
Adrian hanya terkekeh melihat tingkah sang istri, sebenarnya,Adrian juga sama hal nya dengan Alea, sangat lelah dan mengantuk berat, tetapi demi keinginan sang istri, ia rela melakukan apapun. Ya, bisa di bilang dirinya saat ini seperti budak cinta dari istrinya. Bisa saja Adrian mengikuti keinginan istrinya untuk tidur lagi, akan tetapi hal itu ia lakukan karena ia tidak ingin bersikap egois, semalam Adrian sudah berjanji akan membangunkan Alea dan membawa Alea melihat Sunrise.
Sebenarnya tidak butuh waktu lama untuk melihat Sunrise dari tempatnya menginap, hanya butuh waktu beberapa menit menuju pantai, sesampainya di pantai. Adrian merangkul pinggang istri tercinta, Alea dengan posisi bersandar di dada berotot sang suami,melihat kearah pantai menunggu Sunrise.
Yang di tunggu akhirnya muncul,dengan tatapan kagum melihat Sunrise, Alea mengajak Adrian untuk membuat sebuah tanda love dengan tangan mereka untuk mengabadikan moment yang sangat indah di pagi hari di tepi pantai, hal itu di setujui oleh Adrian dan mengikuti arahan Alea.
Selagi mengabadikan moment, Alea membuka akun sosmednya kemudian mengupload foto yang di ambil di pagi hari yang indah dengan Caption.
“Pagi yang indah sayang❤️
@Adrian_Sanjaya @Dini.Jelita
Adrian hanya tersenyum melihat istrinya, memainkan ponsel semenjak berfoto, dirinya belum menyadari, jika Alea telah mengupload foto tangan mereka karena ponselnya sengaja ia tinggalkan di kamar.
Adrian mengajak Alea kembali ke hotel untuk bersiap, agar bisa sarapan pagi bersama keluarga yang masih berada di hotel.
Sesudah sarapan, mereka kembali bersantai. Alea membuka akun sosmednya, melihat komentar para netizen yang menurutnya lucu sehingga membuatnya tersenyum-senyum sendiri. Hal itu mengundang perhatian Adrian lalu mengintip ponsel milik Alea.
“Kamu kenapa sayang, kok senyum-senyum sendiri??” Tanya Adrian penasaran.
“Belum buka akun sosial media??” Ucap Alea yang masih fokus dengan ponselnya.
Adrian membuka akun sosial medianya, melihat postingan sang istri pun dirinya tersenyum.
“Pantesan aja kamu terlihat senang sekali, ternyata sedang membuat para jomblo kesal,” gemes deh sama istriku ini,” Adrian mencubit pelan pipi Alea.
Apa yang Alea posting pagi tadi seketika membuat teman-teman kampus Alea terkejut, beberapa di antara mereka belum mengetahui jika Alea telah menikah, sontak hal itu menjadi keributan kecil dari para jomblo yang memang mengagumi kecantikan Alea. Mereka bahkan ada yang secara langsung meminta penjelasan pada Alea perihal postingan yang terlihat seluruh dunia.
Mereka menghampiri meje Alea beserta kedua orang tua dan mertuanya, dengan wajah pengen di lempar.
“Hey, Princes itu tangan siapa yang lo posting??” ucap Rafa yang memang belum tahu Alea sudah menikah, setelah sampai di meja Alea.
Alea yang mengerti langsung mengerutkan dahi dan langsung bertanya balik.
“Kenapa emangnya?? Suka-suka gue dong mau posting tangan siapa.!” ucap Alea kesal.
Adrian hanya bisa geleng-geleng kepala, melihat tingkah absurd sang istri. Dirinya tidak tahan untuk tidak tersenyum, semua tingkah yang di lakukan istrinya sangat murni, sehingga membuat siapapun yang mendengar akan tergelak tawa.
“Please deh Alea, malu itu sama suami.” Kata papa Alea pura-pura memijat pelipisnya.
__ADS_1
“Urat malunya udah putus deh om ga kesambung lagi, ada mertua juga masih pecicilan,” goda Alex pada sepupunya.
“Tidak apa-apa, Alea hanya menghibur kita semua, menantuku sangat lucu dan manis,” seru Mama Adrian.
Alea melirik ke arah mertuanya sedang tersenyum akan jiwa pecicilan menantunya, karena malu Alea reflek menyembunyikan wajahnya di lengan Adrian, semua orang melihat tingkah Alea pun terbahak-bahak.
“Makan tuh malu,” ucap para sahabat Alea dengan serempak.
Mama Alea hanya menggeleng-geleng kepala melihat putrinya yang selalu bersikap konyol dan sedikit manja dengan kedua orang tuanya.
dan sekarang bertambah lagi seseorang yang untuk menikmati kemanjaannya.
“Kenapa di sembunyiin di ketek aku sih wajah cantikmu itu?”ucap Adrian menggoda istrinya dengan gelak tawa.
“Aku malu sama Mama kamu...” bisik Alea pada suaminya yang masih menutupi wajahnya di lengan Adrian.
“Baru kali ini gue lihat istri lo punya urat malu Rian.” goda Alex sepupu Alea.
“Hahahahha”, tawa mereka serempak.
Alea yang di tertawakan, wajahnya berubah karena menahan rasa malu.
Karena semua orang menggoda Alea yang bertingkah konyol, bahkan suaminya juga tak mau kalah dengan terus ikut menggoda istrinya. Membuat wajah Alea semakin merah padam. Adrian yang menyadari perubahan Alea yang hanya diam saja, ia memberi pengertian kepada Alea bahwasanya mereka menikmati setiap tingkah konyol yang sangat menghibur dari dalam dirinya.
Tapi kalian sengaja semakin menggodaku, ucap Alea mengerucutkan bibirnya dan itu semakin membuat Adrian semakin gemas dengan nya.
“Hei..” udah dong sayang cemberutnya, nanti aku cium loh kalau masih cemberut,” ucap Adrian terkekeh
“Kok kamu jadi ikutan makin ngeselin sih kak,?” Tanya Alea pada suaminya.
Makin gemes dan makin sayang deh aku sama kamu, Le,” seru Adrian seraya mencubit kecil hidung Alea.”
Bunda, saja ngga keberatan kok sama tingkahmu yang konyol itu sayang, ya kan bun,!” ucap Adrian pada bundanya.
Bunda Adrian hanya tersenyum melihat tingkah anak dan menantunya.
Membuat Alea yang di tatap mertuanya hanya nyengir memamerkan deretan gigi ratanya yang putih.
Iya sayang, apa yang di ucapkan suami kamu itu memang benar, bunda ngga keberatan kok dengan sikap kamu yang seperti ini. Bunda malah suka.” Ucap bunda Adrian.
Kamu cukup menjadi dirimu sendiri saja sayang,” ucap Adrian.
__ADS_1
Mertua Alea, memang tidak pernah mempermasalahkan tingkah Alea, mereka bersyukur akan sosok menantu yang selalu membuat mereka tertawa bahagia, kepolosan yang terpancar dari dalam dirinya, membuat orang di sekitar menyukai sifat yang apa adanya tanpa ada yang di atur atau di rencanakan, semua begitu mengalir apa adanya.
Setelah sarapan kedua orang tua Alea dan sepupu Alea memutuskan untuk kembali lebih awal, karena sudah ada pekerjaan di kantor yang sudah menunggu Papa Alea.
Dan di susul bunda Adrian yang juga akan kembali pulang ke rumah nya, dan di hotel itu hanya tinggal pasangan pengantin baru.
Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya dan juga ibu mertuanya Alea dan Adrian kembali ke kamar mereka untuk beristirahat, karena rencananya pada sore nanti mereka juga akan kembali ke jakarta meninggalkan tempat bersejarah dan penuh kenangan untuk kedua pasangan pengantin baru.
Setelah mereka sudah berada di dalam kamar, Alea berjalan menuju lemari pakaian untuk membereskan pakaian nya dan juga pakaian milik Adrian, saat Alea sedang sibuk memasukan pakaian ke dalam koper, Adrian tiba-tiba datang dan memeluknya dari belakang.
Hal itu membuat Alea memekik karena kaget.
“Kamu tuh ya,” kebiasaan deh suka ngagetin,” ucap Alea.
Adrian yang mendengar omelan istrinya hanya terkekeh geli.
“Sayang...” Adrian
“Hem, ada apa?” Aku sedang sibuk membereskan pakaian kita.” Ucap Alea.
“Nanti, kita pulang ke rumah kita ya,!”
Maksudnya??” Ucap Alea bingung seraya mengernyitkan dahi.
“Iya, jadi nanti kita pulang ke rumah yang sudah aku siapkan untukmu, dan juga untuk anak-anak kita nanti,” ucap Adrian sambil menelusupkan wajahnya di ceruk leher Alea.
Alea yang mendengar ucapan suaminya pun menghentikan aktifitasnya.
Alea berbalik menatap Adrian, lama Alea menatap manik mata suaminya, lalu berkata, kenapa kita tidak tinggal bersama bunda, kan bunda tinggal sendirian?” Seru Alea
No sayang, aku ingin kita mandiri. Kita bisa mengatur segala urusan keluarga kecil kita sendiri dengan bebas, kalau kita tinggal di rumah bunda kita tidak akan bisa dengan bebas di sana.” Ucap Adrian memberi penjelasan dengan lembut pada Alea, karena bagaimana pun Adrian juga sudah terbiasa untuk mandiri, ia tidak ingin rumah tangganya ada campur tangan dari siapapun termasuk orang tuanya sendiri.
Alea yang mendengar penjelasan suaminya pun mengangguk menyetujuinya.”
“Baiklah sayang, kemanapun kamu pergi aku akan ikut serta bersamamu.” Ucap Alea
Adrian yang mendengarnya begitu terharu, ia merasa bersyukur menjadikan Alea sebagai istrinya.
Terimakasih sayang, aku sungguh sangat bahagia memilikimu,” ucap Adrian seraya mencium kening Alea dengan sayang.
Sama-sama suamiku, sudah menjadi kewajibanku sebagai istrimu untuk selalu berada di sisimu kemanapun kamu pergi, aku akan selalu bersamamu.”seru Alea.
__ADS_1
Jangan lupa ritualnya ya shayy,, like vote dan komen positifnya