Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 66


__ADS_3

Sesuai janji Mirza semalam, hari ini dia memutuskan untuk kerja setengah hari karena jam 1 siang dia harus mengantar istrinya ke dokter kandungan. Setelah pekerjaan nya selesai dia menjemput istrinya kerumah, padahal Kirana meminta nya untuk bertemu langsung diRumah Sakit tapi Mirza tidak mengijinkannya, dia takut kejadian tempo hari yang membuat istrinya kecelakaan terulang lagi.


Tepat pukul 12 siang Mirza sampai dirumahnya dan istrinya Kirana sudah menunggu nya diruang tamu. Kirana memakai celana jeans dan blouse berwarna Mocca.


"Kamu sudah siap? " Tanya Mirza yang membuat kaget Kirana yang sedang fokus pada ponselnya.


"Kamu ngagetin aku Mas, " Jawab Kirana sambil menoleh kearah suaminya.


"Iya maaf, saya ganti baju dulu sebentar ya. " Ucap Mirza pada istrinya.


"Ok mas, baju nya udah aku siapin ya. " Ujar Kirana


"Iya sayang, " Ucap Mirza sambil menaiki anak tangga menuju kamarnya dilantai atas.


10 menit kemudian Mirza turun dari kamarnya dan mengajak Kirana langsung pergi. Didalam mobil mereka membahas soal dokter kandungan yang direkomendasikan oleh Mika.


"Soal dokternya kamu udah dapet infonya? " Tanya Mirza


"Udah mas, " Jawab Kirana sambil memoles tipis bibirnya.


"Siapa?Laki-laki atau perempuan? " Tanya Mirza sambil fokus pada jalanan


"Laki-laki Mas, namanya dokter Agung. Kata Mika itu dokter Obgyn terbaik di RS Medika. " Jawab Kirana


"Emang nya gak ada dokter perempuan? " Tanya Mirza sambil mengerutkan kening nya


"Ya emang kalau laki-laki kenapa Mas? " Kirana bertanya kembali pada suaminya.


"Saya gak mau istri saya di pegang-pegang laki-laki lain. " Ucap Mirza ketus


"Kamu terlalu berlebihan, lagian kita kan cuma mau konsultasi aja bukan mau periksa kandungan kan. "Jawab Kirana sebal


"Ya tapi kan tetep aja, pokoknya kamu telpon Mika sekarang minta dokternya yang perempuan aja jangan laki-laki. " Titah Mirza pada istrinya.


"Huh Dasar dari awal juga aku udah nebak kamu bakalan kaya gini Mas. Kamu tenang aja, selain Dokter Agung ada satu dokter lagi. Namanya dokter Raisa dan Mika juga udah bikin janji sama Dr. Raisa. "


"Syukurlah kalo gitu. " Ucap Mirza lega


"Hari ini jadi kan belanja keperluan buat ke Bali?" Tanya Kirana


"Jadi sayang nanti setelah pulang dari dokter kita langsung ke Mall udah janjian juga sama Arsen. " Jawab Mirza


"Emang kamu gak akan ngantor lagi? " Tanya Kirana


"Enggak,udah di handle sama Dimas. Oh iya sayang, kamu inget kan Investor dari Amerika? " Tanya Mirza


"Iya aku inget, emangnya kenapa mas? " Tanya Kirana


"Jadi Mr. Brian investasi diperusahaan saya sebesar 500 miliyar. " Ujar Mirza sumringah


"Serius mas?"


"Serius sayang, ini juga berkat do'a kamu kan. " Ucap Mirza tersenyum pada istrinya.


"Aku ikut seneng Mas dengarnya, " Kirana meneteskan airmatanya


"Loh kamu kenapa nangis? " Tanya Mirza bingung


"Aku bangga sama kamu Mas, ternyata kerja keras kamu gak sia-sia. " Ujar Kirana


"Berkat kamu juga, " Ujar Mirza tersenyum pada istrinya


"Aku boleh minta sesuatu gak? " Tanya Kirana


"Mau minta apa? Tas baru? " Tanya Mirza serius


"Bukaaaaann Mas, "


"Terus mau apa? " Tanya Mirza


"Aku mau Es Krim Baskin Robbins ya nanti pas di Mall. " Ucap Kirana tak terduga


"Huh, saya kira kamu mau minta Mall. " Ucap Mirza lega


"Soon ya Mas, " Ucap Kirana sambil tertawa


"Dasar, " Ucap Mirza sambil mengelus rambut Kirana dengan sebelah tangan nya.

__ADS_1


...****************...


Rumah Sakit Medika.


Mirza dan Kirana sampai di rumah sakit, pada saat di Lobby rumah sakit mereka bertemu dengan Mika yang keluar dari ruang IGD . Kirana menyapa sahabatnya.


"Hai Mika, " Sapa Kirana tersenyum


"Hai Kia, " Balas Mika dengan ramah


"Aku mau konsultasi ke dokter kandungan yang kamu rekomendasikan Mik. " Ujar Kirana


"Oh iya, aku udah buat janji sama Dr. Raisa kamu langsung aja ke ruangan nya. Nanti disana ada suster Diana yang bantu."


"Ok,makasih Mika. Si Arga kemana Mik?" Tanya Kirana


Mendengar istrinya mencari Arga,Mirza langsung mengajak istrinya pergi.


"Kita langsung aja kesana ya," ajak Mirza


"Iya udah sana Kia. Kalo Arga tadi ada pasien nya yang Anfal kayanya langsung dibawa ke ICU. Kasian, pasien Arga yang lagi Anfal itu hanya berdua sama istrinya. " Mika bercerita pada Kirana tanpa menghiraukan Mirza disamping nya.


"Emang mereka gak punya anak? " Tanya Kirana


"Punya, tapi anaknya ada di Banjarmasin kalo gak salah. " Jawab Mika


Mendengar kata Banjarmasin, Mirza spontan terbatuk-batuk.


"Uhuk.. Uhuk. "


"Kamu kenapa Mas? " Ucap Kirana memegang tengkuk suaminya


"Saya gak apa-apa, kita pergi sekarang ya kasian dokternya udah nunggu. " ajak Mirza kedua kalinya.


"Iya iya, kalo gitu gue kesana dulu ya Mik. Makasih ya udah bantu. " Ucap Kirana


"Sama-sama Kirana. " Balas Mika


Mirza dan Kirana meningglkan Mika dan berjalan menuju ruangan dokter kandungan. Sesampainya disana ada suster didepan pintu masuk yang menyambutnya.


"Selamat siang Bapak/Ibu ada yang bisa saya bantu? " Tanya Suster


"Maaf bu atas nama siapa? " Tanya suster lagi


"atas nama Kirana. " Jawab Kia


"Sebentar saya cek dulu sebentar. "


Suster tersebut mengecek dikomputernya.


"Atas nama Ibu Kirana Bastian betul? " Tanya Suster


"Kirana Aludra sus, " Ucap Kirana bingung


"Nama kamu kan sekarang pakai Bastian, Kirana." Tegur suaminya


"Oalah iya Mas maaf lupa. " Ujar Kirana terkekeh


"Betul dengan Kirana Bastian? " Tanya suster


"Iya sus betul. " Jawab Kirana tersenyum


"Sudah ditunggu oleh Dr. Raisa didalam, Mari saya antar. " Ucap suster tersebut ramah


Mereka berdua masuk kedalam ruangan tersebut diantar oleh suster. Sesampainya didalam mereka dipersilahkan duduk untuk berkonsultasi langsung dengan dokter.


"Selamat siang Pak Mirza dan Ibu Mirza. " Ucap dokter Raisa yang umurnya sekitar 30an. Dr. Raisa memakai kacamata dan ada tahi lalat dibawah hidungnya.


"Selamat siang dokter. "Ucap mereka berdua


"Selamat siang Ibu dan Bapak, ada yang bisa saya bantu? " Ucap dokter Raisa ramah


"Perkenalkan dok saya Kirana dan ini suami saya Mas Mirza, maksud kedatangan kami kita ingin berkonsultasi sama dokter. " Ucap Kirana


"Baik Bu Kirana, jadi apa yang bisa saya bantu?" Tanya Dokter Raisa


"Saya dan suami ingin berkonsultasi masalah kontrasepsi yang baik dan tidak berpengaruh apa2 jika kedepan nya saya dan suami sudah benar-benar siap untuk memiliki anak. " Ujar Kirana menjelaskan

__ADS_1


"Baik, kalau boleh tau Bu Kirana sudah berapa lama menikah? "


"Baru 2 minggu dok, kebetulan kami ini pengantin baru. " Ucap Kirana malu-malu


"Wah pengantin baru ternyata, tapi saya minta maaf ya sebelum nya biasa nya pengantin baru itu langsung menjalankan program kehamilan, apa alasan ibu dan bapak ingin menunda kehamilan? " Tanya dokter Raisa lagi


"Kami ingin menikmati masa-masa berdua dok, " Jawab Mirza dengan tegas


"I—iya dok benar apa yang dikatakan suami saya." sahut Kirana.


"Tapi sebelumnya saya jelaskan terlebih dahulu ya tentang resiko menunda kehamilan, salah satu nya menurun nya tingkat kesuburan baik itu suami ataupun istri dan adanya potensi bayi lahir cacat. " jelas dokter Raisa


Mendengar penjelasan dari Dokter Kirana dan Mirza terkejut bukan main. Mereka fikir tidak ada resiko dari menunda kehamilan.


"Dilihat dari usia Ibu Kirana yang sudah menginjak 27 tahun ini adalah usia produktif untuk memiliki momongan. " Sambung dokter Raisa


"Tapi dok kita menunda kehamilan bukan dengan jarak waktu yang lama, mungkin hanya 1 tahun saja setelah itu kita ingin program kehamilan. " Ucap Mirza


"Betul dok, jadi saya ingin berkonsultasi tentang kontrasepsi yang paling aman dan nyaman untuk kami. " jelas Kirana


"Oke kalo gitu jadi ada beberapa macam alat kontrasepsi yaitu suntik, implant, iud, pil kb dan juga k*ndom. Tapi tiap jenis alat kontrasepsi memiliki kekurangan dan kelebihan nya masing-masing. Seperti suntik 3 bulan sekali efek nya haid menjadi tidak teratur, implan adalah alat yang dimasukan kedalam lapisan kulit, IUD juga alat yang dimasukan kedalam mulut rahim melalui v*gina, pil kb juga memiliki kekurangan karena adanya hormon yang membuat wajah menjadi kusam dan berjerawat dan yang terakhir adalah k*ndom, Mungkin ibu dan bapak sudah mengetahui kontrasepsi jenis ini. "Ucap dokter raisa dengan telaten menjeleskan


" Kalau untuk implant dan iud itu gimana ya dok? "Tanya Kirana


" Saya gak izinkan. "Ucap Mirza


Dokter Raisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku suami istri ini.


"menurut saya implant dan iud tidak cocok untuk ibu, karena kontrasepsi ini jangka waktu nya lama sekitar 5 tahun. " Jelas Dokter


"Jadi menurut dokter kontrasepsi apa yang cocok dengan saya? " Tanya Kirana lagi


"Untuk hal itu mungkin ibu bisa berunding dengan suami, saya disini hanya memberikan edukasi saja untuk ibu dan bapak." Ujar dokter Raisa


"Baik dok nanti saya bicarakan dulu dengan istri saya terlebih dahulu. Terimakasih banyak dok, kalau begitu kami pamit. " Ucap Mirza yang terkesan seperti buru-buru


"Sebentar Mas, aku masih ingin nanya2 sama dokternya, gimana sih. " Celoteh Kirana


"Kalau mau berkonsultasi lagi bisa hubungi saya bu, ini kartu nama saya. " dokter Raisa menyodorkan kartu nama pada Kirana


"Baik dok terimakasih ya atas penjelasan nya, kami mohon pamit. " Ucap Kirana


"Baik ibu dan Bapak sama-sama. "


Mirza dan Kirana keluar ruangan dokter setelah itu mereka berjalan menuju parkiran rumah sakit dan masuk kedalam mobil. Didalam mobil tampak Kirana terlihat menekuk wajahnya.


"Kamu kenapa? " Tanya Mirza


"Aku sebel sama kamu, aku kan masih ingin nanya2 sama dokternya. " Kirana melipatkan tangan didanya


"Saya ga kuat dengernya apalagi ada alat-alat yang dimasukan kedalam tubuh. " Jawab Mirza


"Ya terus menurut kamu gimana? Apa kita program hamil aja? " Tanya Kirana


"Jangan dulu ya, kita kan mau nikmatin masa-masa berdua dulu. " Bujuk Mirza


"Kenapa sih kamu tuh aneh banget gak mau punya anak? " Tanya Kirana dengan nada sinis


"Bukan nya gak mau sayang tapi belum siap, " Ucap Mirza


"Terus aku harus pake kontrasepsi yang mana mas? " Tanya Kirana frustasi


"Pake k*ndom aja ya, nanti sekalian kita beli di supermarket. " Ucap Mirza tersenyum genit pada istrinya


"Ih kalau kamu lupa pake gimana? " Tanya Kirana


"Ga akan, kalau perlu saya simpen dibawah bantal jadi kalau saya lagi pengen kan gampang. "


"Terserah kamu aja lah Mas, " Ucap Kirana pasrah


"kamu pas nanti dibali halangan nya udah selesai kan? " Tanya Mirza


"Gak tau liat aja nanti Mas. "


"Yaudah kita jalan sekarang ke Mall, kamu jangan lupa beli ya. " Ucap Mirza


"Idih kamu aja yang beli, aku mah malu. " Ujar Kirana

__ADS_1


"Oke nanti saya yang beli. " Balas Mirza


didalam mobil mereka tidak henti-hentinya berdebat soal itu. Bahkan sepanjang perjalanan menuju Mall hanya obrolan orang dewasa saja yang mereka obrolkan. Ada-ada aja kelakuan pasutri yang satu ini.


__ADS_2