Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Global Jaya Group


__ADS_3

Mobil mereka telah sampai di depan sebuah gedung yang bertuliskan GLOBAL JAYA GROUP, gedung dengan bangunan yang menjulang tinggi yang terlihat megah dan mewah. Merupakan sebuah perusahaan bonafit milik keluarga Sanjaya.


Alea dan Adrian berjalan dengan bergandengan tangan, sebuah pemandangan yang sangat membuat iri bagi setiap orang yang melihatnya.


Laki-laki yang sangat tampan dengan seorang wanita yang juga sangat cantik.


“Selamat pagi, Tuan, Nyonya,” ucap resepsionis menundukan tubuhnya.


“Pagi, Mba.” Ucap Alea ramah, sedang Adrian hanya bersikap dingin seperti biasanya.


Semua karyawan pun menundukan tubuhnya saat melihat Adrian berjalan masuk.


Alea tersenyum ramah pada setiap karyawan yang menyapanya.


Mereka masuk ke dalam lift husus presedir, yang langsung menuju ke ruangan Adrian.


“Jadi itu istri bos kita, benar-benar sangat cantik, bisik salah satu karyawan.”


“Istri Tuan masih terlihat sangat muda tapi sangat cantik, benar-benar pasangan yang sangat serasi.


Dan masih banyak lagi pujian-pujian yang keluar dari para karyawan yang melihat mereka berjalan bersama.


Adrian benar-benar terus menggenggam tangan Alea dan tidak melepaskannya sama sekali, di dalam lift pun Adrian masih terus menggenggam tangan istrinya itu.


Ting..


Pintu lift terbuka, dan terlihat Alvin menghampiri mereka.


“Selamat pagi, Tuan, Nyonya.”ucap Alvin.


“Pagi, pak Alvin,” ucap Alea ramah.


Adrian mengajak Alea masuk ke dalam ruangannya.


Ruangan kerja milik Adrian sangat besar dan tatanan yang sangat rapi, terlihat juga jendela kaca besar yang memperlihat kan keindahan kota dari atas gedung.


“Kamu duduk di sana dulu ya, aku mau kerja dulu.” Ucap Adrian.

__ADS_1


“Hem,” Alea menganggukan kepala seraya berjalan dan duduk di sofa depan meja Adrian.


Alea duduk di sofa dengan memainkan ponselnya, Adrian sesekali melirik Alea yang masih asik bermain ponselnya.


Setelah cukup lama ia memainkan ponselnya, Alea mulai merasa bosan, ia pun berjalan menghampiri Adrian yang sedang terus fokus menatap laptopnya.


Alea berdiri di samping Adrian dengan melipat kedua tangannya.


“Kenapa?” Tanya Adrian yang menyadari keberadaan istrinya.


“Aku bosan,” ucap Alea.


“Terus kamu maunya gimana, kan kamu sendiri yang bersikeras ingin ikut aku ke kantor tadi.


“Kamu nya sibuk terus sih, dan aku juga kamu cueki dari tadi.


Adrian menepuk paha nya, menyuruh Alea untuk duduk di pangkuannya.


Alea yang mengerti maksud Adrian pun lantas duduk di pangkuan Adrian.


“Emm..., kakak lanjutin aja deh kerjanya, aku tetap di sini menemani kak Adrian.


“Apa kamu yakin, sayang?”


“Kamu ngga ke ganggu kan kalau aku duduk seperti ini di sini.” Seru Alea.


“Asal kamu ngga godain aku aja” ucap Adrian dengan mengedipkan sebelah matanya.


“Sepertinya kamu deh yang godain aku.” Jawab Alea menyeringai.


Adrian pun kembali melakukan pekerjaannya, dengan Alea yang masih berada pangkuannya. Cukup susah memang untuk Adrian bekerja dengan posisi seperti ini, yang membuat Adrian susah berkonsentrasi karena Alea terus menatapnya juga karena sentuhan Alea. Sebagai laki-lai normal Adrian pun merasakan tubuhnya terangsang.


Alea tersenyum licik. Ia berniat untuk mengerjai Adrian, Alea mengalungkan kedua tangannya di leher Adrian dengan meajukan wajahnya di depan wajah Adrian yang tengah fokus bekerja. Ia segaja menggoda Adrian.


“Sayang, kalau kamu seperti ini aku ngga akan bisa tahan.


“Memangnya kamu mau ngapain, kalau aku seperti ini.

__ADS_1


Adrian langsung menarik tengkuk leher Alea dan menciumnya.


Adrian benar-benar tidak tahan dengan Alea yang terus menggodanya seperti ini. Dia terus mencium bibir Alea.


Alea terus menepuk-nepuk pundak Adrian agar melepaskan ciuman nya, karena ia sulit bernapas.


“Kamu mau bunuh aku?”ucap Alea kesal.


“Maaf sayang, kalau saja kamu tidak terus menggodaku aku tidak akan mencium mu seperti itu.” Ucap Adrian dengan wajah tanpa dosa nya.


“Siapa yang menggoda, kan aku cuma menuruti permintaanmu untuk duduk di sini.


“Laki-laki normal pasti akan tergoda, walau hanya dengan posisi yang seperti ini sayang.


Blush.


Wajah Alea seketika merona merah mendengar apa yang di ucapkan Adrian, awalnya Alea hanya berniat untuk mengerjai suaminya, tapi siapa yang mengira jika ia sendiri yang malu karena Adrian malah berhasil menciumnya dengan posisi yang sangat intim untuk mereka berdua.


Alea langsung memeluk Adrian untuk menyembunyikan wajahnya yang merah karena malu. Adrian yang mengetahui jika Alea merasa malu pun menarik satu sudut bibirnya, baginya sikap istrinya ini sungguh menggemaskan. Adrian membiarkannya dan memeluk pinggang ramping Alea.


Adrian menarik bahi Alea yang terus pelukannya.


“Apa kamu lapar, sayang?


“Hem, sedikit.” Ucap Alea seraya menganggukan kepala.


“Adrian mengusap sudut bibir Alea yang masih basah karena ciumannya.


“Ya sudah kita makan siang di luar, oke


karena ini juga sudah waktunya jam makan siang.


“Oke, aku ambil tas ku dulu di atas meja.


Alea berdiri dan berjalan mengambil ponsel dan tas nya yang berada di atas meja dan kembali menghampiri Adrian.


Mereka keluar dengan Alea yang memeluk lengan Adrian dengan manjanya.

__ADS_1


__ADS_2