Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Cinta yang Menyiksa


__ADS_3

Alea memutuskan akan menunggu Adrian di depan butik miliknya, saat ia berada di depan butik tiba-tiba melihat seorang pria tengah berdiri di depannya.


Alea tampak terkesiap ketika melihat pria itu tengah tersenyum kepadanya. Senyum yang dapat memikat hati para wanita, namun tidak dengan Alea, senyum itu seketika mengingatkannya pada masa lalu yang menyakitkan.


“Kamu,” Alea tidak bisa melanjutkan kata-katanya, tubuh nya bergeming untuk sesaat.


Saat Alea hendak berbalik masuk kembali ke dalam butik, tiba-tiba saja pria itu berkata.


“Apa kau menyukai kejutan yang aku berikan padamu.” Ucap pria itu mengangkat satu sudut bibirnya.


Seketika Alea menghentikan langkahnya, memutar tubuh nya lalu kembali menatap pria itu.


“Jadi, ka-kau orang nya?” Tanya Alea gugup.


“Ya, aku lah yang mengirimkan semua bucket-bucket bunga itu kepadamu.”ucap pria itu.


“Darimana kau, tahu tempat ini?”teriak Alea yang mulai terpancing emosinya.


“Mencari keberadaanmu tidak lah sulit, sayang.”bisik pria itu tepat di telinga Alea.


Tubuh Alea seketika meremang, gelayar aneh merayap di sekujur tubuhnya.


“A-apa yang kau lakukan, jangan macam macam denganku, kau jangan coba-coba mendekatiku.” Ucap Alea mendorong tubuh pria itu menjauh dari nya.


“Kenapa Lea? Kenapa kamu tegang begitu, aku hanya ingin menyapamu, lagipula apa kau tidak merindukanku?”tanya pria itu menatapnya sendu.


“Tidak, aku sudah menikah, kau jangan pernah mengganggu hidupku, kau bukanlah siapa-siapa lagi untukku.”ucap Alea.


Saat ini Alea merasa takut, pada sosok pria di hadapannya, jika dulu dia sangat mencintai pria itu, bahkan dia sempat ingin mengakhiri hidupnya di saat pria itu lebih memilih perjodohannya dengan Hera, dan berlalu pergi meninggalkannya begitu saja.

__ADS_1


“Jangan pernah kau ucapkan kembali kata-kata haram itu padaku.”teriak Alea pada pria di hadapannya.


“Aku membencimu, sangat-sangat membencimu.”ucap Alea menatap pria itu dengan sorot mata penuh kebencian.


“Kenapa kau sekarang membenciku? Apa karena kau sudah mendapatkan suami yang kaya raya, lantas sekarang kau jadi membenciku?”ucap Pria itu tidak sadar dengan perbuatannya dulu pada Alea.


Saat Alea ingin membalas ucapan pria itu, tiba-tiba saja ia melihat mobil sedan hitam keluaran terbaru milik Adrian memasuki parkiran butik. Adrian melihat istrinya tengah di dekati seoorang pria pun merasa geram, ia memarkirkan mobil nya asal.


Dengan cepat Adrian membuka pintu mobil dan beranjak turun dari mobilnya, Adrian berjalan dengan langkah setengah berlari menghampiri sang istri.


Setelah melihat siapa pria itu, Adrian tampak mengamati pria itu seraya berkata.


“Apa yang anda lakukan di sini, Dokter Jery?”Tanya Adrian emosi, ia tidak bisa menahan amarahnya saat dia tahu siapa pria yang telah mengganggu istrinya.


Pria itu tidak lain adalah Jery, mantan tunangan Alea. Adrian melihat wajah ketakutan Alea langsung menatap Jery dengan tatapan yang sangat sulit di artikan, Adrian membawa Alea ke dalam pelukannya.


Alea menggelengkan kepala, Adrian mencoba menenangkan Alea. Ia merasa lega karena suaminya ada bersamanya, memeluknya sangat erat.


Jery tak kenal kata menyerah, hampir setiap hari dia datang berkunjung ke butik Alea. Walau terkadang ia melihat Alea dari balik kaca mobil atau dari arah luar butik, semua itu dia lakukan agar dia bisa melihat wajah gadis yang dia cintai.


“Dia milikku, sampai kapanpun dia akan tetap menjadi milikku.” Ucap Jery berteriak pada Adrian.


Adrian tampak terkesiap mendengar ucapan Jery, pria itu merutuki kebodohannya, kenapa dia sampai lupa kalau Jery pasti akan kembali mencari istrinya.


“Milikmu? Apa anda yakin dokter?” Tanya Adrian mengejek.


“Apa maksudmu? Tentu saja Alea milikku, dia tunanganku.” Jawab Jery merasa terpojok.


“Siapa tunangan anda dokter? Apa wanita di sampingku ini? Anda ingat baik-baik dokter Jery Alexander yang terhormat.

__ADS_1


Wanita yang anda sebut sebagai tunangan Anda tidak lain adalah istri saya, ibu dari calon anak yang sedang ia kandung.” Seru Adrian santai menanggapi ucapan Jery, seraya mengusap lembut perut buncit Alea.


“Kenapa anda begitu yakin tuan? Saya akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik saya.”ucap Jery memprovokasi.


“Apa anda benar-benar berniat merebutnya dariku?” Seru Adrian menatap Jery dengan pandangan yang sulit di artikan oleh pria itu.


Tangan Jery mengepal, perasaannya berubah menjadi tak nyaman, hatinya terasa sangat sakit sekali.


Alea menatap Adrian dengan tatapan penuh tanya, Adrian yang mengerti arti dari tatapan istrinya pun kembali meyakinkan Alea jika semuanya baik-baik saja.


“Lea” sapa Jery yang sukses membuyarkan lamunan Alea. Ia menatap pria di depannya.


Alea kembali diam, saat ini dia benar-benar bingung, bagaimana cara mengatakan yang sebenarnya pada Jery, jika dia tidak lagi mencintainya. Alea takut akan menyakiti hati Jery walau bagaimanapun Jery pernah mengisi hari-hari nya selama tiga tahun, Jery juga cinta pertama bagi Alea.


“Bagaimana sayang, apa kau bersedia kembali padaku?” Tanya Jery.


Alea masih tetap enggan menjawab pertanyaan Jery, mulutnya masih terus bungkam.


Jery kini menatap Alea dengan tatapan memuja, jika saja Alea tahu di mata Jery tersirat berjuta-juta kata rindu padanya.


Jery sangat merindukan Alea, ia masih saja terus menatap Alea dengan tatapan seperti itu, membuat Adrian merasa risih jika istrinya di pandang pria lain dengan tatapan penuh cinta.


“Berikan jawabanmu kepadanya sayang.” Ucap Adrian seraya mencium kening Alea.


“Maaf, maafkan aku mas, tapi aku benar-benar tidak bisa melakukannya.” Ucap Alea ambigu.


“Apa maksudmu sayang? Apa itu artinya kau akan kembali lagi padanya.” Tanya Adrian dengan mengernyitkan kening tidak mengerti akan maksud istrinya.


Alis Adrian bertaut, seolah menuntut penjelasan dari Alea.

__ADS_1


__ADS_2