
Setelah makan siang, kepala Mirza sedikit pusing dan wajahnya terlihat pucat. Beberapa minggu ini energi Mirza terkuras habis. Mulai dari pekerjaan nya, persiapan pernikahan nya, pindah rumah belum lagi teror yang menguras pikiran nya. Mirza membaringkan tubuh nya di ranjang dan mulai memejamkan matanya yang memang sudah tidak bisa diajak kerjasama.
Kirana keluar dari kamar mandi, melihat suaminya berbaring lantas Kirana menghampiri nya. Dia melihat dari dekat wajah suami nya yang terlihat pucat, dan langsung menempelkan telapak tangan nya di kening suaminya. Pada saat menempelkan telapak tangan nya, terasa sekali kalau suhu badan Mirza tinggi. Kirana langsung panik dan menepuk pelan pipi suaminya.
"Mas.. Badan kamu panas banget. Kita ke rumah sakit ya. "
Mirza hanya menggelengkan kepalanya,dan masih memejamkan matanya. Kirana panik bukan main, dia mencari keberadaan ponsel nya dan setelah ketemu langsung menelpon Arga sahabatnya.
Kirana memencet nomor Arga dan segera menghubungi, tidak lama panggilan segera tersambung.
"Halo, Ga. " Ucap Kirana dengan nada yang panik.
"Ada apa Kia? " Tanya Arga khawatir
"Mas Mirza, Ga. " Ucap Kirana
"Kenapa Mirza? " Tanya Arga
"Badan nya panas banget Ga, lo bisa kesini? "
"Oke, tunggu. Gue bawa alat periksa nya dulu di mobil. Lo gak usah panik, Mirza pasti baik-baik aja. " Ucap Arga menenangkan Kirana.
Tidak butuh waktu lama, Arga datang dengan alat tempur nya. Arga memeriksa keadaan mirza dan memerika suhu badan Mirza dengan thermometer gun dan setelah dilihat suhu badan Mirza mencapai 39.5 derajat celcius.
"Ga, gimana keadaan suami gue? " Tanya Kirana dengan muka yang khawatir.
"Mirza kecapean dan dehidrasi, kita pasang infus aja ya untuk menggantikan cairan nya. Mika lagi bawa cairan infus dan peralatan nya. "
"Tapi dia gak apa-apa? Apa kita harus bawa kerumah sakit?" Tanya Kirana panik.
"Mirza paling anti kerumah sakit, Kia. Dia sebenernya takut sama jarum suntik tapi biar cepat pulih lebih baik dipasang infus aja ya. " Saran Arga pada Kia
Kirana naik keatas ranjang, dan duduk disebelah Mirza yang sedang berbaring.
"Mas, kita kerumah sakit aja ya. " Bujuk Kirana pada suami nya
Mirza menggelengkan kepala dengan mata yang masih terpejam.
"Kalau kamu gak mau kerumah sakit, kamu di infus ya kata Arga kamu dehidrasi Mas. "
Mirza membuka pelan-pelan matanya, "Saya gak apa-apa. Istirahat sebentar juga saya mendingan. " Ucap Mirza dengam suara yang lemah.
Mika datang membawa peralatan infus diikuti oleh papa dan mama nya Mirza.
__ADS_1
"Arga gimana keadaan Mirza? " Tanya Papa Askara
"Iya gimana keadaan nya, Ga? " Timpal mama Karina
"Mirza kecapekan Ma tapi gak apa-apa kok. " Jawab Arga
"Pasang infus nya sekarang aja, Ga. " Ucap Mika sambil memberikan peralatan infusnya pada Arga.
Arga meraih lengan Mirza dan dengan cekatan Arga memasang infus dilengan Mirza. Tidak ada perlawanan dari Mirza karena keadaan nya yang lemah apalagi disamping nya ada Kirana yang menenangkan nya.
"Udah selesai. Kita tunggu perkembangan nya 2 jam kedepan ya. " Ucap Arga.
"Iya Makasih ya Arga, Mika. " Ucap Kirana mengucapkan terimakasih pada kedua sahabatnya itu.
Arga menganggukan kepalanya. "Kasih air putih yang banyak ya. Dan seperti nya Mirza gak memungkinkan untuk acara nanti malam. "
"Gue gak peduli, kesehatan Mas Mirza lebih penting. "
Papa Askara dan Mama Karina saling pandang satu sama lain.
"Sayang, ini kan acara resepsi pernikahan kalian. Gak mungkin kan kalau acara resepsi nya dibatalkan, minimal kamu ada di acara nya ya walaupun hanya sebentar. " Ucap Mama Karina
"T—tapi Ma, nanti Mas Mirza gimana? "
"Kita keluar sekarang ya, biar Mirza istirahat." Ucap Papa Askara.
"Iya Pa. Untuk obat nya nanti bibi yang anterin ya Kia. " Ucap Arga.
"Semoga Kak Mirza cepat pulih lagi ya. " Timpal Mika.
"Kamu juga istirahat dulu ya sayang, masih ada waktu beberapa jam lagi. " Ucap Mama nya.
"Iya Ma. Terimakasih ya semua nya. " Ucap Kirana.
"Kita kebawah dulu ya, kalau ada apa-apa kamu boleh telpon aku atau Arga ya. " Ucap Mika
"Iya Mik. Makasih ya sekali lagi. "
"Sama-sama Kia.
Mereka berempat keluar dari kamar Kirana dan Mirza. Meninggalkan Kirana yang sedang menunggui suaminya dan tangan tak lepas dari tangan suaminya itu. Karena Kirana juga lelah, dia bersandar pada kepala ranjang dan memejamkan matanya.
***
__ADS_1
Ditempat yang berbeda sahabat-sahabatnya Mirza sedang berkumpul dan bercengkrama di ruang tamu. Mereka mendapatkan kabar dari Arga kalau Mirza sedang sakit.
"Yank, coba kamu telpon Kia tanyain kabar Mirza gimana? " Titah Arsen pada istrinya.
"Tadi aku udah telpon Mas sama chat juga tapi gak ada jawaban dari Kia. " Jawab Fira.
"By the way, menurut gue sakitnya Mirza ini ada hubungannya dengan Natasha. " Tebak Dio
"Kenapa lo bisa berfikiran kaya gitu? " Tanya Arsen.
"Kemarin gue liat mereka berantem, terus Acha nyebut nama Clara. " Ucap Dio
"Clara sahabat nya Acha maksud lo? " Tanya Fira
"Mungkin. Tapi keliatan banget Acha marah banget. " Balas Dio
"Tapi apa hubungan nya dengan Clara ya sampe Acha semarah itu. " Ucap Arsen.
"Ya mana gue tau. Mirza kan tertutup banget orang nya. " Ucap Dio
"Aku inget sesuatu Mas. Dulu Acha pernah ngomong sama aku, katanya Clara kaya yang suka sama Kak Mirza pas mereka masih pacaran. Clara sering banget cari perhatian ke Kak Mirza, tapi sayang gak direspon sama Kak Mirza nya. " Ucap Fira.
"Oh ya, padahal si Clara itu orang nya pendiam ya kok bisa punya niatan buat rebut pacar sahabatnya. " Ucap Arsen.
"Kalau soal perasaan setiap orang kan berhak memiliki ketertarikan sama lawan jenis Mas. "
"Bentar, gue jadi mikir kalo Mirza putus sama Natasha itu ada hubungan nya dengan Clara. Gitu bukan sih? " Tanya Dio
"Bisa jadi. " Ucap Fira dan Arsen kompak.
"Terus soal Natasha, sampai sekarang Kia gak tau kalau Acha itu mantan nya Kak Mirza. Acha minta kita rahasiain ini dari Kia. Acha takut hubungan nya dengan adik iparnya jadi renggang. Jadi kita gak boleh keceplosan didedapan Kia ya. " Ucap Fira mengingatkan Arsen dan Dio.
"Iya gue paham Fir. " Balas Dio
"Tapi kalau suatu saat nanti Kia tahu kebenaran ini gimana? " Tanya Arsen.
"Lambat laun Kia pasti akan mengetahui semuanya Mas. Tapi yang terpenting, semua itu jangan keluar dari mulut kita. "
"Ok, aku paham. Oh iya acara nya jam berapa yank? " Tanya Arsen
"Acara nya jam 7 malam. Oh iya Zara udah mendingan? " Tanya Fira pada Dio
Semenjak selesai akad nikah, Zara istri Dio mual-mual dan muntah karena kehamilan nya masih menginjak trimester pertama. Makanya dari tadi Dio menyuruh istrinya untuk beristirahat dikamar.
__ADS_1
***