
Pagi ini adalah hari pertama Kirana menyiapkan segala keperluan suami nya, mulai dari pakaian, sarapan dan kebutuhan lain nya. Pagi hari sekali dia sudah mandi dan turun kedapur untuk menyiapkan sarapan dibantu oleh Bu Ning.
"Selamat pagi, Bu. " Ucap Kirana
"Selamat pagi, Mbak. " Balas Bu Ning
"Kia mau siapin sarapan untuk Mas Mirza bu. " Ucap Kirana.
"Biar sama Ibu aja, Pak Mirza waktu itu pesan ke ibu, kalau Mbak Kia jangan sampai masuk dapur, soalnya waktu itu tangan nya melepuh katanya. "
"Oh iya, waktu aku masak dirumah Mama. Tapi gak apa-apa kok Bu. Ibu kerjain yang lain aja, biar aku yang bikin sarapan. " Ujar Kirana pada Bu Ning
"Ya sudah kalau begitu, Ibu dibelakang ya. Bahan-bahan nya sudah ibu siapkan ya. "
"Iya bu Makasih ya.
Kirana melanjutkan membuat sarapan nasi goreng dan telor ceplok yang bahan-bahannya sudah disiapkan oleh Bu Ning. Sementara itu, dikamarnya Mirza sudah selesai mandi, dan bersiap untuk berpakaian. Ternyata semua keperluan nya sudah disiapkan oleh istrinya,mulai dari pakaian, celana, ikat pinggang, dasi dan jam tangan.
Mirza tersenyum melihat perlakuan istrinya, betapa Kirana berusaha untuk menjadi istri yang baik untuknya.
Ternyata punya istri itu enak ya, apa yang kita butuhkan semuanya sudah tersedia. Gue yakin Kirana berusaha banget untuk ini. Gumam Mirza.
Mirza memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh Kirana, tapi karena dia jarang sekali memakai dasi, Mirza tampak kesulitan memakainya. Setelah semuanya selesai, Mirza melangkahkan kakinya keluar dan masuk ke ruangan sebelah untuk mengambil tas kerja nya.
...****************...
Kirana sudah selesai membuatkan sarapan untuk suaminya, dan sudah disajikan diatas meja makan. Ada Nasi goreng, telor ceplok dan beberapa potong sosis. Kirana juga menyiapkan beberapa lembar roti beserta selainya.
"Selamat pagi. " Ucap Mirza menyapa istrinya.
"Pagi Mas. " Balas Kirana.
Mirza duduk dikursi meja makan, sedangkan Kirana sedang menuangkan air putih ke gelas Mirza.
"Kamu masih marah ya sama saya? " Tanya Mirza pada istrinya.
"Nggak kok Mas, selalu ada maaf untuk kamu. Maaf kalo aku terkesan seperti anak-anak. "Ucap Kirana tersenyum pada suaminya.
"Saya minta maaf ya. " Ucap Mirza lagi
"Iya Mas. Kamu mau sarapan apa? Nasi goreng atau Roti? " Tanya Kirana.
"Nasi goreng aja, saya mau cicipin nasi goreng buatan istri saya. " Ucap Mirza
Kirana menuangkan beberapa centong ke piring suaminya, dan memasukan telor ceploknya. Setelah itu Kirana duduk disebelah suaminya, dia mengambil roti dan mengoleskan nya pada roti.
"Kamu gak sarapan nasi goreng? " Tanya Mirza
"Nggak biasa Mas, " Kirana nyengir.
"Padahal nasi goreng kamu enak. " Ucap Mirza sambil mengunyah nasi goreng nya.
"Hmm, biasa aja padahal mah. " Ucap Kirana
"Serius sayang, ini enak. " Puji suaminya.
Kirana tersenyum pada suaminya, "Makasih mas. Oh iya, hari ini aku ke kampus ya gak akan lama. "
__ADS_1
"Ok, mau bareng sama saya? " Tanya Mirza
"Aku belum siap. Lagian kalau kamu anterin aku dulu ke Kampus nanti kamu telat Mas. Aku naik taksi aja ya.Aku mau minta anter sama Pak Arif tapi kata Bu Ning lagi sakit " Ucap Kirana
"Bareng aja, saya tungguin. Kamu siap-siap sekarang gih. "
Tiba-tiba ada panggilan masuk dan Mirza langsung mengangkatnya. Ternyata panggilan dari Kantornya.
"Oke, saya berangkat sekarang. " Ucap Mirza ditelpon.
Mirza menutup telpon nya dan menyelesaikan sarapan nya.
"Tuh kan kata aku juga apa, kalau nungguin aku dulu bakalan lama. " Ucap Kirana
"Saya duluan ya, kamu bawa mobil aja terserah kamu mau pake yang mana. Kunci mobilnya digantung di tempat kunci. " Ucap Mirza sambil berdiri.
"Bentar Mas, kerah baju sama dasi kamu gak rapi, aku benerin dulu. " Ucap Kirana mendekati suaminya dan merapikan kerah dan dasi suaminya. Tanpa sadar, Mirza menatap Kirana dengan dalam.
Saya tau, kamu gak terbiasa dengan hal-hal seperti ini. Apalagi harus mengurusi segala keperluan saya. Sebelum kamu menikah dengan saya, semua dilakukan oleh orang lain. Tapi sekarang setelah menikah, kamu berusaha melakukan nya sendiri walaupun saya tahu, ini gak mudah buat kamu. Batin Mirza
"Mas kenapa bengong? Baju kamu udah rapi. " Ucap Kirana.
"Ah maaf. Saya hanya terpesona dengan kecantikan istrinya saya. " Ini pertama kalinya Mirza merayu seorang wanita,sampai membuat istrinya malu sendiri.
"Dasar.Pagi-pagi udah gombalin aku. Oh iya, aku udah buatin Infused water buat kamu Mas. " Kirana memberikan paperbag berisi infused water pada suaminya.
Mirza menerima paperbag yang diberikan oleh istrinya. "Saya pergi ke Kantor sekarang ya. " Ucap Mirza pada Kirana.
"Iya, aku anter ke depan ya. "
Kirana mengantar suaminya sampai kedepan pintu. Sebelum pergi Kirana mengingatkan lagi sesuatu pada suaminya.
"Kamu udah cek semuanya takutnya ada yang ketinggalan. Berkas-berkas meeting nya? "
"Aman sayang. " Jawab Mirza
"Handphone sama dompet aman? " Tanya Kirana lagi.
"Hmm, aman sayang. Waduuh, hampir aja saya lupa. " Mirza mengeluarkan dompet dari sakunya, setelah itu dia mengeluarkan sesuatu dari dalam dompetnya.
"Ini buat semua kebutuhan kamu ya. " Ucap Mirza memberikan Black Card pada istrinya.
Kirana terkejut ketika suaminya memberikan Black Card untuknya. Menurutnya itu sangat berlebihan.
"Ini berlebihan Mas." Ucap Kirana
"Sudah kewajiban saya memberikan nafkah sama kamu. Saya harus pastikan kamu tidak kekurangan apapun. "Ucap Mirza
"T—tapi Mas, soal nafkah kamu bisa transfer ke rekening aku kan. Berapapun jumlah nya aku pasti terima, Mas. "
"Udah, jangan bantah suami. Katanya mau jadi istri yang nurut sama suami. "Ucap Mirza
"Iya Mas,Makasih ya. " Kirana menghampiri Mirza dan memeluk suaminya. Mirza juga membalas pelukan hangat dari istrinya.
"Saya berangkat dulu ya. " Mirza mengecup perlahan kening Kirana.
"Iya Mas. Pulangnya jangan malam banget ya, please. " Kirana memohon pada suaminya.
__ADS_1
"Saya usahakan untuk pulang tepat waktu. " Balas Mirza.
"Yaudah kamu berangkat sekarang ya, gak enak kalau klien sampai nungguin kamu. " Kirana melepaskan pelukan dari suaminya.
"Saya berangkat sekarang ya, jangan lupa selalu kasih saya kabar. " Ucap Mirza mengingatkan istrinya.
"Iya Sayang. Kamu hati-hati dijalan ya, semangat kerjanya. Do'a aku untuk kamu di setiap helaan nafas, Mas. " Kirana meraih tangan Mirza dan mencium tangan suaminya.
"Makasih ya sayang. Kamu juga hati-hati ya, kalau ada apa-apa kabarin saya. "
"Oke, Mas. "Kirana mengedipkan sebelah matanya.
" Assalamu'alaikum. "Ucap Mirza pamit
" Walaikumsayang. "Kirana membalas salam suaminya, dan membuat suaminya heran dengan kelakuan istrinya.
Setelah suaminya pergi, Kirana bersiap-siap untuk berangkat Ke Kampus. Walaupun suaminya sudah memberikan izin membawa mobil, tapi dia memutuskan untuk memakai taksi online saja. Sebelum pergi dia pamit pada Bu Ning.
"Bu, Kia pergi dulu ke kampus ya. " Ucap Kirana.
"Mbak Kia mau bawa mobil? " Tanya Bu Ning
"Nggak bu, Kia pakai taksi aja. Lagian Kia gak akan lama di Kampus nya. "
"Hati-hati ya Mbak Kia. "
"Iya bu, Kia jalan sekarang ya, Taksi nya sudah didepan soalnya. " Ucap Kirana.
"Iya Mbak.Ibu antar kedepan sekalian buka gerbang nya " Ucap Bu Ning.
"Gak usah Bu, Kia sendiri aja. Assalamualaikum. " Pamit Kirana
"Walaikumsalam." Balas Bu Ning
Kirana melangkahkan kaki nya keluar rumah dan menghampiri taksi tersebut.
"Atas nama Ibu Kirana ya? " Tanya Supir taksi tersebut.
"Iya Pak betul. " Jawab Kirana.
"Silahkan naik Bu. " Ucap supir taksi
Kirana masuk kedalam taksi tersebut,
"Sesuai titik ya bu? " Tanya Pak Supir.
"Iya pak, Ke Kampus Pelita Harapan Pak. Tapi mampir sebentar ke Marissa Cake and Bakery ya. " Ucap
"Baik Bu. " Ujar Pak Supir.
"Makasih ya Pak. "
"Iya Bu sama-sama. "
Kangen Croffle nya mama, sekalian gue mau bawain buat rekan dosen gue di kampus. Semoga aja ada Mama juga disana, padahal baru sehari tapi udah kangen lagi aja ke Mama. Batin Kirana.
...................
__ADS_1