Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 61


__ADS_3

Kirana menghampiri Bu Ning yang sedang menyiapkan di dapur dan menyapa nya.


"Selamat pagi bu. " Sapa Kirana sambil tersenyum


Bu Ning melihat ke arah Kirana dan sedikit dibuat melongo, melihat majikan nya dengan rambut yang masih basah. Ada rasa bahagia, karena kedua majikan nya sudah berbaikan.


"Pagi Mbak Kia.Pagi-pagi begini sudah keramas ya " Ledek Bu Ning


"Semalam pasti begadang ya mbak. " Tambah Bu Ning terkekeh


"Ibu apaan sih. " Kirana tersipu malu


"Gak apa-apa Mbak, malahan ibu senang liat Mbak Kia dan Mas Mirza baikan. " Ucap Bu Ning tersenyum


"Iya Bu, makasih ya selama Mas Mirza pergi ibu selalu nemenin dan ngurusin aku. " Ucap Kirana


"Iya sama-sama mbak. " Balas bu ning


Beberapa saat kemudian,Mirza menghampiri Kirana yang sedang menyiapkan sarapan. Dia terlihat sudah rapi dengan pakaian yang sudah disiapkan istrinya.


"Selamat pagi. " Sapa Mirza sambil duduk


"Pagi Mas, sarapan dulu ya. " Kirana menuangkan beberapa sendok nasi goreng dan tidak lupa telor mata sapi nya.


"Iya makasih ya sayang. " Balas Mirza


"Aku mau siap-siap dulu ya Mas. " Ujar Kirana


"Siap-siap mau kemana? " Ucap Mirza sambil mengunyah nasi goreng nya


"Aku mau ikut kamu ngantor. " Jawab Kirana dengan santainya


"Uhuk.. Uhuk. " Mirza tersedak setelah mendengar ucapan istrinya. Dengan sigap Kirana memberikan air minum pada suaminya.


"Pelan-pelan makan nya mas , " Tegur istrinya


"Kamu serius mau ikut ke kantor? " Tanya Mirza


"Serius Mas, aku siap-siap dulu ya. " Kirana meninggalkan Mirza yang sedang sarapan.


Kalau Kirana ikut ke kantor nanti gimana gue ngobrol sama Dimas soal kepindahan Aletha ke Bandung. Lagian Kirana juga tumben mau ikut gue ke Kantor, apa dia udah curiga ya sama gue. Batin Mirza


Tiba-tiba Pak Arif datang membuyarkan lamunan Mirza.


"Selamat pagi Mas. " Sapa Pak Arif


"Pagi Pak, apa kabar. Ayo sarapan sama-sama Pak. " Ajak Mirza


"Bapak sudah sarapan Mas, " Jawab Pak Arif


"Ada apa Pak? " Tanya Mirza lagi


"Hari ini mau pakai mobil yang mana Mas? Biar bapak siapin mobilnya. " Ujar Pak Arif


"Yang merah aja pak, " Ucap Mirza


"Yang merah yang Porsche atau yang Ferarri Mas? " Tanya Pak Arif lagi


"Yang Porsche aja Pak. "


"Iya Siap Mas 86." Ujar Pak Arif bersemangat


"Siap, yang lain nya dipanasin juga ya Pak. Yang Bmw kalo gak salah jadwal service, nanti siang di service ya pak. "


"Siap Mas, kalo gitu bapak permisi ya mau siapin mobilnya. "


"Iya pak, terimakasih ya. " Ucap Mirza


"Sama-sama Mas. " Pak Arif melangkahkan kakinya keluar.


Kirana sudah siap dengan penampilan nya, dia memakai Midi Dress berwarna senada kemeja suaminya. Dia menghampiri suaminya yang sudah selesai sarapan.


"Sarapan nya udah? " Tanya Kirana


"Udah, kamu gak sarapan dulu? " Tanya suaminya

__ADS_1


"Nanti aja lah dikantor kamu. "


Mirza melihat pergelangan tangan nya, berniat ingin melihat jam. Tapi ternyata dia lupa memakai jam tangan nya.


"Bentar, aku ambil jam tangan dulu ya. " Mirza berdiri dari tempat duduknya.


Kirana mengeluarkan sesuatu dari tas nya dan memberikan nya pada suaminya.


"Nih, aku udah bawain jam tangan nya. " Seru Kirana


"Makasih ya, yaudah kita berangkat sekarang ya. " Ajak Mirza


"Iya Mas. "


...****************...


Kirana dan Mirza sudah sampai Di Kantor, mereka disambut oleh karyawan kantor. Semua mata tertuju pada penampilan Kirana yang berpakaian senada dengan suaminya, sangat kontras sekali dengan kulit putih nya.


Mereka berdua masuk kedalam ruangan tempat Mirza dan seperti biasa Kirana duduk di sofa. Didalam ruangan Mirza langsung menuju ke tempat kerja nya dan mengecek berkas-berkas yang ada diatas meja nya.


"Kamu mau sarapan apa? " Tanya Mirza sambil mengecek berkas


"Lontong sayur enak kayanya Mas, " Jawab Kirana


"Okee, tunggu sebentar. " Mirza menelpon Metha sekertarisnya untuk membelikan sarapan untuk Kirana.


"Mas, " panggil Kirana


"Iya kenapa? " Jawab Mirza


"Kamu lagi sibuk banget ya? " Tanya Kirana


"Nggak sayang, " Ujar Mirza menghampiri Kirana dan duduk disebelah nya sambil fokus pada laptop nya


"Kenapa ya karyawan kamu, kalo kamu datang mukanya pada tegang gitu? " Tanya Kirana


"Ah Mas sih, perasaan kamu aja kali. " Ucap Mirza


"Aku serius loh Mas, staff kamu juga pas kamu lewat langsung nunduk gitu. "


"Ya mungkin mereka lagi sibuk kali sama kerjaan nya jadi nunduk. " Jawab Mirza santai


"Kamu ada-ada aja, aku gak galak tapi tegas. " Jawab Mirza


"Huh alasan. " Ucap Kirana


"Emang nya kenapa sayang? " Tanya Kirana


"Aku ada saran, gimana kalo perusahaan kamu nyediain psikolog khusus untuk konseling karyawan-karyawan kamu Mas. Jadi pas ada kendala atau apapun itu mereka bisa konsultasi sama psikolog. Itu bagus loh Mas untuk kemajuan perusahaan kamu. " Kirana memberikan saran nya pada suaminya


"Terus psikolog nya siapa? Kamu? " Ujar Mirza sambil menatap tajam istrinya


"Boleh, kalo dibutuhkan. " Jawab Kirana nyengir


"Gak usah aneh-aneh deh, aku kan udah bilang, kamu gak usah capek-capek kerja cukup doain aku aja dirumah. " Balas Mirza


"Iya-iya, aku kan bercanda Mas. " Ucap Kirana


"Tapi saran kamu bagus juga, nanti pas meeting aku bahas sama tim. " Ucap Mirza


TOK.. TOK


Pintu ruangan Mirza ada yang mengetuk..


"Masuk." Ucap Mirza sedikit berteriak


Dimas masuk kedalam ruangan kerja Mirza dan membawa beberapa berkas ditangan nya.


"Selamat pagi Pak, Bu Kirana. " Sapa Dimas


"Selamat pagi Dimas. " Balas Mirza


"Loh Pak Dimas sudah masuk kerja?Bukan nya Pak Dimas dirawat dirumah sakit "Tanya Kirana kaget. Karena tadi pagi suaminya memberi tahu kalau Dimas dirawat


Mendengar pertanyaan istrinya dia terkejut, dia lupa pada ucapan nya tadi pagi. Dengan cepat dia memberikan kode pada Asisten nya untuk mengiyakan nya. Untung saja Dimas sudah terbiasa pada situasi seperti ini.

__ADS_1


"I—iya bu saya baik-baik saja. " Ucap Dimas


Mirza menghela nafasnya lega, karena Dimas mengerti dengan kode yang diberikan nya pada Dimas.


"Ini pasti Mas Mirza yang nyuruh Pak Dimas masuk kerja ya? " Tanya Kirana


"Kenapa bawa-bawa saya. " Mirza mengerutkan kening nya


"Nggak kok bu, saya memang sudah baik-baik saja. " Ucap Dimas tersenyum


"Duduk Dim. " Mirza mempersilahkan Dimas untuk duduk


"Iya Pak. " Jawab Dimas sambil duduk di depan Mirza


"Ada apa? " Tanya Mirza


"Ada hal penting yang mau sampaikan sama Bapak. " Ujar Dimas


"Oke silahkan. " Jawab Mirza


"T—tapi ini penting pak, mungkin kita bisa bahas diruang meeting. " Ujar Dimas


"Maksudnya saya gak boleh dengar? " Tanya Kirana


"Maaf bu, bukan begitu. Tapi ini harus dibahas dengan tim yang lain. Atau kita meeting diruangan bapak saja?" Tanya Dimas


"Diruang meeting aja Dim, kamu duluan nanti saya nyusul ya. " Ucap Mirza


"Baik Pak, kalau gitu saya siapkan dulu materi untuk meeting nya. " Ucap Dimas beranjak dari tempat duduknya


"Iya Dimas. " Jawab Mirza


"Oh iya saya lupa, tadi Pagi, Pak Bian telpon saya beliau bisa bertemu Bapak siang ini, katanya beberapa hari kedepan beliau harus keluar kota pak. " Ucap Dimas


"Oke atur aja jadwalnya, hari ini saya full di Kantor Dimas. Kamu make sure aja lagi ke Pak Bian ya. "Pesan Mirza


"Baik Pak. " Ujar Dimas


Mendengar nama Bian, Kirana tampak menjadi salah tingkah. Itu artinya Dia akan bertemu dengan Bian di Kantor suaminya. Terus terang dia belum siap dengan situasi ini, harus bertemu lagi dengan masa lalu yang ingin dia kubur dalam-dalam.


"Hei kamu kenapa bengong? "Tanya Mirza yang melihat istrinya melamun


"Eh, i—tu Mas, sarapan aku kenapa belum datang ya. "Ujar Kirana


"Tukang lontong nya emang lumayan jauh, mungkin Ucup jalan kaki kesananya. Ya mungkin baru magrib sampe kantor. " Mirza terkekeh menggoda istrinya


"Ih apaan sih, kamu nyebelin. "


"Lagian lontong sayur pake difikirin segala. Aku ke Ruangan meeting dulu ya. " Ucap Mirza pada istrinya


"Terus aku disini ngapain? Duduk doang? " Tanya Kirana


"Ya nonton bisa kan atau kamu bikin vlog atau apa aja yang gak bikin kamu bosen. " Saran suaminya


"Aku pengen nya liburan Mas. " Rengek Kirana pada Mirza


"Iya, nanti kan kita ke Bali. "Ujar suaminya sambil membelai rambut istrinya


"Itu sih liburan rame-rame Mas. Aku maunya ke Swiss,boleh gak? Kesananya pake tabungan aku aja, uang kamu kan abis dipake manjain aku terus."


"Iya nanti ya kamu sabar dulu. Kalau mau keluar negeri persiapan nya harus matang, bukan hanya soal uang tapi soal waktu juga. " Mirza memberi pengertian pada istrinya


"Oh iya aku lupa kamu kan sibuk ya Mas. " Ucap Kirana ketus pada suaminya


"Gak gitu ya maksud aku," Ucap Mirza


"Ya udah aku ngerti Mas. "Balas Kirana


"Aku ke Ruangan meeting dulu ya, nanti kita makan siang nya diluar sekalian aku mau ketemu sama Pak Bian." Ujar suaminya


"Aku harus ikut? " Tanya Kirana


"Ya iyalah sayang, kamu kan istrinya aku. Lagian kan kamu juga kenal sama Pak Bian. "


"Emang nya kamu mau ngapain ketemu sama Bian? " Tanya Kirana

__ADS_1


"Nanti juga kamu tahu. Yaudah aku keluar ya, kalau perlu apa-apa panggil aja Metha. "Mirza mencium puncak kepala istrinya setelah itu dia keluar.


Setelah kepergian suaminya, Kirana tampak cemas karena diajak suaminya bertemu dengan mantan kekasihnya. Dia masih belum siap bertemu dengan Bian setelah sekian lama berpisah. Walau bagaimana pun Bian pernah mengisi ruang dihatinya


__ADS_2