Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Kembali Ke Jakarta


__ADS_3

Setelah melakukan Honeymoon selama dua minggu di Swiss akhirnya Adrian dan Alea memutuskan untuk kembali ke Indonesia.


Karena Adrian sudah harus kembali bekerja, Para client penting dari Sanjaya Group juga sudah membuat janji dengan Adrian jauh sebelum ia akan pergi ber bulan madu.


Dan di sinilah mereka sekarang, Mereka masih menunggu keberangkatan. Adrian terlihat memakai kaca mata hitam yang semakin menambah kadar ketampanannya, begitupun dengan Alea, ia juga tak mau kalah dengan sang suami, Ia juga terlihat mengenakan kaca mata hitam miliknya.


Alea terus menahan rasa kantuknya karena terus berada di dalam ruang tunggu dalam waktu yang lama.


Setelah cukup lama menunggu akhirnya mereka sudah berada di dalam pesawat. Alea yang memang merasa sangat mengantuk pun langsung memejamkan matanya.


Adrian melihat istrinya sudah tidur pun langsung menggeser tubuh istrinya dengan membaringkannya di kursi pesawat yang memang bisa di gunakan sebagai tempat tidur. Karena Adrian sengaja memilih kelas bisnis saat ini, agar Alea dan juga dirinya bisa istirahat dengan nyaman selama berada di dalam pesawat.


Setelah membetulkan posisi tidur Alea dan menyelimuti tubuh istrinya sebatas dada, Adrian pun ikut membaringkan tubuhnya dan ikut tidur di samping Alea.


Setelah melakukam perjalanan panjang, mereka saat ini telah sampai di Bandara Soekarno Hatta.


Alvin yang sudah menunggu kedatangan Tuan muda dan Nona muda nya di bandara pun langsung menghampiri mereka dan membantu membawakan koper milik Adrian dan Alea.


Adrian berjalan dengan terus menggandeng tangan Alea menuju mobil.


“Maaf Tuan apa kita akan langsung pulang ke rumah atau ke rumah utama Tuan.” Ucap assisten Alvin.


“Ya, Vin, kita langsung pulang ke rumah saja, aku ingin segera istirahat di rumah, aku dan istriku sangat lelah dan ingin segera pulang ke rumah kami.


“Baik Tuan.” Seru asisten Alvin.


Mobil mereka pun melaju, membelah padatnya jalanan ibukota menuju kediaman Tuan muda Sanjaya.


Sesampainya di rumah, Alea merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, selain karena ia merasakan lelah setelah perjalanan jauh ia juga merasa kepalanya sangat pusing sejak turun dari pesawat tadi.


Adrian baru saja masuk ke dalam kamar pun mengernyitkan dahi, melihat istrinya langsung tertidur dengan satu tangannya menutupi matanya, Adrian berjalan menghampiri istrinya yang sedang tertidur di atas ranjang.


“Sayang, kamu kenapa tidur seperti ini?” Tanya Adrian.


“Mandi lah agar tubuh mu kembali segar, dan setelah itu tidur lah jika kau merasa sangat lelah, aku akan ke ruang kerjaku sebentar.” Ucap Adrian beranjak dari sisi tempat tidur.


Saat Adrian akan melangkah keluar kamar menuju ruang kerjanya tiba-tiba Alea mengeluh pusing dan perutnya terasa mual.


“Kepala ku pusing, dan perutku juga rasanya sangat mual.” Ucap Alea dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Adrian yang mendengar suara istrinya memuntahkan dan mengeluarkan semua makanan yang ada di dalam perutnya pun berlari menyusul Alea di dalam kamar mandi.

__ADS_1


“Sayang, kamu kenapa apa kamu sakit?” Tanya Adrian sambil memijit tengkuk Alea


“Ngga tau, kepalaku rasanya pusing sekali dan perutku juga mual.”Seru Alea.


Adrian terlihat khawatir saat melihat wajah pucat Alea dan memijat tubuh nya.


“Sayang, apa kita ke dokter aja ya.” Bujuk Adrian pada istrinya.


“Ngga usah kak, mungkin saja aku cuma masuk angin dan kecapean aja.” Ucap Alea.


Adrian menggendong tubuh Alea kembali ke kamar dan membaringkannya di atas tempat tidur.


“Kamu, beneran ngga papa?” Tanya Adrian khawatir.


“Aku beneran ngga papa kok, kamu ngga perlu khawatir.” Seru Alea mengusap lembut pipi Adrian.


Adrian akhirnya memutuskan untuk mengalah dan membiarkan istrinya untuk beristirahat. Sementara Adrian duduk di sofa sambil memeriksa pekerjaannya.


Sesekali Adrian menoleh ke Alea melihat istri cantiknya sudah terlelap.


Malam hari saat Adrian dan Alea yang sedang asik menonton Tv.


Tiba-tiba Alvin menelpon Adrian.


“Maaf, Tuan mengganggu anda malam-malam begini, saya cuma mau melaporkan jika Pak Brian dari perusahaan B ingin bertemu dengan anda besok pagi di kantor, beliau ingin membahas kerja sama perusahaan kita dengan perusahaan miliknya.


“Baiklah, kau atur saja pertemuan dengannya besok”ucap Adrian.


Adrian berfikir Bagaimanapun Adrian harus menghormati Brian yang juga pernah bekerja sama dengan perusahaan Adrian.


Brian adalah pria yang berusia tiga tahun lebih tua dari Adrian, Brian di kenal sebagai orang yang penuh dengan ambisi dan akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang di inginkannya.


Saat Adrian tau dia orang yang seperti itu, Adrian pun mencari kesempatan untuk menolak kerja sama dengannya, tapi dengan hati-hati dan penuh perhitungan agar tidak sampai menyinggung perasaannya, bagaimanapun Adrian ingin keluarganya selalu hidup tenang tanpa gangguan dari luar.


“Ada apa sayang?” Tanya Alea saat Adrian selesai menerima telpon.


“Alvin yang telpon sayang,! Kamu di sini dulu ya, aku mau ke ruang kerjaku sebentar, ada pekerjaan yang harus kuselesaikan malam ini juga.” Ucap Adrian sambil mencium kening Alea.


“Kalau kamu sudah mengantuk, tidur lah lebih dulu, tidak perlu menungguku.


“Iya, sayang dan aku akan menunggumu, aku ingin tidur dengan memelukmu, jika kau tidak segera kembali aku tidak akan tidur sampai kau benar-benar datang dan memelukku.

__ADS_1


“Adrian pun merasa heran dengan permintaan tidak biasa dari istrinya.


“Kenapa? Tidak biasanya kau bersikap seperti ini.” Ucap Adrian kembali duduk seraya mencubit pelan kedua pipi istrinya.


“Entahlah, rasanya aku ingin selalu dekat denganmu.”seru Alea.


Adrian pun tersenyum dan berlalu meninggalkan kamar dan berjalan menuju ruang kerjanya.


Di dalam kamar, Alea sudah menguap beberapa kali. Mata nya sudah sangat lelah dan ingin tidur, namun suaminya belum juga terlihat masuk ke dalam kamar.


Alea lalu memutuskan untuk keluar kamar, menyusul suaminya di ruang kerja.


“Kak Adrian kenapa lama sekali ya di ruang kerjanya.” Gumam Alea dan berjalan ke ruang kerja suaminya.


Sedangkan Adrian di ruang kerja tengah fokus memeriksa berkas di tangannya dan memeriksa email yang ada di laptopnya bergantian, tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu ruang kerjanya.


Tok...,


Tok....,


Tok....,


Ceklek..


Suara pintu di buka dari luar, Alea pun berjalan masuk ke dalam ruang kerja Adrian.


“Sayang,” kamu lama sekali di ruang kerjanya?tanya Alea sambil menguap karena memang sudah mengantuk.


Adrian terkesiap mendengar pemilik suara seseorang yang memanggilnya, ia pun tersenyum tat kala melihat istrinya datang menemuinya di ruang kerja dengan mata mengantuk.


“Sayang, kenapa kamu kemari?” Kau bisa tidur jika sudah mengantuk seru Adrian.


“Sudah ku katakan bukan, aku akan tidur jika kau yang memelukku.” Ucap Alea manja.


“Baiklah my queen, ayo kita tidur aku akan memelukmu erat malam ini.” Ucap Adrian.


Adrian pun mematikan laptopnya serta membereskan meja kerjanya sebelum meninggalkan ruang kerjanya.


Bersambung


Jangan lupa berikan saran dan kritik ya reader biar author lebih semangat lagi nulis nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote juga ya


__ADS_2