
1 minggu kemudian
Adrian dan Alea tengah di sibukan dengan persiapan pindah rumah, Adrian sudah membeli sebuah rumah yang akan mereka tempati bersama keluarga kecilnya.
Sayang, hari ini kau tak perlu membawa banyak barang, bawalah pakaianmu seperlunya saja, di sana semua sudah lengkap.” Ucap Adrian pada istrinya yang tengah mengpak pakaian mereka dalam koper.
Baiklah sayang, semua barang-barang yang kita perlukan sudah ku letakkan ke dalam koper.” Ucap Alea.
Kapan kita akan menempati rumah kita, sayang?” Tanya Alea pada suaminya.
Sore ini juga kita akan pindah ke rumah kita.” Seru Adrian.
Waktu berlalu dengan cepat, sore ini Adrian dan Alea akan pindah dari rumah milik orang tua Adrian dan pindah menempati rumah mereka sendiri. Karena Adrian telah menyiapkan rumah untuk mereka berdua dan anak-anaknya kelak.
Adrian ingin memberikan kejutan pada istrinya dengan tidak pernah mengajak serta Alea, saat ia melihat perkembangan renovasi rumah mereka itu.
Sore ini sebelum mereka berangkat, Adrian dan Alea akan berpamitan kepada ibu mertuanya yang juga sangat menyayangi Alea serta sudah memperlakukan Alea layaknya putri kandungnya.
Mah, Alea pamit dulu ya, Lea minta maaf kalau selama Lea tinggal di sini sudah banyak menyusahkan Mama,” ucap Alea pada ibu mertuanya.
Ngga, sayang, selama ini kamu tinggal di sini kamu sudah melakukan banyak hal untuk Mama, dan kamu juga putri Mama. Semenjak kamu ada di rumah ini Mama tidak pernah lagi kesepian,” ucap Mama Adrian menatap menantunya sendu.
Mama, jangan bicara seperti itu, Lea janji sama Mama, akan sering-sering mengunjungi Mama.” Ucap Alea menenangkan ibu mertuanya.
Ayolah, Ma, aku dan Alea hanya pindah rumah, bukan mau pergi berperang,” gurau Adrian.
Pletakkkk....
Awww, sakit Mah, kenapa Mama jitak Rian sih?” Dengus Adrian kesal.
Salah sendiri kamu ngga sopan pada Mama, awas aja ya kalau kamu sampai nyakitin menantu ku ini, tak akan aku ampuni kau.” Ancam sang Mama.
__ADS_1
Mah,” anak Mama tuh sebenernya siapa sih? Rian apa Lea !” Kenapa Mama malah lebih sayang pada Lea dari pada aku yang anak Mama sendiri” ucap Adrian yang pura-pura marah.
Dia putriku satu-satunya, tentu saja aku sangat menyayanginya.” Ujar sang Mama sambil terus memeluk menantunya itu.
Mama Adrian memang sangat menyayangi Alea dan telah menganggap Alea seperti anaknya sendiri, karena itu dulu Mama Adrian sangat ingin menjodohkan Putra semata wayangnya dengan putri satu-satu nya sahabatnya.
“Tapi dia istriku, Mama !” Ucap Adrian tak mau kalah.
Ya sudah, cepatlah kalian berangkat, sebelum hari semakin sore,” ucap Mama Adrian.
Ingat, Rian, jangan pernah kamu sakiti Lea, jaga dan lindungi dia baik-baik, dan cepat berikan Mama seorang cucu. Ucap Mama Adrian.
Iya, Mah, aku janji akan menjaga dan melindungi istriku ini, Mama tidak perlu khawatirkan kami, karena aku juga sangat mencintai istriku.” Ucap Adrian tulus
Jaga diri Mama baik-baik, dan juga jaga kesehatan Mama. Kalau ada apa-apa Mama kabari saja kami, aku dan Lea akan datang kemari.” Seru Adrian.
Adrian sebenarnya, juga tidak tega jika harus meninggalkan orang tua satu-satunya yang ia miliki, harus tinggal di rumah sebesar itu sendirian. Tapi mau bagaimana lagi, ia dan istrinya juga ingin hidup mandiri menjalani kehidupan pernikahan mereka, menghabiskan sisa usia hingga kematian datang menjemput.”
Jarak rumah mereka dan kantor Adrian pun terbilang cukup dekat, yang hanya membutuhkan waktu empat puluh menit. Rumah mereka saat ini jauh lebih dekat jika di bandingkan dengan jarak rumah orang tua Alea maupun Adrian.
Adrian menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah yang terlihat tidak terlalu mewah tapi juga tidak terlihat sederhana. Rumah dengan nuansa abu-abu putih dari luar, bergaya Amerika dengan halaman yang luas dan bunga-bunga indah mengelilingi rumah itu, membuat rumah itu terlihat sangat elegan.
“Sayang kita sudah sampai, ini rumah kita yang baru.” Ucap Adrian sambil membantu Alea turun dari mobil.
Alea turun dari mobil, ia menatap kagum pada rumah yang di desain secara khusus oleh suaminya itu. Rumah mewah dengan dominan dengan nuansa abu-abu dan putih, lengkap dengan kolam renang di belakang dan taman yang sangat indah dan sangat Asri. Alea tak henti-hentinya menatap kagum pada rumahnya.
Sayang, kenapa kamu hanya diam di sini? Apa kamu tidak menyukai rumah ini?” Jika kamu tidak menyukainya aku akan meminta Alvin untuk mencarikan rumah baru lagi untuk kita tempati.” Ucap Adrian.
Alea mengernyitkan dahi, ia tidak habis fikir dengan apa yang ada di dalam pikiran suaminya itu.”
__ADS_1
“Apa sih, yang...?” Aku tuh diem karena saking kagumnya sama rumah ini. Dan aku juga sangat menyukai rumah ini.
Terimakasih suamiku sayang, kau berikan aku begitu banyak kejutan.” Aku tak tahu lagi harus bagaimana, aku sungguh sangat bahagia, aku begitu bersyukur memilikimu sebagai suamiku.” Ucap Alea tulus.
Kalau begitu, lahirkan anak untukku. Hanya itu yang perlu kau berikan untukku, dan cukup menjadi istri serta ibu yang baik untuk anak-anak kita.” Ucap Adrian ceplas-ceplos seraya berjalan meninggalkan Alea.
Alea yang sadar akan ucapan suaminya itu, ia hanya tersenyum dan berlari menyusul suaminya.
Saat mereka masuk ke dalam rumah, Alea kembali dibuat kagum oleh suaminya. Dengan memberikan penataan ruangan yang berkesan modern, minimalis itu yang sangat cocok dengan gaya Adrian dan juga dirinya.
Alea mengedarkan pandangannya memperhatikan seisi ruangan yang di dominasi dengan warna cream putih tulang itu.
“Apa kamu suka dengan rumahnya, sayang?” Tanya Adrian pada istrinya.
“Ah, suka, sayang. Aku sangat suka,” jawab Alea dengan menunjukan senyum mengembang.
Adrian yang melihat Alea terus mengembangkan senyumnya, membuat hati Adrian terasa hangat.
Melihat istriku begitu bahagia, rasanya tidak ada lagi yang aku butuhkan di dunia ini selain dia dan anak kami kelak. Batin Adrian penuh kebahagiaan.
“Ayo sayang, kau harus istirahat sekarang,” kau pasti sangat lelah bukan?
Adrian mengajak istrinya pergi untuk mengistirahatkan tubuh mereka. Saat ini hati Alea dan Adrian di liputi dengan kebahagiaan yang terpancar dengan jelas pada wajah mereka.
Alea pov
Aku dulu berfikir, Tuhan mungkin membenciku sehingga aku harus menjalani hidup yang menyedihkan, karena aku telah kehilangan seseorang yang sangat aku cintai aku selalu berfikir jika Tuhan tidak pernah adil padaku.
Tapi ternyata Tuhan begitu baik padaku. Dia ingin aku merasakan kesedihan agar aku bisa lebih mensyukuri dan menikmati kebahagiaanku yang akan datang. Tapi apakah ini kenyataan? apakah ini bukan hanya mimpi sesaatku?
Aku sangat bahagia memiliki Adrian sebagai suamiku.
__ADS_1