
Ah..,” benarkah, bahkan wajahmu sudah terlihat sangat merah. Apa kau sedang merasa malu hahaha?”Ucap Adrian tergelak melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan.
Sesudah menyambut para tamu dan melaksanakan acara selanjutnya. Para orang tua menyuruh mereka untuk beristirahat sebentar, karena acara masih berlanjut di malam hari.
Ketika mereka berjalan menuju kamar hotel yang telah di siapkan, setiap godaan dari semua orang di lontarkan untuk Adrian dan Alea,hal itu semakin membuat Alea menjadi gugup, janntung nya berdetak sudah tak karuan.
Di kamar hotel, Adrian membantu Alea untuk melepaskan pernak pernik hiasan yang ada di kepalanya, Adrian berlalu pergi dan berjalan ke dalam kamar mandi, ia sengaja membersihkan tubuhnya terlebih dulu karena Adrian tidak ingin membuat Alea bertambah gugup.
Setelah Adrian selesai dari ritual membersihkan dirinya, Adrian keluar dari kamar mandi. Ia terlihat sudah mengenakan pakaian lengkap dan berjalan mendekati Alea dan duduk di tepi ranjang.
Aku sudah selesai, sekarang kau pergilah mandi, bersihkan tubuhmu setelah itu kita istirahat.
Hmmm...” baiklah,” ucap Alea seraya berjalan masuk kedalam kamar mandi.
Setelah lima belas menit berlalu, Alea telah selesai membersihkan dirinya. Ia berjalan menuju lemari baju yang berada satu ruangan dengan kamar mandi. Alea melihat deretan baju tidur dengan berbagai macam model.
Meskipun rasa gugup masih menyelimuti benaknya, tapi ia mencoa untuk bersikap tetap tenang mungkin.
Gadis itu mengerutkan keningnya, pasalnya deretan puluhan baju yang ada didalam lemari itu. Ia mengambil satu stel piyama tidur berwarna cream, selesai berganti pakaian Alea berjalan gontai ke ranjang kamar hotel duduk berselonjoran dan memainkan ponsel nya. Adrian yang melihat istrinya berselonjor di atas ranjang tempat tidur hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri.
Ia berjalan menghampiri Alea dan duduk di tepi ranjang. Tiba-tiba Adrian memegang kaki kecil milik Alea.
“Sedang apa?”Alea memekik karena kaget seraya menarik kaki istrinya.
“Aku mau memijat kaki kamu ! Sini kaki nya” ucap Adrian lembut melambaikan tangannya.
“Eh, jangan.” Canggung Alea karena merasa tak enak dengan suaminya.
“Loh, kenapa?”Tanya Adrian seraya menarik kaki Alea dan melakukan pijatan kecil.
Alea hanya terdiam memperhatikan yang di lakukan oleh Adrian suaminya itu, ia merasa beruntung karena bisa menikah dengan pria yang sebaik Adrian.
__ADS_1
“Aku sekarang sudah menjadi suamimu, kamu mulai sekarang ngga usah merasa tidak enak denganku ya ! Kamu harus terbiasa dengan pijitan aku. Aku ngga maau kamu kecapekan seperti ini.” Tutur Adrian tanpa melihat Alea karena sedang fokus memijit kaki istrinya.
“Ih, baik banget sih suami aku.” Ucap Alea gemas reflek mencubit kecil kedua pipi Adrian.
“Kamu sengaja mau godain aku??” goda Adrian.
Seketika Alea merona karena malu, ia menundukan kepala tidak berani menatap Adrian.
Adrian yang melihat Alea menunduk karena malu, Adrian merasa tidak tega untuk terus menggoda sang istri. Akhirnya Adrianpun memutuskan untuk mengajak Alea untuk segera tidur mengingat malam sudah semakin larut dan tubuhnya juga merasa sangat lelah.
Yaudah sekarang kita tidur yuk, sudah malam.” Ucap Adrian.
Besok bangun pagi ya??” Pinta Alea.
“Hah, mau ngapain sayang??” Kamu mau masak !” Seru Adrian.
Ih ya ngga lah kak, ini kan di hotel, ya kali aku masak di hotel.
“Alea mau lihat Sunrise di pagi hari dekat pantai,” ucap Alea penuh harap.
Ya, karena saat ini hotel tempat acara pesta pernikahan dan Adrian dan Alea tadi memang di selenggarakan di hotel yang menghadap dengan laut.
“Oke aku akan turuti apapun kemauan kamu, tapi sebelum itu kamu harus menuruti kemauan aa’ Adrian ya !” Goda Adrian menaikan kedua alisnya naik turun.
“Maksudnya??” Tanya Alea polos.
Adrian langsung menindih tubuh Alea, mengungkungnya dalam dekapan Adrian
Dan selanjutnya mereka menghabiskan sisa malam yang begitu panjang sebagai pasangan pengantin baru.
Aktivitas yang dilakukan sampai subuh membuat mereka harus begadang dan tidur hanya beberapa jam saja, hal itu membuat dua sejoli itu terlambat bangun. Sebelumnya Adrian sudah mengatur Alarm di ponselnya.
__ADS_1
Ketika bangun tidur, betapa bahagianya Adrian bisa memiliki sang istri seutuhnya, dirinya tak henti-hentinya mengucap syukur bisa memiliki masa depan seperti Alea.
Dipandanginya wajah putih mulus bersih,bulu mata yang lentik, hidung mancung membuat dirinya gemas sendiri dengan istrinya.
“Semalam aja heboh banget mau lihat Sunrise, sampai mmengganggu konsentrasi suaminya tapi sekarang malah dia sendiri masih tidur.” Gumam Adriansembari mengelus pipi Alea dengan jemarinya.”
Melihat Alea tidur begitu pulas, membuat Adrian tidak tega untuk membangunkannya, tapi mengingat Alea merengek semalam akhirnya Adrian membangunkan sang istri.
“Honey... bangun yuk ! katanya mau lihat Sunrise” seru Adrian lembut masih mengelus pipi Alea.
Alea yang masih terlelap merasa tidak terganggu sama sekali oleh gangguan sang suami, berulang kali Adrian mencoba membangunkan Alea, hasilnya tetap sama.
Akhirnya Adrian memberikan kecupan bertubi-tubi di seluruh wajah Alea, tetapi gadis mungil itu masih setia dengan tidurnya. Adrian akhirnya pun mengangkat tubuh sang istri ala bridal style menuju kamar mandi karena tidak ingin menyiakan waktu.
Menurunkan tubuh mungil Alea dalam posisi berdiri dengan hati-hati, menahan tubuh Alea agar tidak jatuh, merasa tidurnya terganggu, Alea membuka mata, ia melihat ke sembarang arah dengan tubuh yang belum sepenuhnya sadar. Mellihar ke arah Adrian dengan tatapan bingung. “Loh aku kok ada disini? Ini kan bukan kamar gue!” Gumam Alea belum sepenuhnya sadar.
“Ini kamar pengantin kita sayang, kalau kamu lupa.” Adrian yang gemas mencium hidung istrinya sekilas.
“Kamar?? Pengantin?? Kapan gue nikah ya?” Ujar Alea tanpa dosa menggaruk kepala yang tidak gatal.
“Semalam kita sudah menjadi suami istri, sayang. Jadi... kita tidur di kamar hotel, saat ini pun kita masih berada di kamar hotel,” ucap Adrian gemas sambil memperbaiki rambut istrinya yang berantakan.
Alea yang berusaha mengingat mengernyitkan keningnya, setelah ia mengingatnya Alea hanya nyengir memamerkan gigi nya yang rata. “Oh, iya, gue lupa.” Polos Alea masih menahan rasa kantuknya.
“Gemesin banget sih istriku ini,” ucap Adrian seraya mencubit kedua pipi Alea dengan sayang.
“Tidur lagi yuk kak! ngantuk.” melepaskan pegangan suaminya lalu berjalan menuju pintu kamar mandi.
“Ehh, tunggu bukannya kamu mau lihat Sunrise ya! Ucap Adrian seraya mmenahan tubuh Alea.
“Ih.... aku ngantuk kak, badan Alea juga masih pegal nih” manja Alea menghentakan kakinya.
__ADS_1
“Semalam kan kamu yang pengen banget mau lihat Sunrise, sekarang ayo kita cuci muka, jangan lupa gosok gigi ya! Mumpung kita masih ada waktu,” bujuk Adrian lembut.