
Kirana keluar dari kamar mandi sudah berpakaian rapi, dia memakai sweeter rajut berwarna broken white dan celana berwarna biru navy. Rambutnya dicepol sembarang, sudah menjadi ciri khas nya. Dia menghampiri Mirza yang sedang berkutat dengan laptop nya sampai tidak menyadari kehadiran Kirana.
"Mas, " Panggil Kirana
"Mas, " Kirana menepuk pundak Mirza.
Mirza menengok ke arah Kirana, "Kenapa? " Tanya Mirza
"Aku boleh pinjam meja kaca kamu gak? " Tanya Kirana
"Kenapa harus tanya, pake aja. " Jawab Mirza tanpa melihat kearah Kirana
Kirana duduk dimeja kaca, tidak jauh dari posisi meja kerja Mirza. Seperti biasa, ini waktu nya untuk Kirana memanjakan kulit wajahnya. Dia mengeluarkan skincare dari pouch berwarna ungu muda dengan tangan kirinya. Setelah itu, dimengeluarkan beberapa isi nya seperti toner, serum dan krim malam.
Mirza yang melihat Kirana tampak kesusahan langsung menghampiri dan berdiri disamping Kirana.
"Kenapa? Sini saya bantuin, tangan kamu kan sakit. " Ujar Mirza meraih toner di tangan Kirana. "Ini gimana cara pake nya? " Mirza memperhatikan dengan seksama botolnya.
Kirana tertawa melihat kelakuan calon suami nya, "Dibuka dulu penutup nya sayang terus basahin kapasnya pake toner itu. Baru diusap usap ke wajah aku. " Kirana menjelaskan cara pemakaian nya.
Mirza mensejajarkan dirinya dengan Kirana, setelah mengikuti arahan dari Kirana, dia mengusap usap pelan wajah Kirana.
"Ribet ya jadi perempuan, " Protes Mirza sambil mengusap wajah Kirana
"Yaiyalah, wajah kan harus dirawat Mas. Emang kamu mau wajah aku kusam dan jerawatan? " Balas Kirana
"Gak apa apa, yang penting itu kamu, " Jawab Mirza telak membuat Kirana kicep dibuatnya.
"Terus sekarang yang mana lagi? " Sambung Mirza lagi
"Sekarang serum, Mas. " Jawab Kirana
"Serum yang mana? " Tanya Mirza karena banyak macam nya.
"Itu yang botol kecil warna merah, itu kan ada pipet nya kamu tinggal pencet terus tetesin ke muka aku. "
Mirza meraih botol kecil berwarna merah, dan memencet pipet terus diarahkan ke wajah Kirana.
"Kepala kamu nya, nenggak sedikit biar gampang. " Perintah Mirza
Kirana menuruti perkataan Mirza, dan dengan telaten Mirza memakaikan serum diwajah Kirana. Mata Kirana sengaja ditutup karena tidak ingin melihat wajah Mirza. Pada saat sudah selesai, Kirana mencium pipi Mirza sekilas, dan berpura pura menutup matanya kembali.
Mirza mematung sejenak, menerima perlakuan dari Kirana. Dan membalas menciumi kedua pipi Kirana membuat Kirana membuka matanya.
"Kamu apa apaan sih, Mas. " Ujar Kirana cemberut
"Makanya jangan mancing, " Balas Mirza
"Ya, tapi aku kan sekali. "
"Beberapa hari lagi, jangankan pipi kamu semuanya bakalan saya coba dari atas sampai bawah. Siap-siap ya. " Ujar Mirza senyum menyeringai.
Sekarang giliran Kirana yang diam mematung dengan pernyataan Mirza.
"Kenapa bengong? Udah beres pake skincare nya? " Tanya Mirza
"Satu lagi, pake ini Mas. Tapi dioles tipis aja ke wajah aku terus di ratain ya. " Kirana menyerahkan krim malam pada Mirza
Mirza meraih krim malam dari tangan Kirana dan memakaikan nya pada wajah Kirana.
"Pantes aja muka kamu mulus, banyak banget yang dipake nya. " Ucap Mirza setelah selesai memakaikan krim malam.
"Ini aku pake produk dari Diora, Mas. Kamu juga harus cobain, ada kok produk khusus buat laki laki. " Ucap Kirana
"Gak usah, saya pake facial wash aja udah cukup. " Tolak Mirza yang berdiri disamping Kirana.
__ADS_1
Kirana berdiri dan mengelus wajah Mirza perlahan membuat Mirza salah tingkah.
"Kamu mau ngapain? " Tanya Mirza
"Ini wajah kamu tuh kusam, Mas. Pake facial wash aja gak cukup. Pokoknya nanti kalau kita udah nikah, aku bakalan ngurusin wajah kamu. Sebelum tidur nanti aku pakein Sheetmask. Ucap Kirana
"Nggak! " Tolak Mirza. "Lagian kalau nanti saya glowing, perempuan bakalan banyak yang deketin, emangnya kamu mau? "
"Jangan! Ya udah kamu gak usah glowing. "
Tok.. Tok.. Tok.. Ada yang mengetuk pintu kamar Mirza, karena pintu nya tidak ditutup jadi sudah bisa ditebak siapa yang mengetuk.
"Mas, sudah ditunggu dibawah untuk makan malam. " Ucap Bi Ani memberitahukan Mirza dan Kirana.
"Iya bi, sebentar lagi Mirza turun bi. " Jawab Mirza
"Baik, kalau gitu bibi kebawah ya Mas, Mbak Kia. " Pamit Bi Ani meninggalkan Kamar Mirza.
"Kamu udah selesai kan? Tanya Mirza
" Udah mas," Jawab Kirana
Mirza dan Kirana turun menuju Ruang Makan, disana semuanya sudah menunggu mereka berdua. Ada Papa Askara, ada Dinda yang duduk berhadapan dengan Mama Karina, Arga duduk berhadapan dengan Mika, Kirana duduk disebelah Mika dan berhadapan dengan Mirza.
"Yang ditunggu tunggu, akhirnya datang juga. " Ucap Papa Askara
"Maaf pa, tadi Kirana mandi dulu terus tangan nya melepuh gara gara bantuin masak. " Ucap Mirza
"Terus udah diobatin, " Tanya Papa Askara
"Udah kok Pa, tadi langsung diobatin. " Ucap Kirana tersenyum.
"Kenapa gak bilang sama Mama, luka nya parah gak? " Tanya Mama Karina Khawatir
"Syukurlah, kalau udah diobatin. Ucap Papa Askara
"Mika juga, muka nya kena minyak. " Ucap Arga
"Udah diobatin juga kan? Pasti mama nih yang ngajak mereka buat masak ya. " Ucap Papa Askara
"Udah kok, udah diobatin. Cuma luka kecil aja." Ucap Mika
"Iya tadi mama ajakin masak, maaf ya sayang." Ucap Mama Karina melihat ke arah Kirana dan Kia bergantian
"Iya Ma, gak apa apa. " Ucap Mika dan Kirana bareng.
"Aku udah lapar, Pa. Soalnya harus lanjut lagi ngerjain tugas. " Rengek Dinda
"Kita mulai ya makan malam nya, kasian si bungsu. Sebelum makan kita semua berdoa dulu, menurut kepercayaan masing. Berdoa dimulai. " Papa Askara memimpin do'a
Setelah selesai berdo'a mereka memulai makan malam. Ada berbagai macam masakan yang disajikan, termasuk makanan yang dimasak oleh Kirana dan Mika.
"Papa mau makan sama apa? " Tanya Mama Karina.
"Papa mau ayam goreng serundeng sama sambal goreng kentang, Ma. " Jawab Papa Askara
Mama Karina menyendokan nasi beserta lauknya kedalam piring Papa Askara. Dan beralih menuju piring nya.
"Aku juga mau, ayam goreng Ma. " Ucap Dinda
"Kamu ambil sendiri dek, " Tegur Mirza dan Di iyakan oleh Dinda, yang mengambil ayam goreng dan bakwan jagung.
"Tumben gak makan daging? " Ucap Arga
"Lagi gak pengen aja, " Ucap Dinda santai.
__ADS_1
Papa Askara dan Dinda sudah diberi kode oleh Mama Karina supaya tidak makan masakan Kirana dan Dinda. Dia sengaja ingin melihat reaksi anak anaknya mencicipi masakan pasangan mereka.
"Kamu mau makan sama apa Ga? Biar aku ambilin. " Ucap Mika pada Arga. Dalam hatinya dia waswas karena benar benar tidak yakin dengan masakan nya. Mika berharap arga gak memilih masakan nya.
"Aku mau Sup ikan gurame sama pakchoy. " Deg, pupus sudah harapan Mika ternyata Arga memilih masakan nya, mungkin karena memang makanan favoritnya.
Sekarang giliran Kirana yang deg degan, "Kamu mau sama apa? " Tanya Kirana ragu ragu.
"Saya ambil sendiri aja. "Ucap Mirza mengambil Teriyaki dan Oseng buncis.
"Gak mau sama ayam aja, Mas. " Tawar Kirana
"Nggak sama ini aja, cukup. " Ucap Mirza
Papa Askara, Mama Karina dan Dinda tersenyum geli melihat ketegangan antara Kirana dan Mika. Terlihat di wajahnya harap harap cemas.
Arga dan Mirza mulai memasukan suapan pertama kedalam mulut mereka. Pada saat sudah masuk kedalam mulutnya, mereka berhenti sejenak.
"Ini siapa yang masak, Ma? " Ucap Mereka kompak dan melihat ke arah ibunya
Mama Karina tersenyum, "Makanan Mirza yang masak Kirana, terus makana Arga yang masak Mika, gimana rasanya? " Tanya Mama Karina menahan tawa nya.
Mirza dan Arga menelan dengan susah payah makanan nya.
"Ga, gimana masakan aku? " Tanya Mika
"Not bad, lumayan buat seorang pemula. " Ucap Arga tersenyum
"Mas, masakan aku gak enak ya? Kalau gak enak gak usah dimakan. " Kata Kirana
"Ini enak, kok sayang. " Ucap Mirza melahap lagi masakan Kirana
Karena penasaran Mika dan Kirana mencicipi masakan yang mereka buat.
Mika mengambil kuah sup nya dan mencicipi nya, "Iwhh, sayur nya hambar Ga. " Mika memeletkan lidahnya.
"Enak kok, lagian jangan terlalu banyak garam takutnya Hipertensi. "
Giliran Kirana mencicipi masakan nya, "Rasanya aneh, Mas. Ini bukan teriyaki tapi daging yang dibalurin kecap. Kayaknya aku lupa ngasih saus tiram. " Ujar Kirana
"Ya gak apa apa, berinovasi untuk menciptakan sesuatu yang baru. Ini serius enak, kok. " Ucap Mirza
"Luar biasa sekali Kakak-kakak nya aku. " Ucap Dinda meledek
"Ayo Mika dan Kia juga makan. " Ucap papa askara
Mirza menyudahi makan nya karena kasihan melihat Kirana yang kesulitan untuk makan. Dia menghampiri dan duduk disebelah Kirana.
"Kamu mau ngapain, Mas? " Tanya Kirana pada Mirza yang tiba tiba mengambil piringnya.
"Saya suapin, tangan kamu kan sakit. " Balas Mirza
"T—tapi Mas, " Belum sempat Kirana menjawab, Mirza langsung menyuapi nya.
"Dunia serasa milik berdua ya. " Celetuk Dinda
"Iya, sepertinya kita kontrak. " Timpal Papa nya
"Papa, kayak gak pernah muda aja. " Sahut papa nya
Mirza sama sekali tidak terganggu dengan orang yang ada disekeliling nya dan terus saja menyuapi Kirana.
Sorot mata Arga tajam melihat kemesraan antara Kirana dan Mirza, ada rasa iri di dalam hatinya. Harusnya dia yang disamping Kirana bukan kakaknya.
KiranaApa benar Mirza memang mencintai Kirana. Gue lihat perlakuan Mirza pada Kia begitu istimewa. Bahkan seingat gue, pada mantan nya aja, Mirza gak pernah memperlakukan nya seperti ini. Memang pesona Kirana bisa membuat orang jatuh cinta dengan cepat. Kenapa harus Mirza, orang yang lo pilih Kia. Yang seharusnya ada disamping lo itu gue bukan Mirza. Seandainya waktu bisa diulang lagi, gue gak akan biarin ini semua nya terjadi. Tapi gue sadar, ada Mika di hidup gue sekarang. Mika yang tulus mencintai gue dan Mika yang ada disaat gue terjatuh. Semoga kebahagian gue ada bersama Mika. Batin Arga
__ADS_1