
Satu bulan berlalu, kepergian Adrian masih menyisakan luka di hati Alea. Walau kini ia sudah kembali memulai aktivitasnya di butik.
Alea terus berusaha tegar demi Alexa, ia belajar menjadi ibu dan ayah bagi putri kecilnya secara bersamaan. Semua Alea lakukan demi buah hatinya.
Hari-hari nya ia habiskan bersama dengan Alexa, seringkali Alea membawa putri nya mengunjungi makam Adrian.
Max pun sering bolak-balik Jakarta-Singapura demi mengunjungi Alea. Max semakin akrab dengan kedua orang tua Alea dan Mama Amelia. Max terlihat tulus menyayangi keluarga Alea dan Alexa putri kecil Alea.
Namun Alea masih belum menyadari perasaan Max kepadanya. Karena Alea selama ini hanya fokus membesarkan putrinya dan sibuk mengurus perusahaan Adrian. Seringkali Alea harus bepergian ke luar negeri dan menitipkan putrinya kepada Mama Devi dan tuan Wijaya Papa nya.
Semenjak kepergian Adrian, kondisi Mama Amelia semakin hari semakin menurun. Alea memutuskan untuk merawat Mama mertuanya itu. Alea juga membantu Mama Amelia mengurus perusahaan mendiang suaminya.
Alea yang sekarang sudah berubah menjadi wanita mandiri dan pekerja keras, setiap hari ia akan datang ke perusahaan Adrian, menggantikan posisi Adrian sebagai CEO atas permintaan Mama Amelia.
Berada di bawah kepemimpinan Alea, perusahaan Sanjaya semakin berkembang pesat. Ia membuka banyak anak cabang di beberapa negara maju. Alea semakin di kenal dan di segani di kalangan para Pembisnis.
Sosoknya yang sederhana dan memperlakukan orang lain dengan baik, membuat Alea semakin di segani para kolega nya. Banyak perusahaan besar lainnya yang ingin melakukan kerja sama dengannya.
Pada awalnya, Alea menolak permintaan dari ibu mertuanya yang menginginkan Alea menggantikan posisi Adrian di perusahaan keluarga Sanjaya. Ia mengatakan jika ia tidak berhak atas apa yang di miliki suaminya.
Namun Mama Amelia selalu memaksanya dan meyakinkan Alea, jika hanya dirinya lah yang mampu membantunya mengurus perusahaan dengan bantuan asisten Alvin.
Alea pada akhirnya memutuskan menerima permintaan ibu mertuanya, setelah sebelumnya ia mendiskusikan permintaan Mama Amelia kepada keluarganya.
Sore itu Alea kembali mengunjungi Mama mertuanya di rumah utama keluarga Sanjaya.
“Mah, gimana kabar Mama hari ini?”tanya Alea seraya mencium tangan dan memeluk tubuh rentah wanita yang tidak lagi muda usianya.
“Seperti yang kamu lihat sayang, Mama sudah sakit-sakitan dan mungkin saja sebentar lagi Mama akan menyusul Papa dan suamimu.”ucap Mama Amelia terdengar putus asa.
“Mama ngga usah bicara yang ngga-ngga deh Mah. Mamah sendiri kan dulu, yang mengatakan, jika kepergian kak Adrian itu sudah menjadi takdir Tuhan? Sekarang kenapa Mama putus asa!”
Lea sedih Mah, melihat Mama ngga ada semangat hidup seperti sekarang, apa Mama ngga pengin melihat Alexa tumbuh menjadi seorang gadis, dan melihatnya menikah, bahagia bersama suaminya nanti?”Ucap Alea memandang sendu kepada ibu mertuanya.
“Waktu Mama mungkin ngga akan lama sayang, untuk itu Mama memanggilmu kemari.
Mama ingin memberitahukan hal penting kepadamu.”
“Mah, please jangan katakan itu. Lea sayang sama Mama, Lea masih butuh Mama di samping Lea.”ucap Alea.
Alea tak kuasa menahan air matanya, saat mendengar Mama mertuanya seakan mengucapkan kalimat perpisahan kepadanya.
__ADS_1
“Mama sudah terlalu tua sayang, sedangkan kau berhak mencari kebahagiaanmu. Jangan habiskan waktumu hanya untuk merawat wanita tua ini.”ucap Mama Amelia seraya mengusap lembut pipi Alea.
“Ma, Alea mohon jangan katakan itu.”
Mama Amelia hanya tersenyum tipis menatap wajah menantunya. Seraya berkata.—
“Mama, sudah mengalihkan perusahaan dan semua aset milik keluarga Sanjaya atas nama kamu sayang. Harapan Mama hanya ada padamu dan cucu Mama.
Jaga cucu Mama, baik-baik.”Mama Amelia berpesan pada Alea agar menjaga putri kecilnya dan perusahaan miliknya kepada menantunya.
“Kenapa Mama melakukannya?” Lea hanya menantu Mama, Lea ngga mau menerimanya Mah.”ucap Alea menolak keinginan Mama mertuanya.
“Pada siapa Mama akan menggantungkan harapan Mama, jika bukan kepadamu ! Putri Mama, Mama sudah tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini kecuali kau dan cucu Mama. Kalian lah satu-satunya keluarga yang masih Mama miliki.”
“Kamu memang menantu Mama, namun Mama menyayangimu selayaknya putri kandung Mama.
Mama selama ini tidak pernah menganggapmu sebagai menantu di rumah Mama, melainkan menanggapmu sebagai anak kandung Mama.”ucap Mama Amel tulus.
Alea memeluk tubuh Mama Amelia erat. Ia sangat bahagia ada di tengah-tengah keluarga Adrian. Alea tidak pernah menyesali pernikahannya dengan Adrian, sebaliknya ia sangat bersyukur, menjadikan Adrian sebagai suaminya.
Walaupun takdir Tuhan berkata lain, Adrian lebih dulu meninggalkannya untuk selamanya.
“Terimakasih Mah, Mama sudah menganggap, dan memperlakukan Alea seperti putri kandung Mama. Alea beruntung memeliki orang tua seperti Mama Amelia, Mama Devi dan Papa Wijaya.”ucap Alea.
“Apa itu Mah?”tanya Alea seraya mengernyitkan dahi.
“Mama mau kamu menikah lagi, carilah pria yang baik. Untuk membahagiakanmu dan Alexa. Lexa membutuhkan ayah sayang.
Kau tidak akan bisa membesarkan Lexa seorang diri. Temukan kembali pendamping hidupmu, berjanjilah pada Mama, kau akan hidup bahagia.
“Mama, boleh meminta apapun kepada Lea, aku akan menuruti semua yang Mama inginkan. Namun jika keinginan Mama agar Lea menikah lagi, maaf Mah Lea ngga mau. Lea tidak bisa melakukannya.
“Kenapa sayang?”
“Alea sayang kak Adrian Mah. Sampai kapanpun Lea akan mencintai kak Adrian. Ngga ada yang bisa menggantikan kak Adrian di hati Lea. Lea bisa memberikan kebahagiaan kepada Lexa walau tanpa seorang ayah sekalipun.”ucap Alea tegas.
“Kamu ngga bisa terus bersikap egois seperti ini, sayang. Adrian sudah pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Dan kau harus tetap melanjutkan hidupmu. Demi Alexa, Mama mohon lakukan permintaan Mama yang terakhir.
Hanya itu permintaan Mama kepadamu, agar Mama bisa meninggalkanmu dengan tenang. Mama hanya ingin kau bahagia.
“Mama pasti sembuh Mah, Lea akan mencari dokter terbaik untuk Mama. Bila perlu kita berobat ke luar negeri.”ucap Alea meyakinkan ibu mertuanya.
__ADS_1
“Tidak usah, sayang. Mama tidak membutuhkan nya. Mama hanya ingin melihatmu hidup bahagia. Itu saja keinginan Mama.
Pada akhirnya Alea hanya bisa pasrah dan mengalah dengan permintaan Mama mertuanya.
Ia akan menuruti dan melakukan keinginan Mama Amel. Ia pun menyetujui permintaan Mama Amel. Ia bersedia kembali menikah, jika ia sudah menemukan pria yang tepat, tulus menerima Alea dan Alexa.
Namun jauh di dalam lubuk hatinya, Alea tidak menginginkan pernikahan. Baginya Alexa satu-satunya sumber kebahagiaannya, satu-satunya alasan Alea terus bertahan walau tanpa kehadiran Adrian di sisinya. Ia tidak ingin menggantikan tempat suaminya dengan orang lain.
“Maafkan Lea Mah, mungkin Alea tak akan pernah bisa menngabulkan permintaan Mama.
Aku masih sangat mencintai suamiku. Batin Alea
🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Malam itu, angin berhembus kencang, menerbangkan anak rambut Alea. Ia tengah berdiri di balkon kamar Hotel tempatnya menginap. Hari ini Alea meresmikan bangunan hotel yang ada di Bali.
Pandangan matanya lurus kedepan, menatap gemerlapnya lampu kota. Hari ini kondisi Mama Amelia kembali menurun, dan harus di larikan ke rumah sakit.
Bi Asih asisten rumah tangga keluarga Adrian menelpon Alea, bi Asih mengatakan pada Alea jika Mama Amelia jatuh pingsan.
Seketika ia memutuskan segera kembali ke Jakarta. Beruntung tempatnya bekerja hari ini tidak jauh dari ibukota, hanya membutuhkan waktu dua jam perjalanan.
Setibanya di rumah sakit, Alea terus berjalan mondar-mandir di depan ruang IGD. Ia merasa khawatir dengan keadaan Mama mertuanya.
Tak lama seorang dokter terlihat keluar dari IGD. Alea pun berjalan menghampiri dokter Andre.
“Dok, bagaimana keadaan Mama saya?”
“Orang tua anda kritis Nona.”ucap sang dokter.
Seketika tubuh Alea terasa lemas, berada di rumah sakit seperti sekarang ini, mengingatkannya kembali kepada Adrian. Ia tak kuasa menahan air mata yang terus merembes membasahi pipi nya.
Alea menangis pilu tatkala kembali mengingat Mama Amelia yang saat ini tengah kritis. Ia khawatir Mama Amel akan meninggalkannya seperti saat Adrian meninggalkan dirinya.
Tiba-tiba tangan kekar melingkar di kedua bahunya.
Alea berjingkat kaget dan menoleh kearah samping, ia terkejut saat melihat wajah pria yang memeluknya. Alea seketika berdiri dan menampar wajah pria itu.
Plakkk....
__ADS_1
Tamparan keras mendarat di pipi pria itu. Ia menatap dengan tatapan penuh kebencian kepada pria yang berani memeluknya tadi.