Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 46


__ADS_3

Kirana berjalan kearah restoran dimsum yang tidak jauh dari Supermarket. Dia masuk kedalam dan duduk disalah satu meja yang kosong. Pada saat yang bersamaan ada perempuan dan laki-laki yang masuk kedalam restoran tersebut. Kirana memperhatikan mereka dan benar saja dugaannya kalau dia mengenal mereka. Dia adalah Dinda adik dari suaminya. Dan salah satu mahasiswa nya Gery, mahasiswa paling bandel di kelasnya. Kirana menghampiri dan menyapa mereka berdua.


"Dinda." Ucap Kirana


"Eh Kak Kia, " Jawab Dinda


"Kamu lagi ngapain di Mall jam segini sama Gery lagi. " Ucap Kirana menegur Dinda.


"Eh, Bu Kia. Saya abis nganter dinda bu, cari bahan untuk tugas. "


"Kenapa minta antar Gery, kamu kan tahu dia pacarnya Tasya. " Ucap Kirana menegur adik iparnya.


"Saya udah putus sama Tasya bu. Lagian saya cuma antar Dinda aja ke toko buku. " Balas Gery


"Kak Kia sama siapa kesini? "Tanya Dinda


Tiba-tiba Mirza datang menghampiri mereka.


" Sama Kak Mirza. Kamu ngapain jam segini ada di Mall? "Tanya Mirza


" Ehm itu, aku abis nyari bahan untuk tugas kak. "Ucap Dinda menggigit bibir bawahnya karena takut oleh kakaknya.


" Udah izin sama orang rumah? "Tanya Mirza


" Udah, aku udah izin sama Mama. " Jawab Dinda.


"Ya udah kalo gitu. Kakak dimeja disebelah sana. " Ucap Mirza menunjuk salah satu meja.


"Kak Kia kesana dulu ya. Kalau urusan nya sudah selesai tolong Dinda nya diantar lagi sampai rumah. " Ucap Kirana pada mereka.


"Iya Bu siap. " Jawab Gery


Kirana dan Mirza berjalan menuju meja yang ditempati Kirana tadi. Setelah itu Kirana memanggil pelayan untuk memesan makanan.


"Mau pesan apa Pak/Bu? " Tanya Pelayan tersebut.


"Kamu mau apa Mas? " Tanya Kirana pada suaminya.


"Apa aja. " Jawab Mirza yang fokus dengan ponselnya.


"Saya pesen semua yang ada dimenu masing-masing 1 porsi ya Mas. " Ucap Kirana.


"Baik, untuk minum nya apa? " Tanya Pelayan lagi


"Lemon Tea aja 2 Mas. "


"Baik, Mohon ditunggu ya pesenan nya. "


"Iya, Terimakasih. "

__ADS_1


Kirana memperhatikan suaminya yang daritadi hanya fokus pada ponselnya.


"Mas, masih urusin kerjaan? " Tanya Kirana.


"Iya, saya lagi balas email dulu. " Jawab Mirza tanpa melihat kearah istrinya.


Kirana tidak bertanya lagi pada suaminya, tak mau kalah dia juga mengeluarkan ponselnya. Disaat yang bersamaan ada panggilan masuk dari Acha, Kaka iparnya.


"Hallo Kak. " Sapa Kirana


"Hallo, Kia sorry ya tadi Kak Acha balik duluan. Soalnya, Mami sama Papi pulang nya dipercepat. Jadi tadi jemput dulu ke Bandara. " Ucap Natasha diseberang sana.


"Iya Kak, santai. Oh iya Kak Acha ada apa telpon aku? " Tanya Kirana.


"Kak Acha lagi dirumah Mami, katanya Mami mau ngomong sama kamu. Sebentar ya. "


"Hallo, Kia sayang. Ini Mami. " Ucap Mami Hana


"Hallo Mami, apakabar? " Tanya Kirana.


"Mami baik sayang, Selamat ya untuk pernikahan nya. Maaf Mami gak sempat datang. "


"Iya gak apa-apa Mi. "


"Mami ada hadiah pernikahan untuk Kia dan suami. Nanti Mami titip ke Alpa dan Acha ya Sayang. "


"Iya Mi, terimakasih ya. "


"Hehe, Mami bisa aja. "


"Yaudah ya sayang. Assalamualaikum. "


"Walaikumsalam." Ucap Kirana menutup telepon nya.


Setelah menutup telpon, Kirana kembali memperhatikan suaminya yang lagi-lagi masih fokus dengan ponselnya. Karena kesal dengan sikap nya Kirana meninggalkan suaminya. Kirana berpapasan dengan pelayan yang mengantarkan makanan nya, dan menunjuk kearah mejanya.


"Mas, kalau suami saya nanyain bilangin saya udah pulang duluan ya. " Pesan Kirana


"Baik, Mbak. "


Kirana keluar dari restoran tersebut sementara itu pelayan tadi mengantarkan makanan ke Meja.


"Maaf pak ini pesenan nya. " Ucap Pelayan menghidangkan makanan nya di meja.


"Makasih." Ucap Mirza


Mirza menyimpan ponselnya kedalam saku celana nya dan dia baru tersadar kalau istrinya tidak ada dihadapan nya.


"Loh, istri saya kemana ya Mas? " Tanya Mirza pada pelayan tersebut.

__ADS_1


"Maaf pak, tadi istri bapak titip pesan. Kalau Bapak nanyain, Mbaknya pulang duluan. "


Mirza kaget mendengar pesan dari pelayan tersebut.


"Saya minta makanan nya di takeaway aja. Sekalian saya bayar bill nya mas. " Mirza memberikan kartu kepada pelayan tersebut.Sambil menunggu pesanan nya, Mirza menelpon Kirana berkali-kali tapi tidak ada jawaban sama sekali.


Ditempat lain, Kirana sudah dalam perjalanan pulang menggunakan jasa taxi online. Tampak beberapa kali suaminya menghubunginya tapi Kirana mengabaikan nya. Tidak lama, Kirana sampai didepan rumahnya, dan memberikan beberapa pecahan 50 ribu kepada pengemudi taksi tersebut.


Kirana masuk kedalam rumah nya, disambut oleh Bu Ning.


"Pak Mirza nya kemana, kenapa Mbak Kia pulang naik taksi? " Tanya Bu Ning


"Masih dimall mungkin bu, abisnya Kia kesal bu. Dari semenjak di supermarket terus direstoran, Mas Mirza selalu fokus dengan ponselnya padahal kan ada Kia. " Kirana menggerutu menceritakan kelakuan suaminya.


"Oalah, Pak Mirza memang gitu Mbak. Kalau kesini liat rumah pun selalu sibuk dengan ponselnya. Mbak Kia tenang aja, Mas Mirza gak mungkin macam-macam. " Bu Ning menenangkan Kirana.


"Tapi tetep aja bu, Kia kesal. "


"Nanti lama-lama pasti Mbak Kia bisa memaklumi nya, kalau sekarang kan masih pertama-tama nikah jadi wajar aja kalau Mbak Kia merasa gak di perhatikan. " Bu Ning menasihati Kirana.


"Iya kali bu, aku terlalu berlebihan jadi istri. " Ucap Kirana.


"Nggak Mbak wajar aja menurut ibu, Mbak kan belum tahu keseharian Pak Mirza. Nanti lama-lama juga pasti terbiasa Mbak. " Ujar Bu Ning


"Iya bu, makasih nasihat nya. Kia kekamar dulu ya bu, nanti kalau Mas Mirza pulang bilangin Kia udah istirahat dikamar." Pesan Kirana pada Bu Ning


"Iya Mbak. "


Kirana naik kelantai atas dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya. Setelah selesai dia berganti pakaian dengan pakaian tidur berbahan satin dengan model kimono. Kirana duduk dimeja rias, seperti biasanya dia melakukan perawatan pada wajahnya. Terdengar ada yang membuka pintu dan sedikit berlari kearah Kirana dengan suara yang terengah-engah.


"Kamu kenapa tiba-tiba pulang? Saya ada salah sama kamu? " Tanya Mirza dengan nafas yang tersenggal-senggal.


Kirana berdiri dan melangkahkan kakinya menuju tempat tidur tanpa menghiraukan Mirza sedikitpun.


"Kalau ada salah saya minta maaf Kirana. " Mirza memohon pada istrinya.


"Kamu lupa ya Mas, kalo sekarang kamu udah punya istri. Aku perhatiin dari semenjak di Supermarket sampai ke Restoran kamu selalu sibuk dengan ponsel kamu. " Ucap Kirana dengan nada yang sedikit tinggi.


Mirza diam sejenak, mencerna kata-kata yang diucapkan oleh istrinya.


"Kamu kan tahu besok saya ada investor dari Amerika, jadi saya harus siapin semuanya. Tolong ngertiin kesibukan saya. " Balas Mirza dengan tegas.


"Kalau sibuknya kamu ingin dimengerti, tolong rinduku juga di pahami Mas. " Kirana menarik selimut dan menutupi badannya.


Jlebbb.. Kata-kata istrinya mengganggu fikiran nya. Mirza tidak membalas ucapan istrinya sepatah kata pun. Dia melangkahkan kakinya kedalam kamar mandi. Dia membasuh mukanya dan melihat pantulan dirinya yang ada di cermin.


Mirza.. Mirza laki-laki macam apa sih lo ini. Baru 1 hari nikah, bisa-bisanya lo nyakitin istri lo sendiri. Harusnya lo lebih memperhatikan istri lo. Semenjak dari Supermarket sampai dengan Restoran, Clara ngirimin gue pesan, untuk segera menemuinya di Banjarmasin. Kalau nggak dia bakalan ke Bandung untuk nemuin gue. Arrrgh, kenapa Clara harus datang disaat gue sudah punya Kirana.


Mirza keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian dengan kaus dan celana pendek. Setelah itu dia naik keatas ranjang, dan membuka selimut yang membalut Kirana. Tampak Kirana sudah tidur, ada air mata dipelupuk matanya. Mirza mengusap airmata istrinya dan mencium kening istrinya.

__ADS_1


"Maafin saya ya, harusnya saya gak egois seperti ini. Harusnya saya lebih memperhatikan kamu. " Ucap Mirza pelan.


__ADS_2