Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 9-Masalalu Mirza


__ADS_3

Dirumah nya Arga baru selesai mencuci muka nya, dia turun kebawah untuk sarapan karena kedua orang tuanya sudah menunggu nya.


"Selamat pagi pa, selamat pagi ma. " Sapa arga pada orang tua nya


"Pagi nak. " Ucap orang tuanya serempak


" Yang lain pada kemana? Kok cuman ada papa sama mama aja. " Tanya arga sambil duduk disamping papa nya


"Dinda masih dikamar terus kalau Mirza tadi udah berangkat mau jogging sekalian ngecek progres pembangun rumah nya. " Jawab mama nya sambil memberikan roti sandwich nya pada Arga


"Oh pantesan dirumah sepi." Ucap Arga sambil melahap roti sandwich nya


"Soal rumah, kamu belum ada niatan buat bangun? " Tanya papa Arga


Arga tersenyum pada papa nya " Ya ada pak, cuman tabungan Arga belum cukup pa. Emang papa sama mama gak mau arga ada dirumah ini? " Tanya Arga pada orang tuanya.


Papa nya hanya menggeleng gelengkan kepala nya. " Bukan gitu maksud papa, kamu kan laki laki nantinya harus bertanggung jawab sama keluarga kamu. Masa iya kamu mau ajak anak istri kamu di Apartemen. " Jawab papa nya


" Arga belum kepikiran soal itu pa, lagian kan Kak Mirza juga belum nikah, jadi santai aja lah. Gampang soal rumah mah,nanti cari yang udah jadi aja, bisa beli di Kak Mirza kan. " Ucap Arga enteng


" Papa sih kayak gak tau aja, Arga kan orang nya gak mau ribet soal beginian beda sama Mirza. " Sahut mama nya


" Mau ada yang aku bicarain sama papa dan mama? "


"Bicara soal apa? " Tanya keduanya serempak


"Kemarin Arga dipanggil dewan direksi rumah sakit, Arga ditugasin buat dinas diluar daerah selama 2 bulan. " Jawab Arga


"Ya bagus dong, terus apa masalahnya? " Ucap papa nya


" Ya Arga masih mikir2 sih pa, menurut papa gimana? " Tanya Arga meminta pendapat papa nya


"Kalo menurut papa sih itu bagus buat karir kamu kedepan nya, kamu ini kan dokter yang hebat, kamu pasti bisa nak. " Ucap papa nya menyemangati


"Iya nak, betul kata papa. Sukabumi juga kan kampung halaman mama, disana masih ada rumah Abah, kamu sekali kali bisa main kesana."


"Kalo mama sama papa dukung Arga, pasti Arga nurut. Kalo gitu hari ini Arga mau siapin dulu berkas2 nya sekalian beresin laporan. Tapi sebelum itu Arga mau nyamperin dinda dulu ya. " Ucap Arga nyengir


"Awas ya jangan gangguin adek nya, kamu mah kebiasaan suka gangguin adek. " Pesan mama nya pada Arga


Arga tertawa " Ya sama adek sendiri ini ma, kan nggak sama adek orang lain. Udah ya arga keatas dulu


Arga beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan kedua orang tua nya.


****


Ditempat lain Mirza dan Kia sampai disatu komplek perumahan elitt. Dan sampai disebuah rumah yang masih dalam tahap pembangunan. Kia turun dari motor Mirza.


"Loh katanya Mas Mirza mau ajak aku jogging, kenapa kesini? " Tanya Kia


Mirza memarkirkan motornya terlebih dahulu. "Saya mau liat progres pembangun rumah saya dulu. " Jawab Mirza


"Ini rumah Mas Mirza? " Tanya Kia


"Iya, kenapa emang nya? " Ucap Mirza sambil tersenyum tipis


"Gapapa mas, cuman aku kaget aja gitu. Ini tuh dream house nya aku. Mas Mirza juga suka rumah gaya2 Amerika klasik gini ya? " Tanya Kia


"Hmm.. Ya gitu kira2, karena sering nonton film hollywood jadi terinspirasi rumah gaya amerika klasik. Mau masuk ke dalam? " Ajak Mirza


"Emang boleh mas? " Tanya Kia polos


"Boleh lah, kan saya yang ngajak. Ayo masuk. " Ucap Mirza sambil membuka pintu rumah nya


Kirana mengekori Mirza masuk kedalam rumah nya. Pada saat didalam Kia disuguhkan pemanrangan yang indah, dimana setiap interior nya tertata rapi. Rumah nya memang tidak terlalu besar, tapi Kia suka dengan suasana didalam nya.


" Ini tinggal finishing aja sih, ada beberapa barang yang belum datang. Terus untuk dapurnya juga saya belum isi, kapan kapan bisa temenin saya kan untuk isi keperluan dapur? " Tanya Mirza


"Boleh aja mas, kalo aku off ya. Oh ya mas kita jadi jogging gak? Heheheheh " Ucap Kia tersenyum menampakan lesung pipi nya


"Kamu gak suka ya saya ajak kesini? Saya cuman mau minta pendapat kamu tentang rumah saya. " Ucap Miza


Kia terdiam sejenak "Hmm, menurut aku furniture yang di ruang tamu kurang mathcing mas, kalau dari luar mas menerapkan warna monocrom harusnya furniture nya itu warna abu abu atau putih biar gak numpang gitu warna nya, kalo coklat gini ga mathcing mas. " Jawab kia menjelaskan pada Mirza sedangkan Mirza hanya menatap kagum pada Kia


"Terus apalagi ? "


"Lampu nya juga Mas, kalau bisa diganti sama yang gantung tapi jangan yang rame lampu nya, yang simple tapi keliatan mewah gitu mas. Ini sih udah bagus, tapi gak cocok aja sama gaya rumah american classik. "


" Hmm, ok. Nanti saya ganti. " Jawab Mirza


Kia melangkah kearah samping, ada ruangan kaca yang belum terisi dan masih berantakan. Karena penasaran Kia langsung menanyakan akan dijadikan tempat apa itu.


"Mas, kalo boleh tau ini tempat buat dijadikan apa ya? " Tanya kia penasaran


"Tadinya buat tempat bersantai aja, kamu ada ide? "


"Gimana kalo tempat nya dijadikan ruang hijau aja, nanti kita isi sama tanaman tanaman hias. Bagus juga kan buat sirkulasi udara didalam rumah. Tapi maaf ya mas ini saran dari aku aja. " Ucap kia malu


"Ya gpp, malah saya senang ada orang yang bisa diajak bertukar fikiran. Ada lagi yang lain nya? " Mirza menambahkan ucapan nya


"Ga ada mas, udah ok semuanya. " Jawab Kia singkat


" Makasih ya untuk saran nya. Di deket sini ada taman biasa dipake jogging juga kalo weekend. Mau kesitu? " Ucap mirza mengajak Kia


"Boleh mas, harusnya tadi ke taman dulu ya bukan kesini dulu hehehe. "


Mirza tertawa " Sengaja saya bawa kesini dulu, satu hari ini saya mau ajak kamu jalan jalan, soalnya besok saya udah harus kerja lagi kan. "


" Tapi nanti aku kabarin orang tua aku dulu ya mas. " Ucap kia cemas


Meskipun umurnya sudah 26 tahun tapi tetap aja. Kalau pulang telat sebentar saja bisa diterror setiap saat.


"Nanti saya anterin kamu ke rumah. Kamu jangan khawatir, saya gak akan apa apain kamu. "


Blassss... Muka Kia berubah merah padam sangat kontras dengan kulitnya yang putih dan halus.


"Yaudah mas, kita langsung aja jalan ya ke taman nya. " Ucap Kia tanpa melihat Mirza

__ADS_1


Pada saat sampai di halaman, mereka bertemu dengan seseorang. Ternyata itu pegawai nya Mirza.


"Selamat pagi Pak. " Ucap laki laki yang di perkirakan sudah lebih dari setengah abad


"Pagi pak Arif, gimana pak sudah mendingan? " Ucap Mirza ramah


"Sudah pak Alhamdulillah, " Ucap pak arif


"Alhamdulillah, oh ya pak ini taman nya diberesin dan dirapihin ya. Terus nanti kalau ada Pak Bian kesini tolong suruh hubungi saya. Bilang tadi saya kesini. " Ucap Mirza


"Iya pak siap, Pak Mirza sudah mau pulang lagi? Tambah pak arif


" Nggak, saya mau jogging ke Taman yang disebelah sana. " Ucap Mirza sambil menunjukan arah taman nya


Kia dari tadi hanya diam disamping Mirza sambil memperhatikan Mirza.


"Kirana kenalin ini Pak Arif yang bantu bantu dirumah nanti nya. " Tambah mirza memperkenalkan kirana pada Pak Arif


"Perkenalkan saya Kirana pak teman nya Mas Mirza. " Ucap Kia sopan


Pak Arif menundukan badan nya "Iya bu kirana, saya pak arif yang bantu bantu disini. "


"Ini calon nya Pak Mirza nya? " Ujar Pak Arif sambil tersenyum ramah


Muka Kirana kembali merona, dia hanya tersenyum tapi tidak menjawab pertanyaan Pak Arif.


"Doain aja ya pak semoga. " Sahut Mirza sambil menepuk pelan pundak Pak Arif


"Tapi Bapak liat cocok dan serasi. Bapak doakan semoga berjodoh. " Ucap Pak Arif tulus


"Aamiin pak, terimakasih doanya. Kalo gitu saya jalan sekarang ya pak. Ini kunci Pak arif pegang. " Ucap Mirza sambil memberikan kunci rumah nya pada Pak Arif


"Iya pak. Kalo gitu bapak kesana dulu ya. Permisi. " Pamit Pak arif


Mirza menganggukan kepalanya. Setelah pak arif pergi, Mirza mengajak Kia ke taman.


"Ayo kia, kita pergi sekarang. Maaf ya jadi lama nungguin. " Ucap Mirza


" Iya gapapa kok mas. " Jawab Kia sambil naik keatas motor Mirza


Mereka sampai ditaman yang Mirza maksud, ternyata tempat nya rame sekali. Banyak aneka jajanan disana. Mirza dan Kia turun dari motornya.


"Tempatnya rame ya mas, kita mau jogging disini? " Tanya Kia


"Hmm, biasanya disini gak terlalu rame. Mau balik lagi aja? " Ucap Mirza


"Jangan, kita duduk disana aja mas. " Kia menunjuk tempat dibawah pohon rindang


"Oke, ayo kita kesana. " Ajak Mirza sambil menuntun tangan Kia


Tangan Kirana mendadak dingin dan bergetar. Ini pertama kalinya ada laki laki lain selain ayah dan kakak nya menggandeng tangan nya.


"Tangan kamu kenapa? " Tanya Mirza santai seolah olah tidak ada apa apa


"Gapapa mas. " Jawab Kia


"Kamu lapar gak? " Tanya Mirza


"Lumayan Mas, hehe. " Jawab Kia


"Mau beli itu gak? Ucap Mirza sambil menunjuk tukang cuanki


" Boleh mas. "


Mirza menghampiri tukang cuanki dan memesan 2 porsi.


"Mang, cuanki nya 2 ya. Anterin kesana mang. " Ucap Mirza menunjuk pohon tempat Kia duduk


"Siap a, pakai sambel a? " Tanya pedagang nya


"Pake atuh mang. Diantos ya mang disana ya. "


"Iya a siap. "


Mirza kembali ke tempat semula, menghampiri Kia yang sedang fokus dengan ponsel nya.


"Pacar kamu nyariin ya? " Tanya mirza yang membuat kia kaget


"Hah, bukan kok mas. Ini sahabat sama kakak aku nge chat. " Jawab Kia masih fokus dengan ponsel nya


"Oh, saya fikir pacar kamu. " Ujar Mirza


Kia menyimpan ponsel nya kembali setelah selesai membalas chat nya.


"Saya gak punya pacar, atau jangan jangan pacar Mas Mirza mungkin yang cariin. " Ucap kia sekenanya


"Dulu pernah punya pacar sekarang masih sendiri. Lagian saya udah bukan remaja lagi yang main pacar2an."


"Aku juga mas, gak mau pacaran mau nya langsung nikah. Pacaran itu bikin ribet. " Ucap Kia terkekeh


"Kalo saya yang ngajak kamu nikah, mau gak? " Tanya Mirza to the point


Kia tertawa " Mas Mirza becanda ya? Jangan bikin saya baper mas. " Jawab Kia


"Emang muka saya keliatan becanda ya? " Ujar Mirza serius


" Tapi kan kita baru kenal mas, masa langsung ngajakin aku nikah."


Gak lama tukang cuanki membawa pesanan mereka berdua.


" Ini a pesenan nya. "


"Iyaa iyaa nuhun ya mang. " Ucap mirza


"Iya a sami sami. "


"Kita sarapan dulu ya, ini cuanki enak saya dikasih tau pak arif. Cobain dulu. " Ucap mirza mempersilahkan pada Mirza

__ADS_1


Kirana menyantap cuanki nya dan setelah dicoba memang benar rasanya enak. Gak kalah dengan cuanki yang ada di mall.


"Aku boleh tanya gak mas? " Tanya kia sambil melahap cuanki nya


"Boleh, silahkan. "


"Maaf ya mas, kalo boleh tau Mas Mirza berapa bersaudara? "


Mirza menghentikan sejenak makan nya. " Hmm, 3 bersaudara dan saya anak pertama, punya 1 adik laki laki dan 1 adik perempuan. Kalau kamu ? " Tanya Mirza balik


"Aku 2 bersaudara punya 1 kakak laki laki. Mungkin seumuran dengan Mas Mirza. " Jawab kia


"Jadi kamu anak bungsu? Pasti kamu dimanja banget ya sama orang tua kamu. " Ucap Mirza


"Enggak juga sih mas, dari kecil aku di didik keras sama papa dan mama. " Jawab kia


"Masa sih, contohnya apa? "


"Ya contoh nya sederhana aja, kalau aku mau apa apa, papa sama mama ga akan ngasih dengan sukarela. Pasti ada challenge yang harus aku selesain. Misalnya kalo aku mau mainan, aku harus bantuin mama dulu. Ya gitu2 sih mas. " Jawab Kia tersenyum


"Wow, bagus sekali ya cara mendidik orang tua kamu. Saya harus ketemu secepatnya dengan papa kamu. " Ucap Mirza


" Hahaha mas Mirza terlalu memuji. Mas udah makan nya? "


"Udah saya udah selesai makan nya. "


"Ya udah aku ke mamang nya ngasih mangkok nya. " Ucap kia sambil berdiri dari tempatnya


"Gausah simpen aja disitu, nanti mamang nya kesini yang ambil. " Ujar Mirza sambil menarik tangan Kia untuk duduk kembali


"Duduk aja lagi ya. Terus kalau kakak kamu gimana?" Tambah Mirza


"Kalo kakak aku justru manjain aku banget mas, makanya kadang2 papa sama mama suka marah. " Ucap Kia terkekeh


"Manjain gimana maksudnya? " Tanya Mirza


"Ya pas sebelum nikah sih, dia selalu ngajak aku jalan jalan, apa aja yang aku mau pasti dibeliin, dari baju branded, sepatu, tas apa aja pasti dibeliin. Kadang kalo aku ke mall, sering disangka pacaran. " Jawab Kia tertawa diikuti Mirza


"Kalo udah nikah gak dimanjain lagi? "


"Masih mas, kalo tiap pulang ke Bandung pasti ada aja yang dibawa. "


"Terus kakak ipar kamu memang nya gak apa apa? " Tanya Mirza penasaran


"Nggak juga mas, kak Acha juga baik kadang kita baju aja samaan. " Tambah kia diselingi tawa


Mirza terdiam mendengar Kirana menceritakan mantan kekasih nya itu.


Natasha memang baik, dinda pun sempat diperlakukan istimewa oleh acha. Seandainya gue yang ada di posisi kakak lo sekarang. Mungkin gue adalah orang yang bahagia saat ini. BatinMirza


"Mas kenapa bengong, ada yang salah ya sama ucapan aku. " Tanya kia memelas


"Enggak sama sekali, saya cuman inget seseorang dimasa lalu aja. "


"Mantan Mas Mirza ya. " Tebak Kia


"Ya bener, boleh saya cerita? "


"Boleh mas, aku juga perlu mengenal Mas Mirza kan. "


"Dulu saya pernah pacaran dengan seseorang 4 tahun lebih, awalnya sih kita hanya bersahabat tapi lama lama saling jatuh cinta. Setelah lulus kuliah, saya merintis usaha atas arahan papa. Dia juga berkarir sebagai pramugari. Gak tau kenapa tiba tiba dia berubah, hubungan kita semakin renggang sampai akhirnya dia mutusin saya dengan alasan udah gak cocok. Tapi gak lama setelah kita putus saya dengar dia menikah dengan laki laki lain. Saat itu dunia saya berantakan, orang yang menjadi sumber semangat saya ternyata meninggalkan saya. Makanya sejak saat itu saya memutuskan untuk tidak menjalin hubungan dengan siapapun. "


Kirana mendengarkan cerita Mirza dengan seksama. " Terus sekarang gimana? Apa Mas Mirza masih mencintai orang itu? " Tanya Kia


"Saya gak tau yang jelas saya ingin melupakan semuanya. "


"Kalau menurut aku, Mas Mirza harus belajar membuka hati mas untuk perempuan lain, Mas jangan terfokus dengan masalalu, karena kalau mas terlalu fokus dengan masa lalu nanti akan menimbulkan rasa dendam dan ingin membalaskan nya. Maaf kalau saya seperti menasihati, Mas. "


Ya kamu benar Kirana. Saya terlalu terfokus dengan masalalu. Sampai kamu terlibat dengan Masalah saya. Maafkan saya Kirana.


"Ya, kamu benar. Ini saya lagi belajar membuka hati saya lagi. Saya berharap banyak sama kamu. " Ucap Mirza


"Kamu harus percaya rencana Allah pasti jauh lebih indah. "


Ponsel Mirza berdering ada panggilan masuk. Dan ternyata panggilan dari Arsen sahabat nya.


"Hallo, ada apa? "


.............


"Lo dimana sekarang? "


...............


"Fira diajak kan? "


...............


"Ok ok, gue kesana sekarang ya. "


Mirza menutup telpon nya dan memasukan nya lagi kedalam saku.


"Ada apa mas? " Tanya Kia


"Ini temen saya, ngajakin touring ke Lembang. Kamu mau ikut? "


"Tapi mas, baju aku kaya gini. Emangnya gapapa? " Tanya kia sambil melihat outfit yang dipakai nya


"Gapapa, pakai apapun kamu tetep cantik. " Ucap Mirza memuji Kia


"Mas Mirza nyebelin. " Ujar Kia sambil mencubit pelan pinggang Mirza


"Sekarang udah berani ya. " Ucap Mirza tertawa


"Apaan sih orang gak sengaja, wleeee. " Kia menjulurkan lidah nya pada Mirza


"Kamu tunggu bentar, saya bayar dulu cuanki nya.

__ADS_1


Selesai membayar mereka melanjutkan lagi perjalanan menuju sahabatnya Mirza.


__ADS_2