
Satu bulan berlalu, Pengadilan Agama akhirnya mengabulkan permohonan perceraian Jery dan Hera. Pagi hari ini merupakan sidang putusan perceraian mereka, baik Hera maupun Jery keduanya sama-sama menghadiri sidang putusan perceraian mereka.
Sidang putusan perceraian di Pengadilan Agama tidak berlangsung lama, karena isinya hanya membacakan keputusan hakim mengabulkan gugatan perceraian Jery. Selama sidang berlangsung kedua nya pun saling diam, ekor mata Hera beberapa kali terlihat melirik pria yang sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya.
“Apa aku bisa bahagia mas, tanpa kamu di sisiku.” Gumam Hera seraya mengusap sudut matanya.
“Maafkan keegoisanku mas, aku seperti ini karena terlalu mencintaimu.” Batiin Hera.
Setelah mendengar keputusan Hakim baik Hera atau pun Jery keduanya sama-sama menghela nafas panjang, jika rasa syukur yang Jery ucapkan, namun tidak dengan Hera, air mata nya tidak bisa ia bendung lagi, batinnya perih karena telah berpisah dari suaminya.
Rona kebahagian karena telah berpisah dari Hera pun tergambar jelas di wajah Jery, walau dia telah menyandang status duda ia tetap merasa bahagia, ia akan memulai menata hidupnya kembali.
Sebenarnya jauh di dalam hati, Jery juga merasa sedih, ia juga menyayangkan pernikahannya tidak dapat di pertahankan.
Walau bagaimanapun Hera juga pernah mengisi hari-hari nya selama satu tahun membina rumah tangga.
Sedangkan Hera, ia merasa sangat terpukul, Hera terus menangis tanpa henti. Bahkan ketika kedua orang tua nya mengajaknya pergi dari Pengadilan Agama Hera bergeming enggan meninggalkan tempat itu, ia masih ingin terus melihat mantan suaminya itu.
“Ayo sayang, kita tinggalkan tempat ini.” Ucap Nyonya Lisa.
“Hera masih mau di sini Ma.” Ucap Hera.
“Sadar lah nak, kalian sudah berpisah, ayo kau ikut bersama kami.”ucap Tuan Adam.
“Tapi, Mah, Pa, mas Jery masih ada di sini aku ngga mungkin tinggalkan dia di sini sendiri.
Sementara Nyonya Lisa sudah tidak kuasa menahan kesedihannya pun memilih pergi meninggalkan Hera bersama Tuan Adam di sana. Air matanya pun sudah merembes membasahi pipi nya.
Jery berada tidak jauh dengan keluarga mantan istri nya pun berniat menghampiri mereka, namun tepat saat Jery melangkahkan kakinya Tuan Alexander mencegah putranya menghapiri keluarga mantan istrinya itu.
“Tidak usah, tetaplah berada di tempatmu seperti ini.” Ucap tuan Alexander.
__ADS_1
“Tapi Pah, aku kasihan pada Hera.” Ucap Jery.
“Apa kau lupa nak, siapa mantan istrimu itu, apa Papa perlu mengingatkanmu kembali tentang apa yang telah mereka lakukan terhadapmu.” Ucap tuan Alexander menatap tidak suka pada keluarga mantan menantunya.
“Lebih baik, sekarang kita pulang ke rumah dan kita tinggalkan tempat ini.” Seru tuan Alexander.
Jery pun menganggukan kepala sebagai jawaban, Jery dan Papa nya pun berjalan meninggalkan Pengadilan Agama.
Dari kejauhan Hera terus memandang punggung mantan suaminya semakin menjauh dari tempat itu, seketika tangis Hera pecah.
Ia berharap perceraiannya dengan Jery hanya sebuah mimpi, namun kenyataan nya sangat menyakitkan, perceraiannya dengan Jery pun benar-benar terjadi.
“Aku benar-benar sudah kehilangannya Pah, aku kehilangan mas Jery, apa yang harus ku lakukan sekarang.” Raung Hera memeluk punggung Tuan Adam.
“Kau harus sabar sayang, percaya lah suatu saat kau akan mendapatkan laki-laki yang lebih baik darinya.” Ucap tuan Adam menenangkan putrinya.
Tuan Adam pun akhirnya membawa Hera pulang ke rumah mereka, sebagai seorang Ayah hati tuan Adam juga terluka melihat keadaan putri semata wayangnya terus menangisi laki-laki yang sangat di cintainya. Namun Tuan Adam tidak bisa berbuat apa-apa, semua kesalahan terletak pada Hera, tuan Adam dan nyonya Lisa tidak bisa melarang Jery menceraikan putrinya.
Di kediaman Alexander tempat Jery berada sekarang, setelah meninggalkan Pengadilan Agama ia memutuskan kembali ke rumah kedua orang tua nya. Jery ingin menenangkan hati dan pikirannya.
“Apa rencanamu setelah ini Son?” Tanya tuan Alexander.
“Entah lah Pa, aku juga belum tahu pasti.”jawab Jery.
“Papa harap, kau bisa kembali menata hidup dan mencari kebahagiaanmu lagi.”ucap tuan Alexander.
“Apa aku bisa merasakan kebahagiaan kembali Pa?” Tanya Jery.
Kali ini suara Jery terdengar putus asa. Tuan Alexander pun tidak bisa berkata apa-apa, ia sadar betul jika semua hal yang terjadi pada Jery juga karena kesalahannya. Ia yang selalu memaksa putranya meninggalkan Alea.
“Sebenarnya, aku ingin menemui Lea, Pa.”seru Jery.
__ADS_1
“Untuk apa lagi kau menemuinya? Bukankah kau pernah bicara pada Papa jika Lea sudah menikah bahkan sekarang dia juga sedang mengandung Jer!” Tanya tuan Alexander tidak mengerti dengan jalan pikiran anaknya.
“Aku hanya menginginkan Lea, Pah, dia saat ini memang benar tengah mengandung, untuk itu aku ingin meminta izin pada Papa.” Ucap Jery.
“Izin?” Izin untuk apa sayang” sahut Nyonya Mira.
“Jery minta izin pada Mama dan Papa, jika suatu saat nanti terjadi sesuatu pada Lea dan suaminya, aku ingin meminta izin kalian untuk menikahi Alea, dan mau menganggap anak Alea seperti cucu kalian sendiri, begitu juga denganku aku akan melakukan hal yang sama.” Ucap Jery yakin.
“Dan aku ingin kembali melanjutkan pendidikanku mengambil gelar dokter spesialis penyakit dalam.
“Apa kau sudah yakin dengan keputusanmu?” Tanya tuan Alexander
“Jery yakin Pah,”
Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu, Papa tidak bisa berbuat apa-apa lagi, tapi satu hal yang harus kau ingat, jangan pernah kau merusak rumah tangga Alea, jika Alea sendiri yang memutuskan untuk kembali lagi padamu maka kami akan merestuimu.
Wajah Jery berbinar bahagia, cinta nya pada Alea begitu dalam, hingga tidak ada ruang kosong di hati Jery untuk wanita lain.
“Terima kasih, Pa, Ma, aku janji tidak akan merusak rumah tangga Alea, aku hanya akan terus menunggunya kembali.
“Tapi, bagaimana jika Alea tak pernah kembali lagi padamu sayang?” Tanya nyonya Mira khaawatir.
“Mama, tenang aja ya, Jery yakin dan percaya Alea akan kembali lagi padaku, karena dia juga sangat mencintaiku.” Ucap Jery yakin.
Mama dan Papa Jery pun terdiam, mereka tidak akan pernah mempermasalahkan Alea, walau dia memiliki seorang anak sekalipun, Tuan dan Nyonya Alexander sudah memutuskan akan menerima dan menganggap anak Alea seperti cucu mereka sendiri, karena bagi keduanya kebahagiaan Jery lah yang paling penting saat ini.
Sebagai orang tua, mereka merasa takut, khawatir jika Jery sampai melakukan hal bodoh demi mendapatkan apa yang ia inginkan. Tuan dan Nyonya Alexander takut jika putra nya akan menghancurkan rumah tangga orang lain.
Ketakutan mereka kian bertambah, setelah mendengar penuturan anaknya yang sangat menginginkan Alea kembali padanya.
Semoga saja apa yang kami takutkan tidak akan pernah terjadi, jangan sampai cinta yang kamu miliki membutakan hati mu.” Gumam nyonya Mira.
__ADS_1