Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Rencana Adrian


__ADS_3

Waktu terus berlalu, tak terasa saat ini pernikahan Adrian dan Alea sudah 2 bulan menikah, setelah mereka menikah Adrian dan Alea memutuskan tinggal di rumah milik orang tua Adrian untuk sementara waktu. Karena Adrian sejak awal menikah dengan Alea dirinya berencana untuk tinggal di rumah mereka sendiri.


Pagi ini saat Adrian membuka mata, di lihatnya wanita di sampingnya masih tertidur pulas, masih bermain-main di dalam mimpinya.


Adrian menatap lekat istrinya, ia tersenyum bahagia tatkala ia mengingat bagaimana perjuangannya dulu mendapatkan cinta wanita yang sekarang telah menjadi istrinya.


Adrian merapikan anak rambut istrinya perlahan, agar istrinya tidak bangun, di tatapnya wajah polos istrinya. Kecantikan yang di miliki Alea semakin hari kian bertambah, membuat Adrian setiap hari selalu jatuh cinta dengan istrinya.


Wajahmu terlihat teduh dan sangat cantik, walau saat tidur seperti ini, aku sangat beruntung memilikimu sebagai istriku,” gumam Adrian masih tetap menatap wajah istrinya.


Di usapnya dengan sayang pipi putih mulus istrinya, tangannya bergerak menyusuri setiap inci wajah Alea perlahan turun di bibir tipis istrinya, Alea merasa tidurnya terusik mulai menggeliatkan tubuh dan mengerjabkan mata.


Perlahan ia membuka mata, betapa terkejutnya dirinya saat mendapati suaminya tengah menyentuh bibir manis rasa chery yang selalu membuat candu untuk Adrian. Dan tiba-tiba


Cup,,,,


Morning kiss sayang, Adrian memamerkan deretan gigi rapi putih miliknya. Adrian mengecup lembut bibir Alea.


Kamu sudah bangun kok malah liatin aku sih? Kenapa ngga bangunin aku juga tadi?” Ucap Alea lembut.


Aku ngga tega buat bangunin kamu sayang,” ucap Adrian.


Yaudah aku siapin dulu air untukmu mandi dan baju kerja kamu,” ucap Alea beranjak dari tempat tidur dan mulai menyiapkan segala keperluan suaminya pagi ini.


Adrian hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya, yang selalu sibuk sendiri saat pagi.


Sayang, bathup nya sudah aku isi ya, kamu cepetan mandi gih, biar ngga kesiangan ke kantornya,” ucap Alea saat keluar dari kamar mandi.


Adrian beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke dalam kamar mandi. Memulai ritual membersihkan tubuh nya di dalam sana.


Setelah selesai membersihkan tubuh dan mengganti pakaiannya dengan pakaian kantor. Ia bergegas turun untuk sarapan, di lihatnya istrinya sudah sibuk di dapur bersama Mama nya mempersiapkan sarapan di meja makan.


Selamat pagi, Mah,” sapa Adrian pada Mamanya.


Selamat pagi sayang, ayo kita sarapan sayang,” istrimu sudah selesai menyiapkan sarapan untuk kita” ucap Mama


Setelah menikah dengan Adrian, Alea lah yang selalu sibuk memasak di dapur untuk menyiapkan sarapan dan makan malam untuk suami dan ibu mertuanya, meski ibu maertua dan suaminya melarangnya untuk memasak, Alea selalu memaksa untuk memasak, dengan beralasan itu semua sudah menjadi tugas dan kewajiban untuknya. Dan tentunya itu semua atas izin dari suami dan ibu mertua nya ia memasak.

__ADS_1


Alea mengambil piring dan menyendokan nasi goreng ke dalam piring Adrian.


Ini sayang, makanlah yang banyak,” ucap Alea


Mah,” Adrian dan Alea akan segera pindah,” ucap Adrian tiba-tiba


Mama Amelia tampak terkejut dengan keputusan putranya itu.


Kenapa mendadak pindah sih?” Kalian ngga mau nemenin Mama disini?” Ucap Mama Amel


Bukan begitu, Mah, Adrian sudah memutuskannya sejak Adrian akan menikah dengan Alea. Adrian ingin membangun rumah tangga Adrian sendiri, aku ingin hidup mandiri bersama dengan istriku Ma.


Adrian harap Mama mau mengizinkan kami,” ucap Adrian tegas.


Setelah mendengarkan alasan putranya yang ingin pindah dari rumahnya, sebenarnya ia merasa sedih tapi ia juga tidak ingin bersikap egois karena melarang keinginan anaknya untuk mandiri.


Baiklah, Mama mengizinkan kalian pindah.”


Alea yang sedari tadi hanya diam mendengarkan perdebatan suami dan ibu mertuanya, sekarang tersenyum bahagia karena ibu mertuanya telah memberikan izin untuk pindah.


Terimakasih, Ma,” ucap Adrian dan Alea bersamaan.


Apa itu Ma?” Tanya Adrian.


Setelah kalian menempati rumah kalian sendiri nanti, Mama ingin segera menimang cucu.


Baiklah, kalau itu permintaan Mama, akan segera Adrian wujudkan,” ucap Adrian.


Membuat wajah Alea bersemu merah.”


Bagaimana bisa dia menjawab keinginan ibu nya dengan sesantai itu.” Batin Alea.


Baiklah, Adrian sudah selesai sarapannya, Adrian berangkat ke kantor dulu Ma, pagi ini Adrian ada meeting penting.


Sayang,” aku pergi ke kantor dulu, ucap Adrian sambil mencium kening istrinya.


Setelah Adrian pergi ke kantor, Alea kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Setibanya di kantor, Adrian berjalan di loby gedung Global Jaya Group. Ia berjalan menuju ke arah lift khusus presedir, Adrian masuk ke dalam lift untuk menuju ruangannya yang berada di lantai paling atas gedung itu.


Sesampainya di dalam ruangannya Adrian mendudukan dirinya di kursi kebesarannya yang ada di ruangan itu. Ia kembali berkutat dengan pekrjaanny di layar pc di hadapannya dan file-file yang membutuhkan tanda tangannya.


Tok..., tok..., tok


Mendengar suara pintu ruangannya di ketuk, yang ternyata adalah Alvin assisten pribadi Adrian.


Alvin masuk ke dalam ruangan Adrian dengan setumpuk dokumen yang harus Adrian tanda tangani. “Tuan ini berkas yang harus anda tangani,” ucap assisten Alvin dan langsung meletakkan tumpukan berkas itu di meja Adrian.


“Vin, tolong carikan sebuah rumah untukku secepatnya,” ucap Adrian.


“Kenapa tiba-tiba anda ingin membeli rumah, Tuan?” Tanya assisten Alvin heran.


“Aku ingin mandiri bersama istriku, carikan rumah yang terbaik dan paling bagus, aku ingin memberikan yang terbaik untuk istriku.”


“Baik lah, Tuan akan saya coba carikan,” ucap Adrian dan berjalan keluar dari ruangan Adrian.


Adrian kembali berkutat dengan setumpuk pekerjaannya hingga jam menunjukan pukul 5 sore. Menandakan waktu kerja telah usai.


Adrian pulang dari rutinitas kerja yang melelahkan, ia pulang di antar oleh assisten Alvin, mobil yang di kendarai oleh Alvin sudah memasuki kediaman rumah Adrian, setelah Adrian turun dari mobil, asisten Alvin pun segera pulang menuju rumahnya.


Adrian bergegas masuk ke dalam rumahnya, dan berjalan naik ke kamarnya yang terletak di lantai dua. Di bukanya pintu kamar saat ia masuk ke dalam kamar di lihatnya Alea sedang duduk di sova menonton tv, Alea tidak tahu jika Adrian sudah pulang dan berada di dalam kamar.


Adrian berjalan dan duduk di sova samping istrinya, Alea yang merasakan ada seseorang tengah duduk di sampingnya, Alea berlonjak kaget.


Sayang, kenapa bikin kaget sih? Masuk ngga pakai salam malah bikin kaget.” Ucap Alea kesal.


Kamu saja yang terlalu asik menonton, aku bahkan sudah mengucapkan salam dan memanggilmu beberapa kali tadi.” Ucap Adrian beralasan.


Ya sudah, aku siapkan air untukmu mandi dulu, dan setelah itu segera bersihkan tubuhmu agar kamu kembali segar, sayang.” Ujar Alea sambil mengelus pipi Adrian dengan sayang.


Saat Alea bangun dari duduknya, dan saat akan beranjak berjalan ke kamar mandi tiba-tiba saja Adrian menarik tangannya, mendudukan Alea ke dalam pangkuannya, memeluknya dengan begitu possesive nya.


Sayang, kenapa kau memelukku?” Biarkan aku pergi, aku akan menyiapkan air untukmu mandi.” Ucap Alea.


Sayang,” biarkan aku memelukmu sebentar saja, aku sangat merindukanmu hari ini. Adrian menempelkan wajahnya di ceruk leher istrinya, menghirup wangi vanila di tubuh istrinya yang seakan menjadi candu baginya.

__ADS_1


Baiklah, peluklah aku sesukamu. Dan setelah itu cepat kau mandi, tubuh mu sangat bau sekali sayang.” Ucap Alea mengejek.


Bersambung,”


__ADS_2