
Setelah pekerjaan nya selesai, Kia bergegas mengganti pakaian nya dan memoles tipis wajah nya supaya tidak terlihat pucat. Sebetulnya dia sedang tidak enak badan dan kepalanya sedikit pusing. Tapi karena sudah berjanji pada Bi Darmi untuk membelikan nya obat jadi dia harus ke apotik sekalian beli vitamin untuk dia sendiri.
Kia keluar dari kamarnya hanya membawa dompet dan ponsel nya saja. Rencana nya dia akan membawa mobil sendiri, penampilannya pun sederhana , hanya pakai hoodie dan celana rumahan. Dengan rambut yang dicepol menjadi ciri khas nya. Apalagi ditambah lesung pipi nya yang membuatnya semakin manis pada saat tersenyum.
Kia pun menuju ke mobil nya dan mengendarai mobil Honda CRV warna putih miliknya menuju apotik yang jarak nya sekitar 15-20 menit dari rumah nya.
Ditempat lain, Mirza sedang di perjalanan pulang tiba tiba ada panggilan masuk. Dia segera mengambil handsfree dari dasbor mobilnya. Dan setelah dilihat ternyata Ibunya yang telpon.
"Hallo ma. " Ucap Mirza
"Hallo sayang, lagi dimana? " Tanya ibunya
"Ini mirza di jalan ma mau pulang, kenapa ma?" Jawab mirza
"Mama boleh minta tolong gak? " Tanya ibunya lagi
"Kenapa ma? "
" Tolong beliin vitamin nak di apotik soalnya ini udah habis. " Ucap ibunya
"Biasanya kan Arga yang beli sekalian dari rumah sakit. Mirza gak ngerti yang begituan mah. " Jawab mirza
"Tadi mama udah minta tolong Arga tapi dia ada jadwal operasi. Tolong ya sayang, nanti mama fotoin vitamin nya kamu tunjukin aja ke apoteker nya. "
"Iya oke ma, diapotik mana ? " Tanya mirza
"Diapotik perintis. Yaudah kalo gitu, mama tutup ya telpon nya nanti mama kirim fotonya. Makasih ya. "
" Oke ma, samasama. " Ucap mirza
Setelah menutup telpon nya, dia menepikan mobilnya dan berhenti sejenak untuk melihat rute jalan menuju apotik yang dimaksud. Dan setelah dilihat ternyata apotik yang dimaksud terlewat itu artinya dia harus putar balik. Mirza mengendarai mobil nya menuju apotik tersebut.
*15 menit kemudian
Kirana sampai di apotik tersebut, tak lama Mirza juga sampai dan memarkirkan kendaraannya terlebih dahulu. Kia langsung masuk kedalam dan langsung membeli obat dan setelah itu duduk di kursi tunggu, kebetulan sore ini apotik sedang ramai.
Selesai memarkirkan mobilnya, mirza turun dari mobilnya dan masuk kedalam.
"Selamat sore pak, ada yang bisa dibantu? " Tanya apoteker nya
"Sore, mbak saya mau beli vitamin. " Jawab Mirza
"Maaf mas vitamin apa ya ada resep atau ada fotonya? " Tanya apotekernya lagi
Mirza mengeluarkan ponsel dari sakunya dan memperlihatkan foto yang dikirim ibu nya.
"Baik mas, saya ambilkan dulu. Mas bisa duduk dulu disebelah sana. Oh iya atas nama siapa ya mas maaf ? "
"Saya mirza mbak. " Jawabnya singkat
"Baik mas, silahkan tunggu disana ya mas nanti dipanggil. "
"Baik mbak. " Ucap mirza sambil melangkah menuju kursi tunggu
Pada saat akan duduk dia melihat seorang perempuan disitu yang dikenalnya. Begitupun perempuan itu terkejut melihat mirza. Perempuan itu menyapa duluan pada mirza. Ternyata perempuan itu adalah Kirana.
"Mas mirza, kita ketemu lagi ya. " Ucap kia tersenyum
"Iya, kamu beli obat buat siapa? Maaf boleh saya duduk disini.? " Tanya mirza menunjuk kursi disebelah Kia
"Boleh mas, ini kan tempat umum. Ini saya lagi beli obat untuk Bibi dirumah sama sekalian beli vitamin juga sih. " Ucap kia ramah
" Oh gitu? " Jawab mirza datar
"Iya, btw Mas Mirza beli obat untuk siapa? Siapa yang sakit? Tanya kia
"Ga ada yang sakit, saya disuruh mama saya beliin vitamin aja. Jawab mirza
"Keren mas. " Satu kata yang keluar dari mulut Kia
"Keren gimana? " Kamu ada ada aja. " Mirza menggelengkan kepalanya
"Ehm, gapapa mas. " Jawab kia memalingkan wajahnya karna malu
"Kamu sama siapa kesini? Tanya Mirza
" Saya bawa mobil sendiri mas, kenapa? Mas mau anterin saya pulang? Tanya kia berusaha mencairkan suasana dan kia hanya bercanda saja
Mirza dibuat kicep seketika otaknya dibuat berhenti. Hanya kia perempuan yang seberani ini pada Mirza.
__ADS_1
"Boleh aja, kalau mau saya anterin. " Jawab Mirza telak
Sekarang Kia yang dibuat membeku oleh Mirza. Padahal dia hanya bercanda saja padanya.
Yaampun kia, ini jantung gak bisa dikondisikan banget. Kenapa jadi degdegan gini sih, apa ini yang dinamakan Love at first sight. (Cinta pada pandangan pertama).
Terdengar suara dari pengeras suara memanggil nama Kia.
" A/n Ibu Kirana. " Panggilan dari pengeras suara
Kirana masih asik dengan lamunan nya tidak mendengar kalau namanya dipanggil.
"A/n Ibu Kirana. " Ucap dari pengeras suara untuk kedua kalinya
Mirza yang melihat Kia melamun dan tidak mendengar ketika namanya dipanggil. Dia menepuk pundak Kirana pelan.
"Kirana, itu nama kamu dipanggil. " Ucap mirza menyadarkan lamunan Kirana
"Eh iya mas , saya mau kok. " Jawab kia tidak fokus
Mirza mengerutkan kening nya.
"Mau apa ya? Maaf tadi kamu ngelamun tadi nama kamu dipanggil. " Ucap mirza
"Eh anu mas, gapapa. Maaf mas saya ga fokus. " Ucap kia yang wajah nya merah padam karna menahan malu
Kalau saja ada ilmu yang bisa membuatnya menghilang, seketika itu juga dia ingin menghilang dari hadapan mirza.
"Iya gapapa, kamu ke loket A saya juga dipanggil ke loket B. " Ucap mirza
"Iya mas, makasih ya. Kalau gitu saya duluan ya mas. " Ucap kia
"Sama sama. " Ucap Mirza tersenyum pada Kia
Setelah selesai dengan urusan nya, Kia keluar menuju mobilnya. Dia menstarter mobil nya, tapi entah kenapa mobilnya tidak mau hidup, dia mencoba menstarter kembali mobilnya tapi tetap gak bisa.
"Duh , ini kenapa sih mobilnya pake mogok segala. Apa gue telpon Arga kali ya, semoga dia gak sibuk, soalnya mana gue ngerti soal beginiin. " Ucap Kia berbicara pada dirinya sendiri
Kia mengambil ponsel nya dan mencoba menelpon Arga, tapi panggilan tidak kunjung tersambung.
Mirza berjalan keluar menuju parkiran, tapi matanya tertuju ke salah satu mobil yang dilihat nya dari kejauhan ada sosok Kirana disana. Dia menghampiri mobil berwarna putih itu dan mengetuk kaca jendela nya. Dan si empu nya mobil membuka kaca tersebut.
"Iya mas, mobil saya mogok gak bisa di starter. Saya gak ngerti soal mobil. " Ucap Kia
" Boleh saya cek mobilnya? " Tanya Mirza menawarkan bantuan
"Emang nya gak ngerepotin mas? "
" Gapapa, saya ngerti dikit dikit kalo soal mobil.. " Ucap Mirza
Kia keluar dari mobilnya dan mengekori Mirza yang menuju ke depan mobil nya. Mirza membuka Kap depan mobil Kia, dengan telaten Mirza mengecek keadaan mobil Kia. Kia yang berdiri disamping nya hanya memandangi Mirza, apalagi saat itu Mirza hanya memakai kemeja dan menggulung nya sampai siku. Menurut Kia, ketampanan Mirza bertambah saat itu.
"Gimana mas mobilnya? "Tanya Kia
" Ini masalahnya di aki, aki nya soak harus diganti. " Jawab Mirza sambil menutup kap mobil Kia
"Iya mas maklum mobilnya jarang di service. " Ucap Kia
" Terus sekarang gimana? Ini kan udah mau magrib juga. "
"Saya telpon sahabat saya aja mas, biar saya dianter pulang nya sama dia. "
" Terus mobil kamu gimana? Mau disimpen disini ?" Tanya Mirza
"Waduh iya juga ya mas. " Jawab Kia sambil menggaruk kepalanya
" Kalo kamu mau, saya bisa anterin kamu pulang. Terus masalah mobil nanti ada yang urus, ada bengkel langganan saya. Gimana? "
Kia berfikir sejenak, walaupun disatu sisi dia senang tapi urat malu nya kan masih berfungsi. Tapi memang gaada pilihan lain selain menerima tawaran Mirza.
" Tapi Mas Mirza udah banyak bantu, saya jadi gak enak mas. " Ucap Kia sungkan
" Sesama manusia kan harus saling bantu. " Ucap Mirza sambil mengeluarkan ponsel dan menelpon seseorang.
Setelah selesai menelpon Mirza mengajak Kia menuju mobil nya. Kia dan Mirza sudah berada dalam mobil, mereka terlihat canggung satu sama lain.
Dimobil tidak ada percakapan apapun, Mirza fokus melihat jalanan. Kia berusaha mencairkan suasana dengan memulai obrolan.
"Mas Mirza makasih ya udah mau bantuin saya, maaf saya ngerepotin jadinya. "
__ADS_1
"Iya gpp, lagian saya juga gak lagi buru buru." Jawab Mirza singkat
Ya Allah ini laki laki dingin amat ya, kalo jawabnya singkat gini mah gue harus cari topik obrolan lain. Batin Kia
" Oh iya mas, saya boleh nanya gak? "
"Boleh, silahkan. "
" Ini saya dianterin pulang sama Mas Mirza ga akan ada yang marah atau nyariin gitu? " Tanya Kia basa basi padahal ada maksud tertentu dibalik pertanyaan nya
"Maksudnya? " Jawab Mirza menaikan sebelah alis nya
" Maksud saya pasangan Mas Mirza. " Ucap kia menekan kan kata kata nya
" Saya single belum ada pasangan. "
Duarrrr.... Jantung Kia seakan mau meledak mendengar Mirza masih single
" Ada yang mau saya omongin sama kamu. " Ucap Mirza menambahkan
"Mau ngomong apa mas? " Tanya Kia kaget
"Sebentar saya minggirin dulu mobil nya. "
Mirza menepikan mobil nya tepat didepan Gedung Merdeka. Tempat bersejarah di Bandung. Dia mematikan mesin mobilnya sejenak.
Mau ngapain nih orang, duh gue jadi parno gini. Perasaan gue juga gak karuan. Tapi masa sih dia mau macem macem sama gue. Batin Kia
"Ada apa mas Mirza? " Tanya kia
" Kirana, maaf sebelum nya kalau saya lancang. Saya tau pertemuan kita ini belum lama, bahkan kita juga belum mengenal satu sama lain. Tapi saya ingin mengenal kamu lebih dalam lagi, kamu tahu kan diusia saya ini bukan waktu nya saya main main. " Ucap Mirza mengutarakan niat nya
"Maaf mas, maksudnya gimana? Mas ngajakin saya ke jenjang yang lebih serius? Tapi kan mas kita ini kan baru kenal belum lama, kenapa mas bisa secepat itu? " Tanya Kia
Padahal sebenernya gue seneng, sengaja aja gue tarik ulur biar gak kaya cewek murahan. Yakali gue langsung terima, dimana harga diriku bestie. Kirana
" Ya saya tau, tujuan saya kan pengen lebih mengenal kamu dulu kalo memang kita cocok ya kita lanjutkan kalo memang gak cocok kita bisa berteman kan. Ya intinya saya ingin berkomitmen dengan kamu. " Jelas Mirza
" Ya kalau memang tujuan Mas Mirza baik, saya sebagai perempuan merasa sangat terhormat sekali diperlakukan seperti ini. Kalau untuk mengenal dulu pribadi satu sama lain saya mau mas. Karena kan hubungan itu harus tau dulu pribadi nya jangan sampai Mas menyesal nanti nya. "
"Terimakasih kalau kamu menerima niat baik saya. Saya boleh minta waktu sama kamu ? " Tanya Mirza
" Waktu apa mas? " Jawab Kia
"Saya minta waktu 1 bulan untuk mengenal kamu. Kamu bisa kirim jadwal kamu dalam 1 bulan ini, saya ingin lebih mengenal dan tau semua kegiatan kamu tanpa membatasi nya. Begitupun saya akan mengirim jadwal saya 1 bulan ke depan. Jadi kita bisa memanfaatkan waktu yang kosong untuk saling mengenal. Gimana menurut kamu? "
Kia yang sedari tadi gak lepas pandangan memandang Mirza. Ternyata laki laki didepan nya yang menurut nya dingin ternyata orang yang tertata baik dalam bicara ataupun tindakan nya.
"Ya mas kita coba aja dulu, untuk saling mengenal satu sama lain. " Jawab kia
" Ya, terimakasih. " Ucap Mirza singkat
Setelah itu Mirza dan Kia melanjutkan perjalanan mengantar Kia pulang.
Sampai di perempatan tepatnya di setopan lampu merah Mirza bertanya alamat rumah nya Kia.
" Alamat rumah kamu dimana? Saya lupa gak nanyain tadi. "
" Saya kira Mas Mirza tau, mas belok kiri aja dari sini. Rumah saya di komplek Cemara blok 22." Jawab Kia
Setelah lampu hijau menyala, Mirza melajukan mobil nya. Sekitar 10 menit mereka sampai didepan rumah Kia. Dia turun dari mobil Mirza, tapi sebelum turun dia menawarkan Mirza untuk mampir ke rumahnya.
" Makasih ya Mas udah anterin sampai depan rumah, Mau mampir dulu mas? " Tanya Mirza
"Next time ya, soalnya udah malem juga. Oh iya besok kamu ada acara? " Tanya Mirza
" Besok kan weekend jadi aku off sih gak kemana mana. Kenapa emang ? "
"Saya mau ajak kamu jogging, bagian dari perkenalan aja. " Ucap Mirza
Sebetulnya Mirza bukan orang yang suka basa basi tapi kembali lagi ke tujuan awalnya. Dia harus bisa menaklukan Kirana sampai jatuh ke pelukan nya.
" Boleh mas, ada nomer saya kan mas nanti mas chat aja dan share lokasi nya. " Jawab Kia
" Saya jemput kamu kesini aja, lagian kan mobil kamu masih di bengkel. "
"OK mas, kalo gitu saya masuk ya mas. Sekali lagi makasih untuk bantuan nya. " Ucap Kia sambil mengambil dompet, ponsel dan obatnya.
" Ya sama sama. Saya pamit ya. " Ucap Mirza pamit kepada Kia
__ADS_1
Setelah mobil Mirza hilang dari pandangan nya dia buru buru masuk karena teringat bibi dirumah nya yang sudah pasti menunggu obat darinya.