Cinta Untuk Kirana

Cinta Untuk Kirana
Chapter 34


__ADS_3

Acara pengajian Dirumah Kirana sedang berlangsung. Dekorasinya didominasi berwarna Cokelat Milo. Kirana juga terlihat sangat cantik sekali dan anggun. Dia memakai baju gamis berbahan brokat berwarna milo dan memakai hijab yang senada dengan pakaian nya.


Kirana duduk disebelah Natasha yang juga memakai baju dengan warna yang sama tapi Natasha memakai baju kaftan dan Scarf  berwarna Mocca.


Acara tausyah yang disampaikan Ust. Handy sudah selesai. MC membacakan urutan acara selanjutnya.


"Baik, para tamu hadirin untuk acara selanjutnya adalah Ucapan tanda kasih dari Ananda Kirana untuk Ayahanda dan Ibunda. Dipersilahkan untuk Ananda Kirana mendekati Ayahanda dan Ibunda dan bersimpuh dihadapan nya. " MC mempersilahkan Kirana untuk duduk bersimpuh dihadapan kedua orang tuanya.


Kirana bangkit dari duduknya, dia dituntun oleh kakak iparnya menuju tempat sungkeman. Suasana berubah menjadi hening hanya ada iringan suling dan kecapi. Kirana duduk bersimpuh dan menundukan kepalanya.


"Bismillahirohmanirohim." Ucap Kirana memulainya dengan ucapan Basmallah.


Pertama tama Kirana menatap lekat Papa nya. "Papa, hari ini dengan sadar, Kia datang menghadap Papa, demi sebuah restu, untuk memulai hidup baru, bersama laki-laki yang Kia harap, mampu menjaga dan menyayangi Kia, dengan tulus, tanpa pamrih. Seperti halnya Papa, yang selalu membuat Kirana berkecukupan dalam hidup. Waktu yang dirasa sangat cepat, membuat Kia sadar bahwa sebentar lagi, tugas Papa sudah selesai. Tugas Papa akan segera dilimpahkan, pada pundak laki-laki, yang telah menjadi pilihan hati Kia yang bernama Mirza Hikari Bastian. "Ucap Kirana air mata nya sudah lolos dari pertahanan nya.


Mendengar nama yang disebutkan adiknya, nama yang tidak asing lagi ditelinga Natasha. Mirza Hikari Bastian adalah mantan kekasih nya, yang dia pacari beberapa tahun dan akhirnya harus kandas begitu saja. Dia sangat tidak menyangka, kalau calon suami adik iparnya adalah mantan kekasihnya.


Apa gue gak salah, calon suami Kirana itu adalah Mirza. Laki-laki brengsek yang udah menghancurkan mimpi-mimpi gue. Setelah acara ini selesai gue harus minta penjelasan pada Kirana. Gue gak ingin dia merasakan hal yang sama dengan yang gue rasakan. Batin Natasha.


Pandangan mata Kirana kini beralih kepada ibunda nya. "Ma, cerita persalinan yang pernah Mama bagi ketika melahirkan Kia, masih sangat melekat jelas. Betapa gigihnya Ibu mempertaruhkan nyawa untuk Kia, yang tak pernah bisa Kia balas. Pengorbanan besar yang sudah Mama curahkan untuk hidup Kia hingga Kia bisa sampai di titik  ini. Ma, Kia sekarang sudah dewasa. Putri kecil Mama sekarang sudah dewasa. Terima kasih sudah merawat dan menyayangi Kia, dengan sepenuh hati, jiwa, dan raga." Suara Kia menjadi berat, dia menangis dengan tersedu.


Papa dan Mama yang Kia cintai, sampai kapan pun, Kia selalu bersyukur, dan berterima kasih kepada Allah SWT, karena terlahir menjadi anak Papa dan Mama. Kia mohon maaf jika selama ini, Kia masih banyak melakukan kesalahan. Maafkan segala salah dan dosa Kia selama ini, karena masih belum mampu menjadi anak yang berbakti sepenuhnya, kepada Mama dan Papa.


Maafkan Kiraan Papa, Mama.


Papa dan Mama, hari ini Kia mohon izin, dan mohon doa restu, untuk menikah dengan laki-laki pilihan Kia. Dengan kekasih hati Kia. Seorang laki-laki, yang Inshaa Allah mampu menjadi imam, yang akan mengantarkan Kia menuju surga Allah swt. Doa restu Papa dan Mama akan selalu mengiringi langkah kia. Doakan rumah tangga kia, semoga senantiasa memperoleh kebahagiaan, ketentraman, kerukunan, sakinah, mawaddah, rahmah, serta selalu berada dalam lindungan dan ridho Allah swt. "Kirana mencurahkan segala yang ada didalam hatinya kepada kedua orang tua nya. Kirana memeluk Papa dan Mama nya dan menangis dipangkuan Mana nya. Semua yang hadir ikut mengeluarkan airmata nya karena suasana yang sangat haru ini.


Setelah selesai acara sungkeman, acara dilanjutkan dengan acara siraman. Kirana diharuskan mengganti pakaian nya. Dia ditemani Natasha, untuk berganti pakaian.


"Kamu buka dulu baju nya, nanti kakak bantuin pakai kain nya. " Ucap Natasha


"Iya, Kak." Kia membuka baju nya.


Setelah Kia membuka baju, Natasha membantu melilitkan kain dibadan Kirana.


"Kia, kakak boleh nanya gak? " Tanya Natasha sambil melilitkan kain nya.

__ADS_1


"Tanya apa Kak? " Jawab Kirana


"Kakak denger, katanya kamu sama calon suami kamu itu belum lama kenal kan ya, apa sih yang membuat kamu yakin sama dia? " Tanya Natasha


"Hmm, yang pertama menurut aku dia laki laki baik kak, apalagi dia bukan tipe laki laki yang selalu tebar pesona sama perempuan lain, dan yang paling penting, dia datang langsung ke papa ingin serius sama aku dan langsung ngelamar aku sama orang tua nya. Aku selalu inget kata kata Kak Acha, bukti keseriusan laki-laki itu ketika dia datang kerumah dan meminta langsung kepada orang tua kita kan. " Jelas Kirana.


"Oh iya, perjuangan nya mirip sama Alpa waktu deketin Kakak. " Ucap Natasha mengenang dulu dengan suaminya.


"Iya kan, cerita cinta kita mirip. " Ucap Kirana tertawa.


Acha menatap Kirana, Cerita cinta kita memang sama, tapi Alpa gak brengsek seperti Mirza. Kalau waktu bisa diputar, rasanya gue gak ingin kenal dia. Besok, pasti Mirza ada divilla. Walaupun rasanya malas bertemu lagi dengan Si brengsek itu, tapi gue harus pastikan kalau dia gak akan nyakitin Kirana. Batin Natasha.


Kirana yang menyadari kalau Natasha sedang melamun langsung menyadarkan nya.


"Kak, kenapa bengong? Ada yang kakak fikirin?" Tanya Kirana


"Nggak, kayaknya besok Kakak sama Alpa harus ospek calon suami kamu dulu deh biar gak macem-macem sama kamu. " Ucap Natasha


"Boleh-boleh." Ucap Kirana tertawa


"Udah selesai. Kamu cantik. "Puji Natasha


" Ah, Kak Acha bisa aja. Foto dulu boleh gak?"Tanya Kirana meminta persetujuan Natasha.


"Boleh." Jawab Natasha meng-iyakan permintaan Kirana.


Kirana mengambil ponsel yang tergeletak diatas nakas dan Kirana pun berpose selfie dengan Natasha. Setelah selesai Kirana menyimpan nya kembali.


"Kita turun kebawah sekarang ya. " Ajak Natasha


"Iya Kak. " Kirana menganggukan kepala nya.


Kirana dan Natasha turun kebawah untuk melaksanakan prosesi siraman adat sunda.


Pertama adalah Ngecagkeun Aisan.

__ADS_1


Calon Pengantin secara simbolis digendong (diais) oleh sang ibu, sementara sang ayah berjalan didepan membawa lilin menuju tempat sungkeman, prosesi ini memiliki makna bahwa orang tua yang bertangung jawab pada anaknya dan sang ayah memegang lilin memiliki makna bahwa ayahlah yang memberi penerang dalam keluarga, setelah sampai ke tempat sungkeman kain gendongan di lepas oleh sang ayah, memiliki makna bahwa orang tua menyudahi tanggung jawab kepada anaknya yang akan digantikan oleh Calon pengantin pria.


Prosesi yang kedua adalah Dipangkon.


Setelah sampai ditempat sungkeman calon pengantin duduk di pangkuan kedua orang tua yang beermakna bahwa kasih sayang orang tua kepada anaknya tak terbatas. Setelah selesai, kemudian calon pengantin akan berlutut menghadap ke orangtuanya dan menyatakan isi hatinya.


Prosesi yang ketiga adalah Ngaras.


Dalam upacara ngaras, calon pengantin mencuci kaki kedua orang tua, yang memiliki makna anak yang berbakti kepada orang tuanya, setelah mencuci kaki lalu disemprotkan minyak wangi yang bermakna dimanapun anaknya berada akan membawa harum nama keluarga.


Prosesi yang keempat adalah Pencampuran Air Siraman.


Kedua orang tua akan mencampur air siraman dengan 7 macam bunga wangi yang berada didalam bokor untuk prosesi selanjutnya yaitu ngebakan. Perlengkapan siraman yaitu 2 helai kain sarung, 2 helai selendang bati, 1 helai handuk, baju kebaya, bondu melati, payung besar, lilin dan lain-lain.


Prosesi yang keempat adalah Ngebakan atau Mandi.


Calon pengantin dibimbing oleh kedua orang tua ke tempat siraman sambil menginjak 7 helai kain yang dihentangkang. Kemudian ngebakan atau siraman dimulai dari sang ibu kemudian sang ayah dan disusul oleh orang-orang pilihan lainnya, nah orang -orang pilihan ini biasanya adalah kerabat atau teman calon pengantin yang sudah menikah dan memiliki rumah tangga yang harmonis, jumlah penyiram harus ganjil biasanya 7 – 9 orang dan paling banyak 11 orang. Sebagai penutup siraman, calon pengantin wanita disirami air wudhu oleh sang ayah wudhu ini melambangkan bahwa dalam keadan apapung calon pengantin wanita tidak boleh meninggalkan ibadah.


Prosesi yang kelima adalah Potong Rambut.


Prosesi potong rambut memiliki lambang calon pengantin wanita akan memperindah diri lahir dan bathin, pada prosesi ini calon pengantin juga akan dicukur bulu-bulu halus pada wajah, kuduk, membentuk amis cau/sinom, membuat godek serta kembang turi. Kemudian potongan rambut calon pengantin wanita dan calon pengantin pria di ikat menjadi satu dan dikubur di halaman rumah memiliki makna sebagai membuang atau mengubur masa lalu calon pengantin yang dirasa kurang baik supaya kelak mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan dalam rumah tangga.


Prosesi yang keenam adalah Dulangan Pungkasan (Suapan Terakhir)


Diawali dengan pemotongan tumpeng kemudian kedua orang tua memberikan suapan terakhir kepada calon pengantin sebanyak 3 kali. Suapan terakhir memiliki makna orang tua yang melepaskan anaknya untuk hidup mandiri dengan keluarganya yang baru.


Prosesi ke enam adalah Rebutan Parawanten.


Sebagai penutup upacara siraman sunda, dilakukan prosesi rebutan parawanten yaitu dimana seluruh tamu yang dating berebut beubeutian (sesuatu yang berada didalam tanah : jagung, ubi, kacang-kacangan, singkong, talas dll) yang direbus dan hahampangan (sesuatu yang ringan seperti : keruuk, rengginang, keripik) rebutan parawanten memiliki makna untuk mendoakan calon pengantin diberi kelancaran rezeki, cepat diberi keturunan, dan diberi kemudahan dalam menyelesaikan masalah rumah tangga. Selain itu pada prosesi ini juga dibagikan air siraman yang katanya jika kita tersiram airnya akan cepat dapat jodoh.


Semua rangkaian prosesi siraman adat sunda telah Kia lewati, hari juga sudah menjelang magrib, semua tamu undangan telah pulang. Dan acara hari ini pun telah selesai. Kirana tinggal mempersiapkan acara untuk esok hari, yaitu untuk pergi ke tempat acara pernikahan nya.


Hari ini menjadi hari yang melelahkan untuk Kirana, bahkan karena kesibukan nya dia dan Mirza tidak berhubungan lewat telpon.


Note : Mohon maaf untuk semua pembaca kalau di BAB ini terlalu bertele tele. Author sebagai orang asli Bandung/Sunda bangga karena indonesia khususnya sunda mempunyai banyak kekayaan adat, istiadat, dan budaya. Makanya author ingin mengexplore lebih banyak adat dan budaya sunda disini. Dan mempromosikan tempat-tempat keren di Bandung. HappyReading guys. 🥰

__ADS_1


__ADS_2