
Karena acara hari ini begitu melelahkan, setelah makan malam mereka langsung beristirahat dikamar masing-masing. Natasha dan Alpa berbaring diranjang, seperti biasanya sebelum tidur mereka akan bercerita tentang hari ini. Karena ada sesuatu yang mengganjal dalam hati Natasha, dia ingin membagi masalahnya dengan suaminya.
"Al, " Panggil Natasha
"Kenapa Cha, aku cape banget hari ini. Besok aja ya. Jangan minta sekarang " Ucap Alpa sambil menonton tv didepan nya.
"Maksud kamu? " Tanya Natasha tidak mengerti.
"Kamu minta hak kamu kan? " Jawab Alpa santai.
"Dasar gila! Ada yang mau aku omongin sama kamu, Al. " Ucap Natasha kesal.
Alpa membalikan tubuhnya berhadap-hadapan dengan Natasha. "Ada apa Cha? " Tanya Alpa
Inilah yang disukai Natasha dari suaminya. Secapek apapun, ketika istrinya butuh tempat ngomong, dia akan selalu menjadi pendengar yang baik.
"Soal Kirana dan calon suami nya. " Jawab Natasha
"Kenapa memang nya? " Tanya Alpa bingung.
"Calon suami Kia i—tu, " Ucapan Natasha terhenti. "Al, tapi janji ya kamu gak akan marah? " Ucap Natasha melanjutkan ucapan nya.
"Tergantung, soal apa dulu yang mau dibahas. Makanya kamu kasih tau, jangan bikin aku penasaran. "
"Calon suami Kia itu mantan aku, Al. " Ucap Natasha langsung ke inti nya.
"Mantan kamu yang mana? " Tanya Alpa
"Mantan aku pas waktu aku kuliah dulu, yang sebelum aku ketemu kamu Al. " Ucap Acha.
"Mantan kamu yang kamu pacarin dari kuliah? Yang pacaran nya 4 tahun lebih sama kamu? Mantan kamu yang udah selingkuh dari kamu dengan sahabat kamu? " Ucap Alpa bangun dari tidurnya.
Setelah memutuskan hubungan dengan Mirza, Acha yang bekerja sebagai pramugari disalah satu maskapai penerbangan bertemu dengan Alpa dipesawat, bahkan Alpa sering melakukan penerbangan hanya untuk bertemu dengan Natasha. Sampai akhirnya Natasha bisa melupakan Mirza dan memulai hubungan dengan Alpa. Hubungannya dengan Alpa tidak terlalu lama, karena Alpa langsung mengajaknya menikah. Sebelum menikah dengan Alpa, Natasha menceritakan semua masalalu nya dengan Alpa, termasuk soal Mirza. Tapi soal Mirza, Natasha hanya menceritakan kandasnya hubungan mereka disebabkan Mirza berselingkuh dengan sahabatnya. Padahal kenyataan sebenarnya lebih parah daripada itu. Setiap ada apapun Natasha pasti akan terbuka pada Alpa dan tidak ingin ada sesuatu apapun yang disembunyikan nya, begitupun halnya dengan Alpa. Makanya hubungan mereka selalu menjadi panutan Kirana.
"Iya Al, aku juga kan baru tahu tadi soal calon suami Kia. Gara-gara kita juga sih, karena kita terlalu sibuk, sampai-sampai kita kecolongan. " Ucap Natasha
"Anj*ng bisa bisanya Kia punya suami kaya gitu." Ucap Alpa mengumpat.
"Sabar Al sabar. " Natasha menenangkan suaminya.
"Aku cuma lagi mikir aja, kamu aja dipacari nya lama diselingkuhin, gimana dengan Kia yang baru dikenalnya sebentar. Aku harus sekarang sama Kirana. " Alpa bangkit dan turun dari kasur, tapi ditahan oleh Natasha.
"Jangan Al, kamu gak bisa kayak gitu. Tadi aku udah tanya Kia soal calon suami nya, Kia bahagia dengan Mirza, Al. "
"Tapi Cha, gue gak mau Kirana disakitin sama dia, gue cuma mau lindungin adik gue. " Ucap Alpa duduk dipinggir ranjang.
"Sabar, 4 tahun yang lalu kan dia selingkuhin aku, bisa jadi sekarang dia udah berubah. Kamu harus ingat, Kia kan psikolog yang nyasar jadi dosen. Pasti dia tahu dan bisa menilai seseorang kan. " Ucap Natasha memberikan pendapatnya, walau dalam hatinya dia juga tidak yakin dengan ucapan nya.
"Kamu udah ngomong kalau si anj*ng itu mantan kamu? " Tanya Alpa.
"Nggak, aku takut Kia gak nyaman nantinya kalau dia tau Mirza mantan aku. Lebih baik kita gak usah ngomong dulu ya. " Ucap Natasha.
"Besok dia pasti ada kan divilla, aku perlu ngomong sama dia. " Ucap alpa dengan nada yang melemah.
"Iya besok aku temenin ya, kita ngomong baik-baik sama dia. " Kata Natasha
"Kalau calon suaminya kia itu dia, aku gak bisa terima Cha. "
__ADS_1
"Aku boleh minta sesuatu sama kamu? " Tanya Natasha
"Apa? "
"Tolong, ketika Kia nanti sudah menikah sama Mirza, kamu jangan pernah menunjukan sikap gak suka kamu pada Mirza apalagi dekat Kirana. " Ucap Natasha
"Tapi kan kamu tahu, aku orang yang gak bisa berpura-pura terhadap apapun. "
"Ya aku tahu, tapi ini demi kamu dan Kirana. Aku gak mau hubungan kalian memburuk gara-gara ini. Mau bagaimana pun, Mirza itu laki laki pilihan Kia, kita harus menghargai nya kan. "
"Kamu benar, ini pilihan Kia. Dia pasti tahu yang terbaik untuk hidupnya. Kita awasi aja dari jauh. " Ucap Alpa
"Iya Al, jangan sampai dia nyakitin Kia. "
"Kalau dia sampai bikin kia nangis, aku injak kepalanya sampai mamp*s." Ucap Alpa mencurahkan amarahnya.
"Iya bang jago. Aku juga gak bakal tinggal diam. Kamu juga tahu kan, kalo aku udah marah gimana. " Ucap Natasha
"Kayak orang kesurupan kan. " Ucap Alpa terkekeh
"Sial! Udah ya aku mau tidur, besok pagi kan kita udah mulai sibuk. "
"Iya, kita tidur sekarang. " Alpa membaringkan tubuh nya dikasur.
***
Pagi hari ini, sebelum berangkat ke Lembang. Mirza akan berangkat ke kantor terlebih dahulu, karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Dia sudah rapi mengenakan pakaian kantor dan turun kebawah.
Dibawah semuanya sedang sibuk, karena ada saudara-saudaranya juga dari luar kota. Mereka sibuk menyiapkan barang-barang seserahan untuk dibawa nanti. Mama Karina juga terjun langsung, membantu menghias seserahan.
"Mama kira kamu udah ambil cuti, terus nanti berangkat kesana gimana? Kamu jangan bawa mobil sendiri ya. " Pesan mama nya.
"Aku ada meeting sama pemegang saham, jadi aku harus profesional. Aku nanti berangkat dari kantor aja, bareng sama Dimas. " Ucap Mirza.
"Terus barang yang mau kamu bawa udah disiapin? " Tanya Mama Karina
"Udah, kalo bisa tolong bawain ya Ma. Soalnya kalo waktu nya keburu, aku mau kerumah dulu, ada acara pengajian disana. "
"Kamu kok gak kasih tahu mama mau ada pengajian? "
"Ini kan aku kasih tahu mama. " Jawab Mirza enteng
"Ngasih tahu di hari H? "
Mirza tersenyum. "Maaf ya, Mirza lupa. "
"Kebiasaan." Ucap Mama nya
"Kalo gitu Mirza berangkat ke Kantor ya. " Pamit pada Mama nya
"Sarapan dulu ya. "
"Nanti aja dikantor, Assalamualaikum. " Ucap Mirza melangkahkan kaki nya keluar.
"Walaikumsalam."
***
__ADS_1
"Kamu, udah siap? " Tanya Alpa yang menghampiri nya ke kamar.
"Ini masih packing. " Ucap Kirana sambil memasukan barang nya kedalam koper.
"Kamu seriusan bawa koper? " Tanya Alpa
"Iya emang nya kenapa? "
"Kamu kan disana paling 2 malam, ini mah kamu namanya mau pindahan. " Ujar Alpa heran melihat kelakuan adiknya.
"Hehe, biasalah. " Ucap Kirana tersenyum.
"Dek, ada yang mau kakak tanyain sama kamu."
"Tanya apa Kak? "
"Kamu udah yakin sama calon suami kamu? " Tanya Mirza serius
Kirana mengerutkan kening nya, "Kenapa Kakak tanya gitu? Kalau gak yakin aku gak akan nikah sekarang. " Jawab Kirana.
"Maksud kakak kan kamu belum mengenal calon suami kamu, kakak takut aja nanti rumah tangga kamu ada apa-apa. "
"Ada apa apa gimana? Bukannya setiap rumah tangga itu selalu ada ujian nya ya. Makanya kakak harus kenal dulu sama orang nya. " Ucap Kirana.
"Soalnya kan, kamu gak kenalin dulu ke kakak. Kalo Bian kan kakak udah kenal. " Ucap Alpa
"Kak, udah ya jangan bahas Bian lagi. Bian kan udah jelas nyakitin aku. Dia ninggalin aku, ke New york tanpa penjelasan apapun, apa yang harus Kia harapkan lagi dari dia. Sekarang ada laki-laki yang memperjuangkan aku, datang ke papa dan langsung ngelamar aku terus Kakak ragu sama dia? " Suara Kia bergetar dan tanpa terasa air mata nya jatuh.
Natasha yang akan masuk kedalam kamar Kirana, buru-buru menghampiri Kirana dan memeluknya.
"Ada apa sama Kia, Al? " Tanya Natasha pada suaminya.
"Kenapa Kak Alpa gak dukung pernikahan aku?" Ucap Kirana tersedu dipelukan Natasha.
"Kamu ngomong apa sama Kia, Al? " Tanya Natasha mendelikan matanya pada Alpa.
"Yaudah, maafin Kakak ya kalau salah. Besok kan hari bahagia kamu, jadi jangan sedih ya. " Ucap Alpa lembut.
"Iya, tapi Kakak dukung aku kan? " Tanya Kirana.
"Apapun yang membuat kamu bahagia, Kakak pasti dukung. " Jawab Alpa.
Kirana melepaskan pelukan dari Natasha dan beralih pada Kakaknya.
"Makasih ya, Kak. " Ucap Kirana
"Iya sama-sama. Udah jangan nangis lagi ya." Ucap Alpa menghapus air mata adiknya.
"Kakak sama Acha tunggu dibawah, kalau udah selesai langsung kebawah ya, kita langsung berangkat. "
"Iya, Kia siap-siap dulu. "
"Kak Acha kebawah duluan ya, kasian papa dari tadi gendong abel. "
"Iya Kak. "Ucap Kirana.
Kirana mencuci wajahnya dan membereskan barang yang akan dibawanya. Setelah itu Kirana turun kebawah menyusul kakaknya, untuk berangkat ke Lembang bersama sama.
__ADS_1