
"Kamu sudah dapat info dimana rumah sakit nya? " Tanya Mirza di telpon
Tanpa disadari Mirza kalau Kirana ada dibelakang nya. Pada saat membalikan badan nya, betapa terkejutnya Mirza.
"Nanti kirim aja via email saya ya. Terimakasih." Ucap Mirza sambil menutup telpon nya.
"Siapa yang sakit Mas? " Tanya Kirana.
"Oh, i—itu teman saya. " Jawab Mirza terbata-bata. "Kamu pakai baju ini kebawah? " Mirza melihat penampilan Kirana dengan baju yang terbuka.
"Enggak Mas, aku gak jadi kebawah. Kata Dinda makanan nya nanti dianterin kesini. " Jawab Kirana.
Mirza mengajak Kirana untuk duduk disofa yang tadi mereka duduki.
"Ayo kita duduk. Ada yang mau saya omongin. " Ucap Mirza.
Kirana duduk disebelah Mirza, ada sedikit rasa canggung ketika berada satu kamar dengan status yang berbeda.
"Mau ngomong apa Mas?" Tanya Kirana pada suaminya.
"Soal honeymoon kita. " Ucap Mirza ragu-ragu.
"Kenapa emang nya? "
"Kalau honeymoon kita ditunda gimana. Soalnya saya ada calon investor dari luar negeri, kedatangan nya lebih cepat dari jadwal yang udah ditentukan. "
"Iya gak apa-apa, kerjaan kan juga penting Mas. " Ucap Kirana tersenyum.
"Kamu beneran gak apa-apa? " Tanya Mirza
"Iya Mas, liburan kan bisa kapan-kapan. " Jawab Kirana.
"Cuti saya juga diundur, hari senin saya udah mulai masuk kerja. Jadi saya udah mulai sibuk lagi, beberapa hari kedepan saya pulang nya pasti larut malam. Kamu mau dirumah orang tua kamu dulu atau gimana?" Tanya Mirza serius.
"Jadi maksud kamu, kita pisah-pisah tinggalnya? " Tanya Kirana memicingkan matanya.
"Bukan, nanti saya pulang ke rumah orang tua kamu juga. " Ucap Mirza tenang.
"Tapi kita kan udah nikah Mas terus barang-barang aku juga udah di pindahin kan ke rumah kamu. Aku bingung sama fikiran kamu Mas. " Kirana memalingkan wajahnya dari Mirza.
"Hey, dengerin saya dulu. Bukan gitu maksud saya. " Bujuk Mirza
"Apa? Kamu mau seperti Mas Arsen? Setelah menikah tiba-tiba kamu berubah. " Ucap Kirana.
"Yaudah, maafin saya ya kalau saya salah ngomong. Saya cuman takut kamu nantinya kesepian dirumah karena ditinggal saya kerja. " Jelas Mirza dengan suara yang lembut.
"Tapi kan, Mas Mirza itu suaminya aku. Kalo aku tetep harus dirumah orang tua aku ngapain kita nikah. " Ucap Kirana kesal pada pemikiran suami nya.
Mirza mendekati Kirana dan langsung memeluk nya dengan erat. Mirza juga mencium sekilas puncak kepala istrinya.
"Besok kita pulang ke rumah kita ya, saya usahakan untuk pulang cepat. " Ucap Mirza masih memeluk istrinya.
"Eheum..... " Ada suara yang mengagetkan mereka berdua, sampai Kirana dengan refleks mendorong suaminya. Ternyata itu Dinda adiknya Mirza, yang membawa makan siang untuk mereka.
"Kok suaminya di dorong sih? " Protes Mirza pada istrinya.
__ADS_1
"Ya aku kan kaget, Mas. " Jawab Kirana.
"Lagian aku ngetok pintu dari tadi gak ada yang bukain, yaudah aku masuk aja. " Ucap Dinda kesal.
"Emang nya ada apa? " Tanya Mirza.
"Ini, aku disuruh mama buat anterin makan siang. " Ucap dinda sambil menaruh piring diatas meja.
"Cuma 1 porsi? " Ucap Mirza heran karena dinda hanya menaruh 1 porsi.
"Iya, kan pengantin baru biar romantis. " Ucap Dinda sambil terkekeh.
"Ya gak apa-apa Mas, kamu aja yang makan ya. Tadi aku udah sarapan. " Ucap Kirana
"Parah kamu dek. Kamu boleh keluar sekarang. Kakak mau makan. "
"Adeknya kok disuruh keluar sih. " Ucap Kirana.
"Iya kenapa sih kak. Aku kan pengen disini dulu. " Jawab dinda.
"Kak Mirza mau ngomong serius dulu sama Kirana. Kamu gak boleh tahu. " Ucap Mirza
"Yaudah, aku keluar sekarang ya. " Dinda melangkahkan kaki nya.
"Minta tolong, pintunya ditutup lagi ya dek. " Suruh Mirza pada adiknya.
Setelah beberapa menit adiknya keluar, Mirza melanjutkan obrolan nya.
"Kita makan dulu ya, setelah makan kita istirahat sebentar. " Ucap Mirza.
"Iya, emang kamu mau nya kita berdua ngapain? Mau di gas sekarang?" Goda Mirza.
"Ih kamu apaan sih. " Ucap Kirana tersipu malu.
"Saya bercanda. Ini makan dulu, " Mirza menyuapi istrinya.
"Kamu aja yang makan, aku udah kenyang. " Kata Kirana pada suaminya.
"Kita makan berdua. " Ucap Mirza tidak ingin dibantah.
"Iya iya Mas. " Kirana terpaksa menuruti ucapan suaminya.
***
Di gazebo dekat kolam renang, Arga sedang menatap air kolam dengan tatapan kosong. Mika yang melihat Arga sedang melamun langsung menghampirinya.
"Ga, aku cariin ternyata kamu ada disini? " Tanya Mika
"Iya aku lagi cari angin, " Jawab Arga.
"Kamu masih mikirin soal kemarin ya? " Mika duduk disebelah Arga.
"Iya, aku masih kefikiran soal Kak Natasha. Aku gak nyangka kalau kakak iparnya Kia itu mantan nya Mirza. Terus kemarin mama ngomong, Kak Natasha minta soal hubungan nya dengan Mirza dimasa lalu dirahasiakan dari Kirana. "
"Mungkin Kak Natasha begitu ada alasan nya Ga. Dia takut hubungan nya dengan Kirana jadi gak baik. "
__ADS_1
"Tapi kemarin Kak Natasha ngomong sama mama sambil nangis, aku sekilas dengar kalau Mirza udah hancurin mimpi dia. " Ucap Arga serius.
"Emang dulu hubungan Kak Natasha sama keluarga kamu gimana? " Tanya Mika
"Hubungan nya udah serius hampir mau nikah, pacaran nya juga kan udah lama. Mereka itu dua-duanya bucin. Terus Mirza juga gak sedingin sekarang. " Ucap Arga menceritakan masalalu kakak nya.
"Oh iya, berarti Kirana hebat ya bisa luluhin hati Kak Mirza." Ucap Mika
"Iya tapi aku ngerasa ada yang janggal sih. Berarti dulu Kak Acha ninggalin Mirza itu ada alasan nya. Dan alasan nya pasti fatal. Soalnya yang aku tahu sehebat apapun mereka berantam gak pernah sampai putus." Jelas Arga pada Mika.
"Tapi bener juga sih, pasti ini ada yang disembunyiin sama Kak Natasha. Kalo menurut aku ya, Kak Natasha gak mau kalau Kia tahu tentang hubungan nya dengan Kak Mirza, karena kalau sampai Kia tau dia bakalan cari tau tentang masalalu Kak Mirza. Dan aku yakin kalo ada sesuatu dimasalalu Kak Mirza yang Kak Natasha mau kalau Kia tau. Duh kok jadi berbelit-belit gini omongan aku. "Mika terkekeh
" True. Aku sepemikiran sama kamu. Tapi apa rahasia Mirza dimasa lalu. "Mirza menggaruk tak gatal kepalanya.
"Ada perempuan lain mungkin. " Tebak Mika dengan menggigit bibir bawahnya.
"Kalau soal itu gak mungkin. Walaupun aku gak deket sama Mirza tapi aku tahu dia laki-laki setia. Kak Acha itu tipe perempuan yang manja dan overprotektif. Kemana mana dia wajib sama Mirza. "
"Terus Kak Mirza nya gimana? " Tanya Mika
"Ya sama juga. Temen-temen Mirza juga tahu, dimana ada Mirza disitu pasti ada Kak Acha. Pokoknya mereka itu udah kaya surat sama perangko. "
"Kalo istilah anak-anak sekarang couple goals ya. " Mika tersenyum mendengar kisah cinta Mirza dan Natasha.
"Ya kurang lebih gitu. Kalau dibandingin sama Kirana jauh banget. Kamu tahu sendiri kan Kia gimana. Aslinya kan dia gak pernah mau ngerepotin orang dan kalau ada masalah pun pasti dipendam sendiri. "
"Jadi kamu maunya kita gimana Ga? Kita gak berhak ikut campur sama rumah tangga orang lain. Menurut aku Kak Natasha udah bener sih. Apa jadinya kalau Kia tahu Kak Natasha itu mantan pacar suami nya terus kisah cinta mereka juga buat iri pasangan lain termasuk aku sendiri. Aku gak bisa bayangin sih, kalau Kia tahu. Hubungan mereka pasti gak akan baik-baik aja selalu dibayang-bayangi masalalu. "
"Ya gak gimana-gimana cuman aku harus cari tahu apa yang terjadi dimasa lalu Mirza. Jangan sampai masalalu nya membuat hubungan mereka jadi berantakan. " Ucap Arga
"Gak usah. Kalaupun Kia tahu, biarkan itu jadi urusan mereka berdua. Kamu jangan liat dari sisi Kak Mirza terus Ga. Setiap orang juga punya masalalu. Dan Kia juga punya masalalu, Bian sama Kia juga sama pasangan serasi tapi kan takdir berkata lain. Aku yakin banget, Kia sama Kak Mirza bisa berdamai dengan masalalu pasangan nya. "
Mendengar nama Bian, raut wajah Arga berubah. Bian adalah laki-laki yang berhasil merebut hati Kirana. Dan Bian juga yang membuat Kirana sulit membuka hatinya untuk laki-laki lain.
"Skip aja pembahasan yang ini. Weekend besok kita ke Yogyakarta aja gimana? " Ucap Arga mengalihkan pembicaraan nya.
"Boleh, emang nya kamu udah siap ketemu sama ayah sama bunda? " Tanya Mika.
Arga melebarkan senyumnya memperlihatkan gigi nya yang rapi. "Sebetulnya belum siap, tapi kan aku mau serius sama kamu Mik. "
"Ya kalau mau serius buktiin, dan cepat-cepat halalin aku. " Ucap Mika yang menantang Arga.
"Halalin? Emang sekarang kamu haram ya. " Arga tertawa
"Bukan gitu, Arga. " Ucap Mika kesal.
"Iya kamu tenang aja, pokoknya aku bakalan bawa kedua orang tua aku buat ngelamar kamu secepatnya. " Arga menggenggam tangan Mika dengan lembut.
"Tetap seperti ini ya Ga. Jadi Arga yang selalu membuat aku bahagia dengan cara kamu sendiri. Walaupun aku tahu, hati kamu belum sepenuhnya untuk aku. "
Arga menempelkan jari telunjuk di bibir Mika, "kamu jangan ngomong kaya gitu, aku bakalan selalu berusaha yang terbaik untuk hubungan kita. "
Mika memeluk Arga dan membisikan kata-kata ditelinga kekasihnya. "Thank you for my everything and I love you. "
Arga membalas ucapan kekasihnya itu. "I love you to, Mikayla Ayesha Adnan. "
__ADS_1