Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 59


__ADS_3

KEJUTAN PART 4


Mirza mengajak Kirana untuk duduk, memandangi langit yang dipenuhi bintang-bintang. Tidak ada percakapan diantara mereka sampai Mirza yang mengeluarkan suaranya.


"Ternyata kamu ingat beberapa momen yang sudah kita lalui. " Ucap Mirza menatap lekat pada istrinya yang begitu cantik malam ini.


Kirana sangat cantik sekali memakai slip dress berwarna hitam rancangan desainer terkenal, hills berwarna gold dari brand Valentino Garavani, sling bag dari brand Channel dan anting yang menggantung di telinga nya dari brand Cartier. Itu semua pemberian dari Mirza untuk istrinya.


"Iya, aku pasti inget sama semua momen itu, termasuk momen dimana kamu gak ada kabar selama 2 minggu, Mas. " Ucap Kirana dengan nada sedikit menyindir.


"Saya kan udah minta maaf. " Ucap Mirza menggenggam kedua tangan istrinya.


"Iya, aku udah maafin kok Mas. Tapi gak bisa aku lupain. " Ucap Kirana


"Kamu masih marah ya sama saya? " Tanya Mirza.


"Nggak kok, cuman kesel aja. Seharian istrinya dikerjain kaya gini, mana ditinggal di rooptop sendirian. " Ucap Kirana


"Maaf ya kalau saya berlebihan. " Ucap Mirza


"Tapi Makasih ya Mas, aku senang bisa rayain ulang tahun aku sama kamu. " Ucap Kirana tersenyum


"Makasih juga untuk semua hadiah nya aku suka, Mas. " Tambah Kirana.


"Syukurlah kalau kamu suka. Oh iya saya masih punya kejutan untuk kamu. " Ucap Mirza sambil mengajak istrinya berdiri.


"Kejutan apa lagi Mas?" Tanya Kirana penasaran


"Tapi mata kamu ditutup dulu ya, sini saya pasangin dulu penutup mata nya. " Ucap Mirza sambil menyuruh Kirana membelakangi nya .


"Kamu jangan aneh-aneh ya Mas. " Ucap Kirana sembari menurut perintah suaminya.


"Janji ga akan aneh-aneh. " Mirza menutup Mata Kirana dan melambai-lambaikan tangan nya didepan istrinya.


"Mas, gelap. Aku takut. " Ucap Kirana mencengkram tangan suaminya


"Kamu tenang aja saya ada disini. " Mirza menenangkan istrinya


"Cepetan Mas, aku takut."


"Sabar, saya hitung mundur ya. Tiga.. Dua.. Sa—."


"Ih, kok lama. " Ucap Kirana tidak sabar


"Satu." Mirza membuka penutup mata istrinya.


"Surpriseeeeee." Pada saat membuka matanya, tiba-tiba Rooptop sudah penuh dengan keluarga dan sahabat mereka.


Kirana terharu dengan kejutan yang berlipat-lipat seperti ini.


"Mas, aku bahagia. " Ucap Kirana menangis tersedu sedu. Mirza dengan sigap menarik Kirana pada pelukan nya.


"Udah jangan nangis, malu sama mama dan papa. " Mirza menghapus air mata di pipi istrinya.


Pertama-tama orang tua Kirana yang menghampiri dan memberikan selamat serta tidak lupa membawa kado untuk putri kesayangan nya.


"*Selamat ulang tahun ya sayang, semoga kamu semakin dewasa dan menjadi istri yang baik. " Ucap Mamanya


"dan semoga setelah ada Mirza, papa nya ga akan dilupain . " Tambah papa Kirana*


Kirana memeluk kedua orang tuanya, dimulai dari mama nya setelah itu beralih memeluk papa nya.


"Papa akan tetap jadi cinta pertama nya aku. " Bisik Kirana sambil memeluk papa nya.


"Tuh Za, kata Kia papa tetap jadi pertama nya. Cinta ke kamu berarti sisa nya aja. " Ucap Pak Fahri meledek menantu nya.


"Ya gak apa-apa. Mungkin saya cinta terakhir nya Kirana. " Balas Mirza tersenyum pada mertua nya.


"Papa apa sih, pake diomongin segala sama Mas Mirza. " Ucap Kirana malu.


"*Ini kenapa pada becanda sih, itu Bu Karina sama Pak Askara sudah nungguin. " Ucap Bu Marissa


"Yaudah sekali lagi selamat ulang tahun ya nak, tetap jadi orang yang rendah hati dan selalu bersikap baik pada semua ya. " Ucap Papa Kirana*


"Iya papa, pasti. " Ucap Kirana


"Papa titip Kirana ya Za, pastikan Kirana tidak kekurangan apapun apalagi kasih sayang. " Papa Kirana menepuk-nepuk pundak Mirza


"Pasti pa, papa tenang aja. Saya pastikan Kirana tidak akan kekurangan apapun, seperti janji saya dulu pada papa. "


"Terimakasih nak. " Ucap papa fahri pada Kirana


"Sama-sama Pa. Oh iya papa dan mama bisa langsung duduk disana. " Ucap Mirza


"Iya nak, oh iya ini ada hadiah dari mama dan papa, semoga kamu suka ya. " Mama Marissa memberikan paperbag dari brand Gucci untuk Kirana.


"Makasih Ma, makasih paa. " Ucap Kirana.


"Terimakasih Ma, Pa. " Tambah Mirza


"Yasudah kalau gitu, papa dan Mama kesana dulu ya. " Ucap papa Fahri

__ADS_1


Setelah papa dan mama nya Kirana, sekarang giliran papa dan Mama nya Mirza.


"Sayang, selamat ulang tahun ya mama doakan semoga kamu selalu bahagia. " Ucap Mama Karina memeluk anak menantu nya


"Makasih Ma, " Kirana membalas pelukan Mama Karina


"Selamat ulang tahun ya nak, semoga selalu diberikan kebahagian dan hati yang lapang dalam menerima apapun dalam hidup. " Ucap Papa Askara


"Terimakasih Pa. Doain aku sama Mas Mirza bahagia ya pa. "


"Papa dan Mama selalu doakan yang terbaik. Tapi kalau sampai Mirza mengecewakan kamu, bilang sama mama dan papa ya. " Ucap Papa Askara menatap Mirza dengan sorot mata yang tajam


"Iya pa, papa sama mama doain ya. " Ucap Kirana


"Pasti sayang. Ini ada hadiah kecil dari papa dan mama semoga kamu suka. " Mama Karina memberikan paperbag dengan brand Dior.


"Terimakasih Ma, Pa. Maaf ya selalu ngerepotin. " Ucap Kirana.


"Terimakasih Ma, Pa. Sudah menyempatkan untuk datang. Silahkan duduk. " Ucap Mirza mempersilahkan orang tua nya.


Sebelum duduk Pak Askara memeluk Kirana dan beralih pada anaknya Mirza.


"Urusan kita belum selesai, besok papa tunggu dikantor." Ucap Pak Askara


Mirza dibuat kicep oleh kata-kata papa nya. Setelah semua mengucapkan selamat, giliran sahabat-sahabatnya Mirza yang menghampiri mereka dan semuanya duduk melingkar.


Ada Arsenio beserta istrinya, Dio dan istrinya dan satu lagi ada Rendi dan istrinya. Semuanya berkumpul diacara ulang tahun Kirana.


"By the way, makasih ya kalian semua udah bantuin gue siapin ini semua. " Ucap Mirza pada sahabat-sahabatnya


"Santai Za, selagi gue bisa pasti gue bantuin. " Balas Arsen.


"Bentar-bentar, jadi Mas Arsen ikut andil dalam rencana ini? "Ucap Kirana bingung


" Bukan cuman aku, semuanya juga ikut bagian. "Ucap Arsen tertawa.


"Terus yang Mbak Fira telpon itu juga bagian dari rencana ini? " Tanya Kirana


Safira menganggukan kepalanya. "Sorry ya Kia. " Kata safira pada Kirana


"Ih kamu nyebelin Mas. " Kirana mencubit pinggang suaminya.


"Aduh, suaminya kok malah dicubit sih. " Mirza meringis sakit


Melihat pemandangan dari suami istri ini, semua sahabatnya beradu pandang.


"Pulang yokk, dunia serasa milik berdua kayanya nih. "Celetuk Dio


" Hehehhe maaf ya, terimakasih untuk semua yang udah bantuin Mas Mirza siapin ini semua. "Ucap Kirana tersenyum


" Iya Kia sama-sama. "Ucap Safira dan Zara


" Kita makan dulu ya, sambil ngobrol santai. "Ucap Mirza mempersilahkan sahabat-sahabatnya untuk makan.


" Iya nih, kasian anak dan istri gue kelaparan. "Ucap Dio


" Kamu kali babe yang laper. "Timpal Zara istrinya.


" Kamu tau aja babe. "Ucap Dio terkekeh


" Ayooo Ren,makan.Udah lama kita gak ngumpul. "Ucap Mirza sambil menyantap makanan nya


" Iya, Iya Za siap. "Balas Rendi


" Oh iya Za, Sabtu besok kan malam tahun baru gue sama S Dio ada rencana mau ngerayain nya disana menurut lo gimana? Mumpung Rendi juga ada di Bandung kan. "Ucap Arsen


"Boleh tuh, mumpung kita lagi ada di bandung juga. Iya kan bun? " Rendi meminta pendapat istrinya.


"Iya kita ikut aja. " Ucap Rania istri Rendi


"Lo gimana Za? " Tanya Dio


Mirza tampak seperti sedang berfikir, "Weekend ya?"


"Iya Weekend, kalo Weekday kan kerja. " Jawab Arsen


"Aku setuju Mas, kapan lagi kan kita liburan bareng. " Timpal Kirana.


"Tuh Kirana aja udah mau, emang lo mau kemana sih Za? " Tanya Arsen sambil menguyah makanan nya.


"Kalo kamu yang mau, saya gak bisa nolak. " Ucap Mirza melirik mata istrinya


"Akhirnya kita bisa liburan bareng ya. " Ucap Safira tersenyum


"Kita liburan nya bawa anak kan? Maklum anak gue kan kembar masih kecil-kecil " Ujar Rendi


"Iya lah, biar seru. Rame sama anak-anak. " Ujar Arsen


"Arsen udah mau punya anak 2,gue bentar lagi, Rendi udah 2 malahan. Lo kapan Za punya anak, belum ada anak cewek nih, siapa tahu dari lo. " Ucap Dio dengan santainya.


"Uhuk.. Uhuk. " Mirza tersedak oleh makanan yang dikunyahnya. Istrinya dengan sigap memberikan nya air minum.

__ADS_1


"Pelan-pelan makan nya Mas. " Kirana memijat pelan pundak Mirza


"Iya maaf ya sayang. " Ujar Mirza


"Jadi gimana Za, lo udah Ok kan? " Tanya Arsen


"Ok, Aman. " Ujar Mirza


"Ren, gimana? Aman kan lo? " Tanya Arsen beralih pada Rendi


"Pokonya disana kita happy-happy ya Mbak, anak2 biar sama papa nya aja. " Ujar Safira pada Rania


"Iya Fir bener, anak2 biar sama Ayahnya. " Timpal Rania


"Kalo gini sih kayanya gak Ok, Sen. " Ucap Rendi Lesu


"Mampus lo, mending gue sama Mirza belum repot sama anak. Iya gak Za. " Ucap Dio


"Hmm I—iya." Jawab Mirza ragu-ragu


"Gapapa Mbak Fira sama Mbak Rania, anaknya kalian biar aku sama Zara yang jagain. Iya kan Zar? "


"Iya Kia bener, kita bareng2 aja nanti disana nya. " Ucap Zara


"Makasih ya Kia sama Zara. " Ucap Rania


"Sama-sama Mbak. " Jawab Kirana dan Zara serentak


"Berarti sepakat ya semua nya. Kita cari penerbangan yang keberangkatan nya sabtu pagi. " Ujar


"Setuju." Semua menjawab bersamaan


****


Seluruh keluarga berpamitan pada pemilik acara, tinggal sahabat-sahabat Mirza dan Kirana masih asyik mengobrol dari urusan pekerjaan, keluarga dan hal yang lain nya. Setelah itu mereka satu persatu memberikan kado untuk Kirana.


"Kia ini ada hadiah kecil dari kita. Dipake ya. " Safira dan Arsen memberikan sepasang jam tangan dari Brand Fossil.


"Makasih Mbak dan Mas Arsen hadiahnya. " Ucap Kirana.


"Thanks, ya. " Tambah Mirza


"Kia, ini hadiah dari kami. Ini kami tadi carinya dadakan nanyain ke Fira pula " Ucap Rania tersenyum memberikan hells dari Brand Christian Louboutin


"Wah ini terlalu berlebihan. Makasih ya Mas Rendi dan Mbak Rania. "


"Iya sama-sama Kia. " Balas Rendi dan Rania


"Kado kita mana babe? " Ucap dio menggaruk tak gatal kepalanya


"Ketinggalan babe. " Ujar Zara tersenyum


"Kia sorry kado nya kertinggalan, nanti gue kirim ke rumah aja ya. " Ujar Dio malu


"Huh dasar lo aya-aya wae. Pake ketinggalan segala. " Ucap Arsen mendengkus


"Iya kagak bener wae lo jadi orang. " Tambah Rendi


"Udah-udah gak apa-apa santai aja. " Ucap Mirza menengahi


"Tapi kalo ini gue gak lupa Za. " Ujar Dio mengeluarkan map dari tas nya.


"Apaan tuh? " Tanya Arsen


"Sabar bapak Arsen yang terhormat. Jadi gue mau jelasin ya sama kalian semua yang ada disini. Alhamdulillah gue dan Zara udah punya klinik kecantikan yang beberapa minggu kedeapan akan mengadakan grand opening. " Ujar Dio


"Wah lebat lo anjay. " Ucap Arsen


"Iya , lo keren. " Timpal Rendi


"Bentar-bentar point penting nya bukan itu. Mau gue yang jelasin atau gue aja? " Ucap Dio


"Lo aja. " Mirza mempersilahkan pada Dio


"Ok, jadi dari sebulan yang lalu pas kita makan di restoran gue ada obrolan sama Mirza untuk bangun klinik kecantikan di Bandung karena keuangan gue terbatas jadi gue ngajak Mirza gabung buat jadi Investornya dan Mirza setuju.Jadi karena Mirza cinta banget sama istrinya dia rela nguras tabungan nya buat investasi sebesar 70% dan itu atas nama Kirana istrinya. Keren lo Za. " Ucap Dio


Semua sahabat-sahabatnya bersorak mendengar berita ini kecuali Kirana istrinya. Yang malah menangis mendengar pernyataan dari Dio.


"Kia kenapa nangis? Harusnya kan seneng. " Ucap Fira


"Iya Kia kamu gak seneng? " Ucap Zara


"Maaf ya istri gue emang perasa, sedih dia nangis, bahagia dia juga nangis. Udah ya jangan nangis. " Mirza menarik Kirana dalam pelukan nya dan mengecup kening Kirana.


"Pulang yuk yank. Kasian Arsha dirumah nungguin. " Ucap Arsen.


"Kita juga pamit kaya nya ya, Si kembar udah nyari bundanya. " Ucap Rendi


"Iya nih parah si Mirza, cari hotel Za. " Celetuk Dio


"Sialan lo pada. " Ujar Mirza

__ADS_1


__ADS_2