Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Saingan Romantis


__ADS_3

Mereka bertiga mengikuti Adrian dari arah belakang, sesampainya di area parkir Adrian menyuruh istrinya itu masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil Alea hanya diam dan tidak berani menatap suaminya, ia tidak menyangka jika suaminya sudah menunggunya sejak tadi.


Apa kak Adrian semarah itu padaku, tapi aku kan tidak melakukan apapun, tapi kenapa aku merasa ketakutan melihat dia seperti ini. Wajah kak Adrian saat marah terlihat menyeramkan, aku tidak pernah melihatnya seperti ini, bahkan dulu saat dia cemburu dengan Jery tidak seperti ini. Kenapa dia berubah menjadi seperti ini. Batin Alea sembari melirik ke arah suaminya.


Alea tidak pernah mengira jika Adrian sebenarnya memiliki sifat posesif pada istrinya. Karena selama mereka dekat dan sampai mereka menikah dan menjadi pasangan suami istri, Adrian tidak pernah sekalipun menunjukan kemarahannya yang seperti ini di depan Alea. Ia akan bersikap seperti ini hanya kepada bawahan dan pada orang-orang tertentu yang telah berbuat curang padanya.


Setengah jam kemudian mobil yang di kendarai Adrian tiba di rumah nya, Adrian turun dari mobilnya tanpa bicara apa pun. Sedangkan Alea turun setelah suaminya, Alea berjalan mengekor di belakang suaminya.


Alea mengira Adrian akan berjalan masuk ke dalam kamar mereka setelah menaiki tangga, tapi ternyata Adrian masuk ke dalam ruang kerja miliknya.


“Hahhh, aku fikir kak Adrian akan kembali marah padaku.” Gumam Alea dan ia masuk ke dalam kamar.


Saat Alea sudah di dalam kamar, ia merebahkan tubuhnya yang lelah di atas tempat tidu, tapi baru saat ia akan memejamkan matanya yang terasa berat, Alea mendengar notifikasi pesan di ponselnya yang terus berbunyi.


Ting...ting...ting....


Alea membuka ponsel dan membaca pesan di grup chat nya.


Dini : Le, apa kak Adrian marah sama lo?


Audi : Le, lo ngga di makan sama suami lo kan?


Dini : Ehh, Audi, lo fikir suaminya Alea kanibal apa, sembarangan aja lo kalau ngomong,”


Audi : Ya, kali suaminya lagi khilaf Din, kan bisa aja dia makan Alea hehehe...


Dini : Dasar ya lo dy, “ Le, gue khawatir sama lo,”


Audi : Le, kalau kak Adrian ngapa-ngapain lo, Lo jangan lupa teriak yang kenceng ya.”


Dini : Ehh, jangan kebiasaan ngompor-ngomporin deh lo dy.”


Audi : Sewot aja sih lo Din,”


Dini : Bodo ah.”


Audi : Le, lo masih hidup kan?


Dini : Iya, Le kok lo ga bales chat kita sih, jangan bikin khawatir napa !


Alea hanya tersenyum melihat pesan chat dari para sahabatnya itu, sampai Alea tidak menyadari jika sejak tadi Adrian tengah berdiri di depan pintu sambil teris memperhatikan Alea yang tengah tersenyum saat membaca isi pesan chat di ponselnya.


BRAKKK....


Adrian membanting pintu kamar karena kesal, Adrian mengira Alea tengah mengirim pesan dengan pria yang baru saja ia pukul. Sedangkan Alea begitu terkejut saat mendengar bunyi pintu yang di banting oleh Adrian barusan, hingga ponselnya terjatuh.” Apa kak Adrian barusan masuk ke kamar ini, apa dia masih marah ya,” batin Alea.


Alea mengambil ponsel nya yang terjatuh di lantai tadi, lalu ia menaruh nya di atas nakas. Alea berjalan ke arah pintu lalu ia membuka nya, ia tidak melihat ada orang lain di depan pintu kamar. Lalu Alea kembali berjalan menuruni tangga Alea melihat mobil Adrian keluar dari garasi, lalu menghilang di balik pintu gerbang.


“Ada apa dengan kak Adrian, kenapa dia pergi tanpa memberitahu kemana dia akan pergi,” ucap Alea sambil menutup pintu utama.

__ADS_1


Alea kembali masuk ke dalam kamar nya dan melanjutkan tidur nya yang terganggu akibat ulah para sahabatnya.


Sementara itu di gedung Global Jaya Group


Adrian yang baru saja tiba di ruangan nya, ia terlihat sangat kesal, bahkan karyawan yang ingin menyapanya sampai mengurungkan niatnya. Alvin yang melihat Adrian datang pun langsung bergegas menghampirinya.


“Selamat siang Tuan,” ucap assisten Alvin yang baru saja masuk ke ruangan Adrian.


Brakkk


Adrian melemparkan sebuah foto kepada Alvin.


“Cari tahu tentang siapa laki-laki itu, secara lengkap aku ingin informasi nya se detail mungkin,” ucap Adrian dengan suara datar.


Alvin menatap wajah yang ada di dalam foto itu. “Memang ada apa dengan pria ini Tuan, apa dia membuat masalah Tuan?” Tanya assisten Alvin cepat.


“Apa kau tahu tentang anak itu?” Tanya Adrian


“Tentu saya tahu,Tuan pria ini namanya Dion anak kedua dari pemilik perusahaan ADHINATA, Tuan pasti tahu siapa ayahnya,” ucap assisten Alvin.


“Benarkah, apa kau tidak salah? Tanya Adrian cepat.


“Tentu saja tidak, Tuan”jawab assisten Alvin.


Adrian memijat pangkal keningnya yang berdenyut.


Ada apa Tuan, apa ada masalah dengan laki-laki itu?” Tanya assisten Alvin yang melihat sikap tidak biasa pada Tuan nya.


“35 persen,” jawab Alvin cepat.


“Baiklah, kau boleh keluar sekarang.” Ucap Adrian yang kembali beralih menatap laptopnya.


Kalau sudah melihat ekspresi Tuan Adrian yang seperti ini, pasti telah terjadi sesuatu dengan anda Tuan. Batin assisten Allvin.


Baik tuan saya akan kembali ke ruangan saya.” Ucap assisten Alvin memberi bow pada Tuan nya.


Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 5 sore. Kini waktunya untuk para karyawan pulang ke rumah masing-masing. Begitu pun dengan Adrian dan Alvin.


Adrian yang baru saja keluar dari ruangan nya, yang di susul oleh assisten Alvin juga terlihat baru saja keluar dari ruangan nya. Adrian berjalan lebih dulu kemudian di susul oleh assisten Alvin di belakang Adrian.


Adrian sudah berada di dalam mobil yang di kemudikan oleh assisten Alvin, karena Adrian saat ini sedang tidak ingin mengemudikan mobil nya sendiri, sehingga ia meminta assisten Alvin untuk mengantar kan nya pulang.


Sebelum mengemudikan mobil nya, Adrian berpesan untuk mampir di restoran langganannya agar membeli makanan untuk Alea.


“Nanti sebelum pulang kau berhenti di restoran biasanya, aku ingin membelikan istriku makanan.” Ucap Adrian datar.


“Baik, Tuan,” ucap assisten Alvin mengangguk sebagai jawaban.


Mobil Adrian kini melaju membelah padatnya jalanan ibukota, setelah beberapa saat mobil berjalan, tidak lama kemudian mereka telah sampai di sebuah restoran langganan Adrian dan keluarganya.


Mereka berdua kini sudah berada di dalam restoran itu. Mereka duduk di tempat biasa mereka duduki. Adrian memesan ikan bakar dan capcay yang menjadi makanan vaforit istrinya itu. Ia ingin makan malam berdua dengan istri nya di rumah mereka.

__ADS_1


Sembari menunggu Alvin ingin mengorek sedikit informasi, yang menjadi penyebab perubahan pada Tuan dan sekaligus sahabatnya itu.


“Maaf, Tuan, apa boleh saya bertanya?” Ucap Alvin hati-hati, takut jika tuan nya akan marah.


Hemmm, tanya lah,” ucap Adrian datar.


Melihat ekspresi dari Tuannya, dengan susah Alvin menelan saliva nya sebelum mulai bertanya.


Sebenarnya ada apa dengan anda, kenapa anda menanyakan perihal saham yang di miliki oleh orang tua Dion, Tuan?” Tanya Alvin hati-hati.


“Hahhhh,” Adrian menghela nafasnya yang terasa berat. Apakah menurut kamu salah jika saya cemburu,” ucap Adrian dengan nada berat.


“Tentu saja tidak, Tuan, wajar saja jika anda cemburu pada Nona muda, karena dia adalah istri Tuan.” Ucap Alvin.


Jadi apakah menurut kamu saya juga salah, karena sudah memukul laki-laki itu, karena dia sudah mengganggu istriku dengan berani nya dia memegang tangan Alea.


Saat Alvin akan menjawab pertanyaan dari Tuannya, tiba-tiba pelayan datang membawa pesanan yang telah Adrian pesan.


Setelah makanan yang mereka pesan sudah tersedia, Adrian bergegas masuk ke dalam mobil dan di ikuti oleh Alvin dari belakang. Mobil Adrian kembali melaju membelah jalanan menuju kediaman Adrian.


Sementara di rumah, Alea terbangun dari tidurnya, ia meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku, Alea turun dari tempat tidur sambil terus menguap dan berjalan keluar dari kamarnya menuju lantai bawah.


Saat di bawah, ia menyadari jika tidak ada seorang pun di rumahnya. Di lihat nya jam sudah menunjukan pukul 6 dan sosok Adrian belum terlihat di dalam rumah itu sama sekali.


“Kenapa jam segini kak Adrian belum pulang ya,” ucap Alea sambil mengambil air untuk ia minum.


Setelah minum, Alea kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri nya yang terasa lengket. Hampir 30 menit Alea berkutat dengan kegiatan mandinya, kini ia keluar dengan wajah yang terlihat segar.


Ia berjalan ke lemari yang berada di dalam ruang ganti yang juga terletak di dalam kamarnya, Alea mengambil pakaian santai berupa kaos berkerah V dan celana santai. Setelah selesai Alea pun menyisir rambutnya di depan meja rias, ia biarkan rambut panjangnya terurai begitu saja.


Setelah selesai Alea merasakan perutnya sangat lapar, ia pun bergegas turun ke bawah menuju dapur untuk memasak makan malam. Saat ia membuka kulkas dan melihat bahan-bahan yang tersedia di dalam nya, ternyata bahan yang ia perlukan untuk memasak telah habis.


Dan ia berniat akan membelinya di minimarket yang tak jauh dari rumah tempatnya tinggal bersama suaminya, saat Alea berjalan ke arah pintu dan akan membukanya karena ia berniat akan belanja bahan-bahan yang akan ia masak sebelum suaminya pulang. Tiba-tiba pintu sudah di buka seseorang dari luar.


Di lihatnya Adrian yang membuka pintu tersebut, saat Adrian melihat istrinya dengan pakaian santai nya ia bertanya pada Alea.”


“Kamu mau pergi kemana?” Tanya Adrian datar.


“Aku akan pergi ke minimarket yang berada di dekat komplek perumahan ini, aku akan membeli bahan-bahan untuk memasak, karena tadi ku lihat stock bahan makanan di kulkas sudah habis.” Jawab Alea santai.


“Tidak perlu, aku sudah membeli makan untuk kita makan malam.” Ucap Adrian sembari meletakkan bungkusan makanan yang ia bawa tadi di atas meja makan.


Di ikuti Alea yang berjalan mengekori suaminya.


“Kau bersihkanlah tubuhmu, aku akan menyiapkan makan malam untuk kita.” Ucap Alea menatap lembut suaminya.


“Hem baiklah.” Ucap Adrian


Apa dia masih marah? Kenapa dia bersikap begitu datar padaku.” Gumam Alea seraya menyiapkan makan malam.


Bersambung.

__ADS_1


Semoga suka dengan ceritaku ya dear, jangan lupa dukung author biar lebih semangat lagi. Vote author, like dan komen positif ya


__ADS_2