Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 37


__ADS_3

Sore hari ini cuaca Lembang sangat cerah, Kirana sudah selesai mandi dan setelah berpakaian dia mengeluarkan ponsel dalam tas nya, karena dari tadi pagi dia belum mengecek ponsel nya.


Dia melangkahkan kakinya menuju balkon yang pemandangan nya sangat indah, Kirana duduk dikursi yang ada dibalkon. Dia mengecek ponsel nya yang ternyata banyak panggilan tak terjawab salah satu nya panggilan dari Mirza. Karena panggilan nya tak kunjung diangkat , Mirza mengirim pesan pada Kirana.


Mas Mirza


Rindu !


Kirana menyunggingkan senyuman nya membaca pesan dari Mirza, walaupun singkat tapi membuatnya bahagia. Kirana sengaja tidak membalas nya, agar calon suami nya itu semakin merindukan nya. Setelah itu dia beralih pada pesan lain nya, yaitu pesan dari Arga sahabatnya.


Arga Rafisqi


Kia, are you happy?


Kirana mengerutkan kening nya, membaca pesan dari Arga. Kirana langsung membalas pesan dari sahabatnya itu.


Kirana Aludra


Gue happy, kenapa lo tanya gitu Ga?


Tidak ada balasan dari Arga, mungkin Arga juga sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Mirza kakaknya.


Tok... Tok.. Pintu kamar Kirana ada yang mengetuk. Dia melangkahkan kaki nya dan membuka nya.


"Selamat sore mbak. " Ucap seorang perempuan yang berumur 30 tahunan


"Iya kenapa Mbak? " Tanya Kirana


"Saya yang mau pasang henna. Mbak nya sudah siap? "


"Sudah, silahkan masuk mbak. " Kirana mempersilahkan nya masuk


***


Mirza dan teman-teman nya sudah sampai di villa yang lokasi nya berdekatan dengan tempatnya menikah. Mereka berkumpul diruang tamu, sementara istri Arsen dan istri Dio sedang mandi dikamarnya masing-masing. Arsen bertugas mengasuh anaknya sambil ngobrol dengan teman-teman nya.


"Arsha, sini sama om Mirza. Om punya game baru. " Mirza memanggil Arsha untuk mendekat kepadanya


Arsha yang sedang fokus pada mainan nya langsung menghampiri Mirza.


"Game baru apa, om? " Tanya Arsha


Mirza mengeluarkan ponsel nya dan membuka aplikasi gamenya setelah itu menunjukan nya pada Arsha.


"Wah game motocross, aku boleh pinjem om? " Tanya Arsha pada Mirza.


"Boleh aja. Tapi tanya dulu papi ya. "


Arsha beralih melihat kearah Arsen. "Papi, aku boleh gak main game? "


"Boleh, tapi jangan lama-lama ya nanti Mami marah. "


"Oke papi. Om Mirza kata papi, aku boleh main game nya. " Ucap Arsha.


"Yaudah kalo gitu, nih. " Mirza menyerahkan ponsel nya pada Arsha


Setelah diberikan game, Arsha langsung anteng dengan ponsel Mirza.


"Gue mandi dulu ya. " Ucap Mirza pada teman-temannya


"Buru-buru amat Za, masih sore ini. " Ujar Dio


"Iya Za. Santai aja dulu. " Timpal Arsen


"Perasaan gue gak enak dari tadi, makanya kalo mandi siapa tahu perasaan gue jadi tenang. " Ucap Mirza

__ADS_1


"Itu cuman perasaan lo aja, besok kan lo mau nikah makanya deg-degan. " Ucap Arsen


"Iya, lo gak usah banyak fikiran Za. " Tambah Dio


"Emang lo pada gimana perasaan nya pas mau nikah? " Tanya Mirza pada teman-teman nya


"Ya sama sih deg-degan juga kaya lo. " Ucap Dio tertawa


Ting.. Tong.. Bel berbunyi


"Ada tamu lagi? " Tanya Dio


"Gak tahu, coba lo buka. " Ujar Arsen pada Dio


"Kaki gue lagi kesemutan, lo aja yang buka. " Ucap Dio


"Gue juga lagi mager, biarin aja lah. " Balas Arsen


"Lo pada emang bener-bener ya. Perkara buka pintu aja pada gak mau. "Mirza beranjak menuju pintu.


Mirza membukakan pintu nya. Dan betapa terkejutnya Mirza ketika melihat orang yang ada dihadapan nya.


"Natasha." Ucap Mirza dengan ekspresi yang tidak dapat dijelaskan.


"Saya mau ngomong sama kamu. " Ucap Natasha to the point.


"Iya, silahkan masuk. " Ucap Mirza mempersilahkan Natasha untuk masuk.


"Diluar aja, gak enak sama yang lain. "


"Boleh, digazebo aja. "


Mirza berjalan diikuti oleh Natasha dibelakang nya. Setelah sampai digazebo mereka duduk berhadap-hadapan.


"Apa kabar? " Tanya Mirza


"Kenapa dulu kamu ninggalin saya? " Tanya Mirza


"Bukan saya yang ninggalin kamu Mirza. Tapi prilaku kamu yang buat saya muak. "


"Apa maksud kamu? "


"Udahlah Za gak usah pura-pura gak tahu. Oh iya saya kesini cuma mau nanya sama kamu, ada maksud apa kamu menikahi Kirana? "


"Sebentar, sebelum saya jawab pertanyaan kamu. Saya mau tanya apa yang sudah saya perbuat sama kamu? Sampai-sampai kamu ninggalin saya demi laki-laki bajingan itu. "


"Stop! Jangan pernah kamu bilang kalau Alpa itu laki-laki bajingan. Laki-laki bajingan itu lo, gak cuma bajingan tapi lo juga brengsek Mirza. Lo yang udah hancurin mimpi-mimpi gue. " Ucap Natasha dengan nada yang tinggi.


"Lo ingat kejadian di bar beberapa tahun yang lalu? Dimana gue liat lo bermesraan dengan sahabat gue dan gue liat lo masuk ke kamar hotel dengan Clara. Gue bukan anak kecil Za, gue tahu apa yang lo berdua lakuin. Terus sekarang dengan seenak jidat, lo bilang kalau suami gue yang brengsek. " Natasha mengeluarkan amarah nya sampai Mirza dibuat tidak berkutik. Tidak ada jawaban apapun dari Mirza.


"Gue cuman mau ingetin lo, jangan pernah lo nyakitin Kirana apalagi lo ngulang kesalahan yang udah lo perbuat sama gue. " Tambah Natasha dengan nafas yang terengah-engah


"Soal Clara saya bisa jelasin. " Ucap Mirza.


"Gue gak butuh penjelasan apapun dari lo. Kita  udah gak ada hubungan apa-apa lagi sekarang. Gue cuman mau tahu apa tujuan lo menikahi Kirana? "


"Tujuan apa maksud kamu? Saya cinta sama Kirana. " Jawab Mirza


"Mirza.. Mirza. Lo fikir gue ini bego apa tolol sih? Gue tau lo gimana, lo mau balas dendam kan sama Alpa lewat Kirana? " Tanya Natasha tegas


Mirza terdiam. Mencerna apa yang dikatakan oleh Natasha.


"Kenapa lo diam? Apa yang gue omongin benar kan? " Tanya Natasha lagi


"Awalnya iya. " Ucap Mirza menundukan kepalanya

__ADS_1


Natasha menggelengkan kepalanya. "Hati lo terbuat dari apa sih. Gue gak habis fikir sama lo Za. "


"Kamu bisa dengerin saya dulu sebentar. "


"Sure, silahkan saya mau tahu apa jawaban dari kamu. " Natasha mempersilahkan Mirza untuk ngomong


"Awalnya saya memang ingin balas dendam sama suami kamu. Karena dia sudah merebut kamu dari saya, saya fikir ini nggak adil buat saya. Makanya saya ingin membalaskan dendam saya melalui Kirana. Tapi Natasha,seiring berjalan nya waktu perlahan lahan perasaan saya berubah, Cinta yang membuat saya mengikis dendam itu. Saya cinta sama Kirana dan saya bersungguh-sungguh dengan perasaan saya. "Ucap Mirza bersungguh-sungguh


"Gue harap apa yang lo omongin itu benar adanya. Kalau sampai lo nyakitin Kirana, lo berhadapan dengan gue. Untuk saat ini rahasia lo aman, demi Kebahagiaan Kirana. Apa jadinya kalau Kirana tahu laki-laki yang dia banggakan ternyata bajingan." Ucap Natasha tersenyum sinis


"Kamu gak usah khawatir, apapun akan saya lakuin untuk Kirana. Saya pastikan Kirana akan hidup bahagia dengan saya. " Ucap Mirza


"Bagus, saya pegang kata-kata anda. " Alpa tiba-tiba datang dari arah belakang mengagetkan Natasha dan Mirza.


"Al, sejak kapan kamu disini? " Tanya Natasha pada suaminya


"Aku barusan nanyain ke orang yang ada disana. Kamu udah selesai ngomong nya? " Tanya Alpa


"Udah kok Al. Kita balik ke villa sekarang aja ya." Ajak Natasha


"Sebentar, aku mau ngomong sebentar sama dia. " Ujar Alpa


"Mau ngomong apalagi Al? " Tanya Natasha


"Saya gak akan ngomong panjang lebar dengan anda. Saya cuma minta, jangan pernah nyakitin Kirana, satu tetes air mata Kirana jatuh saya gak akan segan-segan untuk misahin kalian berdua. "


"Anda gak usah khawatir, saya akan menjaga Kirana dengan baik. Dan saya akan pastikan kalau Kirana hidup bahagia dengan saya. "


"Buktikan! Saya pegang kata-kata anda. Ayo Cha kita balik sekarang. " Alpa merangkul Natasha dan berjalan meninggalkan Mirza.


Setelah kepergian Natasha dan Alpa, Mirza duduk terdiam di gazebo. Dia memikirkan semua yang diomongkan oleh Natasha.


Gue gak nyangka ternyata Natasha tahu semuanya tentang Clara. Sial!! Sejak saat itu Clara menghilang dan soal teror itu apa ada hubungan nya dengan ini. Gumam Mirza


"Pak, saya cari bapak dari tadi ternyata bapak ada disini. " Ucap Dimas menghampiri Mirza.


"Ada apa Dimas? " Tanya Mirza


"Soal peneror itu , saya sudah berhasil lacak pak. "


"Siapa itu Dimas? "


"Dia bernama Chandra Wardhana pak, dia mempunyai anak perempuan bernama Clara Andhira Wardhana. " Ujar Dimas


"Benar dugaan saya, soal teror ini ada hubungan nya dengan Clara. "


"Bapak kenal dengan Clara? " Tanya Dimas


"Ya, dia orang di masa lalu saya. Ada yang harus saya selesaikan dengan Dia. Kamu sudah dapat alamat nya Clara? " Tanya Mirza


"Menurut informasi ibu Clara dirawat disalah satu rumah sakit di Singapura Pak. Dia mengalami masalah kejiwaan sejak beberapa tahun terakhir. "


"Kamu cari tahu dimana Clara dirawat dan segera jadwalkan penerbangan ke Singapura. " Ucap Mirza


"Baik pak, saya akan mencari lebih detail lagi tentang Ibu Clara. "


"Satu lagi, kamu cari orang untuk melakukan penjagaan untuk acara besok. Kamu harus pastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Saya khawatir besok teror itu akan mengahancurkan acara pernikahan saya dan Kirana. "


"Siap pak. Ada lagi tugas untuk saya? " Tanya Dimas


"Gak ada, kita langsung ke villa sebelah aja. Saya mau istirahat Dim. "


"Mau pamit dulu sama teman-teman bapak? Takutnya mereka cari bapak. " Dimas memberikan saran


"Kamu antar saya aja dulu, nanti kamu ambil barang dan ponsel saya sama Arsen. "

__ADS_1


"Iya pak. "


Mirza jalan menuju mobilnya dan langsung diantar oleh Dimas ke villa sebelah. Permasalahannya dimasalalu membuat kepalanya pusing dan ingin segera merebahkan diri di kamar.


__ADS_2