
Semburat matahari pagi perlahan menembus dan menyinari jendela kamar sepasang suami istri yang masih meringkuk dalam satu selimut yang sama.
Pria yang sudah berstatus suami Alea itu sudah terjaga dan tengah menikmati wajah polos sang istri yang masih tertidur lelap.
Adrian mengulas senyum yang mengembang dari bibir nya, mengusap lembut pipi putih Alea.
“Aku begitu bodoh dan buta, bagaimana bisa aku meragukan cintamu, bagaimana bisa aku melupakan rasa sakitmu kepadanya begitu saja, aku berjanji kepadamu tak akan pernah menyakitimu aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanmu.”gumam Adrian pada dirinya sendiri.
Adrian menyibak rambut Alea dengan satu tangannya, Adrian masih terus memandang wajah istrinya, tatapan mata Adrian beralih pada perut buncit Alea. Di usapnya lembut perut Alea lalu ia mengecup perut itu dan membisikkan sesuatu pada perut Alea, ia berbicara dengan anaknya yang masih ada di dalam kandungan.
“Sayang, Papa sangat mencintaimu, cepatlah besar, kami sudah tidak sabar menantikan kelahiranmu.” Ucap Adrian
Adrian mengembangkan senyumnya tatkala ia merasakan gerakan halus di balik perut Alea, seolah anak yang ada di kandungan istrinya mengerti apa yang di katakan orang tuanya.
Alea menggeliat, merasakan ada sesuatu yang menempel di perutnya. Matanya membulat sempurna saat ia melihat suaminya mencium, mengusap lembut perutnya.
“Kak Adrian, apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Alea dengan suara parau khas bangun tidur.
“Aku sedang berbicara dengan anak kita, memangnya apa lagi yang akan ku lakukan.” Jawab Adrian.
Alea bangun dari tidurnya dan duduk bersila di atas ranjang. Adrian juga mengikuti istrinya melakukan hal yang sama.
Adrian menangkup wajah Alea dengan kedua tangannya, perlahan ia mengecup bibir ranum Istrinya, menatap lekat wajah Alea dengan tatapan penuh cinta.
“Aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu.”ucap Adrian.
“Apa kau masih berfikir akan pergi meninggalkanku? Sampai kapanpun aku tetap ingin kamu bersanding denganku” seru Adrian.
Hati Alea kembali berdenyut, kalimat Adrian membuat pergolakan di batinnya. Cairan bening yang sedari tadi di tahannya, akhirnya jatuh membasahi pipi. Sarah mulai merangkai kata, mengungkapkan perasaannya.
“Selama hidupku, aku hanya mengenal cinta dari Mama dan Papa, jauh sebelum aku bertemu dengan Jery.
Sampai pada akhirnya kami saling jatuh cinta, dan dia menjadi cinta pertamaku, tapi semuanya berubah. Saat aku menerima kenyataan yang memaksaku untuk melupakannya, karena dia lebih memilih menerima perjodohan yang di lakukan oleh keluarganya.
“Sampai kak Adrian datang dalam kehidupanku setelah pertemuan yang tidak pernah kita di jalan waktu itu, dan mengajakku menikah secara tiba-tiba. Pada saat itu kita baru saja saling mengenal.
“Dan akhirnya aku tahu kalau ternyata orang tua kita memiliki rencana untuk menjodohkan kita.
“Setelah kita menikah pun kak Adrian juga masih terus saja meragukan cintaku.
__ADS_1
Alea lalu menatap wajah suaminya, dengan tatapan sendu yang mampu membuat Adrian di rundung rasa bersalah semakin dalam.
“Apa yang harus ku lakukan, agar kak Adrian percaya bahwa aku tulus mencintaimu, dan di sini juga sudah hadir buah cinta kita, dan kau masih saja meragukanku.” Alea terisak saat mengatakan apa yang dia rasakan saat ini.
Adrian menggelengkan kepalanya, sambil berkata.
“Maafkan aku, aku sudah menyakitimu.”ucap Adrian dengan tatapan memohon.
Aku berjanji tidak akan pernah meragukanmu, aku akan selalu di sampingmu, untuk menjagamu. Karena kamu adalah istriku, belahan jiwa ragaku,” ungkap Adrian dengan raut wajah serius.
Alea tersenyum, ada perasaan lega menyusup di benaknya. Mungkin benar ia merasa kecewa atas semua yang ia dengar dari mulut Adrian kemarin, tapi ia juga tidak bisa memungkiri perhatian yang di berikan suaminya kepadanya sellama ini.
“Gombal” celetuk Alea terkekeh.
Seketika wajah Adrian berubah menjadi berbinar senang, senyum Alea benar-benar membuat dunianya semakin berwarna. Ia bahkan tak bisa membayangkan, jika sampai tak melihat senyum itu lagi. Entah apa yang akan terjadi dengan hidup Adrian saat Alea tak lagi bersamanya.
“Apakah kamu sudah memaafkanku sayang?” Tanya Adrian dengan antusias.
“Tergantung!”
Kening Adrian berkerut. “Kenapa bisa begitu?” Tanya Adrian.
“Kita tidak akan pernah tahu, bagaimana hidup kita ke depannya. Aku hanya berharap, kakak tidak lagi meragukan cintaku kepadamu!”
“Kamu adalah takdirku, istriku, wanitaku dan kau adalah separuh dari hidupku. Sejak awal bertemu denganmu. Hatiku sudah yakin, bahwa kamu gadis yang selama ini aku cari.
Alea tersenyum samar, entah sejak kapan dia merasa senang dengan rayuan suaminya.
Adrian akhirnya bisa tersenyum lega, pria itu menggeser tubuhnya agar bisa lebih dekat dengan istrinya. Saat tangannya akan memeluk sang istri, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
“Biar aku buka sayang, kau tunggu sebentar ya!”
Adrian beranjak dari ranjang dan berjalan membuka pintu kamarnya dengan malas.
Adrian dengan malas membuka pintu kamarnya, namun ia begitu terkesiap saat mendapati sedang berdiri di depan kamarnya.
“Mama....”
“Apa Mama mengganggu sayang?” Tanya Mama Amelia seraya mengulas senyum.
__ADS_1
Adrian menggeleng kepalanya pelan.
“Engga Ma, Mama ga ganggu kok! Ada apa Ma?” Kenapa Mama tiba-tiba datang kemari. Tanya Adrian bingung, kenapa sang Mama tiba-tiba datang ke rumahnya.
“Ada hal yang mau Mama bicarakan sama Lea, boleh?”
Kening Adrian tampak berkerut, ia merasa heran kenapa Mama nya tiba-tiba datang dan ingin menemui istrinya.
“Kenapa Rian?” Tanya Mama Amelia yang melihat gelagat aneh Adrian.
“Oh.... tak apa Ma, ayo masuk Ma!” Ajak Adrian seraya melingkarkan tangannya di pundak sang Mama.
Mereka berdua berjalan menghampiri Alea yang masih duduk di tengah ranjangnya. Wanita itu tampak terkejut saat melihat Mama mertuanya berjalan bersama dengan suaminya dan menghampirinya.
“Aku keluar sebentar ya! Mama ingin ngobrol sama kamu sayang,” ucap Adrian seraya mencium kening sang istri dan sang Mama.
Alea hanya menanggukkan kepalanya pelan.
“Silahkan duduk Mah!” Ajak Alea sambil menunjuk sofa di kamarnya.
Suasana hening sesaat, Alea memilih menunggu Mama Amelia memulai pembicaraan terlebih dahulu.
Wanita yang masih sangat cantik di usia nya yang tak lagi muda itu tampak meraih jemari Alea.
“Mama sudah dengar dari karyawan butik kamu. Kemarin awalnya Mama ingin menemuimu, Mama merindukanmu karena Mama tahu saat itu kamu pasti sedang ada di butik, jadi mama putuskan untuk kesana.
Tapi, saat Mama sudah sampai di sana, salah satu karyawan kamu bilang sama Mama kalau mantan tunangan kamu datang dan membuat keributan di sana.”Mama Amel tampak menjeda kalimatnya, Ia mendesah lirih seraya mengeus tangan menantunya.
“Ini bukan kesalahan kamu sayang, Jika dia datang kembali mencarimu. Tapi Mama juga terkejut saat mendengar Adrian meragukanmu, tapi Mama juga sangat bersyukur, dia menemukan gadis yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya.
Awalnya Mama sempat ragu, saat Adrian mengatakan ingin menikahimu, tapi Mama juga bahagia karena rencana kami untuk menjodohkan kalian di permudah jalannya oleh Tuhan.
Percayalah Adrian sangat mencintaimu, dia tidak ada niatan sedikitpun untuk meragukan ketulusan cintamu kepadanya, dia hanya merasa cemburu saja kepada mantan tunanganmu, karena Adrian sangat takut kehilanganmu.”ungkap Mama Amelia.
Tak terasa air mata Alea kembali mengalir, entah kenapa kalimat Mama Amelia membuat hatinya terharu. Dengan penuh kasih sayang, Mama Amelia menyeka air mata menantunya dengan ibu jarinya.
Bersambung
Terimakasih untuk para pembaca setia novel Cinta untuk Alea.
__ADS_1
Dukung terus karya author dengan memberikan rate,like, vote dan juga komentar positif kalian guys.
Semoga menghibur dan selamat membaca 😘