Cinta Untuk Alea

Cinta Untuk Alea
Kenangan Terindah


__ADS_3

Alea pkiran nya menerawang kembali ke masa lalu, kembali mengingat kenangan nya tentang Jery kembali mengusik.


Saat Alea tengah terlihat diam bergelut dengan pikiran nya, tiba-tiba ia di kejutkan suara langkah kaki seseorang.


Tak...takk..tak


Hai calon penganten” sahut Dini di balik pintu kamar Alea, menghampiri Alea yang berdiri di balkon kamar menghadap arah taman..


Eh elo Din,” kirain siapa” Jawab Alea.


Ada apa, kenapa lo berdiri di sini. Apa yang sedang lo pikirkan??” Tanya Dini yang sangat tahu betul bagaimana Alea, dia yang melihat Alea hanya berdiri dengan pandangan kosong sangat mengerti jika sahabat nya itu ada sesuatu yang ia pikirkan.


“Gue cuma cari angin, gue pikir kalau sebentar lagi mungkin gue akan sangat merindukan kamar ini, kamar gue.


“Yang sudah menjadi saksi hidup gue selama dua puluh tahun terakhir, “ucap Alea berbohong.


Lo ngga bisa bohongin gue, gue sangat tau tentang lo. Lo bilang sama gue Apa yang mengganggu pikiran lo sekarang,” saut Dini.


Ngga tahu lah Din, gue bingung.. apa gue setelah menikah akan bener- bahagia.”Ucap Alea.


Alea yang biasanya penuh senyum dan keceriaan di wajah nya saat ini tatapan nya berubah sendu. Sesekali ia terlihat menyeka sudut mata nya yang kian basah.


Dini yang saat ini sangat mengerti apa yang di rasakan sahabat nya, memeluk dan mengelus pelan punggung sahabatnya agar sedikit merasakan ketenangan.


Kenapa lo berpikir seperti itu?” gue yakin lo pasti akan bahagia dengan kak Adrian. Alea semakin terisak tak kuasa menahan air mata yang sedari tadi coba ia tahan.


Din”.. apa gue salah kemarin biarin mas Jery meminta waktu untuk membuktikan pada gue kalau dia mencintai gue, tapi saat itu gue bener-bener bingung Din, gue ga sanggup ngomong sama dia kalau gue sudah tunangan dengan kak Adrian.


“Dan kemarin saat gue ketemu mas jery di cafe, waktu itu kak Adrian juga ada di sana, dia meeting di sana dan dia juga dengerin semua yang mas Jery omongin ke gue.


“Dan setelah itu dia datang kesini, dia samperin gue di gazebo, dia memohon untuk gue ngga tinggalin dia Din.


“Gue bener-bener bingung, di saat pernikahan gue sudah ada di depan mata, di saat gue sudah mulai bisa menerima kehadiran kak Adrian, kenapa dia harus datang lagi sih Din, kenapa?”Suara Alea terdengar begitu pilu,

__ADS_1


Dini yang berusaha menghibur dan menyalurkan kekuatan juga tak kuasa meneteskan air mata.


“Kenapa hidup gue seperti ini Din, kenapa?Kenapa Tuhan begitu tidak adil, kenapa gue harus merasakan sakit seperti ini.


Suara Lea terdengar parau, tubuhnya yang tiba-tiba merosot ke lantai membuat Dini yang tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dengan baik akhirnya pun ikut terjatuh.


“Lo ngga boleh bicara seperti itu, ini semua sudah Takdir Tuhan yang harus lo jalani dan lo harus sabar jalani garis hidup yang sudah Tuhan tetapkan buat hidup lo. “Ucap Dini yang masih terus berusaha menenangkan Alea.


Hati Lea begitu rapuh, dahulu Lea sosok gadis yang ceria, Lea sebenarnya gadis yang cantik dan cerdas, tapi sejak dia kehilangan laki-laki yang sangat ia harapkan menjadi teman hidupnya, Lea sudah jauh berubah ia terlihat begitu menyedihkan.


Dan kehadiran Adrian dalam hidupnya seakan mampu mengobati rasa sakit hatinya walau tak sepenuh nya, namun kehadiran nya perlahan membuatnya kembali bersemangat menjalani hari-hari nya.


Tapi siapa sangka, jika kemunculan Jery kemarin membuat Lea kembali menjadi begitu menyedihkan. Terlebih di saat ia dan Adrian akan melangsungkan pernikahan. Yang akan terselenggara dua hari lagi.


Lea” lo dengarkan gue ya, lo harus belajar untuk bener-bener lupain mantan lo, karena yang sebentar lagi akan hidup sama lo itu kak Adrian. Dan itu harus selalu lo ingat,” seru Dini dengan sedikit mendorong tubuh Lea agar dia bisa menatap Lea.


Lea menganggukan kepala sebagai jawaban. Ia cerna dengan baik ucapan Dini barusan.


Lea bertekad akan melupakan segala kenangan dan cinta nya pada Jery.


Walaupun dulu Alea sungguh mengharapkan Jery yang slalu ada untuknya, menghabiskan sisa waktu yang mereka miliki hingga menua bersama. Harus ia relakan dan mengubahnya dalam sebuah bingkai kenangan yang begitu indah.


Alea setelah berhenti menangis pun merasakan lelah, dan perlahan-lahan memejamkan mata hingga tidur dengan lelapnya dengan kondisi yang terlihat sedikit pucat,rambut nya yang acak-acakan di matanya juga masih menyikakan sedikit genangan air di sudut matanya.


Dan, Dini masih dengan setia menemani nya. Ia sejak tadi duduk di tepi ranjang yang berukuran king size milik sahabatnya.


Di sisi lain tepat di balik pintu kamar Alea yang sedikit terbuka karena pintu yang tidak di kunci Dini saat masuk ke dalam kamar Alea tadi, Adrian mendengar dan melihat Alea yang menangis meraung-raung. Juga membuat Adrian tak kuasa meneteskan air mata.


Apa cintamu untuknya begitu dalam, hingga membuatmu menjadi seperti ini, apa aku sungguh-sungguh tidak bisa menggantikan tempatnya di hatimu. Aku berjanji dengan segenap hatiku aku akan membahagiakanmu Lea.


Tak akan pernah ku biarkan kau teteskan air matamu yang begitu berharga. Aku akan membahagiakanmu, menjagamu melebihi nyawaku dan itulah janjiku untukmu duhai gadis pujaan hatiku. Gumam Adrian menatap sendu Alea.


Tok....

__ADS_1


Tok....


Tok...


Adrian berjalan menghampiri Dini duduk di tepi ranjang milik Alea. Ia menatap nanar Alea yang tertidur setelah menangis.


Dini terkesikap tatkala ia melihat Adrian masuk ke dalam kamar Alea.


Ia takut jika Adrian menanyakan perihal tentang keadaan Alea yang terlihat sangat tidak baik-baik saja.


Penampilan nya terlihat acak-acakan dan matanya juga sedikit bengkak karena sedari tadi ia terus menangis tanpa henti.


Din,,, “ Adrian


“Iya kak”


“Apa saya boleh bertanya sesuatu?”Tanya Adrian.


“Boleh kak, akan Dini jawab sesuai yang Dini Tahu ya kak,” ucap Dini.


“Apa tidak akan ada tempat di hati Alea untuk saya Din?” Suara Adrian terdengar parau.


“Kak Adrian harus sabar ya kak, beri sedikit waktu untuk Alea bisa benar-benar jatuh cinta pada kakak” ucap Dini.


Terkadang aku merasa jika aku tak akan pernah bisa mendapatkan hatinya. Aku begitu takut tak akan pernah bisa membahagiakan nya. Gumam Adrian dalam hati.


“Apa dia akan bahagia bersamaku Din, aku sangat ingin membuatnya bahagia. Aku sungguh tak ingin kehilangan nya Din? Suara Adrian kian terdengar putus asa.


“Apa aku sangat egois Din memaksanya untuk melupakan cinta pertama nya itu. Karna aku sangat takut kehilangannya.” raung Adrian.


“Aku mengerti apa yang kakak rasakan. Ini semua sudah menjadi takdir kalian.


Tuhan saat ini sedang menguji cinta kalian berdua, kakak harus bisa menerima bagaimanapun kondisi Alea saat ini.

__ADS_1


Like, vote author yuk. Beri dukungan untuk para penulis, dan komentar positifmu dear.


__ADS_2