Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 18


__ADS_3

Tidak seperti hari hari biasanya, Pagi ini Kirana sudah berada di Dapur membantu Bi Darmi menyiapkan sarapan. Dengan handuk yang masih menempel dikepalanya, karena setelah mandi dia langsung menuju ke dapur. Kirana membantu memotong daun bawang, tapi pada saat memotong, mata Kirana mengeluarkan air mata, karena belum bisa bertempur dengan bahan masakan.


"Udah mbak sama Bibi aja. Kasian, matanya jadi berair gitu. " Ucap Bi Darmi


"Iya kan Kia pengen belajar masak Bi. " Ucap Kirana pada Bi darmi sambil memperhatikan Bi darmi memasak


"Nasi goreng nya udah selesai. Tinggal telor ceplok nya. " Ucap Bi Darmi sambil memindahkan nasi goreng nya ke Wadah


"Kia aja Bi yang goreng telor nya. Kia ahlinya kalo goreng telor. " Puji Kirana pada dirinya sendiri


" Ya mbak, Bi Darmi ambil telornya dulu ya di Kulkas. " Ucap Bi Darmi


"Gak usah Kia aja, sekalian Kia mau bikinin bekel buat Mas Mirza. " Ujar Kia sambil berjalan kearah kulkas dan mengambil beberapa telur. Setelah itu Kirana, membuat beberapa telor ceplok dan menghidangkan nya di meja makan.


Pada waktu yang bersamaan, Papa dan mama nya turun dari kamarnya. Bahkan mereka sudah berpakaian rapi.


"Pagi Ma, Pagi Pa. " Sapa Kirana pada orang tuanya


"Tumben pagi pagi udah turun . " Ledek Mamanya


"Iya, siapa nih yang siapin sarapan nya? " Tanya papa nya sembari duduk dan bersiap untuk sarapan


"Yang siapin sarapan nya Kia, kalau yang masak nya Bibi. Aku tadi bantuin bikin telor ceplok aja. " Ujar Kia menyeringai


"Ya lumayan lah papa, anak kita udah ada kemajuan. " Ucap Mamanya


"Iya Ma. Takut nanti Mas Mirza nya pergi lagi. " Goda papa nya pada anaknya


"Apa sih papa, pagi pagi udah godain anaknya." Ucap Kirana cemberut


"Papa becanda sayang. " Ucap papanya


"Terus hari ini kamu ke Kampus? " Sambung papa nya


"Tadinya sih iya mau ke Kampus, mau bikin Monthly Report tapi tadi abis shalat Subuh Mas Mirza ngabarin ke Aku terus ngajakin aku ke Lembang Pa. " Jawab Kirana sambil meneguk susu nya


"Aku mau liat Venue buat nanti acara pernikahan aku. Waktu itu aku pernah kesana, cuman liat dari luarnya aja. Pas Kia browsing ternyata tempatnya luas banget, bagus banget paa. " Ucap Kirana menceritakan tempat yang dia maksud


Papa nya mengangguk2an kepalanya "Terus untuk biaya nya berapa? " Tanya papa nya


"Kalo yang Paket Intimate Wedding 67juta terus yang Paket Premiun Wedding nya 128 juta per 24 jam. "


"Terus Mirza gimana? " Tanya Mama nya


"Mas Mirza bilang ambil aja yang Paket Premium nya. " Jawab Kia santai


"Ya papa setuju. Yang penting Kia seneng. " Ucap papa nya tersenyum lebar


"Terus untuk Wedding cake nya, Kia percayakan ke Ibu Marissa. " Ucap Kirana tertawa


"Iya Sayang tenang aja. Hari ini mama ada acara di Kantor nya papa, terus siang nya Mama janjian sama Mamanya Mirza. " Ucap Mamanya


Kirana mengerutkan kening nya "Emang janjian mau kemana Ma? " Tanya Kia heran


"Mau test food sayang buat catering pas nikahan kamu. " Ujar Mamanya


"Oh kirain janjian mau shoping. " Ucap Kirana terkekeh


"Ya kalo keburu boleh lah melipir bentar ke Mall. "Ucap Mamanya tertawa


" Gak usah aneh aneh, Tas sama baju kamu udah penuh. "Ucap papa nya Kirana ketus


"Iya iya pa. Sensi banget sama Mama. " Ucap Mamanya

__ADS_1


"Udah gak usah pada debat gini. Mending sekarang fokus dulu ke acaranya aku ya. " Ucap Kirana


"Iya sayang pasti. " Ucap papa nya


"Iya dong, apapun untuk anak Mama yang paling cantik sendirian. " Ledek Mama nya


"Ya paling cantik lah, orang Kia anak perempuan satu satu nya. " Ucap Kiran


"Hehe itu tau. " Ucap Mama nya


"Oh iya, hampir aku lupa. Yang buat persyaratan nikah itu kaya Ktp Papa,Ktp Aku terus Kartu Keluarga sama Akte kelahiran aku udah disiapin kan Ma? " Tanya Kirana


"Udah Mama siapin, nanti mama titip pesen ke Bi Darmi. Ktp kamu kan ada di kamu kan? " Tanya Mama nya


"Ada, udah Kia siapin dimeja, diatas laptop Ma sama pas photo nya juga. Udah ya Ma, kia keatas dulu mau siap siap, soalnya takut Macet." Ucap Kia


"Iya, nanti kalo sempet susulin Mama ke tempatnya tante Yola ya buat tes food. " Ujar Mamanya


"OK ma, kalo aku sempet aku nyusul kesana. " Jawab Kirana beranjak dari tempat duduknya dan buru buru ke kamar untuk siap siap.


Dirumahnya Mirza sudah selesai bersiap siap. Pagi ini Dia tidak ke Kantor, karna akan berangkat ke Lembang dengan Kirana. Dia turun kebawah menghampiri orang tua serta adiknya yang sedang sarapan.


"Pagi." Ucap Mirza bersemangat


"Pagi Nak. " Ucap kedua orang tuanya


"Tumben gak ngantor? " Tanya Dinda adiknya


"Nggak, ada kepentingan mendadak. " Ujar Mirza sambil duduk di meja makan


"Mau sarapan? Mama siapin. " Tanya mamanya


"Nanti aja Maa, tadi Kirana bilang mau bawain sarapan. " Jawab Mirza


"Ya gak ada waktu buat ceritanya. " Ucap Mirza singkat


"Udah jangan digodain terus dong Kakak nya. " Ucap Mamanya


"Becanda Ma. Lagian aku seneng, sebentar lagi aku punya Kakak ipar kaya Bu Kirana. Jadi kalo soal tugas gampang deh. " Ucap Dinda terkekeh


"Gak gitu ya. Gaakan Kakak izinin,nanti Kirana bantuin ngerjain tugas kamu. " Sanggah Mirza pada adiknya


"Gimana Za udah disiapin semuanya? "Tanya papa


" Apanya Pa? "Tanya Mirza bingung


" Itu berkas berkas yang buat ke KUA? "Jawab papa nya


"Udah, aku siapin di Ruang Kerja. Nanti kalo Dimas kesini bilangin ya Ma aku simpen di Ruang Kerja. " Ucap Mirza beralih ke Mama nya


"Iya nanti Mama bilangin. Terus hari ini kamu mau kemana? " Tanya Mamanya lagi


"Mau ke Lembang , mau survey tempat buat nanti. Liat deh Ma, kalo di foto tempatnya OK. " Ujar Mirza sambil membuka galeri photo nya dan memberikan nya pada Mamanya


"Bagus ini Za, Mama juga suka. Liat deh Pa. " Ucap mama nya memperlihatkan photo pada pada suami nya


"Bagus, adem dan asri tempatnya. " Ucap papanya Mirza


"Tapi biasanya kalau tempat bagus kaya gitu, biasa nya suka udah full booked. Harus cepet2 booking nya Kak. " Pendapat Dinda adiknya


"Iya makanya hari ini Kakak mau kesana,mudah-mudahan belum ada yang booking. " Ucap Mirza


"Terus kalian mau Pre Wedding dulu? " Tanya Mamanya

__ADS_1


"Gak usah lah, waktunya mepet Ma. " Jawab Mirza


"Terus rumah kamu gimana? Udah beres semuanya? Udah bisa ditempati? " Tanya papa nya


"Rumah udah aman Pa, kemaren baru pasang Kithcen set. Selebihnya ntar udah nikah lah belinya. "


"Tuh kan sampe lupa, yang buat seserahan itu gimana? " Tanya Mamanya


"Soal itu Mirza nggak ngerti Ma. Emang kalo seserahan isi nya apa aja? " Tanya Mirza


"Ya banyak, alat shalat, perhiasan, baju, tas, make up." Ucap Mama nya menyebutkan satu persatu


"Kalo gitu Kia belanja sama Mama aja jadi sama sama ngerti kan. Nanti pake nya Kartu Kredit aku belanja nya. " Ucap Mirza memberikan saran


"Lagian Papa minta waktunya kecepetan. Jadi gini kan riweuh. " Ucap Mirza menggerutu


"Ya Papa takutnya kalo kelamaan, nanti kamu keburu berubah fikiran. " Ucap papanya khawatir


"Tapi Za, Mama kan juga sama sibuk. Belum ngurusin Baju pengantin, terus urus Catering juga sama Mama nya Kia, belum lagi fhotografer, undangan, souvenir. Pusing Mama jadinya. " Ucap Mamanya sambil menepuk kepalanya sendiri


"Kalo undangan kan sekarang udah gak zaman pake kertas, sekarang udah ada undangan digital lebih gampang dan simpel. " Timpal Dinda yang dari tadi menyimak mereka


"Kalo gitu buat undangan nya Dinda aja yang handle terus nanti dibantu sama Dimas ya Dek." Ucap


"Okeeeey. Hari ini aku langsung ke tempatnya ya. Terus nanti list tamu undangan nya kirim ke aku. " Ucap Dinda


"Nanti Papa suruh sekertaris Papa buat list tamu undangan nya ya. Udah gede ternyata kamu ya, udah bisa diandelin. " Puji papa nya pada Dinda


"Iya dongs. Udah ah aku mau ke Kampus dulu ya. Daaah Ma.. Pa.. Kak. " Pamit Dinda pada mereka semua


"Hati-hati." Ucap Mereka semua


"Berarti Venue sama Dekorasi nya kamu sama Kia, terus baju pengantin tinggal fitting, Catering udah, undangan udah, tinggal photografer, pengisi acara sama souvenir Za. " Ucap Mamanya


"Photografer sama pengisi acara biar Dimas aja yang handle. Mirza percaya dia bisa diandelin. Terus soal souvenir Mirza harus ngobrol dulu ke Kirana. Minta pendapatnya dia dulu. " Ujar Mirza


"Kalo gitu berarti semuanya clear ya jadi fokus ke tugasnya masing masing. " Ujar Mamanya memberi komando


"Iya Ma. Kalo gitu Mirza pergi dulu ya, takutnya keburu macet, Panas. " Sambil beranjak dan mencium tangan kedua orang tuanya


"Assalamualaikum." Ucap Mirza mengucapkan salam


"Walaikumsalam." Ucap keduanya


Setelah Mirza pergi dan hilang dari pandangan nya. Mama nya berbincang lagi dengan papa nya.


"Pa, Mama bingung gimana caranya ya ngasih tau ke Arga? " Tanya mama nya memelas


"Ya, bilang aja Ma. Arga seharusnya bisa terima, ini keputusan Kirana. Beda ceritanya kalau kita yang jodohin Mirza sama Kirana. " Ucap papa nya tegas


"Ya tetep aja Mama gak tega Pa, Arga kan anak kita juga. "


"Papa yakin Arga bisa terima ini semua. Sebenernya papa punya rencana, Papa mau Arga ambil program spesialis, kalo bisa di Luar negeri biar cepat. " Ujar papanya


"Dirumah makin sepi Pa, Mirza nikah punya rumah sendiri, Arga keluar negeri, Dinda juga asyik sama dunia nya. " Keluh Mama Karina


"Sabar Ma, memang kan seperti itu. Lambat laun anak anak bakal ninggalin kita, biarkan mereka menjemput takdirnya sendiri. Kita berdoa aja semoga setelah Mirza dan Kirana menikah mereka disegerakan punya keturunan, jadi papa sama mama bisa momong cucu ya. " Nasihat bijak papa Askara pada Mama Karina.


"Iya Pa. Mama juga berharap setelah Mirza, Arga juga secepatnya menikah. Mama udah gak sabar rumah kita rame sama anak kecil. " Ujar Mama Karinna


"Iya Aamiin Allahuma Aamiin. Kita berdoa yang terbaik ya buat anak-anak kita. " Ucap Papa Askara


"Pasti Pa. Disetiap helaan nafas, Mama selalu berdoa yang terbaik untuk anak anak Mama. "

__ADS_1


__ADS_2