Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 44


__ADS_3

Mirza dan Kirana sudah sampai dirumah baru mereka, disambut oleh Pak Arif dan Bu Ning.


"Selamat siang, Pak. Selamat untuk pernikahan nya semoga bahagia selalu " Ucap Pak Arif


"Selamat siang, Pak. Terimakasih untuk do'anya Pak. Saya minta tolong keluarin barang-barang yang di mobil. Ini kunci mobilnya. " Mirza memberikan kunci mobilnya pada Pak Arif.


"Iya pak siap. Kalo gitu saya ke mobil dulu ya. " Ucap Pak arif


"Pak Mirza dan Mbak Kirana mau makan siang, sudah ibu siapkan didalam. " Ucap Bu Ning


"Kita udah makan siang bu di villa. " Jawab Kia tersenyum.


"Iya bu kita sudah makan, sekarang mau istirahat dulu dikamar. " Ujar Mirza


"Iya , kamarnya sudah ibu rapikan. Kalau perlu apa-apa panggil ibu saja. "


"Iya bu terimakasih, kita masuk kedalam dulu ya bu. " Ucap Mirza


"Kia masuk dulu ya bu, terimakasih bu. "


"Iya sama-sama. " Bu Ning tersenyum


Mirza dan Kirana melangkahkan kakinya menuju kamar mereka dilantai atas. Sesampainya dikamar, Mirza langsung bergegas menuju walk in closet untuk berganti pakaian diikuti oleh Kirana.


"Kamu mau dibikinin kopi mas? " Tanya Kirana.


"Gak usah, kamu istirahat aja. Saya mau beresin kerjaan dulu. " Ujar Mirza


"Diruangan kerja kamu? " Tanya Kirana lagi.


"Iya, diruangan sebelah. Kenapa? "


"Gak mau disini aja ngerjain nya. " Ucap Kirana.


"Berkas-berkas nya semua diruang kerja, kalo saya bawa kesini repot. Lagian saya diruangan sebelah, gak jauh. " Ucap Mirza.


"Iya mas iya. Ya udah sana. " Kirana menekuk wajahnya.


"Kenapa mukanya ditekuk gitu? "


"Gak apa-apa. "


"Yaudah kalo gitu saya kerja dulu. Saya gaakan lama. " Mirza melangkahkan kaki


"Hmm." Ucap Kirana singkat.


Mendengar istrinya ketus, Mirza membalikan lagi badan nya dan menghampiri istrinya.


"Kamu kenapa? " Tanya Mirza lemah lembut.


"Gak apa-apa. " Kirana keluar dari walk in closet dan duduk disofa.


"Kalo gak apa-apa mukanya gak gitu ya. " Ucap Mirza menghampiri Kirana.


"Abisnya kamu nyebelin mas, yang kamu fikirin itu kerjaan terus. Maksud aku kan gini mas, besok kamu kan udah mulai kerja lagi, masa hari ini juga kamu sibuk kerja. Emang kamu gak mau quality time sama aku? " Ujar Kirana panjang lebar.


"Bukan gitu sayang. Yaudah gini aja, saya kerja dulu sebentar, kamu istirahat disini. Nanti sore kita jalan-jalan ke mall sekalian belanja bulanan ke supermarket ya. "


"Serius? " Tanya Kirana antusias.


"Iya, saya serius. Saya cuma nyiapin berkas aja buat besok. Kamu kan tahu, besok ada tamu penting dari Amerika. Pokoknya setelah urusan saya selesai kita trip keluar negeri ya. " Bujuk Mirza pada istrinya.

__ADS_1


"Iya Mas. Aku istirahat ya, badan aku pegal-pegal semuanya. " Ucap Kirana.


"Iya sayang, saya ke ruangan kerja dulu. Kalau butuh apa-apa panggil aja Bu Ning ya." Ucap Mirza


"Iya sayang. "


"Anak baik. " Mirza mengelus dan mencium kening istrinya.


"Jangan lama-lama ya mas, " Ucap Kirana.


"Iya sayang, " Mirza melangkahkan kakinya keluar dari kamar.


Setelah kepergian suaminya, Kirana mengganti pakaian nya dengan baju santai. Sebetulnya dia ingin istirahat, tapi dia juga ingin berkeliling rumah sambil mengenal lingkungan sekitarnya. Sebelum melangkahkan kakinya keluar dia melihat ponsel suaminya tergeletak diatas nakas. Dia mengambil ponsel suami nya dan mencari sesuatu disana, setelah itu dia menyimpan kembali ponsel suaminya diatas nakas.


Maaf mas, aku lancang buka ponsel kamu. Tapi aku terpaksa, ada sesuatu yang ingin aku selesaikan dengan seseorang. Batin Kirana.


Kirana turun menuju lantai bawah dan mendapati Bu Ning sedang mengelap foto-foto prawedding Mirza dan Kirana.


"Ibu lagi ngapain? " Tanya Kia basa basi


"Eh, mbak kia. Ini ibu lagi lap foto-fotonya nanti mau dipasang ditiap sudut rumah sama bapak disuruh pak Mirza tadi. "Jawab Bu Ning


"Oh gitu, terus sekarang Pak Arif kemana bu?" Tanya Kirana


"Itu tadi ada yang nganterin mobil Mbak Kia, terus bapak masukin ke Basement bareng mobil-mobil Pak Mirza.


Kirana mengerutkan kening nya mendengar pernyataan dari Bu Ning.


"Basement? Emang ada basement disini bu?" Tanya Kirana bingung.


"Ada mbak, soalnya mobil Pak Mirza kan banyak bu, belum lagi koleksi motornya. " Ucap Bu Ning dengan santainya.


"Kia baru tahu malahan bu rumah ini ada Basementnya. Kalo kia pengen liat kebawah bisa gak bu? "


Kirana mengekori dibelakang Bu Ning menuju Basement. Tidak sampai 5 menit mereka sudah sampai dibasement. Terlihatlah pemandangan yang seperti ada dishowroom mobil. Ada lebih dari 7 mobil disana, dan beberapa motor. Seperti motor trail, motor gede, motorsport.


"Ini punya suami saya semua bu? " Tanya Kia


"Setahu ibu sih iya, tapi mbak bisa tanya sendiri ke pak Mirza takutnya ibu salah. " Ucap Bu Ning


"Yaudah bu kita keatas lagi, disini agak pengap. " Ajak Kirana pada bu ning.


Sampai diatas Kirana menuju dapur dan membuka lemari pendingin. Hanya ada beberapa telur dan makanan kaleng disana. Mungkin itu alasan nya, Mirza mengajaknya ke supermarket.


"Biasanya kulkas nya terisi bahan masakan, Pak Mirza selalu minta kulkas nya jangan sampai kosong, padahal Pak Mirza juga jarang makan disini. Jadinya selalu ibu dan keluarga yang makan." Ucap Bu Ning terkekeh.


"Iya bu gak apa-apa. Walaupun sekarang ada Kia disini, ibu juga jangan sungkan ya sama Kia. "


"Iya mbak. Mbak Kia juga jangan sungkan sama bibi ya. " Ucap Bu Ning.


"Iya bu siap. Oh iya bu, Kia minta tolong ya buatin daftar belanja bulanan sama mingguan, soalnya nanti Kia mau belanja sama Mas Mirza. "


"Siap Mbak, nanti bibi buatin daftar belanjanya. Mbak Kia ada perlu sesuatu lagi?" Tanya Bu Ning.


"Nggak kok Bu, Kia mau keliling lagi ke belakang. "


"Iya mbak, kalo gitu Ibu lanjutin pekerjaan ibu ya. "


"Iya bu, makasih bu udah mau direpotin. " Ucap Kia.


"Iya mbak sama-sama.

__ADS_1


Kirana berkeliling melihat setiap sudut rumah baru nya. Dia mengagumi setiap detail rumahnya dan mengingat orang yang mendesain rumah ini.


Flashback on


Kirana sudah selesai dengan kelasnya, dia keluar dengan Zidan sahabatnya.


"Dan, lo mau langsung cabut? " Tanya Kirana pada sahabatnya


"Gue ada urusan dulu bentar, kenapa emang nya? "


"Yaa, gue mau nebeng tadinya sama lo. " Ucap Kirana.


"Lo ikut gue aja dulu, nanti gue anterin pulang. " Tawar Zidan.


Tiba-tiba datang seorang laki-laki menghampiri mereka berdua.


"Pulang sama aku aja gimana? " Tanya laki-laki tersebut


"Eh kak Bian. Yaudah kamu pulangnya sama Kak Bian aja ya, gue buru-buru nih. " Ucap Zidan sambil meninggalkan mereka berdua.


"Ih Zidan, dasar nyebelin. " Kirana menggerutu.


"Zidan ada urusan mungkin, kamu pulang bareng aku aja. Tapi sebelum pulang kita makan dulu ditempat biasa. " Ucap Bian


"Iya, tumben kamu gak sibuk. "Ucap Kirana.


"Aku sibuk dibilang gak perhatian, sekarang lagi ada waktu dibilang tumben. Serba salah ya jadi aku. " Ucap Bian.


"Ya gak gitu mas. "


"Ya udah ayo, biar kamu gak marah-marah mendingan kita makan dulu ya. " Ajak Bian pada pacarnya.


15 menit kemudian mereka sampai ditempat makan, tepatnya di taman kota. Disitu banyak sekali jajanan, dan uniknya mereka duduk dibawah pepohonan sambil menikmati keindahanya.


"Mang, bakminya 2 ya. Saya ditempat biasa ya. " Ucap Bian pada pedagang bakmi tersebut.


"Siap a, nanti mamang antar kesana. "


"Oke mang. "


Bian menghampiri Kirana yang sedang menikmati keindahan taman kota tersebut apalagi hari sudah sore hari.


"Kamu inget gak waktu itu kita lewat komplek perumahan, ada satu rumah dengan gaya america classic terus kamu bilang katanya kalo nanti punya rumah mau kaya gitu. "


"Iya inget, emang nya kenapa mas? " Tanya Kirana.


Bian mengeluarkan laptop dari tas nya dan menunjukan sesuatu pada Kirana.


"Aku bikin desain rumah impian kamu, kamu suka gak? " Tanya Bian.


"Masyaallah Mas, ini bagus banget. Kamu pasti begadang ya tiap malem buat ini? " Tanya Kirana.


"Hehehe, iya sayang. Kamu suka gak? " Tanya Bian


"Suka banget Mas. Aku lagi ngebayangin rumah aslinya gimana. " Ucap Kirana antusias.


"Do'ain aku ya semoga suatu saat nanti aku bisa wujudin rumah impian kamu. Aku bakalan kerja keras. Bukan hanya rumah tapi juga rumah tangga. " Harap Bian.


"Makasih ya, aku selalu berdoa yang terbaik untuk kita berdua. "


"Iya sayang. " Ucap Bian menggenggam tangan Kirana.

__ADS_1


Flasback off


"Kamu memang gak ingkar janji untuk buat rumah impian aku, tapi kamu ingkar janji untuk hubungan kita. Bertahun-tahun aku belajar melupakan kamu mati-matian dan setelah berhasil melupakan bahkan sekarang ada Mas Mirza dihidup aku, kamu malah kembali tanpa permisi. "


__ADS_2