Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 23


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu... Setiap harinya mereka disibukan dengan segala persiapan pernikahan nya. Belum lagi mereka harus urus pekerjaan nya. Seperti pagi ini, Kirana diminta menjadi salah satu pengisi acara Di Kampus nya, seminar yang dilaksanakan untuk Umum di Auditorium kampus nya dengan tema “Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental’’.


Pagi tadi, sebelum berangkat Ke Kantor. Mirza menyempatkan mengantar Kirana Ke Kampus nya. Sebetulnya dari jauh jauh hari Kirana mengundang Mirza untuk hadir di acara seminar nya tapi tadi pagi Mirza bilang kalau dia harus meeting dengan klien nya dulu.


Kirana sekarang sedang berada di Auditorium mempersiapkan infokus untuk kebutuhan seminar nya. Tiba tiba ada yang menghampiri nya.


"Bu Kirana. " Ucap orang tersebut


"Iya, ada apa? " Ucap Kirana masih fokus dengan laptop dan proyektor nya tanpa menoleh orang tersebut


"Bisa bicara sebentar. " Ucap orang tersebut


"Iya boleh, ada apa ya Pak? "Ucap Kirana menoleh pada orang itu.


Pada saat menoleh, Kirana kaget bukan main karena orang yang ada dihadapan nya adalah sahabatnya yang sudah sebulan gak bertemu. Sahabatnya itu adalah Arga Rafisqi.


" Argaaaaa. "Ucap Kirana memeluk sahabatnya


Arga membalas pelukan dari Kirana. " Apa kabar? "Tanya Arga


"Gue baik Arga, lo kok bisa ada disini? Bukan nya lo sebulan lagi Di Sukabumi? " Tanya Kirana memborbardir Arga dengan beberapa pertanyaan dan melepaskan pelukan nya


"Masa sahabat sama Kakak gue mau nikah, gue gak hadir. " Ucap Arga tersenyum kecut. Senyum yang seolah dipaksakan.


"Ih apaan sih, btw gue seneng lo ada disini. Lagian ini hari hari terakhir gue ada di kampus ini. " Ucap Kirana


"Maksud lo gimana?" Tanya Arga kaget


"Ya gue mau resign dari kampus ini, sebentar lagi kan gue jadi istri orang Ga, gue harus nurutin apa kata suami gue. " Ujar Kirana lesu


"Mirza nyuruh lo berhenti kerja? "Ucap Arga dengan nada yang sedikit meninggi


" Nggak.. Nggak. Dia gak nyuruh gue berhenti kerja. Udahlah gak usah dibahas Ga, lo kesini sama siapa? "Tanya Kirana mengalihkan pembicaraan


Tiba tiba dari arah belakang Arga datang seorang perempuan dengan tinggi yang semampai, rambutnya sebahu, putih dan ada tahi lalat diatas bibirnya. Dia menghampiri Arga dan Kirana. Dan langsung menggandeng tangan Arga.


" Surprise.... "Ucap perempuan yang disamping Arga


" Mikaaa. "Ucap Kirana kaget


"Kalian datang berdua? " Sambung Kirana


"Ya, seperti yang kamu liat sekarang. " Ucap Mika tersenyum


"Seneng liat kalian berdua. Kita kesana aja, bentar lagi acara nya dimulai. Gue siapin kursi VIP buat kalian berdua, biar bisa liat gue dengan jelas. " Ucap Kirana sambil menunjukan tempat untuk mereka berdua


"Ok, yuk kita kesana. " Ajak Mika pada Arga


"Ya.. " Jawab Arga singkat

__ADS_1


Mereka bertiga duduk dikursi VIP yang disediakan khusus oleh Kirana. Tadinya kursi VIP itu untuk calon suami nya tapi sayang calon suami nya tidak bisa hadir.


"Kia, Kak Mirza gak datang ya? " Tanya Mika


"Mas Mirza ada meeting Mik, tapi dia bilang kalo meeting nya cepat dia pasti kesini. Tapi walaupun Mas Mirza gak ada, gue senang kalian datang. " Ucap Kirana


"Iya, gue liat acara ini di medsos kampus ini. Pas gue tahu, lo salah satu pembicara nya gue sama Arga sempetin waktu kesini. " Ucap Mika


"Eh Ga, lo kapan pulang emang nya? " Tanya Kirana pada Arga


"Gue pulang dari Sukabumi tadi subuh, jemput Mika Di Rumah Sakit terus langsung kesini. " Ucap Arga


"Bukan nya lo harusnya masih Di Sukabumi ya?" Tanya Kirana lagi


"Iya, tapi gue pulang lebih cepet. Temen gue yang gantiin kesana. Jadi mulai besok gue kerja di Rumah Sakit di Bandung lagi. " Ucap Arga


"Terus lo juga di Rumah  Sakit yang sama kan sama Arga? " Tanya Kirana


"Iya Kia. Cuman beda di shift nya aja. " Jawab Mika


Tatapan Kirana beralih pada tangan Mika dan Arga, yang sedari tadi Kirana perhatikan tangan mereka saling menggenggam satu sama lain.


"Lo berdua pacaran ya? " Tanya Kirana menyelidik


"Kenapa emang nya? " Jawab Arga


"Gue perhatiin tangan kalian pegangan terus, kayak yang mau nyebrang." Ucap Kirana meledek sahabatnya


"Ya namanya juga pasangan baru, jadi dunia serasa milik berdua. Iya nggak? " Ucap Mika pada Arga


"Iya. Lagian acara penting kayak gini Mirza gak dateng. " Ucap Arga ketus


"Yaudahlah gak apa apa, emang dia lagi sibuk mungkin. " Kirana membela calon suami nya.


"Gak tau nih Kia, Arga sama Kak Mirza emang gak pernah akur. " Ucap Mika


"Kata siapa? Biasa aja gue mah, seperlunya aja kalo sama Mirza. " Ucap Arga


"Eh, lo udah kabarin Mama Karina udah sampe Bandung? " Tanya Kirana pada Arga


"Belum, gue mau bikin kejutan buat Mama. Sekalian mau ngenalin Mika. " Ucap Arga


"Eh Ga, Tante Karina kan udah kenal sama gue. Lo gimana sih? " Ujar Mika


"Mama kenalnya kan lo temen gue, sekarang gue mau kenalin lo sebagai calon istri gue. " Ucap Arga pada Mika


"Kalian pacaran tapi masih pake gue lo sih, harusnya yang lebih romantis lagi dong. " Ucap Kirana memberi saran pada mereka berdua


"Tuh kan Ga, kita emang gak kaya orang pacaran. " Ucap Mika

__ADS_1


"Yang penting kan bukan panggilan nya tapi ketulusan nya. Lo mau gue panggil sayang tapi sayang gue gak tulus. " Ucap Arga


"Ya, gak mau lah. " Ucap Mika sewot


"Makanya gak usah protes. " Ucap Arga datar


"Udah udah kenapa jadi pada berantem gini sih, itu seminar nya udah opening. Lo berdua perhatiin ya. " Ucap Kirana


"Iya bu dosen. " Ucap Mika dan Arga serempak


Acara yang ditunggu akhirnya tiba. Kirana dipanggil untuk naik keatas podium.


Kirana sangat cantik sekali, dia memakai pakaian formal. Baju kemeja berwarna Ocean Blue, Celana hitam, dan blazer berwarna hitam. Ditambah dia memakai heels yang berwarna hitam, terlihat sangat elegan.


30 menit sudah Kirana menjelaskan tentang penting nya menjaga kesehatan mental dan memberikan beberapa tips untuk menjaga kesehatan mental. Sekarang giliran Kirana memberikan kesempatan untuk para audience untuk bertanya kepadanya.


"Baik, setelah tadi saya menjeleskan apa ada hal yang tidak mengerti atau ada pertanyaan? " Tanya Kirana pada semua audience.


Seorang laki laki dari kursi paling belakang berdiri dan mengangkat tangan nya. Laki laki itu memakai Celana jeans dan hoodie berwarna orange yang menutup kepalanya ditambah memakai kacamata hitam.


"Silahkan Pak, ada yang mau ditanyakan? " Tanya Kirana


"Seperti yang sudah Ibu jelaskan tadi ada beberapa tips untuk menjaga kesehatan mental, salah satu nya ada selalu terhubung dengan orang lain atau dalam artian kita sangat membutuhkan orang lain dalam hidup untuk menjaga kesehatan mental, salah satu contoh nya adalah dengan berbagi masalah sehingga kita bisa memecahakan masalah itu bersama sama. " Ujar laki laki itu


Kirana seperti tidak asing dengan suara orang yang itu, tapi karna orang itu jaraknya agak jauh dan wajah nya tidak terlihat jelas karena memakai kacamata. Karena itu Kirana menyuruh orang tersebut untuk membuka kacamata dan penutup kepalanya.


"Mohon maaf pak, karena ini di dalam ruangan, mungkin kacamata dan penutup kepala nya bisa dibuka? " Ucap Kirana


Orang tersebut pelan pelan membuka kacamata dan penutup kepalanya. Betapa terkejutnya Kirana, ketika mengetahui kalau orang itu adalah Mirza, calon suaminya.


Kirana mencoba profesional dan menormalkan kembali mimik wajahnya.


"Silahkan Pak dilanjut. Langsung ke pertanyaan nya. " Ucap Kirana mempersilahkan Mirza untuk melanjutkan pertanyaan nya


"Baik Bu, terimakasih. Jadi untuk pertanyaan nya adalah, Mau kah kamu menjadi orang yang selalu ada untuk saya, menemani saya dikala saya susah ataupun senang, dan Saya mau kamu menjadi alasan saya untuk tersenyum, sumber semangat saya untuk mencapai segala kesuksesan. Dan menjadi rumah untuk saya pulang, mencurahkan segala keluh kesah saya. Kirana, bertemu kamu itu bukanlah sebuah keberuntungan, namun sebuah keberkahan yang diberikan Tuhan untuk melengkapi hidup saya. Izinkan saya untuk membahagiakan kamu, hingga akhir waktu nanti. Mau Kirana Aludra? "Tanya Mirza dengan kata kata yang paling romantis. Semua mata tertuju pada Mirza bahkan ada yang meneriaki mereka berdua.


" Terima... Terima... Terima. "Ucap orang orang yang ada dalam aula


Diatas podium Kirana tidak menyangka akan diberikan kejutan yang begitu manis dari Mirza. Tanpa sadar air mata jatuh dari pelupuk matanya. Kirana bingung apa yang harus dilakukan nya saat ini. Antara sedih, bahagia rasanya campur aduk.


Karena tidak ada jawaban, Mirza berjalan naik keatas podium dengan membawa satu bucket bunga Lily putih ditangan nya. Sampai diatas podium, Mirza memberikan bucket bunga nya pada Kirana.


"Saya tanya sekali lagi, Mau Kirana Aludra? " Tanya Mirza


"Mau, aku mau Mas. " Ucap Kirana dengan suara yang tercekat. Kirana menerima bunga dari Mirza.


Semua orang memberikan tepuk tangan untuk mereka berdua. Terkecuali Arga, yang hanya diam saja tanpa ekspresi apapun. Setelah itu Kirana melanjutkan pembicaraan nya.


"Mohon maaf kepada seluruh hadirin yang sudah hadir dalam acara ini, karena ada hal diluar dugaan yang terjadi sehingga seminar ini menjadi terganggu. Tapi saya juga mau mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya, untuk calon suami saya yang sebentar lagi menjadi suami saya sudah menyempatkan untuk hadir di acara penting ini dan memberikan kejutan yang paling luar biasa ini. Sekali lagi, makasih banyak Mas Mirza. "Ucap Kirana dihadapan semuanya

__ADS_1


Mirza hanya menganggukan kepalanya dan menyunggingkan senyuman nya. Dan setelah Kirana menutup acara sesi pertama, mereka berdua turun dari atas podium menuju kursi VIP.


__ADS_2