikirkan. Pria itu pun sependapat dengan istrinya, ia tidak ingin sampai salah dalam hal mendidik dan mencurahkan kasih sayang pada anak-anak mereka.


Dukung terus karya author, like komentar postitif dan vote cerita author 😊


Vote akun author juga ya 😘


Maaf baru sempat update karena kesibukan author di dunia nyata

__ADS_1


__ADS_2