Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Menginap


__ADS_3

“Kenapa sayang?”siapa yang telpon !” Adrian.


“Mamah, tadi nanya kita jadi ke rumah Mamah ngga, tadi Mama juga bilang katanya uda masak banyak untuk kita.” Alea.


“Berarti aku makan banyak dong nanti di rumah Mama.” Alea.


“Mama, pasti sengaja masak makanan kesukaan kamu sayang, jadi kamu bisa makan sepuasnya di sana.”Adrian.


“Yey,”


Tapi kak, kalau nanti badan aku jadi gendut karena kebanyakan makan gimana?” Alea


“Ya ngga papa dong kalau kamu gendut, memangnya kenapa kalau jadi gendut?” Adrian.


“Ga, lah sayang, ngapain mesti malu


Lagipula apa pun bentuk tubuh kamu, aku tetep cinta kok sama kamu.”


“Makasih, ya sayang, aku juga cinta sama kamu,” ucap Alea memeluk lengan Adrian.


🍃🍃🍃🍃🍃


Tidak lama, mobil mereka telah sampai di depan rumah keluarga Sanjaya, Alea dan Adrian berjalan masuk ke dalam rumah.


“Sayang, akhirnya kamu sampai juga di rumah Mama, Mama kangen sama kamu sayang,


“Maafin Lea ya Mah, baru sempat nengokin Mama sekarang.


“Ngga apa-apa sayang, Mama ngerti kok. Oh iya Adrian mana, Nak? Kamu kesini sendirian, ngga di antar sama suami kamu?” Tanya Mama.


“Adrian di sini Mah, udah di peluk yang di tanya cuma menantunya aja, anaknya uda ngga di anggap lagi nih.” Rian itu suka bingung deh Mah, sebenernya anak Mama itu Lea apa aku sih Ma.” Celetuk Adrian.


“Hahaha...., kamu ini udah dewasa kok ngambek gitu, malu sama istri kamu Rian.”


“Mama apa kabar?” Sehat kan Mah?

__ADS_1


Mama baik-baik aja aja, sayang.


“Udah ada Lea aja, anaknya di cuekin,” Adrian.


“Rian, Mama udah bosan sama kamu,”


Yuk Le, ikut Mama, biarin aja suami kamu di sini.


Alea tersenyum melihat wajah Adrian yang cemberut, namun Adrian sebenarnya merasa senang melihat istri dan Mama nya sangat dekat.


“Ya udah, kalian istirahat dulu aja di kamar, pasti kalian capek kan, jarak rumah Mama sama rumah kalian kan cukup jauh.


“Biar Mama siapin makan dulu ya.” Oh iya di kamar sudah Mama siapkan baju buat kalian.


“Lea bantu ya Ma,


“Ngga usah sayang, biar Surti aja nanti yang bantu Mama.” Kamu sama suami kamu istirahat dulu aja.


“Makasih,Ma, Lea ke kamar dulu ya.”


Alea berjalan meniju kamarnya, menyusul Adrian yang sudah lebih dulu masuk kamar.


Clek...


Pintu kamar di buka Alea, ia melihat Adrian yang sedang menelpon seseorang. Alea pun meletakkan tas nya di atas meja, dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Alea merendam tubuhnya yang terasa lengket karena cuaca di luar memang sangat panas. Ia pun memejamkan matanya, namun dia merasakan sesuatu, yang ternyata Adrian juga ikut masuk ke dalam bathub untuk berendam bersa Alea.


Bukan Adrian namanya, jika tidak melakukan sesuatu pada Alea. Adrian yang tidak tahan melihat tubuh polos Alea tanpa sehelai benang pun akhirnya mereka melakukannya di dalam kamar mandi.


Yang seharusnya ia lakukan hanya setengah jam namun karena ulah seorang Adrian yang mengajaknya olah raga di kamar mandi, mereka harus mandi sampai dua jam.


Setelah selesai makan siang bersama dengan ibu mertua dan juga suaminya, mereka bertiga pun masuk di ruang tengah keluarga Sanjaya, mereka duduk bersantai di sana.” Alea duduk di sebelah kiri Adrian dengan Mama Amelia di samping kanan Adrian. Mereka terus mengobrol santai di sana.


“Sayang, kalian bagaimana kapan kalian mau kasih Mama cucu.” Ucap Mama Amel

__ADS_1


Mendapatkan pertanyaan itu, Adrian dan Alea hanya saling pandang. Mereka bingung akan menjawab apa.


“Mama sabar ya, Adrian juga ngga mau memaksakan Lea,” lagi pula Lea juga masih sangat muda, jadi kami tidak begitu terburu-buru soal anak.


“Tapi kalian tidak menundanya kan?”


“Tidak Ma, kami tidak menundanya, Mama doakan aja ya ma. Kali ini Alea yang menjawab.


“Oh, iya astaga Mama lupa, Mama punya sesuatu buat kalian, tunggu Mama ambil dulu.” Ucap mama sambil mengambil sesuatu.


Terlihat Mama Amel masuk ke dalam kamarnya dan kembali dengan membawa amplop di tangannya.


“Ini buat kalian, Mama lupa baru sempat kasih ke kalian sekarang.


Alea langsung membuka Amplop itu bersama Adrian, mereka saling pandang saat melihat dua buah tiket bulan madu.


“Itu tiket Honeymoon buat kalian, kalian kan belum sempat Honeymoon dari menikah sampai sekarang.


“Lea juga sudah tinggal menunggu waktu untuk wisuda kan?” Jadi seharusnya tidak ada masalah dengan Honeymoon, iya kan sayang” seloroh Mama Adrian pada Lea.


“I-iya, Mah.” Jawab Alea menatap Adrian dan yang tersenyum juga mengangguk.


“Nah, karena sudah ngga ada masalah lagi, jadi kalian berangkat Honeymoon nya besok lusa. Mama juga sudah membicarakan ini dengan orang tua Alea, dan mereka juga setuju. Jadi bagaimana denganmu Adrian?”


“Lusa Adrian ada meeting penting dengan client kita Mah,


“Kamu tuh, ngga usah mikir kerjaan dulu. Mamah sudah meminta pada Alvin untuk mengurus pekerjaan kamu selama kalian Honeymoon.


“Jadi kalian sudah merencanakan ini semua?” Ucap Adrian frustasi dengan sikap Mama nya.


“Maaf, sayang Mama, dan orang tua Alea sudah ingin menimang cucu hehehe.” Ucap Mama Adrian terkekeh geli melihat reaksi anak dan menantunya.


Alea hanya tersenyum sedangkan Adrian, dia menatap Alea


************

__ADS_1


Haloo kesayangan, terimakasih sudah setia membaca cerita receh dari othor, dan selamat menikmati para kesayangan 😘


__ADS_2