
Pukul 10 pagi,Kirana dan suaminya sampai di Bandara, mereka menghampiri teman-teman yang sudah menunggu nya.
"Sorry, gue telat. " ucap Mirza pada teman-temannya
"Iya,maaf ya semuanya." timpal Kirana
"Parah kalian berdua,kita udah nungguin dari tadi." sahut Arsen
"Iya sorry,kita berdua kesiangan bangun nya jadi telat datang nya. "ujar Mirza
"Oke oke, gak usah pada ribut. Sebelum kita Check in kita foto-foto dulu sesuai rundown yang udah gue buat. "ujar Dio
"Gaya banget lu bikin rundown." protes Arsen
"Udah lo pada santai aja, gue udah siapin semuanya." ujar Dio santai
"ini kenapa jadi pada ngobrol gini, katanya mau foto. "tegus Fira yang melihat suami dan teman nya berdebat.
"Iya kalian dari dulu ribut terus perasaan." ucap Rendi yang daritadi memperhatikan tingkah teman-teman nya.
Setelah melalui perdebatan panjang, sebelum check in mereka mengabadikan foto-foto dengan berbagai gaya masing-masing. Setelah selesai berfoto mereka bergegas masuk kedalam bandara.
***Rumah Keluarga Bastian***
Pak Askara sedang berbincang dengan anak bungsu nya diruang tamu. Dinda ingin meminta izin pada papa nya untuk tinggal sementara dirumah Kakaknya. Dia beralasan untuk memudahkan dirinya membuat laporan agar dibantu oleh Kakak iparnya.
"Pah, jadi gimana? aku boleh gak tinggal sementara dirumah Kak Mirza?"Tanya Dinda dengan nada yang memelas pada papa nya.
"Nanti kalau kamu ke rumah Mirza,rumah ini jadi tambah sepi. Lagian kan gak jauh jaraknya,kamu sesekali aja kesana nya. " Ucap papa nya sambil membaca berita di ponselnya.
"Tapi kan pa, aku butuh bimbingan dari Kak Kia. Lagian aku udah diizinin kok buat tinggal disana. Boleh ya Pa,please." Bujuk Dinda pada papanya dengan nada yang memelas.
"Tapi kamu gak bisa seperti itu nak, jangan mentang-mentang Kak Kirana itu mantan dosen kamu bisa seenaknya kaya gitu. "Bantah Papanya pada anaknya.
"Ya,papa nyebelin. " Dinda beranjak dari tempat duduknya dan bergegas pergi dengan raut wajah yang kecewa karena permintaan nya ditolak oleh papanya. melihat tingkah laku anak perempuan nya,Pak Askara menggeleng-gelengkan kepalanya.
Beberapa saat kemudian,Ibu Karina menghampiri suaminya dan duduk disamping suaminya.
"Dinda kenapa pa?" tanya istrinya heran yang melihat wajah anaknya ditekuk ketika berpapasan ditangga.
"Oh itu, dia izin mau tinggal dirumah Mirza tapi papa gak izinin. "jawab Pak Askara dengan santainya.
"Terus di izinin gak sama papa?"Tanya mama Karina
"Nggak,nanti kebiasaan dia jadi bergantung sama Kirana. "
"Tapi mungkin Dinda butuh Kirana pa untuk bimbingan laporan penelitian nya." Ucap Bu Karina
"Biar dia berusaha dulu Ma,nanti kalau memang perlu bantuan, papa yang akan ngomong sama Kirana. "Jawab Pak Askara.
"Yaudah kalau gitu. Oh iya Pa,nanti hari senin orang tuanya Mika mau kesini. Papa bisa gak jangan ngantor dulu. Mereka jauh-jauh datang dari Yogjakarta masa papa gak ada. " Ucap Bu Karina
"Hari senin ya?"Tanya Pak Askara seperti sedang mengingat sesuatu.
"Iya lusa Pa," Jawab Bu Karina
"Papa usahain reschedule jadwal papa Ma. Terus sekarang Arga nya kemana Ma? Bukan nya Arga lagi off ya"
"Tadi shubuh Arga ke Sukabumi Pa, mau jemput Abah katanya. Arga bilang mau ngenalin Mika dan keluarga nya sama Abah." Ujar Mama Karina
"Iya Ma, mudah2an Abah mau tinggal disini bareng sama kita. "
"Iya, kemarin juga Abah bilang mau ketemu sama Kirana. Tapi mereka lagi liburan di Bali,mudah2an hari senin udah pulang."Ucap Mama Karina
"Kapan mereka ke Bali?" Tanya papa nya mengerutkan keningnya.
"Hari ini, kemarin Kirana ngasih tau mama. Emang nya kenapa Pa?"
"Papa dapat informasi dari orang suruhan papa,kalau hari ini Clara dan anaknya pindah ke Bandung. Dan itu semua,rencana nya Mirza,entah apa yang ada di fikiran Mirza,apa dia mau cari mati. Gimana kalau keluarga nya Kiran tau soal ini semua."
"Sabar,papa jangan emosi seperti ini terus. "Bu Karina mengelus perlahan pundak suaminya yang dilanda emosi.
"Ini gak bisa dibiarkan Ma. Papa harus secepatnya ambil tindakan. Kalau dibiarkan Mirza bisa seenaknya nantinya."
__ADS_1
"Tapi bagaimana pun,anaknya Clara itu cucu kita Pa, darah daging Mirza."
"Tolong Ma jangan bahas itu dulu, papa belum siap menerim kenyataan itu. apalagi sudah ada Kirana dikehidupan Mirza. papa yakin Kirana bisa memberikan kita cucu secepatnya. "
"Iya Pa,mama hanya bisa mendoakan semoga rumah tangga Mirza dan Kirana baik-baik saja. Dan mama juga selalu berdoa ketika suatu saat nanti Kirana tahu,tidak akan berpengaruh pada rumah tangga nya."
"Semoga saja Ma,walaupun Papa tahu ini gak akan mudah untuk Kirana."Ucap Pak Askara.
***BALI***
Setelah perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan,akhirnya mereka sampai di Villa. Mereka semua turun dari mobil, Arsen turun dengan menggendong anaknya yang sedari tadi tidur,Dio sibuk menurunkan barang-barang dari mobil, Rendi dan istrinya riweuh dengan kedua anak kembarnya. Beda dengan Mirza dan Kirana yang menikmati perjalanan dari Jakarta menuju Bali,karena ini pertama kalinya mereka liburan berdua.
Pada saat mereka sedang sibuk dengan barang nya masing,ada seorang bapak yang menghampiri Dio.
"Selamat datang Den," Sapa Bapak yang bernama Made itu.
"Iya Pak terimakasih,villa nya sudah dibersihkan pak?"Tanya Dio
"Sudah den, untuk barang-barang nya biar bapak saja yang urus. Kasian bapak lihat sudah pada lelah,biar langsung istirahat aja dikamar. "
"Iya Pak Siap, " ucap Dio
"Dio,kita masuk ya. Anak gue tidur terus Fira juga kecapekan. "Ujar Arsen
"Iya pada langsung masuk aja,kamarnya cari sendiri ya gue udah kasih nama disetiap pintu kamarnya. Kamu juga masuk ya babe" Ucap Dio pada teman-teman dan istrinya
"Kamu emang gak akan masuk?"Tanya Zara pada suaminya
"Sebentar lagi,kamu masuk duluan sama yang lain ya."
"Oke Mas,"jawab Zara sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam Villa
Kirana dan Mirza sedang menikmati Villa nya Dio yang pemandangan nya menghadap ke Laut.
"Pemandangan nya indah ya Mas,"Ucap Kirana sambil menghirup udara segar
"Iya,mau ke pantai sekarang?"Tanya suaminya
"Boleh aja,tapi panas banget ya." Keluh Kirana
"Aku kan udah pake Sunscreen dengan SPF 50+++,"jelas Kirana
"Saya gak ngerti soal begitu. Kamu mau istirahat dulu?"Tanya suaminya
"Iya Mas, aku mau rebahan dulu sebentar." Ujar Kirana
"Yaudah kita kedalam sekarang,yang lain udah pada didalam. "ajak Mirza pada istrinya.
Mereka berdua masuk kedalam Villa dan didalam ruang tamu teman-teman nya sudah berkumpul semua menunggu Kirana dan Mirza.
"Kalian belum pada istirahat?" Tanya Mirza pada teman-teman nya
"Gak tau nih si Dio ngajakin kita ngumpul dulu katanya mau bahas Rundown acara."Ujar Arsen
"Terus anak-anak kalian dimana?"Tanya Mirza
"Lagi pada istirahat dikamar Za." Jawab Rendi
"Kamu mau ikutan kumpul atau mau istirahat aja?"Tanya Mirza pada istrinya
"Ya aku ikut lah,yang lain kan sama istrinya masa kamu sendiri. "Jawab Kirana
"Kia sini deket aku duduknya,"Ajak Zara
"Iya Zar," Kirana duduk disebelah Zara dan Suaminya duduk dekat dengan Arsen.
"Oke,karena semuanya udah kumpul jadi gue mau ngejelasin rundown yang udah gue buat. Oh iya, pertama-tama gue mau bilang acara holiday kita yang semula cuma 1 hari jadi 2 hari karena kalau 1 hari kayaknya gak akan cukup buat kita senang-senang. Gimana kalian sepakat kan semuanya?" Tanya Dio
"Gue setuju, nanti gue tinggal telpon Raffi buat handle perusahaan." Ujar Arsen
"Gue juga setuju," Jawab Rendi
"Setujuuuuu," Jawab para istri mereka dengan sumringah
__ADS_1
Berbeda dengan Mirza,dia tampak tidak ikut bicara dan hanya diam saja,seperti ada yang sedang di fikirkan. Kirana menatap tajam suaminya dan Mirza mengalihkan pandangan nya dari istrinya.
"Lo gimana Za?" Tanya Dio
"Hari senin gue ada janji sama klien,kayaknya gue balik duluan besok sore." ujar Mirza
"Emang kerjaan di Bandung gak bisa di handle sama Pak Dimas? Bukan nya kamu yang antusias ke Bali ya,kamu bilang kan mau meninjau proyek kamu disini terus sekalian ketemu sama Mr. Bryan juga di Bali. "Ucap Kirana pada suaminya
"Ya liat nanti aja,saya belum koordinasi sama Dimas. "Jawab Mirza
"Nyenengin istri lah sekali-kali. Jangan ngurusin kerjaan terus " Ujar Arsen
"Udah skip aja soal Mirza, biarin itu jadi urusan Kirana sama Mirza kita gak bisa ikut campur soal itu. Mending lo langsung jelasin aja,rundown acaranya gimana. " Ujar Rendi bijak
"Oke,langsung aja gue jelasin. Jadi acara hari ini jam 4 kita jalan-jalan ke pantai sambil melihat sunset, jam 6 balik ke Villa mandi bersih2, jam 7 kita makan malam, setelah makan lanjut kita main game dan bbq an. Pokoknya gue udah siapin sesuatu buat kita semua supaya kita makin kompak dan solid. Besok pagi nya kita mantai lagi ngajak anak2 main, terus kita main ATV dan offroad, siang nya kita belanja oleh-oleh sampe sore dan malam terakhir di Bali kita bikin tenda dihalaman villa dan bikin api unggun . Baru senin pagi nya kita pulang ke Bandung. Nah begitulah rundown acaranya, kalau ada yang mau kasih usulan boleh." Ucap Dio menjelaskan panjang lebar tentang kegiatan mereka selama di Bali
"Gue setuju aja lah, jadi kita masih ada waktu kan buat istirahat?" Tanya Arsen
" Iya ada 2 jam buat istirahat." Jawab Dio
"Oke kalau gitu,gue sama Fira kekamar duluan ya,"Ujar Arsen
"Iya aku duluan ya,kasian Arsha lagi tidur ditinggal. "
"Aku juga ke kamar duluan ya,kasian si kembar." Ucap Rania
"Yaudah ayo,aku juga mau istirahat dulu," ujar Rendi
"Yaudah kita bubar aja berarti ya,nanti jam 4 kita kumpul lagi disini. "Ucap Dio
Mereka semua membubarkan diri dan masuk kedalam kamar masing-masing. Berbeda dengan pasangan lainnya yang berjalan bersama,Kirana masuk duluan kedalam kamarnya. Setelah beberapa saat kemudian barulah Mirza masuk kedalam kamar. Pada saat masuk,Mirza melihat istrinya sedang merebahkan diri diatas ranjang,lantas dia menghampiri istrinya.
"Sayang,kamu marah sama saya?" Tanya Mirza pada istrinya
"Nggak," Jawab Kirana ketus
"Saya udah telpon Dimas,buat handle kerjaan. Saya minta maaf ya. "
"Kenapa harus minta maaf?" Tanya Kirana
"Saya tahu kalau saya ini egois,saya selalu mementingkan pekerjaan saya. " Jawab Kirana
"Aku ngeliat kalau kamu tuh kayak yang gak seneng liburan sama aku, kamu tuh kayak yang punya beban. Padahal aku cuma minta waktu kamu di Weekend aja gak lebih. "Mika
"Saya happy kok bisa liburan sama kamu."
"Happy kok wajah kamu gak bersemangat gitu. " Jawab Kirana masih dengan wajahnya yang cemberut
"Ini saya senyum, saya sebenernya maunya liburan nya berdua aja sama kamu gak rame-rame kayak gini" Mirza menyunggingkan senyuman nya
"Kapan kita bisa liburan berdua?"Tanya Kirana pada suaminya
"Terserah kamu maunya kapan, saya bakal siapin waktu. Kamu emang nya mau liburan kemana?"Tanya Mirza
"Aku mau keliling Eropa Mas."Ucap Kirana santai
Mendengar jawaban istrinya,Mirza menelan saliva nya. Dia tampak seperti orang kebingungan.
"Kenapa mas? Mahal ya?"Tanya Kirana
"Enggak bukan soal itu, cuman kan kalau ke Eropa gak cukup 1 minggu dan prepare nya juga harus matang. Nanti saya atur jadwal nya, secepatnya kita liburan berdua. " Ucap Mirza memberikan pengertian pada Kirana
"Makasih ya Mas,walaupun aku tahu itu gak mungkin tapi aku seneng kamu mau usaha buat nyenengin aku. " Wajah Kirana berubah menjadi sumringah tidak seperti tadi yang cemberut menekuk muka nya.
"Ini gak cuman buat bikin kamu seneng aja tapi saya bakal realisasikan secepatnya. " Ucap Mirza
"Iya Mas, tapi kalau luar negeri terlalu jauh aku mah gak apa-apa diajak keliling Bandung juga. Yang penting aku bisa berdua sama suami aku. "Ujar Kirana
"Kamu ada-ada aja." Mirza mengelus lembut rambut Kirana
"Kamu mau istirahat? Lumayan kan masih ada waktu. "
"Iya saya capek,mau istirahat. " Mirza merebahkan dirinya dengan posisi kepalanya diletakan pada paha istrinya.
__ADS_1
"Kamu istirahat,nanti aku bangunin ya. " Kirana mengusap lembut wajah suaminya
"Iya sayang,"Ucap Mirza sambil memejamkan matanya.